Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillahirobbilaalamiin, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam atas nikmat,
rahmat dan inayah-Nya sehingga Modul Cardiovasculer II ini dapat tersusun.
Pada modul ini mahasiswa dihadapkan pada Ilmu-Ilmu mengenai sistem Cardiovaskuler.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah menuntut kita untuk mengkaji segala
sesuatu secara mendalam. Modul Cardiovaskuler II telah memasuki semua cabang ilmu
kedokteran baik itu masalah pre-klinik maupun masalah klinik, sehingga mahasiswa
diharapkan dapat mempelajarinya lebih lanjut.
Fakultas kedokteran Al-Azhar telah melakukan inovasi dengan menerapkan Kurikulum
Berbasis Kompetensi pada sistem pembelajaran berdasarkan masalah (problem based
learning). Mahasiswa belajar dalam bentuk terintegrasi sehingga diharapkan mendapat
pemaparan klinis sejak dini (early clinical exposure). Dengan demikian mahasiswa memiliki
motivasi kuat untuk belajar mandiri dan dapat langsung mengetahui aplikasi penerapan ilmu
yang dipelajari dan memiliki keterampilan belajar yang menunjang belajar seumur hidup
(longlife learning).
Pembahasan pada modul ini terdiri 4 skenario yang akan dipelajari pada diskusi tutorial.
Masing-masing skenario memiliki tujuan pembelajaran. Mahasiswa diharapkan senantiasa
aktif untuk mencari sumber belajar secara mandiri.
Demikian buku panduan ini disusun, semoga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin sebagai
acuan fasilitator dan study guide mengarahkan diskusi dan membantu mahasiswa mencapai
tujuan belajar yang ditargetkan. Masukan demi kesempurnaan buku panduan ini senantiasa
kami harapkan untuk perbaikan selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Mataram,

Oktober 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ...........................................................................................................
Kata Pengantar ...........................................................................................................
Daftar Isi ...................................................................................................................
Tim Modul Cardiovaskuler II ....................................................................................
Informasi Umum .......................................................................................................
Pendahuluan ......... .....................................................................................................
Hubungan dengan modul lain ....................................................................... ............
Cabang ilmu yang mendukung...................................................................... ............
Komponen Kompetensi .
a. Area kompetensi ............................................................................................
b. Kompetensi inti .............................................................................................
c. Learning outcome...........................................................................................
Daftar penyakit ..........................................................................................................
Topik dari Modul Cardiovaskuler II ............................................................ ............
Metode Pembelajaran ................................................................................... ............
Evaluasi pembelajaran .................................................................................. ............
Referensi ....................................................................................................................
MATERI MASALAH
LBM I
: Sianosis ...................................................................
LBM II
: Lebam .................. ......................................................................
LBM III
: Sesak Nafas .................................................
LBM IV
: Nyeri dada .......................................................................................
LBM V
: Berdebar-debar
Jadwal modul: ...........................................................................................................

i
ii
iii
iv
1
1
1
1

3
3
5

MODUL CARDIOVASKULER II
EDISI PERTAMA
2013
Penanggung jawab
:
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar
dr. H. Fanani Sp.Rad
TIM PENYUSUN MODUL
Koordinator
:
dr. Ika Dian Anggraini MM
Tim Penyusun Modul :
dr. Winangun Sp.PD
dr. Ety Retno Sp.PK
dr. H.Fanani Sp.Rad
dr. Yusra Pintaningrum Sp.JP
dr. Santyo Wibowo Sp.B
dr. Tatang Hidayat Sp.A
Tim Pendukung Modul :
dr. H. Ahmad Aminudin
dr. Agus Wijaya MHA
dr. Muchdar
dr. Fachrudi Hanafi M.Kes
dr. Lale Maulin
dr. Sahrun
dr.Rahmania
dr.Heny Anggraini Lenap
dr. Ardhiyanti Puspita Ratna
Indah Apt

INFORMASI UMUM
I.

PENDAHULUAN

Modul Cardiovaskuler II dilaksanakan pada semester 3 tahun ke 2 dengan waktu 4


minggu. Pencapaian belajar mahasiswa dijabarkan dengan penetapan area kompetensi,
kompetensi inti, komponen kompetensi, learning objective sebagaimana yang diatur
dalam Standar Kompetensi Dokter serta sasaran pembelajaran yang dapat diperoleh dari
penjabaran learning objective.
Modul ini terdiri dari 4 lembar belajar mahasiswa sebagai bahan untuk diskusi.
Dan masing-masing LBM dilengkapi dengan learning objective, learning task, skenario
dan pertanyaan minimal. Pada modul ini mahasiswa akan mengetahui penyebab
maupun faktor risiko terjadinya gangguan kardiovaskular dapat bersifat kongenital,
ataupun didapat, yaitu yang berkaitan dengan faktor usia, nutrisi, gaya hidup
maupun disebabkan oleh faktor-faktor risiko lainnya. Seperti yang telah kita
ketahui, salah satu jenis penyakit kardiovaskular seperti Penyakit Jantung Koroner,
masih merupakan penyakit yang menempati posisi pertama penyebab kematian
terbanyak di Indonesia.
Yang dipelajari oleh mahasiswa meliputi pengetahuan dasar kedokteran,
patofisiologi, proses penegakan diagnosis dan pengelolaannya.Untuk itu diperlukan
pembelajaran mengenai teori dan ketrampilan tentang anamnesis, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang dan ketrampilan prosedural yang diperlukan. Mahasiswa juga
akan mempelajari sikap profesionalisme yang terkait dengan topik diatas.
Metode PBL yang menggunakan pendekatan SPICES, merupakan metode
pembelajaran yang dinilai sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan berfikir kritis (critical thinking) dan belajar mandiri
(self-directed
learning)
yang
sangat
penting
dalam membentuk
dan
mengembangkan kepribadian yang mengarah kepada pembelajaran sepanjang hayat
(life-long learning). Karena itu, metode PBL dianggap merupakan metode
pembelajaran yang tepat bagi mahasiswa pada level pendidikan dasar umum dan
pendidikan dasar kedokteran yang merupakan pendidikan kedokteran terintegrasi
yang dilaksanakan pada semester satu sampai semester tujuh.
Modul ini akan dipelajari dengan menggunakan strategi Problem Based-learning,
dengan metode diskusi tutorial menggunakan seven jump steps, kuliah, praktikum,
laboratorium dan belajar ketrampilan klinik di laboratorium ketrampilan.
II.

HUBUNGAN DENGAN MODUL LAIN

Modul ini merupakan dasar untuk pemahaman modul-modul sebelumnya dan


modul-modul selanjutnya terutama dalam memahami patogenesis, diagnosis dan terapi
yang dapat diterangkan secara klinis. Modul ini berhubungan langsung dengan topik yang
ada di modul sebelumnya antara lain Modul Cardiorespirasi, modul endokrin metabolism
dan nutrias serta modul infeksi hematoimounologi.. Selain itu juga berhubungan dengan

modul yang selanjutnya diantaranya adalah masalah pada lansia, masalah kesehatan,
emergency dan lain sebagainya.
III.

IV.

CABANG ILMU YANG MENDUKUNG


1. Anatomi-Histologi,
2. Fisiologi,
3. Biokimia,
4. Kardiologi,
5. Ilmu Penyakit Dalam,
6. IKA,
7. Patologi Klinik,
8. Radiologi,
9. Farmakologi,
10. Gizi
11. Islam Disiplin Ilmu

KOMPONEN KOMPETENSI
Kurikulum berbasis kompetensi yang telah disepakati dan telah
disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) untuk digunakan sebagai acuan
dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan dokter di Institusi pendidikan
kedokteran di seluruh Indonesia diterapkan dengan menggunakan pendekatan
SPICES (student-centered, problem-based, integrated, community based,
elective, early exposure to clinical situation, systematic). Dengan demikian,
terjadi perubahan metode pendidikan, dari metode pengajaran (teaching method)
yang bersifat teacher- centered, menjadi metode pembelajaran (learning method)
yang bersifat student-center

A. AREA KOMPETENSI
1. Keterampilan komunikasi efektif dengan pasien simulasi
2. Keterampilan melakukan pemeriksaan fisik diangnostik pada sistem Cardiovaskuler
3. Keterampilan menerapkan dasar-dasar ilmu biomedik, klinik, perilaku dan
epidemiologi dalam praktik dokter keluarga
4. Keterampilan melakukan pencegahan penyakit dan keadaan sakit sebagai individu
serta melakukan rujukan.
5. Keterampilan menilai secara kritis semua informasi yang diperlukan untuk
penegakan diangnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi
kesehatan serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien.
6. Mawas diri dan mengembangkan kemampuan professional melalui belajar sepanjang
hayat
7. Mampu mengedepankan moral dan etika profesi dalam melaksanakan praktik
kedokteran dan pelayanan kesehatan.
B. KOMPETENSI INTI
1. Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan pasien dan anggota keluarganya
padakasus Sistem Cardiovaskuler
2. Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan sejawat terkait masalah kesehatan
sistem Cardiovasculer
3. Mahasiswa mampu memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting
tentang pasien dan keluarganya

4.

Mahasiswa mampu melakukan prosedur klinik dan fisik diagnostik terkait dengan
masalah kesehatan sistem Cardiovasculer
5. Mahasiswa mampu melakukan prosedur laboratorium terkait dengan masalah
kesehatan organ sistem Cardiovasculer
6. Mahasiswa mampu menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik,
klinik, perilaku dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan masalah kesehatan
sistem Cardiovasculer (meliputi cabang ilmu Anatomi, Histologi, Fisiologi,
Biokimia, kardiologi, Ilmu Penyakit Dalam, IKA, Patologi Klinik, radiologi,
farmakologi, Gizi Islam Disiplin Ilmu)
7. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai gangguan dan penyakit pada kelainan
sistemcardiovasculer (etiologi, patogenesis/patofisiologi, gejala dan tanda,
diagnosis, penatalaksanaan, komplikasi, prognosis)
8. Mahasiswa mampu mengelola gangguan/penyakit pada kelainan sistem
cardiovasculer yang menjadi kompetensi dokter umum
9. Mahasiswa mampu menerapkan Evidence Based Medicine dalam penatalaksanaan
gangguan/penyakit pada kelainan sistem Cardiovasculer
10. Menjelaskan tinjauan Islam terhadap masalah sistem Cardiovasculer
C. LEARNING OUTCOME SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu
1. Menjelaskan anatomi dan histologi system Cardiovasculer
2. Menjelaskan fisiologi system Cardiovasculer
3. Menjelaskan sistem sirkulasi darah fetus, bayi dan dewasa
4. Menjelaskan penyakit kelainan jantung bawaan
5. Menjelaskan patofisiologi, gejala dan tanda dari kelainan jantung bawaan
6. Menjelaskan penyakit infeksi jantung dan penyakit katup jantung
7. Menjelaskan gejala dan tanda pada jenis-jenis penyakit infeksi jantung dan penyakit
katup jantung sebagai dasar diagnosa differensiasi.
8. Mahasiswa dapat menjelaskan komplikasi yang dapat terjadi pada jenis-jenis penyakit
infeksi jantung dan penyakit katup jantung
9. Menjelaskan penyakit gangguan irama jantung
10. Menjelaskan klasifikasi penyakit gangguan irama jantung .
11. Menjelaskan dampak dari penyakit gangguan irama jantung .
12. Menjelaskan terjadinya hipertensi (esensial, sekunder dan pulmoner)
13. Menjelaskan penyakit dan kelainan hipertensi berdasarkan etiologi, patofisiologi,
klasifikasi, diagnosis, prinsip penatalaksanaan, prognosis dan komplikasi
14. Menjelaskan patogenesis, diagnosis dan manajemen hipertensi serta gambaran
patologis pada jantung
15. Menjelaskan patogenesis, diagnosis dan manajemen penyakit jantung hipertensi,
penyakit jantung koroner dan penyakit jantung kongestif
16. Menjelaskan mekanisme patogenesis dan patofisiologi penyakit jantung hipertensi,
penyakit jantung koroner dan penyakit jantung kongestif
17. Menjelaskan alasan hasil diagnosa dengan mengacu evidence-based medicine pada
penyakit sistem cardiovasculer
18. Menjelaskan farmakodinamik dan farmakokinetik obat yang berkaitan dengan
masalah kesehatan pada penyakit sistem cardiovasculer
19. Menjelaskan mekanisme kelainan vena dan pembuluh limfe
20. Menjelaskan struktur anatomi vena dan pembuluh limfe sistem cardiovascular
21. Menjelaskan faktor-faktor yang mendasari gangguan vena dan pembuluh limfe

22. Menjelaskan mekanisme patogenesis dan patofisiologi penyakit vena dan pembuluh
limfe
23. Menjelaskan alasan hasil diagnosa dengan mengacu evidence-based medicine pada
penyakit vena dan pembuluh limfe
24. Menjelaskan farmakodinamik dan farmakokinetik obat yang berkaitan dengan
masalah kesehatan pada penyakit vena dan pembuluh limfe
25. Menjelaskan pertimbangan intervensi berdasarkan farmakologi, fisiologi, anatomi,
ataupun perubahan tingkah laku pada penyakit kelainan jantung
26. Menentukan pengobatan / terapi yang sesuai dengan penyakit kelainan jantung
27. Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola pasien kasus
penyakit jantung
28. Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan penyakit jantung
29. Menentukan ketrampilan terapeutik sesuai dengan penyakit jantung
30. Menentukan tindakan preventif untuk mencegah komplikasi
31. Menjelaskan keadaan dimana pasien harus dirujuk ke spesialis.
V.

DAFTAR PENYAKIT
No

Daftar Penyakit

Tingkat
Kemampuan

Gangguan dan Kelainan pada Jantung


Kelainan jantung congenital (Ventricular Septal
Defect, Atrial Septal Defect, Patent Ductus Arteriosus,
Tetralogy of Fallot)
Radang pada dinding jantung (Endokarditis,
2
Miokarditis, Perikarditis)
3
Syok (septik, hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)
4
Angina pektoris
5
Infark miokard
6
Gagal jantung akut
7
Gagal jantung kronik
8
Cardiorespiratory arrest
Kelainan katup jantung: Mitral stenosis, Mitral
9
regurgitation, Aortic stenosis, Aortic regurgitation,dan
Penyakit katup jantung lainnya
10
Takikardi: supraventrikular, ventrikular
11
Fibrilasi atrial
12
Fibrilasi ventrikular
13
Atrial flutter
14
Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular
15
Bundle Branch Block
16
Aritmia lainnya
17
Kardiomiopati
18
Kor pulmonale akut
19
Kor pulmonale kronik
Gangguan Aorta dan Arteri
20
Hipertensi esensial
21
Hipertensi sekunder
22
Hipertensi pulmoner
23
Penyakit Raynaud
24
Trombosis arteri
25
Koarktasio aorta
1

2
2
3B
3B
3B
3B
3A
3b
2
3B
3A
3B
3B
3A
2
2
2
3B
3A
4A
3A
1
2
2
1

26
Penyakit Buerger's (Thromboangiitis Obliterans)
27
Emboli arteri
28
Aterosklerosis
Subclavian steal syndrome
29
30
Aneurisma Aorta
31
Aneurisma diseksi
32
Klaudikasio
33
Penyakit jantung reumatik
Vena dan Pembuluh Limfe

VI.

2
1
1
1
1
1
2
2

34

Tromboflebitis

3A

35

Limfangitis

3A

36

Varises (primer, sekunder)

37

Obstructed venous return

38

Trombosis vena dalam

39

Emboli vena

40

Limfedema (primer, sekunder)

3A

41

Insufisiensi vena kronik

3A

TOPIK DARI MODUL SISTEM CARDIOVASCULER


Topik 5.1
: Penyakit Jantung Bawaan
Topik 5.2
: Penyakit kelainan vena dan pembuluh limfe
Topik 5.3
: Penyakit kelainan Aorta dan Arteri
Topik 5.4
: Penyakit Jantung Koroner dan Kongestif
Topik 5.5
: Penyakit Gangguan Irama Jantung

VII. METODE PEMBELAJARAN


6.1 SGD (small group discussion)/diskusi kelompok kecil yang akan
dilakukan 2x dalam seminggu.setiap SGD berlangsung selama 150 menit.
Dengan berpedoman pada Seven jump steps, meliputi :
L-1 = Menjelaskan istilah dan konsep yang belum diketahui
L-2 = Menetapkan masalah
L-3 = Menganalisa masalah
L-4 = Menarik kesimpulan dari L-3
L-5 = Menyusun persoalan yang tidak bisa diselesaikan dalam diskusi
tersebut menjadi tujuan pembelajaran kelompok (learning issue/ learning
objective)
L-6 = Mengumpulkan informasi tambahan
L-7 = Menyebarkan temuan informasi yang telah dikumpulkan oleh Anggota
kelompok, disentesakan dan didiskusikan temuan tersebut agar tersusun
penjelasan yang komperhensif untuk menjelaskan dan menyelesaikan
masalah
Aturan main :
- SGD sesion I
- Belajar mandiri
- SGD sesion II

: Menjalankan langkah 1-5


: Menjalankan langkah 6
: Menjalankan langkah 7

6.2 Kuliah
- Kuliah diberikan untuk memberikan gambaran untuk isi Modul sistem
cardiovasculer, mengenai relevansi dan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang
berbeda terhadap Modul sistem cardiovasculer.
- Kuliah memberikan klarifikasi dari materi yang sukar dimengerti agar
dapat
mencegah atau mengkoreksi misconception yang timbul pada waktu mahasiswa
berdiskusi atau belajar mandiri
- Kuliah dapat memberikan stimulasi kepada mahasiswa untuk belajar lebih dalam
tentang materi tersebut
6.3 Praktikum
- Praktikum diberikan untuk menambah memperdalam pengetahuan teori dengan
praktek sehingga diharapkan dapat saling berhubungan dan berinteraksi antara
teori dengan praktek
VIII. EVALUASI PEMBELAJARAN
Secara garis besar jenis penilaian untuk program pendidikan sarjana
kedokteran adalah sebagai berikut
:
1. Modul assessment
Penilaian meliputi komponen kognitif (pengetahuan) dan attitude. Kegiatan
evaluasi modul terdiri dari
:
a. Evaluasi kegiatan harian (SGD, Pleno, Praktikum, kuliah, Penugasan)
b. Evaluasi akhir modul
2. Longitudinal assessment
Dilakukan secara berkesinambungan selama mahasiswa belajar di FK Unizar
berupa Skill lab assessment terutama menilai komponen ketrampilan (skills), yang
didapat dari penilaian di skill laboratory yang dilakukan disetiap akhir semester
dengan menggunakan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination).
Untuk sistem penilaian mahasiswa dan aturan assesmen adalah sebagai berikut:
Ujian knowledge
a. Nilai Pelaksanaan Praktikum ( 20% dari nilai sumatif knowledge)
Pada pelaksanaan Praktikum mahasiswa akan dinilai berdasarkan
kehadiran, aktifitas interaksi dan kesiapan materi. Mahasiswa yang tidak
mengikuti
praktikum dengan alasan dan bukti yang
dapat
dipertanggungjawabkan, harap melapor ke tim modul untuk mengganti dengan
tugas.
b. Nilai Pelaksanaan Penugasan (10% dari nilai sumatif knowledge)
Pada pelaksanaan penugasan mahasiswa akan dinilai berdasarkan
kehadiran dan hasil penugasan tersebut
c. Nilai ujian akhir modul (70% knowledge)
Ujian knowledge merupakan ujian terhadap semua materi baik SGD,
kuliah pakar, praktikum. Materi dan pelaksanaan ujian akhir modul setelah
meyelesaikan seluruh isi modul. Soal akhir modul terdiri dari 100 soal.
Ketentuan bagi mahasiswa
Siswa dapat mengikuti ujian akhir modul jika memenuhi prasyarat
sebagai berikut
:

1. Mengikuti 80% dari keseluruhan SGD


2. Mengikuti 100% dari keseluruhan praktikum
3. Mengikuti 75% dari keseluruhan kuliah
Apabila mahasiswa berhalangan hadir pada kegiatan SGD, praktikum dan
maka mahasiswa harus
:
1. Memberikan surat ijin ketidakhadiran pada kegiatan tersebut
2. Mengganti kegiatan SGD dengan melaksanakan tugas dari tim modul,
untuk penggantian tersebut mahasiswa harus berkoordinasi dengan tim
modul.
3. Mengganti kegiatan praktikum dan skill lab pada hari lain , untuk
penggantian tersebut, mahasiswa harus berkoordinasi dengan tim modul.
4. Setelah melaksanakan tugas pengganti SGD, dan mahasiswa mengikuti
kegiatan pengganti praktikum dan skill lab, maka mahasiswa telah
dinyatakan mengikuti kegiatan 100%.
-

IX.

Jika mahasiswa tidak mengikuti ujian akhir modul maka niali akhir modul
dinyatakan nol.
Tata cara permohonan ujian susulan dilaksanakan sebagaimana yang berlaku,
yakni siswa mengajukan permohonan kepada Dekan dilampiri alasan
ketidakhadirannya pada ujian tersebut maksimal 1 (satu) minggu setelah
ujian dilaksanakan. Selanjutnya surat permohonan ujian susulan dikeluarkan
oleh MEU, untuk disampaikan kepada Tim modul terkait. Sebelum proses
pembuatan surat permohonan ujian susulan kepada tim modul, MEU akan
melakukan verifikasi prosentase kehadiran mahasiswa selama modul tersebut
berlangsung.

REFERENSI

1. Sutoyo, AW, Setiyohadi Bambang, Alwi Idrus, Simadibrata.M, Setiadi.S, editor Buku
Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 3, edisi V, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, 2009.
2. Huan H Gray, Keith D Dawkins, John M Morgan, Lain A Simpson, Buku Kardiologi,
edisi 4, Penerbit Erlangga, 2005.
3. Fauci AS, Braunwald E, Isselbacher KJ, et al, editor. Harrisons principles of internal
medicine 13th, edition Vol 4, New York Mac Grawhill, 2000.
4. Rilantono LI, Baraas F, Karo SK, Roebiono PS, editor, Buku Ajar Kardiologi, Jakarta
Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2002.
5. Nelson, Behrman, Kliegman, Arvin, editor, Buku Ilmu Kesehatan Anak Nelson, Vol 2,
edisi 15, EGC, 2000.
th
6. Braunwalds Heart Disease, a textbook of cardiovascular medicine, 8 ed. Editors:
Bonow, Braunwald, Libby, Mann, Zipes, Elsevier, 2007.
th
7. Pediatric Cardiology for Practitioners. 4
ed. Editor: Myung K. Park. Mosby.
Elsevier. 2002.
8. John F Keane. Nadas Pediatric Cardiology. Philadelphia, Saunders. 2006

LBM I
SIANOSIS
Skenario

Seorang anak laki-laki berusia 12 bulan datang ke puskesmas dibawa oleh


ibunya dengan keluhan: anak kelihatan bertambah biru terutama di sekitar mulut
sejak 3 hari yang lalu. Dari anamnesis dokter diketahui ada riwayat sejak lahir
daerah sekitar mulut sering terlihat biru terutama bila menangis lama karena

lelah. Riwayat persalinan bayi lahir spontan, ditolong oleh bidan dan langsung
menagis kuat. Bidan sudah mengatakan bahwa kemungkinan ada kelainan jantung
dan dianjurkan untuk di rujuk ke RS, tetapi orang tua tidak menghiraukan karena
belum punya biaya.
Pada pemeriksaan fisik, terlihat anak sianosis, BB 7 kg terlihat kurus,
takipne, takikardi, ada bising jantung dan pada ekstremitas ada clubbing
finger. Dokter memberi oksigen dan membuat surat rujukan untuk pemeriksaan
dan perawatan
selanjutnya.
Dokter menegaskan bahwa anak ini harus
dirujuk. Ibu merasa khawatir dan menanyakan apakah anaknya bisa sembuh.
Bagaimana anda menjelaskan tentang penyakit anak ini?

LBM II
LEBAM
Skenario

Seorang wanita berusia 35 tahun berprofesi sebagai seorang atlet lari datang
ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri pada daerah tungkai bawah kanan. Nyeri
bersifat panas dan nyeri bila kena sentuhan. Keluhan dirasakan sudah sejak 1 minggu.
Keluhan lain yang sering dirasakan adalah timbulnya varises pada kaki sebelah kiri.

Keluhan yang sama pernah dirasakan sesaat setelah menjalani persalinan melalui
operasi, muncul gambaran seperti memar kemerahan pada beberapa daerah termasuk
tangan bekas tusukan jarum infuse dan daerah bekas operasi.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 94
x/mnt, suhu badan 38,5C. Status lokalis didapatkan pada daerah Regio Cruris dextra
bagian medial s/d paha bagian medial berwarna kemerahan dan varises dikaki sebelah
kiri.
Bagaimana saudara menjelaskan apa yang terjadi pada pasien diatas?

LBM III
SESAK NAFAS
Skenario

Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas
dan gelisah. Riwayat Sesak dirasakan sudah sejak 1 tahun yang lalu namun belum
sampai mengganggu aktifitas. Semakin hati sesak semakin berat dan bertambah
sekalipun tidak sedang melakukan aktifitas dan tidur tanpa bantal. Riwayat penyakit

sebelumnya pasein menderita hipertensi 10 tahun yang lalu dan tidak berobat secara
teratur.
Dokter segera memberi oksigen dan memeriksa pasien. Dari hasil
pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg, nadi 100 x/mnt,
frekuensi pernafasan 30 x/mnt. Pada pemeriksaan jantung didapatkan LVH &
RVH serta ada ronchi basah halus tidak nyaring pada kedua basal paru, dan edem
pada kedua tungkai.
Dokter menganjurkan agar pasien dirawat intensif di ruang ICU. Dokter juga
memberikan beberapa obat antara lain diuretika, angiotensin reseptor bloker
serta merencanakan untuk pemeriksaan lengkap seperti profil lipid, fungsi
ginjal, gula darah dan echocardiography.
Setelah sesak berkurang, dokter menerangkan kepada pasien bagaimana
penyaktinya bisa terjadi, dan kemungkinan komplikasi
yang bisa terjadi
seperti syok karena ketidak mampuan jantung dalam memompa darah.
Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Pasien ini?

LBM IV
NYERI DADA
Skenario

Seorang laki-laki usia 54 th datang ke Pusksesmas dengan


dada kiri seperti terhimpit sejak jam yang lalu. Keluhan
dirasakan saat sedang bermain futsal. Rasa nyeri menjalar sampai
tangan kiri dan disertai muntah- muntah. Keluhan baru pertama

keluhan nyeri
nyeri dada kiri
ke leher hingga
kali dirasakan.

Riwayat penyakit sebelumnya, pasien menderita hipertensi dan kolesterol tinggi.


Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 160/100 mmHg, nadi
100 x/mnt , frekuensi pernafasan 26 x/mnt . Tidak ditemukan kelainan dari
pemeriksaan jantung dan paru. Dari pemeriksaan EKG di dapatkan HR 100 x/mnt,
terdapat tanda-tanda ST elevasi. Kemudian oleh Dokter diberikan oksigen dan
isosorbid dinitrat sublingual.
Dokter menerangkan kepada pasien dan keluarga untuk dirujuk ke
RSUP, karena diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Di RSUP diperiksa Troponin T dan CKMB. Kemudian pasien disarankan untuk
dirawat di ICU, supaya mendapatkan penatalaksanaan yang maksimal untuk
menghindari komplikasi yang mungkin terjadi .
Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada pasien ini ?

LBM V
BERDEBAR-DEBAR
Skenario

Seorang perempuan berusia 36 tahun datang ke UGD RS diantar oleh orang


tuanya dengan keluhan dadanya berdebar2 sejak 2 jam yang lalu. Keluhan dirasakan

sesaat setelah dimarahi oleh atasannya. Keluhan sudah pernah dirasakan saat dia aktif
mengikuti olah raga, namun hilang saat batuk atau mengedan.

Dari hasil pemeriksaan anamnesa, tanda vital, pemeriksaan fisik, dan EKG
pasien dicurigai mempunyai gangguan irama jantung berupa ada takikardi, regular dan
didapatkan gelombang QRS menyempit. Orang tua pasien menanyakan apakah
gangguan irama jantung yang dialami oleh putrinya dapat menyebabkan kematian?
Dan dokter meyakinkan bahwa gangguan irama jantung yang diderita putrinya
merupakan tipe yang tidak berbahaya dan dapat diobati. Namun dokter juga
menganjurkan bila keluhan pasien sering sekali timbul, sebaiknya pasien dirujuk
untuk pemeriksaan lebih lengkap seperti studi elektrofisiologi. Orang tua pas ien
kemudian meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit dan pengobatannya.
Bagaimana anda menjelaskan penyakit pasien tersebut?