Anda di halaman 1dari 5

Nama : Agung Try Budiarto

NIM : 12507134011
No. Soal : 9

Jadwal induk produksi (master production schedule-MPS) menspesifikasikan seberapa


banyak produk akan diproduksi selama periode perencanaan dan kapan produksi tersebut harus
dilakukan (lihat Gambar 13-3). Informasi mengenai pesanan pelanggan,prediksi penjualan, dan
tingkat persediaan barang jadi digunakan menetapkan tingkat produksi. Walaupun bagian jangka
panjang MPS dapat diubah berdasarkan perubahan kondisi pasar, rencana produksi harus tetap
untuk beberapa minggu ke depan agar dapat memberikan waktu yang cukup guna mendapatkan
bahan baku, perlengkapan, dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Selanjutnya, kompleksitas
penjadwalanmeningkat secara dramatis sejalan dengan semakin banyaknva jumlah pabrik.

Gambar 13-3 Contoh Jadwal Induk Produksi (MPS)

Perusahaan besar seperti Motorola dan General Motors harus mengkoordinasikan


produksidi beberapa pabrik berbeda dalam berbagai negara berbeda. Beberapa pabrik
tersebutmemproduksi komponen dasar seperti tubegambar (komponen TV) dan papan
sirkuit;sedangkan pabrik lainnya merakit produk jadi. Sistem informasi produksi harus
mengkoordinasikanaktivitas-aktivitas ini untuk meminimalkan ketidakseimbangan pasokan dan
membuatpersediaan barang setengah jadi.

produksi harian dan menetapkan apakah bahan baku perlu dibeli atau tidak.Guna
MPS digunakan untuk mengembangkan jadwal terinci yang menspesifikan melakukan hal ini,
kita perlu "melebihkan" daftar bahan baku agar dapat menetapkan permintaan jangka pendek
bahan baku untuk memenuhi tujuan produksi yang tercantum dalam MPS (lihatTabel 13-1).
Permintaan ini dibandingkan dengan tingkat persediaansaat ini, dan jika bahan baku tambahan
dibutuhkan, permintaan pembelian akandihasilkan serta dikirim ke bagian pembelian untuk
memulai proses perolehan bahan.
Tabel 13-1 Contoh Melebihkan Daftar Bahan Baku

Gambar 13-2 memperlihatkan bahwa aktivitas perencanaan dan penjadwalan


menghasilkan tiga dokumen lainnya: perintah produksi, permintaan bahan baku, dan
kartuperpindahan. Perintah produksi akan mensahkan produksi jumlah yang ditetapkan dari
suatu produk. Perintah tersebut menyebutkan operasi yang perlu dilakukan, jumlah
yang akan diproduksi, serta lokasi tempat barang jadi harus dikirim. Perintah ini juga
mengumpulkan data mengenai setiap aktivitas tersebut (lihat Gambar 13-4).

Gambar 13-4 Contoh Perintah Produksi

Permintaan bahan bakumensahkan pengeluaran jumlah bahan baku yang dibutuhkan dari
gudang ke lokasi pabrik, tempat bahan tersebut dibutuhkan. Dokumen iniberisi nomor perintah
produksi, tanggal pembuatan, dan berdasarkan pada daftar bahan baku, nomor barang serta
jumlah semua bahan baku yang dibutuhkan (lihat Gambar 13-5). Perpindahan selanjutnya dari
bahan baku di sepanjang pabrik akan didokumetasikandalam kartu perpindahan, yang
mengidentifikasi bagian-bagian yang dipindahkan lokasi perpindahannya, serta waktu
perpindahan (lihat Gambar 13-6).

Gambar 13-5 Contoh Permintaan Bahan Baku

Gambar 13-6 Contoh Kartu Perpindahan