Anda di halaman 1dari 15

1

Sumber: contanatura.weblog; 30 November 2007

Eubacteria dan
Archaebacteria

10

11

10

11

Organisme Prokariota
terdiri atas

Eubacteria

Archaebacteria

memiliki

Struktur

Bentuk

Jenis-Jenis

terdiri atas

Batang

Bulat

memiliki

Cara Reproduksi

Peran bagi
Manusia

dengan cara
dibedakan
berdasarkan

Metanogen
Ekstrem
Halofil

Lengkung
Pembelahan Konjugasi
Biner

Cara Memperoleh
Nutrisi

Kebutuhan
Oksigen

Suhu
Pertumbuhan

Struktur
Dinding Sel

terdiri atas

Struktur

Termoasidofil

Hubungan
Evolusi

Eubacteria dan Archaebacteria

A. Perbedaan antara Sel Prokariota dan Sel Eukariota

B. Eubacteria (Bakteri)

C. Archaebacteria

10

11

10

11

A. Perbedaan antara Sel Prokariota dan


Sel Eukariota

Sel bakteri
Pseudomonas
sp. (prokariota)

Sel pankreas
mammalia
(eukariota)

Prokariota berasal dari bahasa Yunani, pro = sebelum dan


karyon = inti sel atau nukleus, yang menandakan ketiadaan
inti sejati di dalam selnya. Disebut demikian karena sel-sel
prokariota belum memiliki membran inti sel sehingga
bahan genetik (DNA) atau bahan intinya terkonsentrasi di
dalam bagian yang disebut nukleoid.

Eukariota juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu eu =


baik/utuh/sejati dan karyon = inti sel. Jadi, istilah eukariota
berarti memiliki inti sel yang utuh/sejati. Hal itu disebabkan inti
sel eukariota sudah memiliki membran inti sel
sehingga inti selnya terpisah dari sitoplasma.

10

11

B. Eubacteria (Bakteri)
Antonie van Leeuwenhoek (1632 1723)

penemu mikroskop dengan perbesaran 200


300 kali dapat melihat makhluk kecil yang
kemudian diberi nama animalkulus dikenal
sebagai bakteri.
Bentuk-bentuk bakteri oleh Antonie van
Leeuwenhoek dibuat gambar pada tanggal 17
September 1683. Bakteri yang ditemukan ada
yang berbentuk seperti bola, batang, dan
spiral.

Mikroskop pertama buatan Antonie van


Leeuwenhoek.

10

1. Struktur Sel Bakteri


Cincin DNA

Membran
plasma

Cadangan
makanan

Plasmid
Flagelum

Sitoplasma
Ribosom

Lapisan lendir
Kapsul
Dinding sel
Mesosom

Pili

11

10

Empat macam bakteri berdasarkan jumlah dan letak flagelum

Monotrik

Amfitrik

Lofotrik

Peritrik

11

10

2. Bentuk Sel Bakteri

bulat

batang

lengkung

Corynebacterium diphtheriae
memiliki bentuk yang tidak
teratur

11

10

3. Klasifikasi Bakteri
a. Berdasar Cara
Memperoleh Makan

1) Bakteri Autotrof
2) Bakteri Heterotrof
b. Berdasar Kebutuhan
Oksigennya
1) Bakteri Aerob
2) Bakteri Anaerob
3) Bakteri Mikroaerofil

c. Berdasar Suhu untuk


Pertumbuhannya
1)
2)
3)
4)

d. Berdasar Struktur Kimia


Dinding Selnya
1) Bakteri Gram Positif
2) Bakteri Gram Negatif

e. Berdasar Hubungan Evolusinya


1)
2)
3)
4)

Proteobacteria
Bakteri Gram Positif
Spirocheta
Cyanobacteria

Bakteri Psikrofil
Bakteri Mesofil
Bakteri Termofil
Bakteri Hipertermofil

11

10

11

4. Reproduksi Bakteri
Pada bakteri dikenal dua macam cara bereproduksi, yaitu secara aseksual dan
seksual. Cara aseksual terjadi dengan pembelahan biner, sedangkan cara
seksual dengan konjugasi.

b. Konjugasi

a. Pembelahan Biner

Cincin DNA
DNA bereplikasi

Ukuran sel bertambah


besar
20 menit kemudian
sel mencapai
ukuran maksimal

Konjugasi terjadi jika satu bakteri


memindahkan bahan genetiknya ke
dalam sel bakteri lain. Proses
pemindahan ini melalui alat yang
disebut pilus kelamin (sex pilus).
Bakteri yang memindahkan bahan
genetik disebut bakteri donor atau
bakteri jantan, sedangkan
penerimanya disebut bakteri resipien
atau bakteri betina.

30 menit kemudian
sel terbagi dua

10

11

5. Peran Bakteri dalam Kehidupan Manusia


a. Bakteri yang Menguntungkan Manusia
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

9)
10)
11)

12)
13)

Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus dan Streptococcus lactis,


digunakan dalam pembuatan yogurt;
Acetobacter xylinum, digunakan untuk pembuatan nata de coco;
Acetobacter aceti, digunakan untuk pembuatan asam asetat;
Streptomyces griceus, menghasilkan antibiotik sikloheksimid;
Streptomyces erythraeus, menghasilkan antibiotik eritromisin;
Bacillus subtilis, menghasilkan antibiotik subtilisin;
Bacillus subtilis, menghasilkan enzim protease yang digunakan pada industri detergen;
Rhizobium dan Bradyrhizobium, dapat bersimbiosis dengan akar tanaman polongpolongan (Leguminoceae) untuk mengikat atau memfiksasi nitrogen dari udara bebas
menjadi nitrat (NO3) sehingga dapat menyuburkan tanaman;
Bacillus thuringiensis, menghasilkan racun yang dapat membunuh serangga hama
sehingga digunakan sebagai bioinsektisida;
Brefidibacterium flavum, digunakan untuk memproduksi asam amino glutamat untuk
penyedap masakan;
Cellulomonas, hidup di dalam perut ruminansia untuk membantu proses pencernaan
makanan;
Thiobacillus ferro-oxidans dan Thiobacillus thio-oxidans, digunakan untuk
penambangan tembaga, perak, dan emas secara biologis;
Berbagai jenis bakteri tanah sangat berjasa pada manusia karena membusukkan dan
menguraikan sampah, sisa-sisa tumbuhan, dan bangkai hewan ataupun manusia.
Bagaimana seandainya di dunia ini tidak ada bakteri pembusuk dan pengurai?

10

b. Bakteri yang Merugikan Manusia


1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)

Bacillus anthracis, penyebab penyakit antraks;


Corynebacterium diphtheriae, penyebab penyakit difteri;
Vibrio cholerae, penyebab penyakit kolera;
Staphylococcus aureus, patogen pada kulit dan jaringan yang lunak;
Streptococcus pyogenes, penyebab penyakit faringitis;
Streptococcus pneumoniae, penyebab penyakit paru-paru;
Streptococcus agalactiae, penyebab penyakit meningitis;
Salmonella typhi, penyebab penyakit tifus;
Haemophilus influenzae, penyebab penyakit bronkitis;
Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit gonorea;
Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC (tuberculosis);
Treponema pallidum, penyebab penyakit kelamin sifilis;
Clostridium botulinum, dapat menghasilkan racun yang berbahaya pada
makanan kaleng.

11

10

C. Archaebacteria
Archaebacteria berbeda dengan bakteri karena:
1

Merupakan organisme anaerob

Dinding selnya tidak memiliki peptidoglikan seperti


pada bakteri

Membran sel dan RNA ribosomnya berbeda dari bakteri

Mereka dapat hidup di tempat yang organisme lain


tidak dapat hidup

11

Berukuran 0,1 15 m 0,1 200 m,


ciri khasnya 0,3 1 m 0,3 6 m

10

Methanosarcina mazei

Dinding selnya tersusun atas


pseudopeptidoglikan
Menyimpan cadangan makanan dalam
bentuk glikogen di dalam granula
sitoplasmanya
Bentuk yang bervariasi, yaitu bulat, batang,
spiral, berlobus, atau tidak beraturan.
Bereproduksi secara aseksual dengan cara pembelahan
biner, pembentukan tunas (budding), atau fragmentasi

11

10

11

2. Klasifikasi Archaebacteria
a

Metanogen
Kelompok ini meliputi Archaebacteria yang mampu menghasilkan gas metana
(CH4) dari karbon dioksida (CO2) atau hidrogen (H2). Metanogen menggunakan
hidrogen sebagai sumber energi dan karbon dioksida sebagai sumber karbon untuk
pertumbuhannya. Dalam proses pembentukan gas metana itu, dihasilkan energi (ATP).
Beberapa contoh metanogen adalah Methanobacterium, Methanosarcina, dan
Methanococcus.

Ekstrem Halofil
Kelompok ini hidup di lingkungan alami berkadar garam tinggi (mengandung
25% NaCl), misalnya Laut Mati dan Danau Great Salt, atau di ladang-ladang pembuatan
garam. Garam diperlukan guna membangkitkan energi (ATP) untuk pertumbuhannya.
Ion-ion Na+ dalam garam (NaCl) menstabilkan dinding sel, ribosom, dan enzimnya.
Contoh ekstrem halofil adalah Halobacterium halobium, Halococcus, dan Haloferax.

Termoasidofil
Termoasidofil hidup di lingkungan bersuhu sangat tinggi (80 110oC), berpH rendah (kurang dari 2) atau asam, dan mengandung belerang (sulfur).
Beberapa anggotanya hidup di kawah gunung berapi atau mata air panas yang bersuhu
di atas 100oC, contohnya Sulfolobus, Thermoproteus, dan Pyrobaculum.
Sementara itu, jenis Pyrodictium, Pyrococcus, dan Archeoglobus hidup di sumur
hidrotermal di dasar laut yang juga bersuhu di atas 100oC.