Anda di halaman 1dari 1

Hiperkeratosis

Parakeratosis
Pneumonia interstialis
Pasteurella ?? pneumonia apa?
Darah di hepar harap dibedakan?
Dyphilidium caninum??? Kenapa bisa?
Pengecatan jamur
kaca dibersihkan dengan alkohol sampai bebas dari lemak dan debu, kemudian jamur diambil dari
tempat isolasi dengan menggunakan jarum ose. Kemudian ditetesi air aquades dengan jarum ose
dan direnggangkan pada kaca benda. Jamur yang sudah renggang kemudian ditetesi laktofenol dan
ditutup dengan kaca obyek tidak boleh ada gelembung udara dalam kaca benda tersebut. Kemudian
diamati dengan mikroskop perbesaran lemah, sedang dan kuat. Menggambar jamur pada kertas a4
dan memberi keterangan.
3.3.2 Pengecatan Sederhana
kaca benda dibersihkan dengan alkohol hingga bebas dari lemak dan debu. Kemudian bakteri
diambil menggunakan jarum ose dari tempat isolasi dan diletakkan pada kaca benda. Kemudian
ditetesi dengan air, dan direnggangkan menggunakan jarum ose. Setelah bakteri renggang kemudian
ditetesi dengan metylene blue dan ditutup dengan kaca . Dibiarkan selama 2-3 menit agar kering.
Diamati menggunakan mikroskop perbesaran lemah, sedang, dan kuat. Menggambar bakteri pada
kertas a4 dan memberi keterangan.
3.3.3 Pengecatan Negatif
Kaca benda dibersihkan dengan dengan alkohol hingga bebas dari lemak dan debu, kemudian
diganggang diatas nyala spiritus (fiksasi). Setelah dingin isolat bakteri diambil dengan jarum
menggunakan jarum ose dari tempat isolasi dan diletakkan pada kaca benda. Kemudian ditetesi
dengan air, dan direnggangkan menggunakan jarum ose. Setelah bakteri renggang kemudian ditetesi
dengan nigrosin/ tinta cina dan diratakan sampai tipis. Kemudian di kering anginkan dan diamati
menggunakan mikroskop. Digambar pada kertas a4 diberi keterangan.
3.3.4 Pengecatan Gram
Kaca benda dibersihkan dengan dengan alkohol hingga bebas dari lemak dan debu, kemudian
diganggang diatas nyala spiritus (fiksasi). Setelah dingin isolat bakteri diambil dengan jarum
menggunakan jarum ose dari tempat isolasi dan diletakkan pada kaca benda. Kemudian ditetesi
dengan air, dan direnggangkan menggunakan jarum ose. Setelah itu ditetesi dengan kristal violet, di
kering anginkan selama 2-3 menit.
Setelah kering kemudian dicuci menggunkan air steril. Setelah itu di teteskan larutan mordan (Gram
B) dan di diamkan selama 2-3 menit, dicuci kembali menggunakan air steril. Ditetesi dengan gram c
atau alkohol, di diamkan selama 20-30 detik. Tahap akhir dalam proses ini adalah pemberian gram d
(safranin), dibiarkan selama 2 menit. Cuci kemudian di keringkan dan di anginkan, setelah itu diamati
menggunakan mikroskop dengan perbesaran rendah, sedang, dan tinggi serta hasilnya digambar
pada kertas a4.