Anda di halaman 1dari 1

CHAPTER I

Sebelum berangkat prakerin kami kelas XI TSM,TKR,MM I dan MM II megikuti pembakalan


selama 3 hari agar kami tidak bingung dan tidak bermasalah di tempat prakerin itu . Kami diajari agar
kami dapat beradaptasi di tempat prakerin dengan mebudayakan 5 S (senyum,salam,sapa,sopan dan
santun) . Para guru menjelaskan bahwa dunia DU/DI itu sangat beda dengan di sekolah , maka dari
itu kami di suruh untuk menjaga diri agar tidak terpegaruh oleh pergaulan bebas , terutama pada
siswa yang prakerin ang jauh dari rumah dan tidak diawasi orang tuanya . Melihat pengalaman
prakerin tahun kemarin yang banyak masalah , maka kami disuruh untuk menjaga sikap dan tidak
boleh mempermalukan pihak sekolah.
Kami juga diberibuku laporan prakerin , Absensi dan Lembar nialai prakerin . Semua arahan
guru guru tersebut hanya untuk membuat prakerin kami berhasil tanpa ada masalah agar mudah
naik kelas dan jka sudah lulus siap terjun kedunia kerja.
CHAPTER II
Aktivitas selama masa prakerin
Selama prakeri , hari pertama saya berangkat jam 07.30 wib . Karena bengkelnya agak jauh
dengan rumah saya maka saya kebengkel dengan mengendarai sepeda motor . Pertama saya hanya
disuruh menyiapkan,menata peralatan bengke,dan menuruti apa yang diinginkan mekanik dibengkel
terebut , seperti ; mengambil kunci kunci , meneruskan pekerjaan mekanik , dan menghidupkan
kompresor . agar saya tidak bosan pemilik bengkel (Bpk maud) menyuruh saya istirahat jika lelah ,
dan jika saat istirahat saya memakan bekal dari rumah , dan mengerjakan apa yang disuruh dengan
sabar , santai ,dan meminta bantuan jika mengalami kesulitan .
Setelah hampir satu bulan , saya sudah bisa untuk tune up , overhoul , chasis . Sesudah
sebulan kami kembali kesekolah/monitoring pada hari sabtu minggu terakhir.
*MONITORING PERTAMA
Monitoring dilaksanakan agar para guru bisa mengecek agar semua kegiatan selama
prakerin . Saya hanya meminta tada tangan pemilik bengkel dan guru pembimbing saya (MR.rokim)
hanya memeriksa laporan prakerin , absensi dan memperigatkan agar tidak bemasalah , karena 1
bulan pertama sudah terdapat siswa prakerin yang bermasalah , setelah selesai monitoring besoknya
saya kembali ketempat prakerin .
Bulan ke 2 , dibengkel saya diajari cara membongkar mesin dan cara melepas dan memasang
kembali . sampai bulan ke -3 saya sudah bisa menguasai cara cara membongkar mesin. Dan
dibulan ke 4 saya sudah selesai prakerin .
CHAPTER III
Setelah prakerin saya berpamitan kepada pemilik bengkel dan setelah saya berpamitan
keesokan harinya saya kembali kesekolah . setelah 2 minggu menerima bembelajaran saya ujian
semester 2 .