Anda di halaman 1dari 10

Banyak orang Islam sering salah paham terhadap konsepsi Islam.

Kadangkala suatu keyakinan dan perbuatan


dianggap sebagai Islami, ternyata tidak mencerminkan nilai-nilai Islami sama sekali. Sebaliknya, kadangkala suatu
keyakinan dan perbuatan dianggap bukan Islami. Justeri mencerminkan nilai-nilai Islami. Mengapa ini bisa terjadi di tubuh
kaum orang Islam sendiri ? Apakah karena mereka belum paham tentang konsepsi Islam secara utuh ? Ataukah karena
mereka enggan mempelajarinya secara mendalam ? Ternyata kejadian ini tidak hanya menimpa kepada orang awam
saja, tetapi juga para intelektualnya yang mengaku sebagai muslim terpelajar.
Inilah latar belakang penulis membahas topik ini, di samping juga petunjuk dari dosen penulis untuk menganalisa
topik ini, agar konsepsi al Islamdapat di pahami sesuai dengan konsep-konsep kitab suci al-Quran, bukan dari pendapatpendapat orang yang belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dan Allah SWT telah menjelaskan secara
tersurat maupun tersirat di dalam Al-Quran masalah ini, sebagaimana dalam Surat al Imran, ayat 19 dan 85 yang
berbunyi :

)58 (

Kata al Islam itu berasal dari bahasa Arab aslama, yuslimu, islaaman, berarti damai, selamat. Kata al-

islam terdapat pula dalam Al-Quransurat Al-Maidah, ayat 3 yang berbunyi :

)91 ( .

Artinya : Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan

telah Ku-ridhoi Islam itu menjadi agamamu.


Dengan demikian jelaslah, bahwa al-Islam merupakan suatu agama yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk
manusia, sebagai petunjuk, sebagaimana juga diterangkan dalam QS al Qoshosh, ayat 50 dan dalam surat al-Baqoroh,
ayat 147, bahwa al-haqqu (kebenaran) itu dari Allah SWT, maka pastilah al-islam itulah yang dimaksud dengan al-haqqu.
Demikian pula kata al Islam dalam ayat 85 di atas mempunyai arti Addinyang di ridloi Allah SWT dalam arti yang utuh
(kaffah).
Secara etimologis istilah Ad Din dalam Bahasa Arab dipakai untuk memberi empat macam arti (Manzhur, Ibnu, Lisan
Al Arab: entry: dana). Pertama, mempunyai arti hak untuk menguasai, mendominasi, memerintah dan menaklukkan.
Kedua, memberi arti mirip dengan arti pertama akan tetapi berbeda penekanannya, yaitu patuh, tunduk, pasrah dan
merendahkan diri. Ketiga, memberi arti syariah atau rambu-rambu jalan yang harus dipatuhi, hukum, adat istiadat
dan kebiasaan. Keempat, memberi arti balasan atas perbuatan, pengadilan, dan perhitungen neraca amal.

1.

2.

Secara istilah, islam adalah keselamatan, perdamaian yang meliputi:


Islam itu keselamatan, yang artinya seseorang yang memeluk agama islam akan
selamat di dunia dan akhirat selama dia menjalankan apa yang terdapat dalam alQur'an dan Hadist sebagai pedoman hidup agama Islam.
Islam itu perdamaian, yang artinya bahwa islam itu adalah damai dan cinta
perdamaian dan sebaliknya benci terhadap permusuhan.
Kesimpulannya, Islam tidak hanya sekedar agama, tapi juga suatu cara hidup, suatu sistem, pedoman
hidup, dan juga peraturan-peraturan yang menyeluruh. Islam adalah Ad Din yang telah diwahyukan
Allah kepada Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh semesta alam. Ia adalah Ad Din yang
berintikan kepada dua hal, iaitu iman dan amal. Iman merupakan aqidah atau pokok, dan di atasnya
berdiri syariat Islam.

Sejarah Singkat Islam


Risalah Islam dilanjutkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. di Jazirah Arab pada abad ke-7
masehi ketika Nabi Muhammad saw mendapat wahyu dari Allah swt. Setelah kematian
Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang hingga Samudra Atlantik dan Asia Tengah di
Timur.
Namun, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah, Abbasiyyah, Turki
Seljuk, dan Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal, India,dan Kesultanan Melaka
telah menjadi kerajaaan yang besar di dunia. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan
sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutama pada Zaman Emas Islam. Karena
banyak
kerajaan
Islam
yang
menjadikan
dirinya
sekolah.
Di abad ke-18 dan 19 masehi, banyak daerah Islam jatuh ke tangan Eropa. Setelah Perang
Dunia I, Kerajaan Ottoman, yaitu kekaisaran Islam terakhir tumbang.
Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang dilewati oleh
jalur sutera. Kebanyakkan Bangsa Arab merupakan penyembah berhala dan sebagian
merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah adalah tempat suci bagi bangsa
Arab ketika itu karana terdapat berhala-berhala mereka dan Telaga Zamzam dan yang
paling penting sekali serta Ka'bah yang didirikan Nabi Ibrahim beserta Ismail.
Nabi Muhammad saw. dilahirkan di Mekah pada Tahun Gajah yaitu 570 masehi. Ia

merupakan seorang anak yatim sesudah kedua orang tuanya meninggal dunia. Muhammad
akhirnya dibesarkan oleh pamannya, Abu Thalib. Muhammad menikah dengan Siti
Khadijah
dan
menjalani
kehidupan
yang
bahagia.
Namun, ketika Nabi Muhammad saw. berusia 40 tahun, beliau didatangi Malaikat Jibril
Sesudah beberapa waktu Muhammad mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rekanrekan terdekatnya, yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun(Orang-orang pertama
yang memeluk Islam)" dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.
Pada tahun 622 masehi, Muhammad dan pengikutnya hijrah ke Madinah. Peristiwa ini
disebut Hijrah. Peristiwa lain yang terjadi setelah hijrah adalah pembuatan kalender
Hijirah.
Penduduk Mekah dan Madinah ikut berperang bersama Nabi Muhammad saw. dengan
hasil yang baik walaupun ada di antaranya kaum Islam yang tewas. Lama kelamaan para
muslimin menjadi lebih kuat, dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah Nabi
Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan Islam.
Islam

di

Indonesia

Islam telah dikenal di Indonesia pada abad pertama Hijaiyah atau 7 Masehi, meskipun
dalam frekuensi yang tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para pedagang
muslim yang berlayar ke Indonesia untuk singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam
lebih intensif, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara, yang berlangsung
beberapa abad kemudian. Salah satu bukti peninggalan Islam di Asia Tenggara adalah dua
makam
muslim
dari
akhir
abad
ke
16
Agama islam pertama masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan, dll.
Tokoh
penyebar
islam
adalah
walisongo
antara
lain,

Sunan

Sunan

Sunan

Sunan

Sunan

Sunan

Sunan

Sunan
Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Gunung

Ampel
Bonang
Muria
Jati
Kalijaga
Giri
Kudus
Drajat

Pokok Ajaran Islam


Sebagaimana yang telah diketahui bahwa ajaran Islam ini adalah ajaran yang paling sempurna,
karena memang semuanya ada dalam Islam, mulai dari urusan buang air besar sampai urusan
negara, Islam telah memberikan petunjuk di dalamnya. Alloh berfirman, Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagimu. (Al-Maidah: 3)

Salman Al-Farisi berkata,Telah berkata kepada kami orang-orang musyrikin, Sesungguhnya Nabi
kamu telah mengajarkan kepada kamu segala sesuatu sampai buang air besar! Jawab Salman,
benar! (Hadits Shohih riwayat Muslim). Semua ini menunjukkan sempurnanya agama Islam dan
luasnya petunjuk yang tercakup di dalamnya, yang tidaklah seseorang itu butuh kepada petunjuk
selainnya, baik itu teori demokrasi, filsafat atau lainnya; ataupun ucapan Plato, Aristoteles atau siapa
pun juga.
Meskipun begitu luasnya petunjuk Islam, pada dasarnya pokok ajarannya hanyalah kembali pada tiga
hal yaitu tauhid, taat dan baroah/berlepas diri. Inilah inti ajaran para Nabi dan Rosul yang diutus oleh
Alloh kepada ummat manusia. Maka barangsiapa yang tidak melaksanakan ketiga hal ini pada
hakikatnya dia bukanlah pengikut dakwah para Nabi. Keadaan orang semacam ini tidak ubahnya
seperti orang yang digambarkan oleh seorang penyair,
Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila,
namun laila tidak mengakui perkataan mereka
Berserah Diri Kepada Alloh Dengan Merealisasikan Tauhid
Yaitu kerendahan diri dan tunduk kepada Alloh dengan tauhid, yakni mengesakan Alloh dalam setiap
peribadahan kita. Tidak boleh menujukan satu saja dari jenis ibadah kita kepada selain-Nya. Karena
memang hanya Dia yang berhak untuk diibadahi. Dia lah yang telah menciptakan kita, memberi rizki
kita dan mengatur alam semesta ini, pantaskah kita tujukan ibadah kita kepada selain-Nya, yang
tidak berkuasa dan berperan sedikitpun pada diri kita?
Semua yang disembah selain Alloh tidak mampu memberikan pertolongan bahkan terhadap diri
mereka sendiri sekali pun. Alloh berfirman, Apakah mereka mempersekutukan dengan berhalaberhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedang berhala-berhala itu sendiri yang diciptakan.
Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada para penyembahnya, bahkan
kepada diri meraka sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. (Al -Arof: 191192)
Semua yang disembah selain Alloh tidak memiliki sedikitpun kekuasaan di alam semesta ini. Alloh
berfirman, Dan orang-orang yang kamu seru selain Alloh tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis
kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka
mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu, dan pada hari kiamat mereka akan
mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang
diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. (Fathir: 13-14)
Tunduk dan Patuh Kepada Alloh Dengan Sepenuh Ketaatan
Pokok Islam yang kedua adalah adanya ketundukan dan kepatuhan yang mutlak kepada Alloh. Dan
inilah sebenarnya yang merupakan bukti kebenaran pengakuan imannya. Penyerahan dan perendahan
semata tidak cukup apabila tidak disertai ketundukan terhadap perintah-perintah Alloh dan Rosul-Nya
dan menjauhi apa-apa yang dilarang, semata-mata hanya karena taat kepada Alloh dan hanya
mengharap wajah-Nya semata, berharap dengan balasan yang ada di sisi-Nya serta takut akan adzabNya.
Kita tidak dibiarkan mengatakan sudah beriman lantas tidak ada ujian yang membuktikan kebenaran
pengakuan tersebut. Alloh berfirman, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah
menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang
benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ( Al-Ankabut: 2-3)
Orang yang beriman tidak boleh memiliki pilihan lain apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan
keputusan. Alloh berfirman, Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak pula perempuan

yang beriman, apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka
pilihan tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya maka sungguh dia
telah sesat dengan kesesatan yang nyata. (Al Ahzab: 36)
Orang yang beriman tidak membantah ketetapan Alloh dan Rosul-Nya akan tetapi mereka
mentaatinya lahir maupun batin. Alloh berfirman, Sesungguhnya jawaban orang-orang beriman, bila
mereka diseru kepada Alloh dan Rosul-Nya agar rosul menghukum di antara mereka ialah ucapan.
Kami mendengar, dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An Nur: 51)
Memusuhi dan Membenci Syirik dan Pelakunya
Seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Alloh, maka konsekuensi dari
benarnya keimanannya maka ia juga harus berlepas diri dan membenci perbuatan syirik dan
pelakunya. Karena ia belum dikatakan beriman dengan sebenar-benarnya sebelum ia mencintai apa
yang dicintai Alloh dan membenci apa yang dibenci Alloh. Padahal syirik adalah sesuatu yang paling
dibenci oleh Alloh. Karena syirik adalah dosa yang paling besar, kedzaliman yang paling dzalim dan
sikap kurang ajar yang paling bejat terhadap Alloh, padahal Allohlah Robb yang telah menciptakan,
memelihara dan mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua.
Alloh telah memberikan teladan kepada bagi kita yakni pada diri Nabiyulloh Ibrohim alaihis
salam agar berlepas diri dan memusuhi para pelaku syirik dan kesyirikan. Alloh
berfirman, Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang
yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami
berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Alloh, kami mengingkari
kamu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya
sampai kamu beriman kepada Alloh saja. (Al-Mumtahanah: 4)
Jadi ajaran Nabi Ibrohim alaihis salam bukan mengajak kepada persatuan agama-agama
sebagaimana yang didakwakan oleh tokoh-tokoh Islam Liberal, akan tetapi dakwah beliau ialah
memerangi syirik dan para pemujanya. Inilah millah Ibrohim yang lurus! Demikian pula Nabi
Muhammad shollallohu alaihi wa sallam senantiasa mengobarkan peperangan terhadap segala bentuk
kesyirikan dan memusuhi para pemujanya. Inilah tiga pokok ajaran Islam yang harus kita ketahui dan
pahami bersama untuk dapat menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban yang yakin dan pasti.
Dan di atas ketiga pokok inilah aqidah dan syariah ini dibangun. Maka kita mohon kepada Alloh
semoga Alloh memberikan taufiq kepada kita untuk dapat memahami agama ini, serta diteguhkan di
atas meniti din ini. Wallohu alam

Kenapa Harus Islam


Lima Point kenapa harus memeluk Al-Islam

Al-Islam adalah agama Allah

Al-Islam adalah merupakan agama yang diturunkan langsung oleh Allah dan satu-satunya agama yang dijanjikan
oleh Allah sebagai agama keselamatan. Ajaran dalam Islam tidak dibuat semata-mata oleh manusia tapi dibuat oleh
Allah Azza wa Jalla sehingga tidak ada cacat sedikitpun dalam Al-Islam. Semua urusan mulai dari kita bangun tidur
hingga kita tertidur kembali semua Islam atur dan tidak ada celah yang luput sama sekali dalam islam.

Rohmatan Lilalamin (Rahmat bagi seluruh Alam)

Dalam islam kekerasan sangat dihindari bahkan adalah cara paling terakhir yang dapat dilakukan jika semua jalan
damai menemui kebuntuan. Dalam penyebarannya pun islam menggunakan jalan damai tanpa adanya kekerasan,
setidaknya itu yang dilakukan para waliyullah yang menyebarkan Islam di Indonesia. Mereka menggunakan
pendekatan secara kebudayaan sehingga akhirnya dapat diterima, dipeluk dan menjadi agama mayoritas walaupun
datangnya paling terakhir di Indonesia. Bukan hanya itu, Islam juga merupakan rahmat bagi alam artinya tidak hanya
manusia semata yang merasakan kelembutan dan keakraban Islam, tapi juga bangsa binatang, tumbuhan dan
semua makhluk yang ada dialam ini merasakan kelembutan dari para pemeluknya.
Islam mengajarkan tentang bagaimana bersikap dengan alam, binatang, tumbuhan dan sesama manusia. Bahkan
dalam islam kita dilarang kencing ke lubang yang ada dalam tanah, ini adalah suatu penghormatan islam akan
kehidupan yang mungkin ada dilubang itu. Islam mengajarkan kita untuk bersikap bijak terhadap alam karena dari
alamlah rizki manusia berasal. Maka dari itulah islam menyebut dirinya Rohmatan Lilalamin (rahmat bagi seluruh
alam) karena memang mengajar kepada para pemeluknya tentang sikap santun terhadap alam.

Semua yang kita kerjakan adalah ibadah

Inilah nilai lebih dari Al-Islam, semua yang kita kerjakan bahkan tidurpun adalah ibadah dalam islam. Sungguh suatu
nilai lebih yang bukan sekedar promosi belaka, tapi ini belaku kepada siapapun baik ia mualaf (baru memeluk islam)
ataupun yang sudah menjadi mukalaf (orang yang sudah baligh), dan kapanpun hingga dunia ini hancur. Bukan
hanya itu, diantara agama lain hanya islamlah yang mempunyai ibadah pokok yang jumlahnya paling banyak yaitu
sholat lima waktu tujuh belas rokaat.
Bila kita ingin membuat perumpamaan, sholat itu ibarat kita mandi, yang dibersihkan tidak tanggung-tanggung lagi
bukan kotoran, atau kuman tapi dosa yang dibersihkan. Bila seseorang itu mandi sehari lima kali sehari, kira-kira
bersih tidak? Pastilah bersih dibanding dengan mandi sehari sekali ataupun tiga hari sekali atau malah seminggu
sekali mungkin juga sebulan sekali. Ini masih baru mandi wajib, belum lagi mandi-mandi sunnah yang jumlahnya bisa
sampai lima atau bahkan sepuluh kali sehari. Masih mau pilih yang lain???

Agama sosial

Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya bagaimana menata hidup dan kehidupannya. termasuk tata
cara bersosialisasi. Islam sangat menghargai perbedaan bahkan islam sangat menghormati pemeluk agama lain. Ini
dibuktikan dengan sabda Rasulullah Barang siapa menyakiti orang kafir yang hendak hidup damai bersama orangorang muslim maka ia menyakitiku(Kurang lebih demikian hadistnya). Ini adalah nilai yang sangat tinggi yang
dijunjung islam dalam sosialisasinya bahkan penghormatan yang tertinggi diberikan kepada siapa yang ingin
berdamai dan bersosialisasi dengan para pemeluknya.
Memang benar dalam Islam ada jihad, tapi itu semata-mata adalah bentuk pengabdian dan pengorbanan demi
mempertahankan apa yang menjadi hak kita. Islam sangat menghargai hak milik dan melindunginya secara penuh,
dan jihad adalah salah satu cara untuk melindungi apa yang kita miliki dan apa yang kita punyai. Sehingga tidak
dibenarkan dalam islam jihad dalam memerangi orang-orang yang hendak hidup damai, suatu salah besar jika
mengatasnamakan jihad untuk sebuah teror yang meresahkan manusia yang tadinya hidup damai.
Namun adakalanya juga ummat islam ditekan, dan terus menerus ditekan sehingga jihad adalah merupakan satusatunya jalan untuk menegakkan kembali sendi-sendi islam tersebut. Bukan untuk tujuan menebar teror ataupun
menjajah tapi lebih kepada mengembalikan hak-hak yang dirampas, menegakkan kembali panji islam dan
memberantas penindasan atas warga muslim. Tidak ada dalam tatanan hukum islam bahwa Al-Islam harus
menebarkan teror, membuat keresahan dan menghilangkan perdamaian. Kami hidup berdasarkan prinsip lebah,
memakan dari yang baik, menebarkan kebaikan dan memberi manfaat bagi seluruh alam. Tapi jangan pernah
mengusik lebah, karena ia tidak akan mengusik anda. Namun bila lebah diusik maka mereka akan mati-mati dan
dengan segenap nyawa dan tenaga akan melawan hingga kedamaian itu kembali tercipta.

Agama keselamatan

Islam merupakan agama keselamatan yang tiap pemeluknya dijamin akan selamat baik didunia terlebih lagi
diakherat dengan syarat menjalankan islam secara menyeluruh dan bersungguh-sungguh. Islam menjamin setiap
pemeluknya masuk syurga bila dalam diri seseorang itu tidak menduakan Allah. Karena itu adalah dosa terbesar
yang tiada dapat tertebus kecuali dengan taubatan nashuha yaitu tobat dengan seluruh jiwa dan raga yang berarti
tidak akan mendekati dan melakukan hal yang demikian lagi.
Tapi mungkinkah tidak ada pemeluk islam yang masuk neraka?
Karena nereka itu ibarat bak pencucian yang teramat sangat besar dan kitalah manusia yang akan dicuci dan
dibersihkan untuk nantinya dimasukkan kesyurga. Karena sekecil apapun itu, yang namanya iman itu adalah cahaya
yang bersinar dari dalam Qolbu atau hati. Jadi ia akan tetap bersinar walau dalam hati itu keruh dan kotor, dan hanya
nerekalah tempat pembersihan yang terakhir agar cahaya itu menjadi murni tanpa kegelapan dan noda yang
meredupkan sinarnya.
Kenapa pembersihan terakhir?
Karena selama kita masih menghirup nafas, jantung masih berdetak dan darah masih mengalir maka kesempatan
untuk melakukan pembersihan hati terbuka lebar, hingga nafas berada diujung kerongkongan. Didunialah
pembersihan yang pertama dan utama, dan seburuk-buruk tempat adalah nereka walau itu ditingkat paling atas. Jadi
jika melaksanakan ajaran islam secara sungguh-sungguh dan istiqomah (berkelanjutan) maka insyaAllah
keselamatan akan selalu bersama kita.
Allahumma Salamatan Fiddin, Wa afiatan fil jasad, Wa Ziadatan fil ilmi, Wa barokatan firrizki, Wataubatan Qoblal
maut, Warohmatan indal maut, Wamaghfirotan badal maut begitulah doa setiap muslin agar ia selalu dalam
keselamatan, mendapatkan keberkahan dalam hidup dan kematian yang khusnul khotimah.

Perbedaan Islam dengan Agama Lain


Setiap agama pasti ada perbedaan dengan agama lainnya. Apa perbedaan agama islam dengan agama
lainnya? Jawabannya tentu banyak perbedaannya. Tapi, tentunya ada pembeda yang menjadi inti
pembeda antara islam dengan agama lainnya. Apakah itu?

Inti dari ajaran agama, yang pertama tentunya adalah ajaran Ketuhanan, karena hal itu yang menjadi
pembeda antara ajaran agama dengan ajaran motivator. Yang kedua adalah ajaran dalam hukum
agama, yang sumber hukumnya dari Tuhan dan sebagian sanksi dan rewardnya dihubungkan dengan
hal-hal yang masih gaib seperti surga dan neraka, karena hal itu yang menjadi pembeda antara hukum
agama dengan hukum positif. Bagaimana islam memandang tentang Ketuhanan dan hukum (fiqih) ?

Yang pertama, ajaran Islam sangat menjaga kemurnian Tauhid, yaitu ke-esa-an Tuhan. Hingga dalam
islam dikenal istilah Sang Khalik (sang pencipta) dan makhluk (semua yang diciptakan oleh sang Khalik).
Sang Khalik pasti maha sempurna, maha kuasa, yang qadim, dan lain-lain. Sedangkan makhluk (malaikat,
manusia, jin, hewan, dan alam semesta) pasti tidak sempurna. Dalam tanda kutip, makhluk adalah
kebalikan dari Khalik. Hanya Sang khalik yang mempunyai kekuatan, dan tidak layak bagi makhluk untuk
mengsakralkan makhluk. Untuk menjaga kemurnian Tauhid tersebut, makanya ajaran islam mengenal

sifat wajib/mustahil Allah dan asmaul husna. Selain itu untuk menjaga kemurnian tauhid, dalam ajaran
islam dikenal istilah Syirik. (Lebih jelasnya baca artikel sebelum ini tentang Tauhid)

Syirik adalah dosa paling besar dalam islam, sehingga jika ada masalah khilafiah/perbedaan pendapat
tentang suatu perbuatan tertentu termasuk syirik atau tidak, sebaiknya dihindari dan tinggalkan
perbuatan tersebut. Bahkan yang paling menghawatirkan, berbuat riya dalam ibadah saja itu sudah
termasuk syirik (kecil). Kenapa riya dalam beribadah termasuk syirik? Karena yang berhak diibadahi
hanya Allah saja, tidak boleh niat ibadah karena Allah dan si B. Selain riya, sombong juga termasuk syirik
(kecil).

Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil.
Mereka bertanya: Apakah itu syirik yang paling kecil ya Rasulullah? Beliau menjawab: Riya! Allah
berfirman pada hari kiyamat, ketika memberikan pahala terhadap manusia sesuai perbuatanperbuatannya: Pergilah kamu sekalian kepada orang-orang yang kamu pamerkan perilaku amal kamu di
dunia. Maka nantikanlah apakah kamu menerima balasan dari mereka itu." (HR Ahmad)

Wahai sekalian manusia, jauhilah dosa syirik, karena syirik itu lebih samar daripada rayapan seekor
semut. Lalu ada orang yang bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana kami dapat menjauhi dosa syirik,
sementara ia lebih samar daripada rayapan seekor semut? Rasulullah berkata, Ucapkanlah Allahumma
inni audzubika an usyrika bika wa ana alam wa astaghfiruka lima laa alam (Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa
yang tidak aku ketahui). (HR Ahmad)

Kemuliaan adalah pakaian Allah. Kesombongan (kebesaran) adalah selendang Allah. Allah berfirman:
Barangsiapa yang menyamaiKu, maka Aku akan menyiksanya. (HR Bukhari dan Muslim)

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, sekalipun hanya sebesar
biji sawi. Seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, ada seorang lelaki yang menyukai pakaian yang
bagus dan sandal yang bagus (bagaimana orang itu?). Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah itu
`maha indah dan Allah menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan menyepelekan
manusia. (HR Muslim)

Andai kalian tidak berdosa sekalipun maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar
darinya yaitu ujub. (HR Al-Baihaqi)

Yang kedua adalah tentang hukum islam, yaitu persamaan derajat manusia. Tidak ada kemuliaan di
hadapan Allah yang bersifat warisan, semua orang sama derajatnya, karena semua makhluk adalah
ciptaan Sang Khalik yang maha esa, Allah tidak beranak, diperanak, berkerabat, dan bersaudara. Entah
manusia keturunan Nabi, Raja, maupun keturunan pelacur yang ayahnya tidak jelas sekalipun. Semua
sama derajatnya. Bahkan Nabi pun cuma makhluk lemah dan tidak luput dari salah (shidiq dan maksum
bagi Nabi bukan berarti Nabi tidak pernah salah, karena hanya Sang Khalik yang maha benar. Tapi meski
demikian Nabi dijaga oleh Allah dari kesalahan fatal karena untuk panutan ummat). Hanya tingkat
ketakwaan
kepada
Allah
yang
membedakan
kemulian
seseorang.
Dalam derajat kemuliaan, islam tidak membedakan keturunan/nasab, ras, dan suku. Makanya, tokoh
agama islam yang sesuai syari disebut Ulama (orang yang berilmu). Bukan kyai, gus atau habib, tapi
Ulama. Siapapun asal berilmu maka layak disebut Ulama dan menjadi tokoh/imam dalam islam. Dalam
hukum shalat juga demikian, yang paling tinggi ilmunya adalah orang yang harus dijadikan imam dalam
jamaahnya. Hal Itu menunjukkan bahwa ajaran islam adalah ajaran yang sangat anti feodalisme.
(pertimbangan Nasab hanya untuk memilih calon suami/istri, karena hal itu ada kaitannya dengan
perkara medis dan keturunan (secara biologis) bagi pasangan yang menikah).

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di
antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat: 13)

Apabila sangkala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak
ada pula mereka saling bertanya. (QS Al-Mukminun 101)

Tatkala Allah menurunkan ayat Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat!
(QS. Asy Syuara:214), Rasulullah SAW pun berdiri dan berseru, Wahai kaum quraisy atau perkataan
yang mirip ini-, selamatkanlah jiwa kalian! Sesungguhnya aku tidak bisa menolong kalian dari ancaman
Allah. Wahai bani abdul manaf, aku sama sekali tidak bisa menolong kalian dari ancaman Allah. Wahai
Abbas bin Abdilmuthalib, aku tidak bisa menolongmu dari ancaman Allah. Wahai Sofiah bibinya
Rasulullah, aku sama sekali tidak bisa menolongmu dari ancaman Allah. Wahai Fatimah putri
Muhammad, mintalah kepadaku apa yang engkau kehendaki dari hartaku, aku sama sekali tidak bisa
menolongmu dari ancaman Allah. (HR Bukhari)

Seorang muslim harus menempatkan Sang Khalik sebagai Sang Khalik dan Makhluk sebagai Makhluk.
Jika seseorang masih mengsakralkan makhluk maka masih bermasalah ketauhidannya. Jika seseorang

masih takut kepada makhluk, maka masih bermasalah ketauhidannya. Jika seseorang masih takut
apabila misalnya dikalungin celurit oleh perampok dilehernya, maka masih bermasalah dengan
ketauhidannya walaupun hal demikian manusiawi. Jika seseorang masih takut dengan mitos dan
takhayul (hantu misalnya) maka masih bermasalah dengan ketauhidannya. Selain para Nabi, ketauhidan
yang paling murni dimiliki para wali. Perilaku wali-wali Allah jauh dari sifat riya. Dan juga, para wali Allah
tidak pernah merasa takut (selain kepada Allah).

Ingatlah; sesungguhnya para wali Allah, mereka tidak merasa takut dan tidak pula merasa bersedih
hati. Yaitu orang-orang yang beriman lagi bertaqwa. (QS. Yunus: 62-63)

Riya yang sedikit adalah syirik. Barangsiapa yang memusuhi wali-wali Allah, maka ia telah memerangi
Allah secara terang-terangan. Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang berbuat baik yang
bersih hatinya dan tersembunyi. Jika mereka tidak ada, maka mereka tidak dicari, jika mereka hadir,
maka mereka tidak dikenal. Hati mereka merupakan pelita-pelita petunjuk , yang mengeluarkan mereka
dari problem dan balak yang membingungkan. (HR Ibnu Majjah, Baihaqi, dan Al-Hakim)

Jadi, jika seorang muslim sudah tidak memurnikan tauhid lagi dan menganggap enteng perkara-perkara
yang bisa menjerumuskan ke dalam kesyirikan, maka sudah bertolak belakang dari inti ajaran islam. Jadi,
jika seorang muslim masih mengagungkan keturunan/nasab, ras, dan suku, maka sudah bertolak
belakang dari inti ajaran islam.