Anda di halaman 1dari 19

BAB I

HUKUM OHM

1.1 . Tujuan Percobaan


Mempelajari hubungan antara tegangan (V), arus listrik (I), dan resistansi
(R) dengan salah satunya sebagai parameter.

1.2. Alat yang Dipergunakan


Daftar peralatan dan alat ukur yang digunakan dalam percobaan ini.
Tabel 1.1 Alat yang Dipergunakan

No

Nama Alat

Kode

Jumlah

Panel Resistor

57674

Resistor 10

57720

Resistor 47

57728

Resistor 100

57732

Resistor 150

57734

Resistor 220

57736

Resistor 330

57738

Resistor 470

57740

Resistor 1000

5774

10

Amperemeter

53163

11

Voltmeter

53159

12

DC Power Supply

52230

13

Kabel

50148

1.3 Teori Dasar


1.3.1 Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan bahwa jumlah arus yang mengalir melalui
konduktor kali resistansi konduktor sama dengan tegangan dari catu daya. Hukum
ini seringkali dinyatakan dalam bentuk V = IR, di mana V adalah tegangan diukur
dalam volt, I adalah arus diukur dalam ampli, dan R adalah resistansi yang diukur
dalam ohm.
Dalam suatu rangkaian dimana resistansi (R) dihubungkan dengan sumber
tegangan DC dengan melalui sebuah switch

I=

(1.1)

V=R.I.....................................(1.2)
R=

....(1.3)

dimana :
Gambar 1.1 Rangkaian Percobaan

I = arus listrik ( Ampere)


V = tegangan (Volt)
R = resistansi (Ohm)

Hubungan antara arus (I) sebagai fungsi dari tegangan (V) atau f = f(V) untuk
harga resistansi tertentu dapat digambarkan oleh sebuah kurva yang linear
seperti terlihat pada gambar 1.2 untuk harga - harga R yang berbeda
didapat kurva yang berlainan.
Hubungan antara tegangan (V) sebagai fungsi dari resistansi (R) atau V =
f(R) untuk harga arus tertentu dapat digambarkan oleh kurva yang linear
seperti terlihat pada gambar 1.3.
Sedangkan hubungan antara arus (1) sebagai fungsi dari resistansi (R) atau I =
t(R) untuk harga tegangan (V) tertentu dapat digambarkan oleh kurva
hiperbolik seperti terlihat pada gambar 1.4.

Gambar 1.2 Grafik Hubungan V dan I

Gambar 1.3 Grafik Hubungan R dan V

Gambar 1.4 Grafik Hubungan R dan I

1.4 Langkah Percobaan


Rangkaian yang digunakan dalam percobaan ini seperti terlihat pada
gambar 1.
5 di bawah ini :

Gambar 1.5 Rangkaian Percobaan

1. Susunlah rangkaian seperti gambar 1.5.


2. Tunjukkan pada instruktur apakah rangkaian yang telah saudara buat sudah
benar.
3. Bila sudah dinyatakan benar maka minta persetujuan kepada instruktur
untuk melakukan percobaan sebagai berikut :
3.1. Mendapatkan kurva I = f(V) untuk harga R tertentu.
1. Atur harga V = 1 V.
2. Atur tegangan R = 47 .
3. Saklar ditutup dan ukurlah harga I. Catat hasil pengukuran saudara
pada tabel 1.2
4. Ubah tegangan V untuk harga berikut : 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 V.
5. Ulangi percobaan ini untuk R = 100, 220, 330, dan 470 S2. Catat hasil
pengukuran saudara pada tabel 1.2

3.2. Mendapatkan kurva V = f(R) untuk harga I tertentu


6. Atur harga R = 10 .
7. Atur harga I = 2 mA
8. Catat hasil pengukuran V pada tabel 1.3

9. Ubah resistansi R untuk harga masing - masing harga berikut : 47, 100,
150, 220, 330, 470, dan 1 k
10.Ulangi seluruh percobaan ini untuk I = 4 mA, 6 mA, 8 mA, dan 10 mA.
Catat seluruh hasil pengukuran saudara pada tabel 1.3

3.3. Mendapatkan kurva I = f(R) untuk harga V tertentu


a. Atur harga R = 10 .
b. Atur harga V = 2 V
c. Catat hasil pengukuran I pada tabel 1.4
d. Ubah resistansi R untuk harga berikut : 47 , 100 , 150 , 220 ,
330 , 470 , dan 1 k
e. Ulangi percobaan ini untuk V = 4 V, 6 V, 8 V, dan 10 V. Catat
seluruh hasil pengukuran pada tabel 1.4

1.5 Data Hasil Percobaan


Tabel 1.2 I = f (V)R=Konstan

V
(V)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

R = 47
19,75
41,8
64,0

R = 100
9,42
19,93
30,4

I (mA)
R = 220
4,29
9,1
13,9

84,0
106,4
127,7
148,5

39,97
50,5
60,5
70,4

18,29
23,11
27,73
32,2

12,18
15,39
18,47
21,43

8,58
10,83
13,01
15,09

167,6
191,4
211,5

79,8
90,5
100,6

36,8
41,5
46,0

24,5
27,61
30,59

17,26
19,44
21,54

R = 330
2,86
6,05
9,26

R = 470
1,98
4,26
6,51

Tabel 1.3 V = f (R)I=Konstan

47

I = 2 mA
0,101

I = 4 mA
0,197

V (Volt)
I = 6 mA
0,274

100

0,199

0,419

0,598

0,814

0,980

150

0,320

0,607

0,902

1,187

1,501

220

0,482

0,89

1,315

1,732

2,16

330

0,68

1,33

1,98

2,64

3,27

470

0,932

1,86

2,82

3,71

4,65

1K

2,009

3,93

5,92

7,89

9,82

R
()

I = 8 mA
0,370

I = 10 mA
0,467

Tabel 1.4 I = f(R )V=Konstan

R
()

I (mA)
V=2V
41,8
19,93

V=4V
84,0
39,97

V=6V
127,7
60,5

V=8V
167,6
79,8

V = 10 V
211,5
100,6

330

13,74
9,1
6,05

27,69
18,29
12,18

41,2
27,73
18,47

54,2
36,8
24,5

68,5
46,0
30,59

1K

2,01

4,03

6,08

8,16

10,18

47
100
150
220

1.6 Analisa Data


1.6.1 Rangkaian dengan I=f(v) untuk harga R tertentu
1. Perhitungan Secara Teori
Dalam hukum ohm kita telah mengetahui rumus :
I=
Kita akan menggunakan rumus diatas, untuk menghitung

rangkaian

dengan I = f(v), R konstan.


Diketahui : V= 1 Volt
R = 10
Ditanya : I?
Jawab

: I
= 0,1 mA

Dengan rumus yang sama perhitungan dapat dilanjutkan untuk masingmasing nilai V dan R, sehingga secara teori diperoleh nilai I untuk masing-masing
V dan R. Perhitungan secara teori dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

2. Tabel Perhitungan Teori I = f(V) R= konstan


Tabel 1.5 Perhitungan Teori I=f(V) R=konstan

V
(V)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

R = 47
21,28
42,55
63,83

R = 100
10
20
30

I (mA)
R = 220
4,55
9,09
13,64

85,11
106,38
127,66
148,94

40
50
60
70

18,18
22,73
27,27
31,82

12,12
15,15
18,18
21,21

8,51
10,64
12,76
14,89

170,21
191,49
212,77

80
90
100

36,36
40,90
45,45

24,24
27,27
30,30

17,02
19,15
21,28

R = 330
3,03
6,06
9,09

R = 470
2,13
4,25
6,38

3. Tabel Perbandingan Perhitungan Teori dan Percobaan


Tabel perbandingan teori dengan percobaan untuk I = f(v) R konstan
Tabel 1.6 Perbandingan teori dengan percobaan untuk I=f(v) R konstan

I (mA)
R=47

(Volt)

R=100

R=220

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

21,28

19,75

10

9,42

4,55

4,29

42,55

41,8

20

19,93

9,09

9,1

63,83

64,0

30

30,4

13,64

13,9

85,11

84,0

40

39,97

18,18

18,29

106,38

106,4

50

50,5

22,73

23,11

127,66

127,7

60

60,5

27,27

27,73

148,94

148,5

70

70,4

31,82

32,2

170,21

167,6

80

79,8

36,36

36,8

191,49

191,4

90

90,5

40,90

41,5

10

212,77

211,5

100

100,6

45,45

46,0

I (mA)
R=330

(Volt)

R=470

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

3,03

2,86

2,13

1,98

6,06

6,05

4,25

4,26

9,09

9,26

6,38

6,51

12,12

12,18

8,51

8,58

15,15

15,39

10,64

10,83

18,18

18,47

12,76

13,01

21,21

21,43

14,89

15,09

24,24

24,5

17,02

17,26

27,27

27,61

19,15

19,44

10

30,30

30,59

21,28

21,54

4. Perhitungan Persentase Kesalahan


Persentase kesalahan dalam suatu percobaan dapat dari dengan
menggunakan rumus :
% kesalahan =
Dengan rumus diatas kita akan menghitung persentase kesalahan I = f (V)
R=konstan. Dengan menggunakan data yang tersaji pada tabel perbandingan.
-

Untuk R = 47 saat V = 1 Volt


% kesalahan =

Untuk R = 100 saat V = 1 Volt


% kesalahan =

= 5,71 %

Untuk R = 330 saat V = 1 Volt


% kesalahan =

= 5,8 %

Untuk R = 220 saat V = 1 Volt


% kesalahan =

= 7,19 %

= 5,61 %

Untuk R = 470 saat V = 1 Volt


% kesalahan =

= 7,04 %

Dengan menggunakan rumus dan cara yang sama kita dapat


menghitung persentase kesalahan untuk masing-masing nilai V dan R yang telah
ditentukan sebelumnya. Hasil perhitungan untuk persentase kesalahan akan
diperlihatkan pada tabel berikut :

5. Tabel Persentase Kesalahan


Tabel 1.7 Persentase Kesalahan untuk I = f(v) R konstan

V
(Volt)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

R = 47
7,19
1,76

% Kesalahan I (mA)
R = 100
R = 220
R = 330
5,8
5,71
5,61
0,35
0,11
0,17

R = 470
7,04
0,24

0,27
1,30
0,02
0,03

1,33
0,075
1
0,83

1,91
0,61
1,67
1,69

1,87
0,49
1,58
1,59

2,04
0,82
1,78
1,96

0,29
1,53
0,05
0,60

0,57
0,25
0,56
0,6

1,19
1,21
1,47
1,21

1,04
1,07
1,25
0,96

1,34
1,41
1,51
1,22

6. Kesimpulan
Adapun simpulan yang dapat ditarik dari percobaan diatas ( I = f(v)
R=Konstan) antara lain sebagai berikut :
a. Rumus yang digunakan pada percobaan ini adalah rumus hukum ohm
yaitu I =

, maka besar kecilnya nilai I (arus) sangat tergantung pada

besar R, jika dianggap V konstan. Jika R semakin besar maka I semakin


kecil atau jika R semakin kecil maka I semakin besar.
b. Seharusnya hasil pengukuran dan perhitungan secara teori memiliki nilai
yang sama, perbedaan terjadi dapat disebabkan oleh kurang baiknya
kondisi alat praktikum dan kurang telitinya praktikan dalam membaca alat
ukur dan pembuatan hasil.

1.6.2 Rangkaian dengan V= f (R) untuk harga I tertentu


1. Perhitungan Secara Teori
Dalam rangkaian ini kita masih mempergunakan hukum ohm yaitu: V=I.R
Sehingga kita dapat mencari perhitungan secara teori untuk V=f(R) dengan harga
I tertentu. Perhitungan berdasarkan pada tabel :
Diketahui : R = 47
I= 2mA = 2 x 10-3 A
Ditanya : V?
Jawab :
V = I.R
= 2 x 10-3 x 47 = 0,094 Volt
Dengan menggunakan rumus yang sama kita dapat mencari perhitungan
secara teori untuk masing-masing nilai V (tegangan) dengan besar nilai I (arus)
dan R (resistansi) sesuai dengan tabel dibawah ini :

2. Tabel Perhitungan Secara Teori


Tabel 1.8 Perhitungan Teori V= f(R) I= Konstan

R
()
47
100
150
220
330
470
1K

V(Volt)
I=2mA

I=4mA

I=6mA

I=8mA

I=10mA

0,094

0,188

0,282

0,376

0,47

0,2

0,4

0,6

0,8

0,3

0,6

0,9

1,2

1,5

0,44

0,88

1,32

1,76

2,2

0,66

1,32

1,98

2,64

3,3

0,94

1,88

2,82

3,76

4,7

10

3. Tabel Perbandingan Perhitungan Teori dan Percobaan


Perbandingan antara perhitungan teori dan hasil percobaan untuk V=f(R)
I Konstan
Tabel 1.9 Perbandingan Teori dengan Percobaan untuk V= f(R) I=Konstan

V(Volt)

()

47
100
150
220
330
470
1K

I= 2mA
Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

0,094

0,101

0,188

0,197

0,282

0,274

0,2

0,199

0,4

0,419

0,6

0,598

0,3

0,320

0,6

0,607

0,9

0,902

0,44

0,482

0,88

0,89

1,32

1,315

0,66

0,68

1,32

1,33

1,98

1,98

0,94

0,932

1,88

1,86

2,82

2,82

2,009

3,93

5,92

V(Volt)

()

100
150
220
330
470
1K

I= 6mA

Teori Percobaan

47

I= 4mA

I= 8mA

I= 10mA

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

0,376

0,370

0,47

0,467

0,8

0,814

0,980

1,2

1,187

1,5

1,501

1,76

1,732

2,2

2,16

2,64

2,64

3,3

3,27

3,76

3,71

4,7

4,65

7,89

10

9,82

4. Perhitungan Persentase Kesalahan


Persentase kesalahan dalam suatu percobaan dapat dari dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
% kesalahan :
Dengan rumus diatas kita akan menghitung persentase kesalahan I= f(v) R =
konstan dengan menggunakan data yang tersaji pada tabel perbandingan.
-

Untuk R= 47 saat I= 2mA


% kesalahan=

Untuk R= 100 saat I= 2mA


% kesalahan=

= 3,03 %

Untuk R= 470 saat I= 2mA


% kesalahan=

= 9,54 %

Untuk R= 330 saat I= 2mA


% kesalahan=

= 6,67%

Untuk R= 220 saat I= 2mA


% kesalahan=

= 0,5 %

Untuk R= 150 saat I= 2mA


% kesalahan=

= 7,45 %

=0,85 %

Untuk R= 1K saat I= 2mA


% kesalahan=

= 0,45 %

Dengan menggunakan rumus dan cara yang sama kita dapat menghitung
persentase kesalahan untuk masing-masing nilai V dan R yang telah ditentukan
sebelumnya. Hasil perhitungan untuk persentase kesalahan akan diperlihatkan
pada tabel berikut ini :

5. Tabel Persentase Kesalahan


Tabel 1.10 Persentase Kesalahan untuk V= f(R) I= konstan

% Kesalahan V (Volt)=.%
I = 4 mA
I = 6 mA
I = 8 mA

R
()

I = 2 mA

47

7,44

4,79

2,84

1,59

0,64

100

0,5

4,75

0,33

1,75

150

6,67

1,17

0,22

1,08

0,07

220

9,54

1,14

0,38

1,59

1,82

330

3,03

0,76

0,90

470

0,85

1,06

1,33

1,06

1K

0,45

1,75

1,33

1,37

1,8

I = 10 mA

6. Kesimpulan
Adapun simpulan yang dapat kita ambil dari percobaan diatas V=f(R) I
konstan antara lain :
a. Rumus yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah V= I.R , sehingga
besarnya nilai V akan berbanding lurus dengan peningkatan / penurunan
nilai R jika I konstan. Dapat dilihat dalam hasil percobaan nilai V terkecil
ialah saat I dan R bernilai terkecil juga demikian juga sebaliknya.
b. Terjadinya kesalahan dalam pengukuran, yang dapat mengakibatkan hasil
teori dan percobaan berbeda mungkin disebabkan karena :
-

Kondisi alat yang kurang baik,

Kurang presisinya alat ukur,

Kurang telitinya praktikan dalam membaca alat ukur dan pembulatan


hasil.

1.6.3 Rangkaian dengan I=f(v) untuk harga V tertentu


1. Perhitungan Secara Teori
Dalam hukum ohm kita telah mengetahui rumus :
I=
Kita akan menggunakan rumus diatas, untuk menghitung rangkaian
dengan I= f(v), R konstan.
Diketahui : V= 2 Volt
R= 47
Ditanya : I?
Jawab

: I=

= 0,04255 A = 42,55 mA

Dengan rumus yang sama perhitungan dapat dilanjutkan untuk masingmasing nilai V dan R, sehingga secara teori diperoleh nilai I untuk masing-masing
V dan R. Perhitungan berdasarkan teori dapat dilihat di bawah ini.

2. Tabel Perhitungan Secara Teori


Tabel 1.11 Perhitungan Teori I= f(R) V= konstan

R
()
47
100
150
220
330
1K

I (mA)
V= 2V

V= 4V

V=6V

V= 8V

V=10V

42,55

85,10

127,66

170,21

212,77

20

40

60

80

100

13,33

26,67

40

53,33

66,67

9,09

18,18

27,27

36,36

45,45

6,06

12,12

18,18

24,24

30,30

10

3. Tabel Perbandingan Perhitungan Teori dan Percobaan


Tabel 1.12 Perbandingan Teori dengan Percobaan untuk I= f(R) V= konstan

I (mA)

()

47
100
150
220
330
1K

V= 2 V

V= 4V

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

42,55

41,8

85,10

84,0

127,66

127,7

20

19,93

40

39,97

60

60,5

13,33

13,74

26,67

27,69

40

41,2

9,09

9,1

18,18

18,29

27,27

27,73

6,06

6,05

12,12

12,18

18,18

18,47

2,01

4,03

6,08

I (mA)

()

47
100
150
220
330
1K

V= 6V

V= 8V

V= 10V

Teori

Percobaan

Teori

Percobaan

170,21

167,6

212,77

211,5

80

79,8

100

100,6

53,33

54,2

66,67

68,5

36,36

36,8

45,45

46,0

24,24

24,5

30,30

30,59

8,16

10

10,18

4. Perhitungan Persentase Kesalahan


Persentase kesalahan dalam suatu percobaan dapat dari dengan
menggunakan rumus :
% kesalahan =
Dengan rumus diatas kita akan menghitung persentase kesalahan I= f(v)
R=konstan, dengan menggunakan data yang tersaji pada tabel perbandingan
-

Untuk R= 47 saat V = 2 V
% kesalahan =

= 1,76 %

Dengan menggunakan rumus dan cara yang sama kita dapat menghitung
persentase kesalahan untuk masing-masing nilai V dan R yang telah ditentukan
sebelumnya. Hasil perhitungan untuk persentase kesalahan akan diperlihatkan
pada tabel berikut ini :

5. Tabel Persentase Kesalahan


Tabel 1.13 Persentase Kesalahan untuk I= f(R) V= konstan

R
()
47
100
150
220
330
1K

% Kesalahan I (mA)=%
V= 2V

V= 4V

V=6V

V= 8V

V=10V

1,76

1,29

0,03

1,53

0,59

0,35

0,075

0,83

0,25

0,6

3,07

3,82

1,63

2,74

0,11

0,60

1,69

1,21

1,21

0,16

0,49

1,59

1,073

0,95

0,5

0,75

1,33

1,8

6. Kesimpulan
Adapun simpulan yang dapat ditarik dari percobaan diatas I= f(v)
V=konstan antara lain sebagai berikut :
a. Rumus yang digunaka pada percobaan ini adalah rumus hukum ohm yaitu
I=

, maka besar kecilnya nilai I (arus) sangat tergantung pada besar R

jika dianggap V konstan. Jika R semakin besar maka I semakin kecil atau
jika R semakin kecil maka I semakin besar.
b. Seharusnya hasil pengukuran dan perhitungan secara teori memiliki nilai
yang sama, perbedaan yang terjadi dapat disebabkan oleh kurang baiknya
kondisi alat praktikum dan kurang telitinya praktikan dalam membaca alat
ukur dan pembuatan hasil.

1.7 Kesimpulan Umum


Dari hasil analisa yang telah dilakukan, maka untuk percobaan I (hukum ohm)
ini dapat ditarik simpulan sebagai berikut :
a. Percobaan untuk membuktikan hukum ohm dapat dinyatakan berhasil. Ini
dapat dilihat dengan persentase kesalahan dan grafik perbandingan yang
telah dilakukan dimana persentasenya kesalahan yang terjadi untuk masingmasing percobaan yaitu I= f(v) untuk R tertentu, percobaan V= f(R) untuk
harga I tertentu dan percobaan I = f(R) untuk harga V tertentu tidak terlalu
besar dan juga dari grafik dapat dilihat bahwa hasil perhitungan secara teori
dan pengukuran tidak menunjukkan persentase yang signifikan.
b. Rumus yang digunakan adalah rumus hukum ohm I=

, maka besar

kecilnya nilai I (arus) sangat tergantung pada besar R jika dianggap V


konstan. Jika R semakin besar maka I semakin kecil atau jika R semakin
kecil maka I semakin besar.
c. Rumus yang dipergunakan adalah V= I.R , sehingga besarnya nilai V akan
berbanding lurus dengan peningkatan / penurunan nilai R jika I konstan.
Dapat dilihat dalam hasil percobaan nilai V terkecil ialah saat I dan R
bernilai terkecil juga demikian sebaliknya.
d. Seharusnya hasil pengukuran dan perhitungan secara teori memiliki nilai
yang sama, perbedaan yang terjadi dapat disebabkan oleh kurang baiknya
kondisi alat praktikum dan kurang telitinya praktikan dalam membaca alat
ukur dan pembuatan hasil.