Anda di halaman 1dari 3

PPIC (Production Planning and Inventory Control)

Bagian ini bertugas merencanakan produksi dan mengendalikan keseimbangan antara


persediaan dengan permintaan sehingga tidak terjadi overstock maupun understock. Bagian
PPIC ini biasanya juga bergabung dengan bagian gudang (gudang bahan baku, bahan kemas,
dan produk jadi) dan dikepalai oleh seorang apoteker (Badan POM,2006).
Departemen PPIC terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:
1. Bagian perencanaan produksi (Production Planning)

Tugas bagian ini meliputi: (a) Membuat jadwal perencanaan dari kegiatan di bagian
produksi berdasarkan permintaan dari bagian pemasaran dan berdasarkan kapasitas
mesin, (b) Memonitoring realisasi jadwal yang sudah ditentukan, (c) Mengecek stok dari
bahan baku dan kemasan.
Beberapa hal yang perlu diketahui untuk menyusun jadwal produksi ( production
schedule ) :
1) Orderan yang di terima / Forecast yang dikeluarkan oleh bagian Marketing atau
Managemen.
2) Permintaan kirim sesuai dengan keinginan customer atau sesuai dengan leadtime
pengiriman yang sudah ditentukan oleh perusahaan.
3) Kapasitas produksi berapa kemampuan dari mesin yang dimiliki untuk suatu produk.
4) Formulasi Produk untuk mengetahui berapa dan jenis bahan apa saja yang
dibutuhkan untuk memenuhi permintaan customer / forecast yang sudah dikeluarkan
oleh Marketing atau Managemen.
5) Perhitungan kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan ( MRP Material Reques
Planning ).
6) Perkiraan BS yang akan terjadi pada produk yang akan diproduksi sehingga
perhitungan akan kebutuhan bahan baku dan permintaan pengiriman akan dapat
detentukan.

Berikut jadwal produksi Tablet Salut enterik Na-Diklofenak.


Jumlah Produksi

1 hari

5 Batch (500 tablet)

5 Batch (500 tablet)

Berikut merupakan persediaan bahan baku dan bahan kemas Tablet Salut enterik NaDiklofenak.
Bahan Baku
Nama bahan

Kebutuhan

Na- Diklofenak

26.250 mg

Laktosa

26.250 mg

Avicel PH 102

77.700 mg

Aerosil 200

2625 mg

Mg Stearat

525 mg

Aquadest

5 liter
Bahan Pengemas

PLM (Polycellonium)
Karton

2. Bagian pengendalian persediaan (inventory control)

Persediaan (inventory) sangat berguna dalam suatu perusahaan untuk memenuhi


kebutuhan produksi. Tugas dari bagian ini adalah: (a) Mengendalikan stok dari bahan
baku, kemasan, dan bahan jadi agar sesuai dengan perencanaan produksi dan permintaan
dari pemasaran, (b) Mengevaluasi stok dari bahan baku, kemasan dan barang jadi untuk
diadakan konfirmasi dengan pemasaran tentang adanya obat jadi yang harus dijual.
3. Penyimpanan

Bahan-bahan untuk keperluan produksi disimpan di gudang. Gudang meliputi gudang


bahan baku, gudang bahan kemas dan gudang obat jadi.
a. Gudang Bahan Baku
Sistem penyimpanan bahan baku yang digunakan disusun berdasarkan bentuk
sediaan, status bahan baku, dan penggolongan obat. Penyimpanan bahan baku
berdasarkan bentuk sediaan dibedakan ke dalam bagian solida, semi solida, dan
liquida. Penyimpanan berdasarkan status bahan baku dibedakan ke dalam status
karantina, diluluskan dan ditolak. Penyimpanan berdasarkan penggolongan obat
dikhususkan untuk bahan baku narkotik, psikotropik, dan prekursor. Penyimpanan
bahan baku golongan ini terdapat di tempat khusus dan terkunci.

Berikut cara penyimpanan bahan baku:


Natrium diklofenak : di tempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari
cahaya.
Laktosa : dalam wadah tertutup baik
Avicell PH 102 : dalam wadah tertutup baik, ditempat sejuk dan kering.
Aerosil 200 : dalam wadah tertutup baik
Magnesium stearat : dalam wadah tertutup baik
Eudragit : simpan pada suhu 25-300C dan lindungi dari cahaya
Natrium hidroksida : dalam wadah tertutup baik
Talkum : dalam wadah tertutup baik
Wadah tertutup baik harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan
mencegah kehilangan bahan selama penanganan, pengangkutan, penyimpanan dan
distribusi (Anonim, 1979).
b. Gudang Bahan Kemas
Sistem penyimpanan yang digunakan dalam gudang bahan kemas berdasarkan
fungsinya (etiket, insert, botol, karton, box, aluminium foil, pot, tube, cangkang
kapsul). Khusus untuk penyimpanaan aluminium foil dan cangkang kapsul
ditempatkan pada ruang khusus yang memiiliki AC/Air Conditioner (15 derajat
Celcius).
4. Gudang obat jadi

Sistem penyimpanan yang digunakan dalam gudang obat jadi disusun berdasarkan
alfabet dan bentuk sediaan. Tablet salut enterik Na-Diklofenak dibedakan
penyimpanannya dengan obat lain dan bentuk sediaan lain.
Badan POM. 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta.