Anda di halaman 1dari 2

Big Mac Index

Indeks Big Mac adalah suatu indeks yang diterbitkan oleh majalah The Economist
sebagai suatu cara informal untuk mengukur paritas daya beli (purchasing power parity - PPP)
antara dua mata uang, dan memberikan ujian sejauh mana akibat nilai tukar (kurs) pasar terhadap
barang dengan biaya sama yang di negara yang berbeda. Indeks ini berusaha untuk membuat
teori kurs sedikit lebih mudah untuk dicerna. Indeks ini mengambil namanya dari Big Mac, suatu
produk hamburger yang dijual di restoran McDonald's.
Nilai tukar paritas daya beli Big Mac antara dua negara ini diperoleh dengan cara
membagi harga Big Mac di satu negara (dalam mata uangnya) dengan harga Big Mac di negara
lain (dalam mata uangnya juga). Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai tukar di pasar
yang sesungguhnya. Jika nilai itu lebih rendah, maka menurut teori PPP mata uang pertama
bernilai di bawah nilai sesungguhnya (under-valued) bila dibandingkan dengan yang kedua;
sebaliknya jika nilai itu lebih tinggi, maka mata uang pertama bernilai di atas nilai sesungguhnya
(over-valued).
Sebagai contoh, dengan menggunakan data pada bulan Juli 2008:
Harga Big Mac adalah AS$ 3,57 di Amerika Serikat
Harga Big Mac adalah 2,29 di Britania Raya (meskipun ada perbedaan antar wilayah)
Berarti implikasi paritas daya belinya adalah $ 1,56 banding 1, yaitu $ 3,57 / 2,29 = 1,56
Ini kemudian dibandingkan dengan kurs yang sebenarnya pada waktu itu, yaitu $ 2,00 banding
1
[(1,56-2,00) / 2,00] * 100 = -22%
Poundsterling dengan demikian dinilai terlalu tinggi (over-valued) terhadap dolar AS sebesar
22%
Meskipun para ekonom telah mengutip secara luas Indeks Big Mac sebagai pengukuran
dunia nyata terhadap paritas daya beli, namun terdapat keterbatasan pada metodologi burger ini
dalam memperkirakan paritas daya beli (PPP).
Di banyak negara, makan di restoran cepat saji internasional seperti di restoran
McDonald's adalah relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan makan di restoran lokal, dan
permintaan untuk Big Mac di negara seperti India tidaklah sebesar di negara seperti di Amerika
Serikat. Adanya status sosial karena makan di restoran cepat saji seperti McDonald's, pajak-pajak
lokal, tingkat persaingan, dan bea masuk pada produk-produk tertentu menyebabkan indeks ini
tidak dapat menggambarkan ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Di samping itu, tidak ada
alasan teoretis mengapa barang dan jasa yang tidak dapat diperdagangkan, seperti biaya properti,
harus sama di negara yang berbeda: ini adalah alasan teoretis PPP menjadi berbeda dari nilai
tukar pasar seiring dengan berjalannya waktu.

McDonald's juga menggunakan strategi komersial yang berbeda yang dapat menyebabkan
perbedaan harga yang besar untuk suatu produk, meskipun perbedaan harga sesungguhnya lebih
kecil antara kedua negara. Sebagai contoh, biaya sandwich hamburger hanya 1 di Perancis dan
1,50 di Belgia, namun secara keseluruhan restoran McDonald's lebih murah di Belgia. Di
Estonia, perbedaan harga antara burger Big Mac dan suatu paket makanan kadang-kadang sangat
kecil (EEK 3 atau AS$ 0,20), di mana selisih harga burger dan paketnya hanyalah 5%.
Demikian pula bahwa burger yang diperbandingkan sebenarnya bervariasi dari satu negara ke
negara lain, dengan nilai-nilai nutrisi yang berbeda. Big Mac versi Australia memiliki 22% lebih
sedikit kalori daripada versi Kanada, dan 8% lebih ringan daripada versi yang dijual di Meksiko.