Anda di halaman 1dari 6

Home

Download Gambar
Download Katalog dan Teknis

Pemilihan Warna untuk Kamar Bayi


Sejarah Hari Bumi

Penanaman pohon untuk Mengurangi Kebisingan ke


dalam Rumah
memiliki rumah dipinggir jalan raya kadang kita merasa terganggu oleh kendaraan yang
lewat di depan rumah kita baik oleh pengaruh suara maupun asap yang yang dikeluarkan oleh
kendaraan tersebut. Tentu kita tidak mungkin melarang kendaraan tersebut , jadi yang bisa
kita lakukan adalah bagaimana supaya suara dan asap tersebut tidak langsung mengganngu
rumah kita. Rumah yang terletak dilingkungan yang penuh kebisingan misalnya rumah yang
terletak dipinggir jalan yang banyak dilalui lintasan ataupu rumah yang berada didekat
tempat keramaian , bisa direncanakan dengan menanam pohon pohonan berada didepan
rumah untuk mengurangi kebisingan atau suara yang masuk kerumah . Disamping
mengurangi kebisingan penanaman pohon juga akan mengurangi debu dan polusi ke dalam
rumah .

Prinsip utama yang dilakukan untuk pemilihan dan penanaman pohon adalah untuk
mengurangi suara dan polusi supaya tidak langsung masuk kedalam rumah. Pemilihan pohon
atau tanaman yang dapat mengurangi kebisingan yang perlu diperhatikan adalah :
1. Tidak semua pohon bisa meredam suara dengan baik, pemilihan pohon diusahakan
berdaun lebat,
2. Pemilihan dan penempatan harus mempertimbangkan ke efek lainnya misalnya
pencahayaan dan juga keindahan dari tanaman/ pohonnya.
3. Pemilihan pohon juga harus dipertimbangkan terhadap ketahanan tanaman saat
musim kemarau dengan type pohon berdaun lebat untuk keefektifan untuk merintangi
atau menahan suara.
4. Daya tahan pohon, barisan atau jajaran pohon itu sendiri dan ketinggian dari
tanaman adalah juga hal yang perlu diperhatikan.

5. Pemilihan pohon harus diseuaikan dengan jenis tanah dan tingkat kelembaban
dilingkungan rumah .
6. Penempatan pohon harus disesuaikan dengan luas halaman, jarak dari pinggir
bagunan ke pagar/ jalan.
7. Pemilihan dan penempatan pohon harus dihindari yang bisa menimbulkan kerusakan
pada bangunan. Jika pohon ditempatkan dekat bangunan hindari pemilihan pohon
yang mempunyai akar besar.
Untuk pemilihan jenis pohon yang cocok ditanam dihalaman rumah, ada beberapa hal yang
bisa kita pertimbangkan :

Pohon berdaun hijau dan lebat. Pohon berdaun hijau dan


berdaun lebat merupakan pohon yang sangat baik untuk meredam suara dan debu. Jika
rumah anda mempunyai halaman yang cukup luas anda bisa menanam pohon sejenis pohon
akasia , pohon pohon mahoni, flamboyan, pohon ulin atau beringin. pohon jenis ini bisa
tumbuh sampai ketinggian sekitar 4 15 m . Jika pekarangan anda terlalu kecil atau dekat
dengan jalan anda bisa memilih pohon sejenis pohon tanjung.
Pohon yang Bermanfaat . Disamping untuk mengurangi kebisingan dan polusi kedalam

rumah,
pohon dapat juga sekaligus ditanam dengan fungsi
lainnya baik sebagai peneduh dan pohon yang bermanfaat. Untuk rumah anda yang
mempunyai pekarangan tidak terlalu besar anda bisa menanam pohon pohon berbuah
seperti mangga, rambutan, jambu air/bol, belimbing, ataupun sawo. Untuk memperindah
rumah anda bisa menanam tanaman yang menghasilkan bunga yang cantik seperti bunga
merak, kaliandra dan lainnya. Untuk tanaman yang bisa dijadikan tanaman apotik hidup
yang bisa dijakdikan bahan obat alternatif dapat menanam pohon jarak

Pohon yang tahan terhadap kemarau. Jika rumah anda


terletak didaerah yang sering menaglami musim kemarau yang cukup panjang , harus
dipikirkan pohon yang ditanama harus tahan terhadap musim kemarau, dimana kondisi
musim yang terjadi belakangan ini sehingga pohon yang diataman bisa tetap tumbuh ,
beberapa tumbuhan berkembang atau bahkan lebih suka dengan kondisi tanah kering
yang cocok ditanam adalah pohon ulin (Olneya tesota), pohon ini sangat tahan terhadap
tanah kering dan daun daunnya tidak cepat gugur walaupun musim kemarau yang sangat
panjang. Pohon ini mempunyai ketinggian antara 8-10 m dengan bunga berwarna pink, ungu
dan putih kemerahan .
Tumbuhan sebagai pagar hidup. Bagi rumah yang mempunyai pekerangan yang cukup

kecil misalnya hanya mempunyai


jarak pagar tidak melebihi 3 meter dari
dinding bangunan memang sangat sulit untuk menanam pohon karena ruang yang tidak
mencukupi. Tanaman yang cocok untuk rumah jenis ini adalah menanam tanaman yang bisa
sekaligus sebagai pagar. Anda bisa menanam sejenis bambu pagar dan tanaman jenis teh
tehan. Anda juga bisa mengatur vertical garden sehingga anda bisa mendapatkan beberapa
jenis tanaman yang menarik dan beraneka macam warna.

TANAMAN PEREDAM KEBISINGAN

Peredaman kebisingan dapat dilakukan dengan menanam tanaman berupa


rumput, semak dan pepohonan. Jenis tumbuhan yang efektif untuk meredam
suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang (Grey
dan Deneke, 1978).
Dengan menanam tanaman dengan berbagai strata yang cukup rapat dan
tinggi akan dapat mengurangi kebisingan. Dedaunan tanaman dapat menyerap
kebisingan sampai 95%. Tanaman selain dapat meredam kebisingan, pada saat
tertiup angin dapat menghasilkan suara.

Sebagai salah satu alternatif pemecahan, maka tanaman Jati emas plus
(Tectona grandis L) adalah jawabannya. tanaman ini mempunyai daun yang

lebar dan kehijauan sehingga dapat memberikan rasa sejuk dan indah, serasi
di perkotaan dengan gedung-gedung yang megah dan jalan-jalan yang lebar.
Bunganya yang mulai mekar pada bulan Oktober sampai Mei akan menambah
keasrian dengan keharuman dan keindahan bunganya yang berbentuk malai
yang
lebar. Tanaman ini mampu menahan air tanah melalui sistem perakarannya dan
tingkat respirasi yang rendah. Dengan bulu-bulu dan ukuran daun yang sangat
lebar, mampu mengabsorpsi polutan terutama debu dan zat pencemar udara
lainnya.Serta dari segi ekonomis sangat menguntungkan karena hasil kayu
dapat dipanen dalam waktu yang singkat.
Alternatif tanaman lain yaitu Dracaena surculosa Lindl (bambu jepang)
Menurut penelitian beberapa ahli pohon bambu memang dikenal sebagai
tanaman peredam bising bahkan filosofinya sudah ada berarus-ratus tahun yang
lalu di Jepang dan Cina. Pada bambu jepang selain pohon dan daunnya yang
rapat dan rimbun, susunan batang-batang bambu yang dapat dianalogkan seperti
dinding berkarpet yang mampu meminimalisir suara deru mesin-mesin sehingga
sangat ideal meredam suara-suara bising.
Pola peredaman suara tersebut secara fisika merupakan gejala peredaman
bunyi dimana bambu memiliki koefisien serap bunyi frekuensi tinggi. Ketika
gelombang dengan kecepatan tertentu melalui medium udara lalu terhalang oleh
penghalang (bambu) maka ada tiga kemungkinan yang terjadi pada gelombang
tersebut yaitu diteruskan, dipantulkan dan diserap. Jika suatu bahan memiliki
impedansi yang baik terhadap gelombang yang datang maka gelombang
tersebut dapat teredam secara baik. Berasarkan kajian fisika diatas, bambu dapat
dijadiakn salah satu alternatif yang dapat meredam kebisingan. Sayangnya
masih sedikit sekali pemanfaatan sifat akustik pada bambu ini.

Salah satu tanaman lain yang bisa dijadikan sebagai peredam suara yaitu
rumput. Untuk Setiap jenis rumput memiliki tingkat peredaman masing-masing
yang berbeda-beda. Contohnya yaitu rumput swiss dan rumput gajah. Untuk
membuktikannya yaitu dengan cara menaruh rumput di dalam kaleng, kemudian

tutup kaleng tersebut dengan membrane tipis. Ketika selaput tipisnya dipukulpukul maka dihasilkan suara yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa
pada setiap jenis rumput memiliki tingkat peredamannya masing-masing.