Anda di halaman 1dari 28

Pengorganisasian Dan Organisasi

Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi

Fungsi pengorganisasian berkaitan erat dengan fungsi perencanaan.karna


pengorganisasian pun harus di rencanakan.
Organizing berasal dari kata organize yang berarti menciptakan struktur dengan
bagian – bagian yang di integrasikan sedemikian rupa, sehingga hubungannya satu sama
lain terikat oleh hubungan terhadap keseluruhannya. Organisasi diartikan
menggambarkan pola – pola, skema, bagan yang menunjukkan garis – garis perintah,
edudukan karyawan, hubungan – hubungan yang ada, dan lain sebagainya.
Organisasi hanya merupakan alat dan wadah tempat manajer melakukan kegiatan-
kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Hasil dari pengorganisasian adalah organisasi. Pengorganisasian diproses oleh
organisator (manajer), hasilnya organisasi yang sifatnya statis. Jika pengorganisasian baik
maka organisasi pun akan baikdan tujuan pun relatif mudah di capai.
Beberapa pengertian pengorganisasian dan organisasi:

Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan

Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan


bermacam-macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-
orang pada setiap aktifitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan
wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan
aktifitas-aktifitas tersebut.

Drs. M. Manullang

Organisasi dalam arti dinamis (pengorganisasian) adalah suatu proses penetapan


dan pembagian pekerjaan yang akan di lakukan. Pembatasan tugas – tugas atau tanggung
jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi,
sehingga memungkinkan orang-orang dapat bekerja bersama-sama seefektif mungkin
untuk pencapaian tujuan. Secara singkat organisasi adalah suatu kegiatan diferensiasi
tugas-tugas.

Drs. Soekarno K.

Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam pengertian dinamis)


adalah organisasi yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam
batas-batas tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu mengadakan
pembagian kerja.
Kesimpulan definisi di atas adalh bahwa pengorganisasian (organizing) adalh funsi
manajemen, sifatnya dinamis dan merupakan proses untuk memeperoleh organisasi
(organization) yang menjadi alat dan wadah manajer melakukan aktifitas-aktifitasnya
dalam mencapai tujuan.
Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan

Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi


dari sekelompok orang yang bekerja sam dalam mencapai tujuan tertentu. Organiasi
hanya merupakan alat dan wadah saja.
Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudiro
organisasi adlah struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara
sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-
sama mencapai suatu tujuan tertentu

Kenapa organisasi itu sangat penting dalam manajemen?


Organisasi sangat penting dalam manajemen karena:
1. Organisasi adalah syarat utama adanya manajemen tanpa organiasi manajemen
ini tidak ada.
2. Organisasi merupakan wadah dan alat pelaksanan proses manajemen dalam
mencapai tujuan.
3. Organisasi adalah tempat kerja sama formal dari sekelompok ornag dalam
melakukan tugas-tugasnya.
4. Organisasi mempunyai tujuan yang ingin dicapai

Unsur-unsur Organisasi
1. Manusia (human factor), artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yang
bekerjasama, ada pemimpin dan ada yang di pimpin (bawahan)
2. Tempat kedudukan, artinya organisasi itu baru ada, jika ada tempat
kedudukannya.
3. Tujuan artinya organisasi baru ada jika tujuan yang ingin di capai.
4. Pekerjaan, artinya organisasi itu baru ada, jika ada pekerjaan yang akan
dikerjakan serta adanya pembagian pekerjaan.
5. Struktur, artinya organisasi itu baru ada, jika ada hubungan dan kerjasama antara
manusia yang satu dengan yang lainnya.
6. Tekhnologi, artinya organisasi itu baru ada jika terdapat unsur tekhnis.
7. Lingkungan (environment external social system), artinya organisasi itu baru ada,
jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi misalnya ada sistem kerjasama
sosial.

Hubungan-hubungan dalam organisasi


Penetapan hubungan dalam suatu organisasi merupakan salah satu syarat
terciptanya kerjasama (teamwork), antara karyawan dengan karyawan, dan antara
departemen dengan departemen.
Hubungan-hubungan ini dalam suatu organisasi dapat digolongkan atas:
1. Line relations
2. Functional relations
3. Staff relations
4. Coordination relations

Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan


1. Hubungan vertikal, baik hubungan konkret maupun hubungan abstrak. Hubungan
konkret, yaitu hubungan individu atasan dengan individu bawahannya. Hubungan
abstrak, yaitu hubungan pekerjaan (bagian) yang satu dengan pekerjaan (bagian)
lainnya yang diintegrasikan. Misalnya pada perusahaan garmen hubungan bagian
gunting dengan bagian tukang jahit.
2. Hubungan Horizontal, baik hubungan konkrit maupun hubungan abstrak.
Hubungan konkret,yaitu hubungan antara individu karyawan yang sama golongan
sebagai akibat organisasi. Hubungan abstrak, yaitu hubungan pekerjaan (bagian)
yang satu dengan pekerjaan (bagian) yang lain yang harus di koordinasi. Misalnya
tukang gunting pakaian orang dewasa dengan tukang gunting pakaian anak-anak.

Organisasi terdiri dari:


1. Pengaturan yang berorientasi sasaran, orang-orang dengan tujuannya (goal
oriented arrangement)
2. Orang-orang yang berinteraksi dengan kelompok (psychosocial system)
3. Orang dengan menggunakan pengetahuan dan tekhnik (technological system)
4. Interaksi kegiatan-kegiatan yang terstruktur serta orang-orang yang bekerjasama
dalam hubungan-hubungan yang berpola (struktur system)

ASAS-ASAS ORGANISASI
Agar organisasi menjadi baik,efektif, efisien, setrta sesuai kebutuhan,harus di dasarkan
pada asas-asas:
1. Principle of organizational objectives
2. Principle of unity of objective
3. Principle of unity of command
4. Principle of the span of management
5. Principle of elegation of authority
6. Principle of parity of authority and responsibility
7. Principle of responsibility
8. Principle of departmentation (principle of division of work)
9. Principle of personel placement
10. Principle of scalar chain
11. Principle of efficiency
12. Principle of continuity
13. Principle of coordination

Tanda-tanda organisasi yang baik:


1. Tujuan organisasi jelas dan realistis.
2. Pembagian kerja dan hubungan kerja antara pekerjaan antara unit-unit, sub-
subsistem atau bahagian-bahagian harus baik dan jelas.
3. Organisasi itu harus menjadi alat dan wadah yang efektif dalam mencapai tujuan.
4. Tipe organisasi dan strukturnya harus sesuai dengan kebutuahn perusahaan.
5. Unit-unit kerja (departemen-bagian)-nya ditetapkan berdasarkan atas eratnya
hubungan pekerjaan.
6. Job description setiap jabatan harus jelas dan tidak tumpang tindih pekerjaan.
7. rentang kendali setiap bagian harus berdasarkan volume pekerjaan dan tidak boleh
terlalu banyak.
8. Sumber perintah dan tanggung jawab harus jelas, melalui jarak yang terpendek.
9. Jenis wewenang yang dimiliki setiap pejabat harus jelas
10. missmanajemen penempatan karyawan tidak ada.
11. Hubungan antara bagian dan bagian lainnya jelas dan serasi.
12. Pendelegasian wewenang harus berdasarkan jobdesk karyawan
13. Diferesiansi,koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi harus baik.
14. Organisasi harus luwes dan fleksibel
15. Organisasi harus mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan,berstruktur dan terkoordinasi dari
sekelompok orangyang bekerjasama dengan mencapai tujuan tertentu. Organisasi ini
hanya menjadi alat dan wadah untuk melakukan proses manajemen tersebut.

PROSES (LANGKAH-LANGKAH) PENGORGANISASIAN


1. Manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai, apakah profit
motive atau sevice motive.
2. Penetuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan, dan
menspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
organiasi dan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
3. Pengelompokan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengelompokkan
kegiatan-kegiatan kedalam beberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama.
Kegiatan-kegiatan yang bersamaan dan berkaitan erat disatukan kedalam satu
departemen atau satu bagian.
4. Pendelegasian wewenang, artinya manajer harus menetapkan besarnya wewenang
yang akan didelegasikan kepada setiap departemen.
5. Rentang kendali, artinya manajer harus menetapkan jumlah karyawan pada setiap
departemen atau bagian.
6. Peranan perorangan, artinya manajer harus menetapkan dengan jelas tugas-tugas
setiap individu karyawan, supaya tumpang tindih tugas dihindarkan.
7. Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi apa yang harus
dipakai, apakah line organization, line and staff organization ataukah functional
organization.
8. Struktur (organization chart = bagian organisasi), artinya manajer harus
menetapkan struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan, apa
struktur organisasi “segitiga vertikal, segitiga horizontal, berbentuk lingkaran,
berbentuk stengah lingkaran, berbentuk kerucut vertikal/horizontal ataukah
berbentuk oval”

Apakah pengertian dan manfaat struktur organisasi itu:


Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Struktur organiasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi,
pendepartemenan organiasi kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan
hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem
pimpinan organisasi.
Suatu struktur organisasi akan memberikan informasi tentang:
1. Tipe organisasi
2. Pendepartemenan organisasi
3. Kedudukan
4. Jenis wewenang
5. Rentang kendali
6. Manajer dan bawahan
7. Tingkatan manajer
8. Bidang pekerjaan
9. Tingkat manajemen
10. Pimpinan organisasi

Struktur Organisasi Berbentuk Segitiga Vertikal dan Horizontal

Kebaikannya:
1. Tingkatan manajer dan kedudukan setiap karyawan mudah dan jelas diketahui.
2. Garis perintah dan tanggung jawab mudah dan jelas diketahui.
3. Rentang kendali jelas mudah dan jelas diketahui.
4. Posisi kedudukan setiap karyawan mudah dan jelas diketahui.
5. Jenis wewenang yang dimiliki setiap pejabat mudah dan jelas diketahui.
6. Pimpinan organisasi mudah dan jelas diketahui.
7. berapa tingkat organisasi mudah dan jelas diketahui.

Kelemahannya:
1. Pimpinan kolektif (presidium) tidak dapat di gambarkan.
2. Top manager kelihatan hanya mempunyai authority kedalam organisasi saja.
Bentuk segitiga ini paling banyak digunakan

Struktur Organisasi Berbentuk Lingkaran


Kebaikannya:
1. Top manager kelihatan memiliki wewenang ke tiap penjuru
2. Top manager kelihatan sebagai sentral keputusan

Kelemahannya:
1. Untuk mengetahui kedudukan atasan dan bawahan agak sulit
2. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab tidak jelas.
3. Kedudukan seorang bawahan dapat kelihatan sebagai atasan
4. Demikian juga misalnya bawahan
5. Kedudukan staff sulit di gambar

Struktur Organisasi Berbentuk Setengah Lingkaran

Pada bentuk ini kelemahan sama dengan yang berbentuk lingkaran

Struktur Organisasi Berbentuk Setengah Kerucut


Pada prinsipnya sama dengan struktur organisasi yang berbentuk kerucut vertikal dan
horizontal ini pada prinsipnya sama dengan yang berbentuk segitiga “vertikal ataupun
horizontal”. Perbedaannya terletak pada struktur yang berbentuk segitiga, menunjukkan
bahwa “pimpinan puncak (top manager)-mya tunggal atau seseorang”, sedang struktur
organisasi yang berbentuk kerucut, menunjukkan bahwa “pimpinan puncak (tp manager)-
nya kolektif (preesidium = beberapa orang)”
Struktur Organisasi Berbentuk Setengah Oval
Struktur seperti ini sering digunakan pada perundingan politik, dalam perundingan negara
yang sedang berselisih, biasanya meja yang digunakan untuk berunding adalah meja yang
berbentuk oval. Hal ini mencerminkan bahwa setiap negara mempunyai kedudukan yang
sama tinggi derajatnya.
Semakin dekat tempat duduknya kemeja perundingan, semakin besar peranannyadalam
perundingan tersebut. Struktur orgainsasi kurang populer dan jarang dipakai dalam
perusahaan.

Dalam suatu struktur organisasi ada tiga garis ,garis merupakan petunjuk jenis authority
yang dimiliki pejabatnya:
1. Line authority, garis komando, simbolnya ( __________ )
2. Staff authority simbolnya (------------)
3. Functional authority, simbolnya ( )

Rentang Kendali
Rentang (span of management = span of control = span of executive = span of authority)
sangat perlu dalam pengorganisasian, karna berhubungan dengan pembagian kerja,
koordinasi, dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer)
Rentang kendali perlu dalam suatu organisasi karna adanya (limits factor) keterbatasan
manusia, yaitu:
1. Keterbatasan waktu, pada saat yang sama seorang manajer tidak dapat melakukan
berbagai macam pekerjaan.
2. Keterbatasan pengetahuan, semua pemimpin tidak mungkin dapat mengetahui
semua pekerjaan dalam sebuah perusahaan.
3. Keterbatasan kemampuan, seorang manajer perusahaan kemapuannya terbatas
4. Keterbtasan perhatian, bahwa seorang manajer terbatas perhatiannya, ia tidak
dapat memperhatikan semua masalah yang dilakukan bawahannya.
Rentang kendali adalah jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan
secara efektif oleh seorang manajer (menurut penulis).

Faktor yang membatasi besar kecilnya rentang kendali:


1. Sifat dan terincinya rencana.
2. Latihan-latihan dalam perusahaan.
3. Posisi pemimpin dalam struktur organisasi.
4. Dinamis atau statisnya organisasi
5. Kemampuan dan kecanggihan komunikasi.
6. Tipe pekerjaan yang dilakukan.
7. Kecakapan dan pengalaman manajer.
8. Tingkat kewibawaan dan energi manajer.
9. Dedikasi dan partisipasi bawahan.

Graicunas is theory of relationships in organization ini, mengemukakan tiga jenis


hubungan (relationships), yaitu:
1. Direct single relationships (hubungan tunggal langsung), hubungan langsung
antara atasan dengan bawahannya
2. Direct group relationships (hubungan kelompok langsung), yaitu hubungan
langsung antara atasan dengan beberapa orang bawahannya secara langsung.
3. Cros relationships (hubungan silang), yaitu hubungan antara bawahan dengan
bawahan disaksikan oleh atasan

Kesimpulan:
1. Semakin banyak rentang kendali maka smakin banyak pula hubungan-hubungan
yang harus dilakukan seorang manajer, sehingga kepemimpinannya kurang efektif
karena adanya limits factor
2. Semakin sedikit rentang kendali, semakin sedikit pula hubungan-hubungan yang
dilakukan seorang manajer maka kepemimpinannya semakin efektif dan
waktunya semakin banyak untuk memikirkan perusahaan.
3. Semakin banyak rentang kendali, maka semakin sulit pengendalian dan
koordinasi.

Rentang Kendali versus Level Organisasi


Rentang kendali bertentangan dengan level (tingkatan) struktur organisasi. Jika rentang
kendali semakin banyak maka level organisasi semakin pendek dan bagan organisasi
melebar atau tingkatan-tingkatan organisasi semakin pendek.

Kebaikan dan keburukan rentang kendali yang banyak (orgnization chart) yang melebar.
Kebaikannya:
1. Tingkatan-tingkatan manajer sedikit, biaya-biaya relatif kecil karena yang
mendapat tunjangan semakin sedikit.
2. Jalur perintah dan tanggung jawab pendek, sehingga kominukasi efektif, karena
hambatan-hambatan komunikasi akan lebih mudah di atasi.
3. Hambatan birokrasi dapat dihindarkan, karena tidak terlalu banyak pejabat yang
harus dilalui untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/urusan.
4. Departemen-depatemen organisasi sedikit.

Keburukannya:
1. Koordinasi sulit dilakukan, sebab mengkoordinasi bawahan yang banyak lebih
sulit daripada bawahan yang sedikit.
2. Pengarahan, pembinaan, dan pengendalian kurang efektif.
3. Spesialisasi tugas kurang mendalam.

Kebaikan dan keburukan rentang kendali sedikit (orgnization chart) level organisasi yang
panjang:
Kebaikan:
1. Koordinasi relatif lebih mudah dilakukan, karena bawahan sedikit.
2. Pengarahan, pembinaan, dan pengendalian akan lebih efektif.
3. Spesialisasi tugas akan lebih mendalam.
4. Kerjasama, hubungan, dan kedisiplinan akan lebih baik.

Keburukannya:
1. Biaya lebih banyak, karena semakin banyak pejabat yang mendapat tunjangan
jabatan.
2. Birokrasi semakin panjang, karena semakin banyak pejabat yang dilalui untuk
menyelesaikan suatu tugas.
3. Jalur perintah dan tanggung jawab lebih panjang, sehingga kurang efektif.

Jenis-jenis authority (wewenang)


Line authority adalah fungsi-fungsi yang mempunyai tanggung jawab langsung atas
tercapainya tujuan perusahaan.
Staff authority adalah fungsi yang tidak menyumbangkan secara langsung pencapaian
tujuan perusahaan, tetapi melakukannya secara tidak langsung dengan membantu dan
memberikan fasilitas, saran kepada pelaksanaan fungsi lini.
Perbedaan antara line authority dengan staff authority:
1. Manajer yang punya authority bertanggung jawab langsung atas tercapainya
tujuan perusahaan.
Sedangkan pemegang staff authority bertanggung jawab untuk membantu
kelancaran kegiatan line authority.
2. Line authority mempunyai kekuasaan untuk memerintah, sedangkan staff
authority hanya berwenang memberikan saran-saran, nasihat-nasihat dan
informasi.
3. Line authority mempunyai kekuasaan untuk bertindak,sedangkan staff authority
mempunyai wewenang untuk memikirkan atau berfikir dan menyarankan apa
yang harus dilakukan oleh line manager.

Functional authority adalah hak untuk memerintah bagian-bagian yang lain sepanjang
mengenai hal-hal khusus. Perlu dihayati bahwa hanya wewenang saja yang bisa
didelegsikan, sedangkan tanggung jawab tidak dapat didelegasikan, demikian juga
wewenang pribadi atau wibawa pribadi.

Dasar pendepartemenan
Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (baigian divisi kerja = susbsistem).
Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan bersangkutan.
Apa asas \departemen tersebut?
Asas departemen adalah menglompokkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat
kedalam suatu unit kerja (bagian).
Dasar-dasar departemen (basic departemen) ditentukan berdasarkan:
1. Enterprise function (fungsi-funsi perusahaan)
2. Management function (fungsi-fungsi manajemen)
3. process product (proses produksi)
4. product (produk)
5. Customer (dasar pasar/langganan)
6. Territory (dasar wilayah)
7. Time (dasar waktu/shift)
8. simple number (dasar jumlah)
9. Combination
10. Matriks
Enterprise function
Departemen yang terdapat dalam perusahaan adalah:
1. Departemen produksi (technical)
2. Departemen perdagangan (comercial)
3. Departemen keuangan (financial)
4. Departemen keamanan (security)
5. Departemen pembukuan (accounting)
6. Managerial (kepemimpinan)

Dasar pendepartemenan atas fungsi-fungsi perusahaan akan menguntungkan karena


memanfaatkan kecakapan spesialisasi dari setiap manajer. Peter F. Drucker dan Follet,
mengemukakan kelemahan pengelompokan ini, yaitu:
1. Pengelompokkan atas dasar fungsi perusahaan lebih mempersulit dan membuat
prestatsi menjadi sulit di ukur
2. Timbul masalah koordinasi pada puncak, yang menurut Follet “benag harus
dijalin dengan benang, kita tidak boleh menjalin benang dengan secarik kain
tenun yang sudah jadi”

Management Function
Jika pengelompokkan atas dasar fungsi-fungsi manajemen maka departemen yang
ada dalam perusahaan adalah:
1. Bagian pengembangan (planning and organizing)
2. Urusan Sumber Daya Manusia (USDM = staffing)
3. Pelaksana (Operasional = directing)
4. Audit (Pengendalian = controlling)

Procces product
Jika pengelompokan dilakukan atas proses produksi/peralatan, misalnya pabrik tekstil
maka bagian-bagian (unit-unit kerja) yang ada dalam pabrik tekstil itu adalah “bagian
pemintalan, bagian pertenunan, bagian pencelupan, dan bagian finishing”

Product
Jika pengelompokan dilakukan atas proses produksi/hasil maka departemen-departemen
yang terdpat dalam perusahaan tergantung banyaknya jenis produksi/hasilnya

Pengelompokkan ini mempunya kebaikan:


1. Perusahaan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya keckapan karyawan,
dengan memberi kesempatan pada meraka untuk mengembangkan
spesialsisasinya.
2. Peralatan yang diperlukan juga tertentu dan penyimpanannya tertentu juga.
3. Potensi dan produk yang menguntungkan mudah diketahui.
4. Manajer mana yang paling efektif dan kurang dapat diketahui.
5. Koordinasi atas suatu proyek/produksi lebih mudah dikakukan.

Keburukan:
1. Para anggota tim merasa kurang terjamin, karena walaupun proyek berhasil
mereka mungkin kehilangan pekerjaan.
2. Ada kecenderungan timbulnya persaingan yang kurang sehat diantara
departemen.

Customer
Jika pendepartemenan didasarkan atas customer (langganan) maka bagian-bagian yang
terdapat dalam perusahaan itu sesuai denganbarang-barang yang dijual.
Kebaikan:
1. Memudahkan konsumen mencari barang yang kan dibeli.
2. Memudahkan administrasi, dan persediaan cepat diketahui.
3. Mudah mengetahui barang-barang yang paling laku dan menguntungkan.
4. Mudah mengetahui manajer yang paling berhasil.

Keburukan:
1. Pengetahuan karyawan pada bidang lain tidak berkembang
2. Pekerjaan sangat membosankan pada karyawan.

Territory
Jika pengelompokan dilakukan atas territory yang ada dalam organisasi perusahaan itu
sesuai dengan daerahnya operasinya. Disini memberikan peluang pada pengumpulan dan
penyampaian informasi yang lebih cepat, sehingga mampu memberikan reaksi yang cepat
terhadap masalah setempat.

Time
Pendepartemenan yang didasartkan atas waktu maka dalm organisasi perusahaan itu
terdapat bagian-bagian/pengelompokkan berdasarkan waktu kerja.

Simple number
Pengelompokkan atas simple number dalam organisasi perusahaan itu terdapat “regu
satu, regu dua, dan regu tiga”, regu satu nomor 1 s.d.50; regu dua 51 s.d.100, regu tiga
101 s.d.150, jadi masing-masing terdiri dari 50 orang.
Hal ini dilakukan karena jumlah buruh yang terlalu banyak, misal 150 orang yang bekerja
pada waktu yang sama.

Combination
Pendepartemenan atas kombinasi dari pendepartemenan-pndepartemenan di atas dalam
organiasi perusahaan besar atau multinasional sering dilakukan.
Matriks
Ini adalah salah satu konsep barudalam bidang organisasi, yang bukan saja terjadi
pendepartemenan dengan suatu dasar tekhnis yang sangat mendalami, tetapi juga
berdasarkan dasar manajemen. Supervisi bersifat dualistis yakni supervisi teknis dari
pimpinan teknis dan supervisi admisnistratif.
Konsep ini menggunakan sebuah bentuk matriks, misal dalam organisasi terdapat 5
kelompok, yaitu A,B,C,D dan E, yang masing-masing mewakili 5 macam skill teknis
yang berbeda, setiap kesatuan teknis mempunyai satu orang pemimpin.
Secara simultan dan menyilang service-service teknis tersebut terdapat kelompok-
kelompok admisnistratif yang terdiri dari 5 teknisi dari berbagai kelompok teknis
tersebut.
Kelompok admistratif nomor 1 misalnya terdiri dari seorang teknikus dan setiap 5
kelompok teknis yang ada, sedangkan kelompok administratif nomor 2 tidak mempunyai
teknikus dari kelompok teknikus dari kelompok teknis A, tetapi ada dua teknisi dari
kelompok C,D dan E, harus hati-hati dalam penggunaan pendepartemenan menurut
matriks.
Apapun dasar yang dipilih untuk pengelompokkan, akhirnya harus mempunyai
syarat-syarat tertentu, yaitu:
Pertama: setiap kelompok harus dapat dimanajemeni.
Kedua: pengelompokan harus berarti penyederhanaan dan bukan semakin
merumitkan pekrjaan.
Ketiga: sedapat mungkin struktur dasar seharusnya memanfaatkan penghematan
ukuran, karna hal ini akan membangun hasil guna.
Keempat: pengelompokkan pada hakikatnya harus berlanjut pada pencapaian
sasaran perusahaan.\pengelompoka itu masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan.
Pengelompokan atas dasar wilayah menguntungkan dalam hal cepatnya reaksi terhadap
faktor-faktor setempat.
Pengelompokkan berdasarkan customer –langganan-pasar memusatkan perhatian pada
sumber kelangsungan hidup perusahaan pada masa depan.

Struktur Departemen Menurut Matriks

Macam-macam organisasi
• Berdasarkan proses pembentukannya.
• Berdasarkan kaitan hubungan dengan pemerintah.
• Berdasarkan skala.
• Berdasarkan tujuannya.
• Berdasarkan organization chartnya
• Berdasarkan tipe-tipe bentuknya.

Berdasarkan proses pembentukannya.


• Organisai formal adalah organisasi yang dibentu secara sadar, diatur dengan
ketentuan-ketentuan formal
• Organisasi informal terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuannya tidak jelas.
Berdasarkan kaitan hubungan dengan pemerintah.
• Organisasi resmi, organisasi yang dibentuk oleh (ada hubungannya) dengan
pemerintah
• Organisasi tidak resmi, organisasi yang tidak ada hubungannya dengan
pemerintah.
Berdasarkan skala.
• Organisasi besar
• Organisasi menengah
• Organisasi kecil
Berdasarkan tujuannya
• Public organization, organisasi yang (nonprofit) tujuan untuk melayani
kepentingan umum
• Business organization, organisasi yang didirikan untuk tujuan komersial.
Berdasarkan organization chart/bagan organisasinya
• Berbentuk segitiga vertikal(arrangement chart)
• Berbentuk segitiga horizontal
• Berbentuk kerucut vertikal/horizontal
• Berbentuk lingkaran dan atau setengah lingkaran
• Berbentuk bulat telur (oval)

Organization chart adalah suatu bentuk diagramatis yang menunjukkan aspek-aspek


penting suatu organisasi meliputi fungsi-fungsi utama dan hubungannya masing-masing.
Master chart adalah bagan atau skema yang menunjukkan seluruh struktur organisasi.
Sumplementary chart menggambarkan bagian-bagian atau komponen-komponen yang
secara efektif serta memberikan lebih banyak detail.
Organization manuals adalah detail-detail tambahan yang disediakan untuk melengkapi
keterangan-keterangan yng ditunjukkan oleh bagan organisasi.
Organization chart dan manual adalah alat bagi manajer, karena membantu untuk
mendapatkan suatu tindakan manajerial yang baik.

Kesimpulan
Bagan organisasi mutlak harus dibuat dan diinformasikan secara jelas kepada semua
karyawan. Karena dengan struktur inilah dapat diketahui garis wewenang dan tanggung
jawab.
Peter F. Drucker mengemukakan “analisis Tripertite Drucker” mengenai struktur
organisasi, apakah apakah struktur itu dapat membantu mewujudkan prestasi perusahaan.
Analisis tiga pihak ini sebagai bagian dari ancaman diagnostik kita terhadap analisis
organisasi.
Tujuan kegiatan menganalisis adalah menetapkan apakah yang harus dilakukan
perusahaan untuk mencapai tujuannya dan apakah kegiatan ini merupakan kegiatan yang
paling berhasil.
Ada 4 ciri keputusan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan itu, yaitu:
1. Tingkat keputusan yang tergantung pada kadar masa depan yang terkandung
didalam keputusan tersebut.
2. Cakupan pengaruh keputusan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan. Sejauh
mana dan pada tingkat mana fungsi-fungsi dan departemen lain dalam bisnis
dipengaruhi oleh keputusan.
3. Tingkat subjektifitas atau faktor kualitatif yang mempengaruhi yingkat
manajemen yang berkenaan dengan pengambilan keputusan.
4. Pentingnya suatu keputusan bergantung pada sering tidaknya keputusan itu
timbul.

Setelah dnilai dari 4 ciri diatas maka penugasan dalam pengambilan keputusan ditentukan
apakah pada tingkat rendah ataukah dibuat pada tingkat yang menjamin
dipertimbangkannya semua fungsi dan departemen yang terpengaruh.

Menganalisis hubungan-hubungan bertujuan untuk:


1. Menetukan siapa yang bekerjasama dengan manajer.
2. Menentukan kontribusi manajer itu bagi karya orang lain.
3. Menentukan kontribusi orang lain bagi karya manajer.

Ancangan yang lain dalam menentukan hubungan manajer yaitu:


1. Melihat mereka yang ada dibawah pengndaliannya, kemudian menentukan sifat
hubungan “ kebawahnya”
2. Menentukan kontribusinya “keatas” kepada sasaran perusahan untuk melihat
hubungannya dengan saluran yang lebih tinggi.

Menganalisis variasi struktur lainnya

Pertanyannya apakah suatu struktur yang digunakan cocok untuk mencapai


sasaran yang diinginkan, pertanyaannya diajukan pada setiap segi struktur perusahaan.

Berdasarkan tipe-tipe/bentuknya

Organisasi lini diciptakan oleh henry fayol dan biasanya organisasi ini dipakai
perusahaan-perusahaan kecil saja.
Organisasi lini pada pokoknya adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat
garis wewenang yang mengubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan
bawahan.

Ciri ciri organisai lini:


1. Organisasinya relatif kecil dan sederhana.
2. Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung melalui garis
wewenang terpendek.
3. Pucuk pimpinannya biasanya pemilik perusahaan.
4. Jumlah karyawannya relatif sedikit dan saling mengenal.
5. Tingkat spesialisasinya belum begitu tinggi,alat belum banyak.
6. Pucuk pimpinan penentu.
7. Masing-masing pimpinan unit memgang tanggung jawab penuh.

Kebaikan:
1. Kesatuan pimpinan dan dan asas kesatuan komando tetap dipertahankan
sepenuhnya.
2. Garis komando dan pengendalian tegas
3. Pengambilan keputusan, kebijaksanaan dan instruksi-instruksi berjalan cepat.
4. Pengawasan melekat terhadap kegiatan karyawan.
5. Kedisiplinan dan semangat kerja umunya baik.
6. Koordinasi mudah dilakukan.
7. Rasa solidaritas umunya tinggi.

Keburukan:
1. Tujuan pribadi pucuk pimpinan dan organisasi sulit dibedakan.
2. Ada kecenderungan pucuk pimpinan otoriter.
3. Maju dan tidaknya organisasinya tergantung pada pucuk pimpinan
4. Organisasi bergantung pada satu orang.
5. Kaderisasi dan pengembangan bawahan kurang diperhatikan,karena tidak
diikutsertakan dalam perencanaan.
6. karena adany keterbatasan keputusan, kebijaksanaan, dan pengendalian kurang
baik.

Organisasi lini dan staf


Pada dasarnya merupakan kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional.
Kombinasi ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan
meniadakan keburukan-keburukannya.

Ciri-ciri organisasi lini dan staf:


1. Pucuk pimpinan satu orang dan dibantu para staf
2. Terdapat 2 kelompok wewenang, wewenang lini dan staf.
3. Kesatuan perintah tetap dipertahankan.
4. Organisasi besar, karyawan banyak, pekerjaan kompleks.
5. Hubungan atasn dan bawahn tidak langsung.
6. Spesialisasi yang beragam digunakan secara optimal.

Wewenang lini adalah kekuasaan, hak, dan tanggung jawab langsung bagi seseorang atas
tercapainya tujuan.
Wewenang staf adalah kekuasaan dan hak hanya untuk memberi data, informasi,
pelayanan, dan pemikkiran untuk membantu kelancaran tugas-tugas manajer lini.

Staf ini dapat merupakan Dirut dan atau stuff middle,tergantung pada organisasinya.
Kebaikan:
1. Asas kesatuan pimpinan tetap di pertahankan.
2. Adany apengelompokan wewenang.
3. Adanya pemabgian tugas dan tanggung jawab.
4. Pimpinan mempunyai bawahan tertentu.
5. Bawahan hanya mendapat perintah dari pimpinan tertentu.
6. Pelaksanaa tugas-tugas pimpinan relatif lancar
7. the right man in the right job.
8. Organisasi fleksibel dan luwes.
9. Kedisiplinan dan moral karyawan tinggi.
10. Keuntungan dari spesialisasi diperoleh secara optimal.
11. Koordinasi lebih mudah dilakukan.
12. Bakat karyawan dapat dikembangkan.
13. Perintah dan pertanggung jawaban melalui garis vertikal terpendek.

Keburukan:
1. Keompok pelaksaan sering bingung untuk membedakan perintah.
2. Solidaritas karyawan kurang, karena kurang saling mengenal.
3. Persaingan kurang sehat sering terjadi.
Staff
Seorang pemegang wewenang lini, sedang staff adalah seseorang pemegang wewenang
staff, staff dikelompokkan menjadi specialist staff dan personal staff.
Specialist staff (staff ahli):
1. advisory staff (staf penasihat)
tugasnya memberikan petunjuk, bukan sebaliknya. Seorang staf penasihat harus
mempelajari mempelajari problem-problem, memberikan usul dan pemikiran.
2. service staff (staf pelayanan)
Melaksanakan suatu jasa atau aktifitas yang terpisah dari pekerjaan lini,
wewenangnya berbeda dengan staf penasihat.
3. Control staff (staff pengendali)
Tugasnya melakukan kontrol baik langsung maupun tidak langsung, mempunyai
wewenang untuk memberikan veto terhadap tindakan manajer lini, karena mereka
bukan tipe penasihat.
4. Functional staff (staff functional)
Berhubungan dengan fungsi-fungsi tertentu saja, functional staff ini dapat
diberikan baik oleh manajer lini maupun staf manajer kepada manajer lini lainnya.

Personal staff:
1. assistant to (pemabntu)
sutau staf unit yang tidak mempunyai wewenang formal, tetapi biasanya diserahi
wewenang fungsi staf atas sejumlah aktifitas. Tujuan utama asisten pribadi ini
adala memperluas kapasitas manajer lini dalam menyelesaikan pekerjaannnya.
2. General staff (staff pembantu)
Dikoordinasi dan bertindak melalui atasannya, staf umum dapat merupakan
penasihat, pelayan, kontrol, atau staf functional.

Organisasi fungsional
Organisasi yang disusun berdasarkan sifat dari macam pekerjaan yang dilakukan,
masalah pembagian kerja mendapat perhatian khusus
Ciri-ciri organisasi Fungsional:
Pembidangan tuga secara tegas dan jelas dapat dibedakan.
Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
Penempatan pejabat atas spesialisasinya.
Koordinasi menyeluruh hanya diperlukan pada tingkat atas.
Ada 2 kelompok wewenang, wewenang lini dan fungsi.

Kebaikan:
Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan
Keuntungan adanya spesialisasi dapat diperoleh seoptimal mungkin
Karyawan terampil dibidangnya masing-masing
Efisiensi dan produktifitas dapat di tingkatkan
Solidaritas, moral, kedisiplinan karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang sama
tinggi.
Keburukan:
Para karyawan sering bingung karna mendapat perintah dari beberpa orang atasan
Pekerjaan kadang-kadang sangat membosankan karyawan
Sulit mengadakan alih tugas akibat speliasasi yang mendalam.
Karyawan terlalu mementingkan bidang atau spesialisasinya.
Sering timbul solidaritas kelompok yang berlebihan

Organisasi lini, staf, dan Fungsional


Tipe ini merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional dan
biasanya diterapkan pada organisasi besar serta kompleks.
Organisasi lini, lini dan staf, serta fungsional ini dilakukan dengan cara
menggabungkan kebaikan dan menghilangkan keburukan dari ketiga tipe organisai
tersebut.

Orgnisasi komite
Adalah suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama
dan pimpinannya kolektif. Organisasi komite (panitia = commites organization)
mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif
presidium/plural executive”dan komite ini bersifat manajerial. Organisasi komite ini
bersifat “tetap” dan ada juga yang bersifat “sementara”, jika para anggotanya ditetapkan
berdasarkan orangnya, dikelompokkan atas executive commite para anggota yang
mempunyai wewenang garis, dan staff commite anggotanya mempunyai wewenang staf.
Ciri-ciri:
• Pembagian tugas jelas dan tertentu
• Wewenang semua anggota sama besarnya
• Tugas pimpinan dilaksanakan secara kolektif tanggung jawabnya secara
kolektif
• Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang/komisi tugas tertentu yang
harus dilaksanakan dalam bentuk gugus tugas(task force)
• Keputusan merupakan keputusan semua anggota.

Kebaikan:
• Keputusan yang diambil relatif baik, karena diputusakn beberapa orang.
• Kecenderungan otoriter dapat dicegah
• Pembinaan dan partisipasi dapat ditingkatkan

Keburukan:
• Penanggung jawab keputusan tidak jelas, sebab keputusan dilakukan bersama.
• Keputusan diambil dalam waktu lama.
• Adanya tirani mayoritas memaksakan keinginan dalam voting

Prestasi dan kepuasan


Penilaian prestasi kerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dengan standar baik kualitas
maupun kuantitas yang dihasilkan setiap individu karyawan(penulis)
Drs. H. Malayu. S.P. Hasibuan
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakn tugas-
tugasnya atas kecakapan, usaha, dan kesempatan.
Prestasi kerja ini adalah gabungan faktor penting, yaitu kecakapan, usaha dan kesempatan
Pretasi = f(kecakapan, usaha, kesempatan)

Kecakapan adalah kemampuan menetapkan dan atau melaksanakan suatu sistem dalam
pemantapan semua sumber daya (6m) dan tekhnologi secara efektif dan efisien untuk
mencapai hasil optimal.
Usaha adalah kemauan, kesungguhan, dan semangat kerja dalam mencapai kebutuhan,
sasarn, harapan, imbalan.
Kesempatan adalah wewenang yang dimiliki individu karyawan dalam mengerjakan,
memanfaatkan waktu, dan peluang untuk mencapai hasil tertentu.
Kerja adalah pengorbanan jasa jasmani dan pikiran untuk menghasilkan barang atau jasa
dan memeperoleh imbalan tertentu.
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya.
Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output denagn input, diaman outputnya
harus mempunyai nilai tambah dan tekhnik pengherjaannya yang lebih baik
Produktifitas perkapita adalah besarnya produksi yang dihasilkan perorang perkesatuan
waktu.

Prestasi organisasi ditentukan 3 faktor, yaitu efektifitas, efisiensi, dan kepuasan karyawan
atau anggota. Prestasi = efektifitas, efisiensi, dan kepuasan karyawan.
Efektifitas adalah tercapainya sasaran eksplisit atau implisit
Efisiensi adalah perbandingan antara output dengan input atau perbandingan manfaat
dengan biaya.

Teori-teori Organisasi
Terlebih dahulu perlu diketahui pendekatan-pendekatan sebagai berikut:
Pendekatan organisasi
• Pendekatan klasik
• Pendekatan tingkah laku
• Pendekatan struktur
• Pendekatan sistem

Pendekatan klasik terhadap organisasi


Didasarkan pada teori mesin. Organisasi diibaratkan sama seperti mesin yang
onderdilnya setiap saat dapat diganti dan setiap bagian mempunyai tugas tertentu sesuai
fungsinya.
poko utama dari teori ini adalah konsep spesialisasi tugas. Efisiensi hanya dapat dicapai
melalui perincian unsur-unsur operasi. Baik standarisasi maupun keseragaman
mengandalkan semacam bentuk kepemimpinan pusat.
Gagasan kepemimpinan pusat ini terjalin dalam dua konsep klasik tentang komando
tunggal dan pemusatan pengambilan keputusan.

Ciri-ciri pendekatan klasik:


• Pencapaian efisiensi kerja berdasarkan prinsip spesialisasi.
• Organisasi sebagai suatu sistem “mekanis”
• Peningkatan efisiensi dilakukan melalui kontrol sistem
• Manusia hanya dapat digerakkan dengan intensif ekonomis
• Spesialisasi dan prestasi dijakdikan standar.

Kritik terhadap pendekatan klasik:


• Organisasi dipandang sebagai suatu sistem tertutup
• Manusai dianggap sebagai onderdil penting yang dapat dikuasai
• Organisasi dianggap sebagai mesin
• Teori organisasi dan manajmen dibuat oleh para praktisi.
• Prestasi organisasi tergantung pada tingkat spesialisasi terendah.

Max weber mengemukakan 6 macam prinsip organisasi:


• Pembagian pekerjaan didasarkan pada prinsip spesialisasi.
• Perlu adanya kejelasan tentang hirarki wewenang.
• Perlu adanya suatu peraturan yang menyangkut hak dan kewajiban sesuai jabatan
masing-masing
• Organisasi perlu mempunyai prosedur dalam melaksanakan pekerjaan
• Hubungan yang terjadi dalam organisasi bersifat impersonality
• Promosi dan seleksi karyawan harus didasarkan pada kemampuan teknis, baik
untuk karyawan maupun pimpinan.

Pendekatan tingkah laku terhadap Organisasi


Pendekatan tingka laku adalah anggapan bahwa manusia/anggota organisasi disamakn
dengan “onderdil mesin$” yang mudah didapat dan diganti, tetapi kita tidak dapat
menguasai sepenuhnya, agar ia berfungi tepat sesuai dengan perincian dan keinginan kita.
Yang menjadi bahan penelitian utama adalah “tingkah laku manusia”, penelitinya adalah
para psikologi, sosiologi dan antropologi.
Kerjasama manusia timbul dalam organisasi karena the nature of man artinya kebutuhan-
kebutuhannya akan lebih baik mudah dicapainya, jika ia menjadi karyawan suatu
perusahaan.
C. Argyris, menyebut tiga macam tiga macam kebutuhan yaitu badaniah, keamanan dan
perwujudan diri.
McCelland, mengemukakan kebutuhan manusia itu yaitu “kebutuhan akan prestasi (need
for achievement = n.Ach.) kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation = n. Af.f.) dan
kebutuhan akan kekuasaan (need for power = n.Pow.)”
Jika kebutuhan-kebutuhan semakin baik maka produktifitas kerja juga akan meningkat.

Quantitative approach
Menurut Peter F. Drucker, organisasi adalah sarana ke arah ujung prestasi bisnis dan hasil
bisnis.
Drucker mengemukakan tiga jalan untuk menemukan struktur yang membantu
pencapaian tujuan yaitu “analisis kegiatan, analisis keputusan, dan analisis hubungan”
Analisis kegiatan, mengemukakan pekerjaan apa yang harus dilaksanakan, pekerjaan
macam apa saja yang tergolong sama yang diberikan kepada setiap kegiatandidalam
struktur organisasi.
Analisis keputusan ialah merancang suatu struktur organisasi, yang juga berkenaan
dengan keputusan yang harus dibuat.
Kodrat keputusan bisnis ditentukan oleh 4 sikap:
Derajat masa depannya, artinya berapa lama keputusan tersebut mengikat perusahaan.
Kuatnya pengaruh keputusan itu pada fungsi-fungsi lainnya.
Umlah faktor kualitatif yang meresapinya.
Apakah keputusan itu selalu berulang secara teratur atau tidak

Analisis hubungan dalam merancang suatu struktur organisasi juga harus dirumuskan
hubungan vertikal (atasan dengan bawahan) dan hubungan horizontal (hubungan
kesamping atau sejajar).

Pembangunan struktur
Mengemukakan tiga rancangan yang disebutnya “tuntutan struktural perusahaan” yaitu:
• Struktur itu di organisasi demi prestasi perushaan
• Struktur seharusnya “terdiri dari tingkatan-tingkatan manajemen yang jumlahnya
sesedikit mungkin”.
• Harus ada peluang unutk pendidikan, pelatihan, dan pengujian manajer puncak
masa depan yaitu dengan memberikan kepada manajer yang lebih muda untuk
menjabat suatu kedudukan yang jika gagal tidak membahayakan perusahaan.

Drucker juga membahas dua kaidah struktural, yaitu desentralisasi federal dan
desentralisasi fungsional

Pendekatan Sistem terhadap Organisasi


Organisasi adalah suatu sistem terbuka, karena itu interaksinya mencakup proses
produksi dan proses lain yang bersifat hakiki untuk mempertahankan eksistensinya.
Interaksi internal adalah interaksi, integrasi, dan hubungan-hubungan antara subsistem
atau bagian-bagian yang ada dalam proses produksi, jadi merupakan sistem tertutup.
Interaksi eksternal adalh interaksi yang terjadi antara suatu organisasi dengan pihak-pihak
luar (lingkungan) yang ada hubunngan ketergantungannya satu sama lain.

Konsep-konsep kunci dari teori sistem umum


Subsistem atau komponen

Suatu sistem menurut definisinya terdiri dari bagin-bagian atau unsur-unsur yang
saling berhubungan. Ini berlaku untuk semua sistem mekanis, biologis, dan sosial.

Holism, Synergism, Organicism, dan Gestalt

Sistem dapat dibagi 2: (1) tertutup (2) terbuka. Sistem terbuka saling tukar
informasi, energi, atau material dengan lingkungannya. Sistem biologis dan sosial adalah
sistem terbuka. Sistem mekanis bisa terbuka bisa juga tertutup. Konsep sistem tertutup
dan terbuka ini sulit dipertahankan secara mutlak.

Model Input – transformasi – output


Sistem terbukadipandang sebagai model transformasi dalam hubungan yang
dinamis dengan lingkungannya, ia menerima berbagai masukan (input) mengubah input
itu dengan beberapa cara, dan mengeluarkan (output)

Batas – batas Sistem


Sistem mempunyai batas-batas yang memisahkannya dari lingkungan. Konsep
batas-batas ini membantu kita memahami perbedaan antara sistem terbuka dengan sistem
tertutup.

Entropi Negatif
Sistem fisik yang tertutup itu tunduk pada entropi yang meningkat sampai
akhirnya seluruh sistem itu mati.

Keadaan mantap, Keseimbangan Dinamis, dan Harmonis


Konsep keadaan mantap (steady state) erat kaitannya dengan entropi negatif.
Sistem tertutup akhirnya pasti mencapai suatu keadaan seimbang dengan Entropi
maksimum – mati atau disOrganisasi.

Umpan Balik
Konsep umpan balik adalah penting untuk memahami cara suatu sistem
mempertahankan suatu keadaan yang mantap. Umpan balik dapat positif maupun negatif.

Hirarki
Sebuah konsep dasar dalam pemikiran sistem adalah mengenai hubungan-
hubungan hirearkis antara sistem-sistem. Sistem itu terdiri dari subsistem-subsistem yang
lebih rendah dan juga merupakan bagian dari suatu suprasistem.

Perkembangan Internal
Sistem tertutup maju ke entropi dan disorganisasi. Sebaliknya, sistem terbuka
tampaknya maju ke diferensiasi dan perkembangan yang lenih besar, dan level organisasi
yang lebih tinggi.

Mengejar Multi Sasaran


Sistme biologis dan sosial tampaknya mempunyai banyak sasaran atau tujuan.
Organisasi sosial mengejar banyak sasaran, tak lain karena mereka terdiri dari orang-
orang dan subunit-subunit yang berbeda-beda nilai dan tujuannya.

Equifinality Sistem Terbuka


Dalam sistem mekanis terdapat hubungan sebab akibat yang langsung antara
konsisi awal dan akhir.

Ikhtisar
Suatu organisasi berasal dari kerjasama manusia sebagai akibat adanya
keterbatasan yang dimiliki oleh manusia, yakni ketrbatasan fisik, waktu, keahlian, dan
kemampuan. Organisasi dirumuskan sebagai pembagian pekerjaan diantara orang-orang
yang usahanya harus dikoordinasikan untuk mencapai tujuan. Koordinasi dapat dilakukan
jika ada kesediaan berkorban dan kesediaan untuk bekrjasama.
Pendekatab klasik cenderung memandang organisasi sebagai suatu sistem
tertutup, suatu mesin yang mementingkan efisiensi di dalamnya.

Tahapan pengertian organisasi


• Tahapan pengertian organisasi, sebagai “regu atau rombongan” atau the herd
concept of organization, pada tahap ini organisasi dipandang sebagai sekelompok
orang yang bekerjasama, sedangkan kedudukan manajer hanya sebagai
“pengasuh”
• Tahapan pengertian organisasi sebagai “jaringan atau hubungan” antara orang-
orang yang bekerjasama, the person to person concept of organization.
• Tahapan pengertian organisasi, sebagai suatu “tim atau kelompok” orang yang
harus bekerjasama secara “integral” the group concept of organization.
• Tahapan pengertian organisasi, sbagai suatu “struktur atau kerangka formal” atau
the structure concept of organization. Pada tahap ini manajer dipandang sebagai
seorang “komikator dan koordinator”.
• Tahapan pebgertian organisasi, sebagai suatu sistem atau the system concept of
organization, pada tahap ini kita akan melihat tiga macam sistem yang bekerja
sama serta yang berhubungan satu sama lain, yaitu:
o Sistem kerjasama yang bersifat tekhnis, fungsi yang bekerja seperti suatu
mekanisme dan yang terdiri dari suatu tata kaitan prosedur-prosedur kerja
menjadi suatu sistem yang mekanis
o Sistem tata hubungan antar manusia yang masing-masing bekerja dan
membentuk suatu sistem sosial, suatu sistem yang terdiri dari orang-orang
yang bekerjasama sebagai makhluk sosial.
o Sistem komunikasi, suatu sistem tukar menukar informasi dan orang-
orang dalam sistem ini digerakkan secara integral dan sinkron, seolah-olah
digerakkan oleh tata informasi itu.

REORGANISASI DAN REKONSTRUKSI ORGANISASI


Reorganisasi adalah penyusunan kembali suatu organisasi, baik AD, ART-nya
maupun strukturnya, supaya organisasi itu lebih efektif dalam mencapai tujuan (penulis).
Reorganisasi ini dilakukan karena tuntutan “internal dan eksternal”. Reorganisasi ini
meliputi tindakan perubahan AD, ART maupun strukturnya, sehingga akan lebih baik
unuk membantu tercapainya tujuan.
Rekonstruksi adalah perubahan struktur suatu organisasi baik secara vertikal
maupun horizontal, agar lebih efektif membantu tercapainya tujuan. Restrukturisasi ini
dilakukan karena struktur organisasi tidak efektif lagi akibat adanya kemajuan atau
kemunduran perusahaan.
Restrukturisasi vertikal diartikan dengan memperpanjang tingkatan-tingkatan
suatu organisasi.
Kebaikan:
• Rentang kendali relatif sedikit
• Pengendalian karyawan lebih mudah
• Koordinasi relatif akan lebih baik.
Keburukannya:
• Tingakatan-tingkatan jabatan banyak, akibatnya tunjangan jabatan semakin
banyak.
• Jalur perintah dan tanggung jawab terlalu panjang
• Jalur informasi dan komunikasi cukup panjang

Rekonstruksi horizontal, diartikan perubahan struktur suatu organisasi dengan cara


menambah jumlah bagian/departemennya.
Kebaikannya:
• Jalur perintah dan tanggung jawab pendek
• Tingkatan jabatan sedikit
• Jalur informasi dan komunikasi relatif pendek

Keburukan:
• Rentang kendali semakin banyak
• Koordinasi akan lebih sulit
• Pengarahan dan pengendalian karyawan kurang baik

Mana yang baik, restrukturisasi vertikal atau horizontal?


Restrukturisasi yang terbaik, tergantung kepada kebutuhan dan penekanan yang
diinginkan. Jika pengarahan pengendalian dan koordinasi yang diutamakan maka
vetikallah yang lebih baik. Tetpi jika jalur perintah, tanggung jawab, dan komunikasi
yang diutamakan maka horizontallah yang terbaik.
Sebaiknya penilaian struktur suatu organiasi dilakukan sekali dalam lima tahun,
agar struktur itu selalu efektif dalam mencapai tujuan.
Likuidasi adalah pembubaran suatu perusahaan karena jatuh pailit, artinya perusahaan itu
jika diteruskan tidak akan menguntungkan lagi. Likuidasi ini disebabkan oleh pengaruh
internal dan eksternal, internal karena mengalami kerugian dan eksternal karena izinnya
dicabut oleh pemerintah.
PENGORGANISASIAN DAN ORGANISASI

(Disusun untuk melengkapi tugas pengantar manajemen)

Disusun Oleh :
Yoserizal 3197009

INSTITUT MANAJEMEN KOPERASI INDONESIA

Anda mungkin juga menyukai