Anda di halaman 1dari 6

Sumber Data

Data yang digunakan merupakan jenis data sekunder data yang diperoleh secara
tidak langsung dari literatur-literatur, data organisasi, dan istansi-instansi yang ada
hubungannya dengan masalah yang diteliti. Sumber berasal internet, dan beberapa
majalah yang berhubungan dengan dunia permusikan khususnya yang banyak
kaitannya dengan permusikan indie yang ada Bandung.

Rancangan Sampling

Dalam penelitian ini, penentuan responden akan ditentukan dengan metode sampling
berkelas (Cluster Random Sampling), yaitu cara yang digunakan untuk menentukan
jumlah sampel dari banyaknya jumlah populasi yang ada berdasarkan pada
proporsionalitas masing-masing kelas. Pedoman yang digunakan peneliti dalam
penentuan ukuran sampel yaitu pendapat Sudjana, yang mengatakan :
”Meskipun tidak ada kesempatan untuk n berapa buah sampel dikatakan
ukuran besar, namun pada kebanyakan pengguna statistik merasa puas jika n
melampaui 30.”
Berdasarkan pada teori tersebut maka peneliti akan mengambil sampel sebanyak 35
orang dengan menggunakan teknik sampling berkelas, dimana setiap kelas dibagi
berdasarkan :
Pemusik : 70
Internet : 35 +
Jumlah Populasi : 105 orang
Agar ukuran sampel yang diambil proporsional, maka digunakan formulasi sebagai
berikut :

ni = Ni X n
N
Keterangan :
N = Jumlah populasi n = Jumlah Sampel
Ni = Ukuran Kelas ni = Ukuran sampel yang akan diambil

Sehingga didapat :

Pemusik : 70 x 35 = 26 orang
105
Internet : 35 x 35 = 12 orang +
105 38 orang

Rancangan Analisis Data

Analisis data dilakukan terhadap semua data yang diperoleh agar dapat
memperoleh gambaran tentang pelaksanaan pelayanaan di dunia pemusikan, tingkat
kepuasan pemusik atau melalui internet dan upaya-upaya yang harus dilakukan oleh para
pemusik dalam peningkatan kepuasan konsumen. Rancangan analisis data yang
digunakan yaitu analisis deskriptif, berdasarkan data yang terkumpul.
Adapun analisis data yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Untuk identifikasi masalah yang pertama yaitu tentang bagaimana peredaran lagu
di masyarakat, apakah itu melalui pembelian Cd atau kaset original atau
melakukan pembelian melalui kaset bajakan ataukah melalui download dari
internet ataupun dari sesama penikmat musik dengan cara memindahkan melalui
flashdisk/media lainnya. kemudian data tersebut dianalisis dan dihitung dengan
menggunakan metode skoring, yaitu pemberian nilai terhadap peredaran lagu di
masyarakat yang akan disajikan dalam bentuk tabel, sebagai berikut :
Tabel : Sistem Penilaian Skoring Mengenai Peredaran Lagu di Masyarakat
Responden
Skala Penilaian Skor Jumlah Skor
Frekuensi %
Sangat Baik 3
Baik 2
Tidak baik 1
Jumlah 35 100

Untuk mengetahui tingkatan setiap skala penilaian, dapat dilakukan dengan


menentukan kelas interval berdasarkan formulasi sebagai berikut :
I = (Skt X n) – (Skr X n)
KI
Keterangan :
I = Indikator Skr = Skor Terendah

Skt = Skor Tertinggi n = Jumlah Sampel


KI = Banyak Skala Penilaian

Dari responden sebanyak 35 orang, maka akan didapat :


I = (35 X 3) – (35 X 1)
3
= 105 – 35 = 70 = 23,33 ~ 24
3 3

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka didapat interval sebagai berikut :


35 – 58 = Tidak Baik
59 – 82 = Baik
83 – 106 = Sangat Baik
Selain itu dibuat pula metode skoring untuk tingkat kepentingan musik ataupun yang
melalui internet di masyarakat yang akan disajikan dalam bentuk tabel, sebagai berikut :
Tabel : Sistem Penilaian Skoring Mengenai Tingkat Kepentingan musik di
masyarakat
Responden
Skala Penilaian Skor Jumlah Skor
Frekuensi %
Sangat Penting 3
Penting 2
Tidak Penting 1
Jumlah 35 100

Kemudian didapat interval sebagai berikut :


35 – 58 = Tidak Penting
59 – 82 = Penting
83 – 106 = Sangat Penting
Setelah data ditabulasikan ke dalam setiap tabel skoring, maka dari masing-masing
jumlah skor akan dihitung tingkat kesesuaian antara tingkat pelaksanaan dan tingkat
harapan, yang akan disajikan ke dalam bentuk tabel sebagai berikut :

Tabel : Tabulasi Kesesuaian Antara Tingkat Pelaksanaan dan Tingkat Harapan


dan Nilai Median dari Masing-Masing Tingkat
Jenis Tingkat Pelaksanaan Tingkat Kepentingan %
Pelayanan Skor Interpretasi Skor Interpretasi Kesesuaian
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Median Median

Kemudian menentukan posisi dari setiap jenis pelayanan kedalam diagram kartesius
dengan beberapa kriteria posisi, diantaranya :
• Kuadran 1 : Pelaksanaan pelayanan rendah tetapi tingkat harapan tinggi, maka
harus dilakukan perbaikan pada unsur pelayanan tersebut.
• Kuadran II : Pelaksanaan pelayanan tinggi dan tingkat harapan pun tinggi, maka
kondisi ini harus dipertahankan.
• Kuadran III : Pelaksanaan pelayanan rendah dan tingkat harapan pun rendah,
maka disarankan untuk melakukan perbaikan pelaksanaan tetapi apabila
menimbulkan biaya baru maka dapat di biarkan.
• Kuadran IV : Pelaksanaan tinggi tetapi tingkat harapan rendah, maka kondisi ini
disarankan untuk dipertahankan.
Diagram Kartesius Mengenai Tingkat pelaksanaan dan Tingkat Harapan Pemusik
dan Masyarakat Terhadap Jenis Pelayanan
Tingkat Harapan
(Y)

Kuadran I Kuadran II

Kuadran III Kuadran IV

0 Tingkat Pelaksanaan
(X)

2. Untuk identifikasi masalah yang kedua yaitu mengenai penaruh peredaran lagu
bajakan terhadap perusahaan rekaman baik itu major lbel ataupun indie di
indonesia pada umumnya dan khususnya di bandung, dapat dianalisis dengan
mengumpulkan data-data dari hasil kuseioner kemudian mengolahnya dengan
menggunakan metode skoring yang akan disajikan dalam bentuk tabel sebagai
berikut :

Tabel : Sistem Skoring Terhadap Tingkat Pengaruh Lagu Bajakan Terhadap


Perusahaan Rekaman
Skala Penilaian Skor Responden Jumlah Skor
Frekuensi %
Sangat Puas 3
Puas 2
Tidak Puas 1
Jumlah 35 100

Kemudian didapat interval sebagai berikut :


35 – 58 = Tidak Puas
59 – 82 = Puas
83 – 106 = Sangat Puas
3. Untuk identifikasi masalah ke tiga, mengenai upaya-upaya yang harus dilakukan
industri musik dalam mengurangi pembajakan lagu-lagu di daerah Bandung,
dapat dianalisis dari hasil pengolahan data-data, kemudian membandingkan
kondisi yang ada dengan mengacu pada beberapa literatur.