Anda di halaman 1dari 2

Teori Tumbukan

Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan yang efektif antara partikelpartikel
zat yang bereaksi. Tumbukan efektif adalah tumbukan yang mempunyai
energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi (James
E. Brady, 1990).
Contoh tumbukan yang
menghasilkan reaksi dan tumbukan
yang tidak menghasilkan
reaksi antara molekul hidrogen
(H2) dan molekul iodin (I2), dapat
dilihat pada gambar 3.4.
H2(g) + I2(g) 2 HI(g)
(a)
Gambar 3.4 Tumbukan antara molekul hidrogen (A)
dengan iodin (B) dan membentuk molekul HI(AB)
(b)
__________ _ 85
Sebelum suatu tumbukan terjadi,
partikel-partikel memerlukan suatu
energi minimum yang dikenal sebagai
energi pengaktifan atau energi aktivasi
(Ea). Energi pengaktifan atau energi
aktivasi adalah energi minimum yang
diperlukan untuk berlangsungnya
suatu reaksi. Sebagai contoh adalah
reaksi antara hidrogen (H2) dengan
oksigen (O2) menghasilkan air, dapat
dilihat pada gambar 3.5.
Ketika reaksi sedang berlangsung
akan terbentuk zat kompleks teraktivasi.
Zat kompleks teraktivasi berada
pada puncak energi. Jika reaksi
berhasil, maka zat kompleks teraktivasi akan terurai menjadi zat hasil reaksi.
Hubungan antara energi pengaktifan dengan energi yang diserap atau
dilepaskan selama reaksi berlangsung dapat dilihat pada gambar 3.6.
A. Pengaruh Konsentrasi
Pada umumnya, reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat, jika konsentrasi
pereaksi ditingkatkan. Untuk lebih memahami hal tersebut, lakukan percobaan
berikut ini.
Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju Reaksi
Alat dan bahan:
1. 3 buah tabung reaksi
2. 3 buah batang magnesium (Mg) dengan panjang 5 cm
3. 10 mL larutan HCl dengan konsentrasi masing-masing 1 M, 2 M, dan 3 M
Komplek teraktivasi
Mengurai untuk

membentuk hasil
H2O
O2
H2
H2 O2
Energi
2 H2 + O2
2 H2O
Gambar 3.5 Energi pengaktifan untuk reaksi
pembentukan air (H2O).
Energi
pengaktivan
Hasil reaksi
Koordinat reaksi Koordinat reaksi
Pereaksi
Hasil reaksi Pereaksi
Reaksi Endoterm Reaksi Eksoterm
Energi
Energi
Ea
Ea
H H
Gambar 3.6 Energi pengaktifan dan energi yang dilepas (eksoterm) atau energi yang diserap
(endoterm)