Anda di halaman 1dari 10

Pasar yang efisien adalah pasar dimana harga semua sekuritas yang diperdagangkan

telah mencerminkan semua informasi yang tersedia (Tandelilin, 2007). Menurut Husnan
(2005:256), pasar modal yang efisien merupakan pasar yang harga-harga sekuritassekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan. Semakin cepat informasi
baru tercermin pada harga sekuritas, maka semakin efisien pasar tersebut. Dengan demikian
akan sangat sulit bagi para pemodal untuk mendapatkan tingkat keuntungan di atas normal
secara konsisten dengan melakukan transaksi perdagangan di Bursa Efek Beberapa kondisi
yang harus terpenuhi untuk tercapainya pasar yang efisien yaitu:
1. ada banyak investor yang rasional dan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan,
2. semua pelaku pasar dapat memperoleh informasi pada saat yang sama dengan cara
yang mudah dan murah.
3. informasi yang terjadi bersifat acak,
4. investor bereaksi secara cepat terhadap informasi baru, sehingga harga sekuritas
berubah sesuai dengan perubahan nilai sebenarnya akibat informasi tersebut.
Fama (1970) mengklasifikasikan bentuk pasar yang efisien ke dalam tiga efficient
market hypothesis (EMH), yaitu:
1. Efisiensi Pasar Bentuk Lemah (weak form)
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga surat berharga saat ini betulbetul menggambarkan seluruh informasi yang terkandung dalam harga-harga surat
berharga di masa-masa lalu. Informasi masa lalu merupakan informasi yang sudah
terjadi. Jika pasar efisien dalam bentuk lemah, maka nilai-nilai masa lalu tidak dapat
dipergunakan untuk memprediksi harga sekarang. Ini berarti bahwa untuk pasar yang
efisien dalam bentuk lemah investor tidak dapat menggunakan informasi masa lalu
untuk mendapatkan abnormal return.
2. Efisiensi Pasar Bentuk Setengah Kuat (semi strong form)
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk setengah kuat jika harga-harga surat berharga
betul-betul menggambarkan seluruh informasi yang dipublikasikan. Jadi tak seorang
pun investor yang mampu memperoleh tingkat pengembalian yang berlebihan dengan
hanya menggunakan sumber-sumber informasi yang dipublikasikan. Termasuk jenis
informasi ini adalah laporan tahunan perusahaan atau informasi yang disajikan dalam
prospektus, informasi mengenai posisi perusahaan pesaing, maupun harga saham
historis.
3. Efisiensi Pasar Bentuk Kuat (strong form)
Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga- harga sekuritas secara penuh
mencerminkan semua informasi yang tersedia, termasuk informasi yang privat. Jika

pasar modal efisien dalam bentuk ini maka tidak ada individual atau group dari
investor yang dapat memperoleh abnornal return .
1. Pengertian Efisiensi Pasar Modal
Pasar modal dikatakan efisien bila informasi dapat diperoleh dengan mudah dan
murah oleh pemakai modal, sehingga semua informasi yang relevan dan terpercaya telah
tercermin dalam harga-harga saham (Brealy/Myers, 1988: hlm. 281-282. Sebagian besar
saham dihargai dengan tepat dan pemodal dapat memperoleh imbalan normal dengan
memilih secara acak/random saham-saham dalam kelompok risiko tertentu (Fuller/Farell,
1987: hlm. 98).
Ciri penting efisiensi pasar adalah gerakan acak (random walk) dari harga pasar
saham. Samuelson/Nordhaus (1986: hlm. 290) menjelaskan, bahwa karena pasar modal
efisien, maka harga saham secara cepat bereaksi terhadap berita-berita baru yang tidak
terduga, sehingga arah gerakannya pun tidak bisa diduga. Sepanjang sesuatu kejadian bisa
diduga, kejadian itu sudah tercermin pada harga pasar..
Dari pendapat-pendapat pakar keuangan, dapat diketahui bahwa yang dimaksud
dengan pasar modal yang efisien adalah sebagai berikut
a) Pasar menyediakan informasi yang akurat, lengkap, relevan dan jujur.
b) Investor tidak dimungkinkan mendapat abnormal return
c) Harga sekuritas tidak dapat diprediksi
Menurut Brealy (1988: hlm. 288) pasar modal dikatakan efisien sebagai berikut.

Pasar tidak punya ingatan

Adanya kepercayaan pasar

Tidak ada khayalan keuangan

Investor dapat membuat alternatif transaksi untuk dirinya sendiri

Refleksi satu sekuritas mencerminkan sekuritas secara keseluruhan

Sekuritas mencerminkan isi perut emiten

Jadi yang dimaksud dengan pasar modal yang efisien adalah bahwa informasi yang
tersedia secara luas dan murah untuk para investor dan semua investor yang relevan yang
telah dicerminkan dalam harga-harga sekuritas tersebut. Atau dengan kata lain pasar modal
yang efisien dapat ditarik asumsi sebagai berikut.
a. Harga saham secara lengkap menggambarkan semua informasi yang tersedia.
b. Investor akan menginterpretasikan dengan benar atas informasi yang tersedia.
2

c. Pialang tidak dapat beroperasi pada skala yang cukup untuk mempengaruhi harga.
Kalau tingkat efisiensi pasar modal ditentukan oleh ketersediaan informasi, maka
dapat dikatakan pasar modal yang ada di negara-negara maju relatif lebih efisiensi daridpada
negara-negara berkembang atau kurang maju (LDC). Hal ini karena negara maju memiliki
tekhnologi informasi yang lebih maju dibanding negara lainnya.
Istilah efisiensi pasar modal menunjukkan bahwa informasi yang relevan mengenai
pasar modal secara luas dan murah tersedia bagi investor, dan semua informasi yang
mempengaruhi dan relevan sudah tercermin pada harga saham. Efisiensi pasar modal
mempunyai beberapa tingkatan, menurut Eugene F. Fama (1970) terbagi atas tiga tingkat.
1. Weak Form
Efisiensi pasar bentuk lemah, bahwa kelebihan pendapatan atas dasar informasi historis
mengenai harga dan pendapatan. Ini berarti historis dari harta atau pendapatn atas saham
tidak akan memberikan dasar bagi peramalan yang paing baik tentang harga atau pendapatan
yang akan datang.
2. Semik-Strong-Form
Efisiensi pasar berbentuk setengah kuat, berarti para investor tidak dapat memperoleh
keuntungan di atas berdasarkan informasi umum yang tersedia. Pandangan efisiensi pasar
bentuk setengah kuat berpendapat, bahwa para analisis fundamental akan mempunyai
pendapatan sepadan dengan kemampuan mereka mengevaluasi data umum yang tersedia.
3. Strong-Form
Efisiens pasar berbentuk kuat berarti bahwa kelebihan pendapatan tidak dapat diperoleh
dengan menggunakan setiap sumber informasi, tanpa menghiraukan apakah informasi
tersedia secara umum atau tidak. Teorinya bahwa persaingan antara mereka dengan informasi
dari orang dalam lain secara tepat sekali akan menghasilkan keseimbangan harga. Pergerakan
harga keseimbangan tidak akan memberikan keseimbangan harga. Pergerkan harga
keseimbangan tidak akan memberikan kesempatan untuk memperoleh pendapatan di atas
rata-rata.
Kesimpulan dari bentuk-bentuk efisiensi pasar adalah bahwa fakta-fakta kelihatannya
sesuai dengan hasil dari efisiensi pasar bentuk lemah, serta bentuk setengah kuat. Menuruut
Kitchen (1970), ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi agar suatu pasar modal
dikatakan efisien.
Persyaratan itu adalah:
1. Tidak ada biaya tranksaksi
3

2. Informasi tersedia secara bebas dan cepat


3. Investor mempunyai homogeneous expectation, dan mereka bersifat risk averse
4. Ada pembeli dan penjual dalam jumlah yang besar, serta
5. Tersedia jumlah sekuritas yang cukup banyak untuk melakukan diversifikasi
Dari berbagai pendapat pakar keuangan mengenai efisiensi pasar modal dapat
diketahui bahwa efisiensi pasar modal berkaitan dengan kepercayaan investor terhadap
emiten. Informasi yang ada di pasar modal mempengaruhi kepercayaan investor yang
membentuk efisiensi pasar modal. Analisis yang dilakukan terhadap efisiensi pasar modal
bentuk lemah (weak form), semu kuat (semi-strong form), atau bentuk kuat (strong form)
tetap berkaitan dengan informasi dan kepercayaan investor. Kalau kita mengamati pasar
modal di Indonesia, ada beberapa hal yang bisa dikemukakan.
a. Investor bisa mendapatkan return yang abnormal
b. Informasi yang disampaikan tidak mencerminkan isi perut emiten
c. Kepercayaan investor disalahgunakan oleh emiten
i.

Kalau pada tahun 1989/awal-90, investor bersedai antri untuk membeli saham
dengan harga sangat tinggi (over price). Sedangkan pada sekitar akhir 1991
keadaan justru terbalik, di mana investor menjual harga saham di bawah harga
perdana (underprice), bahkan beberapa saham sudah mendekati harga nominal.

ii.

Volume transaksi yang semakin menurun

iii.

IHSG mengalami penurunan. Kalau pada tahun 1989/-awal 1990 IHSG


sampai mencapai 640, sedangkan pada sekitar 1991 pernah hanya sebesar 240.

Penurunan terjadi bila volume transaksi untuk melakukan transaksi menurun. Juga
karena tanggapan investor terhadap investor terhadap efisiensi pasar modal kita mulai
berkurang. Sehingga dapat dikatakan pasar modal Indonesia tidak efisien. Hal ini diperkuat
dengan hasil penelitian Heru Sutojo dan Udjian Wahyu Suprapto (1991) dan Herman Noe
Rahman (1991) yang menyimpulkan bahwa pasar modal Indonesia yang diwakili Bursa Efek
Jakarta tidak efisien.
Dengan mengetahui efisiensi pasar modal, kita dapat mengetahui hal berikut :
a. Perkembangan ekonomi
b. Perkembangan pasar modal
c. Perkembangan perusahaan atau emiten
d. Perkembangan pemodal atau investor
2. Informasi dalam Keputusan Investasi
4

Keputusan dalam investasi berkaitan dengan informasi. Hasil keputusan ini sangat
ditentukan oleh informasi yang memiliki decision maker. Terlebih lebih keputusan investasi
dalam instrument pasar modal, peranan informasi sangatlah vital. Hal ini bisa dipahami
mengingat instrumen pasar modal atau barang yang diperdagangkan sifatnya abstrak. Juga
efisiensi pasar modal sangatlah tergantung pada informasi ini.
Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya
dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau masa yang akan datang. (Setyo
Hari Wijanto, 1991). Informasi ini dapat dianggap sebagai suatu sumber daya, oleh karena itu
seperti sumber daya yang lain di dalam organisasi (personil, uang, materiil, dan mesin) dapat
di managed.
Sedangkan yang dimaksud dengan data adalah sekelompok symbol symbol teratur
yang mewakili kuantitas, tindakan, beban, dan sebagainya. Data terbentuk dari karakter yang
berupa alphabet numeric atau symbol khusus.
Informasi yang berkaitan erat dengan keputusan informasi di pasar modal tentunya
tidak dapat diabaikan atau dilupakan bagi siapa saja yang berkecimpung dalam investasi.
Supaya informasi yang menyangkut keuangan dan prestasi perusahaan bermanfaat maka
harus memiliki sifat sebagai berikut :
a. Relevan
b. Akurat
c. Konsistensi atau komparabilitas
d. Obyektivitas
e. Ketepatan Waktu
f. Dapat dimengerti
Secara umum dapat dikatakan bahwa informasi berguna jika dapat membantu
penilaian dalam mengambil keputusan termasuk keputusan investasi. Dengan kata lain
seorang pengambil keputusan (investor) akan membuat keputusan yang lebih baik jika
menggunakan informasi yang tepat.
3. Reaksi Harga Saham Terhadap Informasi Baru
Di dalam pasar yang kompetitif, harga ekuilibrium suatu aktiva ditentukan oleh
penawaran yang tersedia dan permintaan agregat. Harga keseimbangan ini mencerminkan
konsensus bersama antar semua partisipan pasar tentang nilai dari aktiva tersebut berdasarkan
informasi yang tersedia. Jika informasi baru yang relevan masuk ke pasar yang berhubungan
dengan

suatu

aktiva,

informasi

ini

akan
5

digunakan

untuk

menganalisis

dan

menginterpretasikan nilai dari aktiva yang bersangkutan dan berakibat terjadinya pergeseran
ke harga ekuilibrium yang baru. Harga ekuilibrium ini akan terus bertahan sampai suatu
informasi baru lainnya merubahnya kembali ke harga ekuilibrium yang baru.
Bagaimana suatu pasar bereaksi terhadap suatu informasi untuk mencapai harga
keseimbangan yang baru merupakan hal yang penting. Jika pasar bereaksi dengan cepat dan
akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi
yang tersedia, maka kondisi paasar yang seperti ini disebut dengan pasar efisien.
4. Teori Pasar Modal yang Efisien
Pasar modal yang efisien didefinisikan sebagai pasar modal yang harga sekuritasnya
mencerminkan semua informasi relevan. Klasifikasi tipe informasi :
1. Past price changes (perubahan harga diwaktu yang lalu)
2. Informasi yang tersedia di publik (public information)
3. Informasi yang tersedia baik kepada publik maupun tidak (public and private
information)
Tiga bentuk tingkatan untuk menyatakan efisiensi pasar modal , antara lain
sebagai berikut :
1. Keadaan dimana harga mencerminkan semua informasi yang ada pada catatan
diwaktu yang lalu. Keadaan dimana pemodal tidak dapat memperoleh tingkat
keuntungan diatas normal dengan menggunakan trading rules yang berdasarkan
informasi harga diwaktu yang lalu. Keadaan ini disebut sebagai bentuk efisiensi yang
lemah.
2. Keadaan dimana harga bukan hanya mencerminkan harga diwaktu yang lalu tetapi
semua informasi yang dipublikasikan. Keadaan ini disebut dengan bentuk efisiensi
stengah kuat dimana pemodal tidak bisa memperoleh keuntungan diatas normal
dengan memanfaatkan public information.
3. Bentuk efisiensi yang kuat dimana harga tidak hanya mencerminkan semua informasi
yang dipublikasikan tetapi juga informasi yang dapat diperoleh dari analisa
fundamental tentang perusahaan dan perekonomian. Pada keadaan ini pasar modal
menjadi seperti rumah lelang dimana harga selalu wajar dan tidak ada investor yang
mampu memperoleh perkiraan yang lebih baik tentang harga saham.
5. Pengujian Efisiensi Pasar
6

Ide dari pengujian pasar yang efisien dituangkan dalam suatu hipotesis yang disebut
dengan hipotesis pasar efisien (HPE) atau efficient market hypothesis (EMH). Untuk
mengetahui kebenaran dari hipotesis ini, maka perlu dilakukan pengujian secara
empiris untuk masing-masing bentuk efisiensi pasar.
Pengujian efisiensi pasar dibagi menjadi tiga kategori yang dihubungkan dengan
bentuk-bentuk efisiensi pasarnya sebagai berikut ini :
Pengujian-pengujian bentuk lemah (weak-form test) atau pengujian-pengujian
terhadap pendugaan return (tests for return predictability) yaitu seberapa kuat
informasi masa lalu dapat memprediksi return masa depan. Jika Hipotesis Pasar
Efisien benar, maka perubahan harga sekuritas masa lalu tidak berhubungan dengan
harga sekuritas sekarang, sehingga tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga
atau return dari sekuritas. Hipotesis untuk menguji bentuk lemah ini berhubungan
dengan hipotesis langkah acak (random walk hypothesis). Jika harga-harga mengikuti
pola langkah acak (random walk), maka perubahan harga dari waktu ke waktu
sifatnya adalah urandom atau acak yang independen. Ini berarti bahwa perubahan
harga hari ini tidak ada hubungannya dengan perubahan harga kemarin atau hari-hari
sebelumnya. Pengujian dari efisiensi pasar bentuk lemah ini dapat dilakukan dengan
cara pengujian statistic atau dengan cara pengujian menggunakan aturan-aturan
perdagangan teknis (technical trading rules). Kedua cara ini akan dibahas berikut ini :
Pengujian secara statistik
Pengujian secara dapat dilakukan dengan menguji independensi dari perubahanperubahan harga-harga sekuritas. Pengujian statistik yang banyak dilakukan untuk
pengujian independensi adalah pengujian hubungan variable dengan menggunakan
korelasi serial atau regresi linier dan pengujian run (run test).
Pengujian secara aturan perdagangan teknis
Untuk pasar yang tidak efisien bentuk lemah, pergerakan return atau harga sekuritas
dari waktu ke waktu dapat mempunyai pola yang tertentu. Pola yang terjadi dapat
berupa bentuk linier atau bentuk cyclical. Jika memang pola seperti ini dapat terjadi,
maka investor dapat menggunakannya sebagai strategi perdagangan untuk
mendapatkan keuntungan berlebihan. Salah satu strategi perdagangan yang
memanfaatkan pola perubahan harga sekuritas ini adalah strategi aturan saringan
(filter rule). Strategi aturan saringan ini merupakan strategi waktu (timing strategy),
yaitu strategi tentang kapan investor harus membeli atau menjual suatu sekuritas.
7

Dengan strategi ini, investor akan menjual sekuritas jika harga dari sekuritas
meningkat melebihi batas atas yang sudah ditentukan dan menjualnya jika harganya
turun lebih rendah dari batas bawah yang sudah ditentukan. Harga sekuritas yang
berada diantara dua batas ini dianggap masih merupakan harga sekuritas yang wajar
(fair price) yang sekuritasnya belum perlu dibeli atau dijual.
a. Pengujian-pengujian bentuk setengah kuat (semi-strong-form tests) atau studistudi peristiwa (event studies), yaitu seberapa cepat harga sekuritas
merefleksikan informasi yang dipublikasikan. Studi peristiwa (event study)
merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa
(event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event
study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi dan dapat juga
digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Pengujian
kandungan informasi dan pengujian efisiensi pasar bentuk setengah kuat
merupakan dua pengujian yang berbeda. Pengujian kandungan informasi
dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman
mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu
pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan
adanya perubahan harga dari sekuritas bersangkutan. Jika pengujian
melibatkan kecepatan reaksi dari pasar untuk menyerap informasi yang
diumumkan, maka pengujian ini merupakan pengujian efisiensi pasar secara
informasi bentuk setengah kuat. Pasar dikatakan efisien bentuk setengah kuat
jika investor bereaksi dengan cepat untuk menyerap abnormal return untuk
menuju harga keseimbangan yang baru. Jika investor menyerap abnormal
return dengan lambat, maka pasar dikatakan tidak efisien bentuk setengah kuat
secara informasi.
b. Pengujian-pengujian bentuk kuat (strong-form tests) atau pengujian-pengujian
terhadap informasi privat yaitu untuk menjawab pertanyaan apakah investor
mempunyai informasi privat yang tidak terefleksi di harga sekuritas. Terdapat
permasalahan dalam pengujian efisiensi pasar bentuk kuat. Permasalahannya
adalah informasi privat yang akan diuji merupakan informasi yang tidak dapat
diobservasi secara langsung. Oleh karena itu, pengujian ini harus dilakukan
secara tidak langsung dengan menggunakan proksi. Proksi yang digunakan
adalah return yang diperoleh oleh corporate insider dan return yang diperoleh
8

oleh portofolio reksadana. Alasannya adalah corporate insider dan reksadana


dianggap mempunyai informasi privat di dalam perdagangan sekuritas.
6. Anomali Pasar
Anomali pasar ialah teknik atau strategi yang tampaknya bertentangan dengan pasar
efisien. Beberapa anomaly yang banyak mendapat perhatian adalah anomaly karena strategi
PER rendah (low P/E ratios) dan anomaly efek ukuran perusahaan (size effect).
Basu (1977) melakukan penelitian dengan merangking PER dan membandingkan
hasil dari grup dengan PER tinggi dengan grup PER rendah selama 12 bulan setelah terjadi
pembelian sekuritas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sekuritas dengan PER rendah
mengalahkan sekuritas dengan PER tinggi. Hal ini dikatakan anomali karena informasi PER
merupakan informasi yang tersedia luas dan sudah banyak digunakan oleh pasar dalam
menilai suatu sekuritas. Jika banyak investor sudah menggunakan strategi ini, seharusnya
penggunaan strategi ini tidak akan menghasilkan abnormal return. Akan tetapi, kenyataannya
strategi ini dapat menghasilkan abnormal return, sehingga dianggap suatu anomali.
Anomali pasar juga terjadi untuk perusahaan kecil. Banz (1981) menemukan bahwa
perusahaan-perusahaan NYSE yang berukuran kecil memberikan return yang lebih besar
dibandingkan dengan return yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan besar.
7. Tiga Bentuk Teori Pasar Modal yang Efisien
Pasar modal yang efisien didefinisikan sebagai pasar modal yang harga sekuritas sekuritasnya
mencerminkan semua informasi yang relevan. Fama (1970) mengklasifikasikan informasi
menjadi tiga tipe, yaitu
(i)
(ii)
(iii)

past price changes (perubahan harga diwaktu yang lalu)


informasi yang tersedia kepada publik (public information).
informasi yang tersedia baik kepada publik maupun tidak (public and private

information).
Ada tiga bentuk tingkatan untuk menyatakan efisiensi pasar modal. Pertama adalah
keadaan dimana harga-harga mencerminkan semua informasi yang ada pada catatan harga
diwaktu yang lalu. Dalam keadaan seperti ini pemodal tidak bisa memperoleh tingkat
keuntungan diatas normal dengan menggunakan trading rules yang berdasarkan atas
informasi harga diwaktu yang lalu. Keadaan ini disebut sebagai bentuk efisiensi yang lemah
(weak form effiency).
Tingkat efisiensi kedua adalah keadaan dimana harga-harga bukan hanya
mencerminkan harga-harga diwaktu yang lalu, tetapi semua informasi yang dipublikasikan.
9

Keadaan ini disebut sebagai bentuk efisiensi setengah kuat (semi strong). Dengan kata lain,
para pemodal tidak bisa memperoleh tingkat keuntungan diatas normal dengan
memanfaatkan public information.
Bentuk ketiga adalah bentuk efisiensi yang kuat (strong forms) dimana harga tidak
hanya mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan, tetapi juga informasi yang bisa
diperoleh dari analisa fundamental tentang perusahaan dan perekonomian. Dalam keadaan
semacam ini pasar modal akan seperti rumah lelang yang ideal : harga selalu wajar dan tidak
ada investor yang mampu memperoleh perkiraan yang lebih baik tentang harga saham.
Kebanyakan pengujian bentuk ini dilakukan terhadap prestasi berbagai portofolio yang
dikelola secara profesional.

DAFTAR PUSTAKA
Anoraga, Pandji. 2001. Pengantar Pasar Modal. Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.

10