Anda di halaman 1dari 2

Pemimpin Aspiratif, Sinergis, Komunikatif, Responsive, Attitude

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, jika kita gambarkan dalam bentuk strata
sosial dalam sebuah lembaga/organisasi di lingkungan masyarakat maka sosok seorang
pemimpin menempati posisi tingkatan teratas. Seorang pemimpin dipilih berdasarkan
tingkat intelegensi, kredibelitas dan kualitas individu yang sangat kuat, yang mempunyai visi
dan misi serta tujuan yang sangat mendominasi baik itu di dalam sebuah kelembagaan,
perusahaan, organisasi bahkan dalam sebuah bangsa dan negara.
Namun unsur paling umum yang muncul dalam definisi kepemimpinan banyak sekali
tipe pemimpin, sehingga pemimpin tersebut dikatakan pemimpin yang ideal. Diantaranya
adalah, pemimpin yang Aspiratif, Sinergis, Komunikatif, Responsive, Attitude. Dalam hal ini
bagaimanakah pemimpin yang demikian? Pemimpin aspiratif itu sederhana. Dia harus
mampu mendengar dan melihat (keluhan) rakyatnya. Bukan sebaliknya, rakyat diharapkan
mendengar dan melihat keinginan-keinginan subjektifnya. Dengan menjadi aspiratif berarti
pemimpin itu melibatkan rakyatnya untuk berpartisipasi, yang juga berarti tidak menjadikan
rakyat sebagai komoditas kepemimpinannya. Diperah dan ditakut-takuti. Mengapa harus
apiratif? Kepemimpinan itu adalah amanah sebuah titipan atau perwalian kepemimpinan
yang sebenarnya menjadi kewajiban seluruh rakyat (artikan juga sebagai karyawan atau
pekerja) dalam mencapai kesejahteraan bersama (kepemimpinan itu bukan cara untuk
memenuhi ambisi subyektif pemimpin, melainkan sebagai alat untuk mencapai
kesejahteraan bersama). Selain itu pemimpin juga harus mampu menjalankan prinsip
sinergis. Sinergi dapat diartikan sebagai membangun dan memastikan hubungan kerjasama
yang produktif serta harmonis dengan hasil yang bermanfaat dan berkualitas. Pemimpin
harus mampu bersinergis dengan rakyatnya sehingga keinginan rakyat dan pemimpin dapat
saling berkesinambungan dan dapat dijalankan dengan baik. Dua perilaku utama pada nilai
sinergi yaitu yang pertama adalah memiliki prasangka yang positif, saling percaya dan
menghormati. Dan yang kedua adalah menemukan dan melaksanakan solusi yang terbaik.
Dengan adanya sinergi yang positif maka hasil yang diperoleh akan menjadi lebih baik
sehingga apabila ada maslah yang dihadapi solusinya akan lebih baik. Pemimpin yang
komunikatif adalah pemimpin yang mempunyai peran besar, apalagi ketika banyak yang
ingin berbicara, ingin mengetahui mengenai apa yang ada didalam diri pemimpin tersebut
atau organisasi, ingin mengetahui berita tentang sepak terjang kinerja dan organisasi.

Tentunya pemimpin harus mampu menjawab semua pertanyaan tersebut dengan lugas
sehingga mereka akan merasa puas dengan jawaban pemimpin gtersebut. Ini adalah sebuah
tugas penting bagi seorang pemimpin dalam memimpin sebuah organisasi. Ini adalah
tanggung jawab pemimpin dan tanggung jawab pemimpin adalah besar. Bagaimana jika
seorang pemimpin merasa gugup dalam berbicara kepada orang lain, ini tentu akan
menyebabkan reputasi diri pemimpin goyah dan para semua akan melihat Anda adalah
seorang pemimpin yang tidak mampu mengangkat citra organisasi di tengah masyarakat.
Pemimpin juga harus mampu bersikap responsif. Pemimpin yang responsif merupakan
dambaan masyarakatnya. Dambaan rakyat kita agar pemimpinnya responsif sehingga bisa
mengambil langkah-langkah cepat dalam menangani segala masalah yang datang
dihadapannya. Yang terakhir, Pemimpin yang memiliki attitude, terlebih lagi positif attitude
(sikap yang positif yang berfungsi sebagai sumber inspirasi bagi pengikut. Jika para
pemimpin tampaknya putus asa atau apatis, anggota kelompok cenderung juga menjadi
bersemangat. Bahkan ketika hal-hal terlihat suram dan pengikut akan mulai merasa putus
asa, mencoba untuk tetap positif. Ini tidak berarti mengulas sesuatu melalui pandangan
suram. Dalam artian ini untuk menjaga rasa optimisme dan harapan dalam menghadapi
tantangan.
Seorang pemimpin yang luar biasa dapat memberikan gaya kepemimpinan yang
sangat sesuai dalam kebutuhan pada suatu kelembagaan, perusahaan, organisasi bahkan
dalam sebuah bangsa dan negara.