Anda di halaman 1dari 12

RANCANG BANGUN TROUGHED BELT CONVEYOR PENGANGKUT

BENTONIT DENGAN KAPASITAS 28 TON/JAM


JURNAL
KONSENTRASI TEKNIK PRODUKSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan
memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun Oleh :
LEO HUTRI WICAKSONO
NIM. 0810623055-62

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN MESIN
MALANG
2013

LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANG BANGUN TROUGHED BELT CONVEYOR PENGANGKUT
BENTONIT DENGAN KAPASITAS 28 TON/JAM

JURNAL
KONSENTRASI TEKNIK PRODUKSI

Diajukan untuk memenuhi persyaratan


memperoleh gelar Sarjana Teknik

Disusun Oleh :
LEO HUTRI WICAKSONO
NIM. 0810623055-62

Telah diperiksa dan disetujui oleh :

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Dr. Ir. Achmad Asad Sonief, MT.


NIP. 19591128 198710 1 001

Francisca Gayuh U.D., ST., MT


NIK. 820919 06 1 2 0259

RANCANG BANGUN TROUGHED BELT CONVEYOR PENGANGKUT


BENTONIT DENGAN KAPASITAS 28 TON/JAM
Leo Hutri Wicaksono, Achmad Asad Sonief, Francisca Gayuh U.D
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. Mayjend Haryono no. 167, Malang, 65145, Indonesia
E-mail : leon_birthdayri@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penggunaan conveyor pada industri pengecoran logam saat ini masih konvensional pada
proses pemindahan materialnya, untuk itu perlu dilakukan perancangan mengenai belt conveyor
untuk proses pemindahan material pada industri pengecoran logam. Belt conveyor adalah
conveyor yang digunakan untuk mengangkut material satuan atau curah. Troughed belt conveyor
yang ditelah dibuat memiliki kapasitas 28 ton/jam dengan kecepatan 4.9 m/menit. Terdapat
beberapa perbedaan hasil conveyor terhadap perencanaan awal akan tetapi conveyor ini tetap
dapat digunakan sesuai yang diinginkan.
Kata Kunci : troughed belt conveyor, rancang bangun, kapasitas belt conveyor.

perlindungan terhadap material. Salah


satu jenis alat transportasi untuk
mengangkut material adalah conveyor.
Conveyor digunakan pada berbagai
industri sebagai transportasi berbagai
material dalam lingkungan industri
tersebut. Material yang diangkut mulai
dari raw material hingga hasil produksi,
termasuk memindahkan material antar
work station.
Perkembangan
mengenai
teknologi conveyor sudah banyak di
desain dengan berbagai macam tipe,
salah satunya adalah belt conveyor. Belt
conveyor merupakan jenis conveyor
yang paling banyak digunakan karena
paling serba guna dan relatif murah.
Fungsi belt conveyor adalah untuk
mengangkut muatan satuan (unit load)
atau muatan curah (bulk load).
Karakteristik umum belt conveyor
adalah
dapat
beroperasi
secara
horizontal atau vertical, kecepatan
conveyor dapat dikontrol dan dapat

PENDAHULUAN
Di dalam industri, bahanbahan
yang digunakan kadang kala merupakan
bahan yang berat maupun berbahaya
bagi manusia. Oleh karena itu diperlukan
alat transportasi untuk mengangkut
bahanbahan
tersebut
mengingat
keterbatasan
kemampuan
tenaga
manusia baik itu berupa kapasitas bahan
yang
akan
diangkut
maupun
keselamatan kerja dari karyawan.
Proses pemindahan material atau
material handling merupakan proses
pemindahan material atau barang dengan
menggunakan metode dan peralatan
tertentu. Definisi lain dari material
handling adalah ilmu atau seni tentang
pemindahan,
penyimpanan,
perlindungan dan pengontrolan material.
Beberapa tujuan dari material handling
adalah menjaga dan mengembangkan
kualitas
produk,
meningkatkan
produktivitas
dan
memberikan
1

digunakan untuk mengangkut material


secara kontinyu.

ketika sensor cahaya pada nomor 4


mendeteksi pasir maka sensor akan
menghentikan

pergerakan

mesin

conveyor pada nomor 3 dan akan

INSTALASI

menggerakan pneumatik.
4. Setelah sensor cahaya pada nomor 4
menghentikan

mesin

conveyor

nomor 3, pneumatik pada nomor 5


akan bergerak membuka penutup
bak.
5. Setelah pneumatik membuka pintu

Gambar 1 Instalasi

bak, pneumatik kembali menutup


Keterangan:

pintu bak, lalu proses kembali ke

1. Conveyor pengangkut bentonit.

awal.

2. Sensor.
3. Conveyor pengangkut pasir

PROSES PENGERJAAN

4. Sensor

1. Frame
Menggunakan pelat MS

5. Pneumatik

Cara kerja conveyor:

(mild steel) dengan ketebalan 2

1. Pada keterangan nomor 1 adalah

mm dan dimensi 750 mm x 60

pengangkut

mm, seperti ditunjukan pada

bentonit, dimana conveyor ini terus

gambar 2. Pelat jenis ini mudah

berjalan mengisi kedalam bak hingga

dibentuk dan harganya relatif

ketinggian yang diinginkan sehingga

murah sehingga cocok digunakan

terdeteksi sensor cahaya pada nomor

pada conveyor ini. Proses yang

2.

dilakukan pada frame ini adalah

conveyor

sebagai

proses bending

2. Ketika sensor 2 mendeteksi bentonit

dan drilling

maka mesin conveyor pada nomor 1

sesuai dengan desain yang telah

akan berhenti dan akan menggerakan

ditentukan, lalu menghaluskan

mesin conveyor pada nomor 3.

sudut-sudut yang tajam dan kasar

3. Conveyor
mengangkut

akan

dengan menggunakan gerinda.

bergerak

pasir kedalam

bak

hingga ketinggian yang diinginkan,

dimensi 155 mm x 75 mm, seperti


ditunjukan pada gambar 4. Proses
yang dilakukan pada tail frame ini
adalah proses cutting dan drilling
sesuai dengan desain yang telah
ditentukan.
Gambar 2 Frame

proses

Sebelum melakukan

drilling,

terlebih

dahulu

dibuat soft drawing dari tail frame

2. Head Frame
Menggunakan pelat MS (mild

sehingga memudahkan melakukan

steel) dengan ketebalan 3 mm dan

drilling

dimensi 150 mm x 75 mm, seperti

Kemudian sudut-sudut tail frame

ditunjukan pada gambar 3. Proses

dihaluskan menggunakan gerinda.

yang dilakukan pada head frame

Lalu tail frame disambung ke frame

adalah proses cutting dan drilling

dengan proses pengelasan.

terhadap

tail

frame.

sesuai dengan desain yang telah


ditentukan.
proses

Sebelum melakukan

drilling,

terlebih

dahulu

dibuat soft drawing dari head frame


sehingga memudahkan melakukan
drilling

terhadap

head

frame.

Kemudian sudut-sudut head frame


dihaluskan menggunakan gerinda.

Gambar 4 Tail Frame

Lalu head frame disambung ke frame

4. Tumpuan Belt
Tumpuan belt menggunakan

dengan proses pengelasan.

material pelat MS dengan ketebalan


3 mm dan dimensi 150 mm x 22 mm,
seperti pada gambar 5.
belt dipasang

pada

Tumpuan
frame dan

disambung menggunakan baut dan


mur. Tumpuan belt menggantikan
Gambar 3 Head Frame

carry idler sebagai penumpu belt.

3. Tail Frame
Menggunakan pelat MS (mild
steel) dengan ketebalan 3 mm dan
3

Material yang diangkut oleh


conveyor

akan

ditampung

oleh

hopper, seperti pada gambar 7.


Proses yang dilakukan pada hopper
adalah

bending,

proses

cutting,

pengelasan dan dihaluskan dengan


Hopper dipasang pada

gerinda.

support dan harus terletak tepat


dibawah

head

pulley

sehingga

Gambar 5 Tumpuan Belt

material yang diangkut tepat jatuh ke

5. Support
Support menggunakan material

dalam hopper. Sudut pada hopper

pipa kotak dengan ketebalan 1.5 mm

bentonit yang jatuh ke dalam hopper

dan dimensi 30 mm x 30 mm, seperti

sehingga bentonit tidak akan jatuh

pada gambar 6. Dilakukan proses

beterbangan.

cutting dan pengelasan, lalu support

terdapat akrilik dengan ketebalan 2

frame

mm dan dimensi 60 mm x 225 mm.

dihubungkan

dengan

bertujuan

Akrilik

menggunakan baut dan mur.

untuk

ini

menahan

laju

Pada hopper ini

merupakan

tempat

pemasangan sensor.

Gambar 7 Hopper

Gambar 6 Support
6. Hopper
Spesifikasi :

- Plat MS 1 mm

PEMILIHAN KOMPONEN

- Panjang = 250 mm

1. Head Pulley

- Lebar = 200 mm

Spesifikasi :

- Tinggi = 225 mm

- Sudut = 151o

Pipa Sch (schedule) 40 48 mm


x 244 mm

As 20 mm x 391 mm

Pelat tebal 72 mm x 20 mm

Spesifikasi : Pipa Sch (schedule) 40

Aligning ball bearing 1202

42 mm x 244 mm

Snap ring H-15

2. Tail Pulley

As 15 mm x 310 mm

ukuran

Pelat tebal 42 mm x 20 mm

Semakin

Aligning ball bearing 1202

besar nomor Sch maka pipa akan

Snap ring S-15

Schedule

merupakan

ketebalan dinding pipa.

semakin

tebal.

Dengan

Tail pulley dipasang pada tail frame.

menggunakan diameter yang kecil,


pipa sch 40 cocok digunakan untuk
belt conveyor ini.

3. Return Roller
Return roller menggunakan

Penggunaan

aligning ball bearing dikarenakan

material stainless steel.

bearing jenis ini mampu meluruskan

dengan material ini tidak akan

posisinya apabila terjadi kesalahan

berkarat sehingga roller ini dapat

pada saat belt conveyor berjalan.

digunakan dalam waktu lama. Belt

Snap ring digunakan untuk menahan

conveyor ini tidak terlalu panjang

dan

sehingga

mengencangkan

komponen,

cukup

Roller

menggunakan 1

biasa dipasang pada shaft atau

return roller. Retun roller digunakan

housing. Head pulley ini dipasang

untuk menumpu belt, dipasang pada

pada head frame dan terhubung ke

bagian

sproket, seperti pada gambar 8.

mengangkut material, seperti pada

bawah

belt

yang

gambar 9.
Spesifikasi :
-

Pipa 27 mm x 190 mm

Nylon 27 mm x 17 mm

As 12 mm x 230 mm

Gambar 8 Head Pulley

Gambar 9 Return Roller


5

tidak

4. Adjustable
Menggunakan pelat MS dengan
ketebalan 10 mm dan diameter 100
mm,

seperti

pada

gambar

10.

Fungsinya untuk mengatur ketinggian


belt conveyor sesuai yang diinginkan.

Gambar 11 Motor

6. Belt
Belt menggunakan PVC putih
Gambar 10 Adjustable

dengan dimensi 1500 mm x 200 mm.

5. Drive Power
o Motor

Penggunaan belt pvc ini sudah cukup

PEEI MOGER

kapasitas yang tidak terlalu banyak

M-5IK 40N-C

dan jarak angkut yang tidak jauh.

1 4P 40W CONT 2.3 F

untuk mengangkut bentonit dengan

220V 50Hz 0.30A 1375 RPM

7. Solenoid Valve

220V 60Hz 0.29A 1675 RPM

Spesifikasi :
-

o Gearbox
-

G-5N30-K

Rasio 1:30

Max : T = 65 kgfcm

Solenoid Valve mendapat arus


DC.

o Sproket
-

RS 35

Gear Ratio 13:20

MFH -5 -718 B
2 - 10 bar
28 - 145 psi

Udara

disalurkan
masuk

oleh

melalui

kemudian keluar

bertekanan

yang

kompresor

akan

lubang

masukan

melalui lubang

keluaran menuju pneumatic, seperti


pada gambar 12.

pasaran sehingga cocok digunakan


untuk belt conveyor ini. Sensor ini
dipasang di hopper seperti pada
gambar 14.

Gambar 12 Solenoid Valve

8. Pneumatic
Spesifikasi :
-

FESTO DSNU-20-50-PPV-A

19237 A90B

P max = 10 bar

Gambar 14 Sensor

Pneumatic dipasang di support dan


dihubungkan
Pneumatic

dengan
jenis

ini

digunakan pada belt

deck
sudah

FINISHING DAN ASSEMBLY

hopper.
cukup

Dilakukan proses

pengecatan

conveyor ini

pada komponen-komponen yang telah

dikarenakan daya tampung hopper yang

dibuat dan merakit komponen-komponen

tidak terlalu banyak sehingga deck

tersebut.

hopper mampu ditarik dan didorong oleh

terdapat kendala yaitu deck hopper tidak

pneumatic, seperti pada gambar 13.

dapat

Pada tahap perakitan ini

keluar-masuk

dengan

lancar.

Pneumatic tidak mampu mendorong deck


hopper dikarenakan dimensi deck hopper
yang sedikit kebesaran. Kemudian deck
hopper tersebut dikecilkan ukurannya
(ketebalan) dengan gerinda.
proses
running

Gambar 13 Pneumatic

assembly
test

selesai,

belt

Setelah
dilakukan

conveyor

untuk

mengetahui apakah belt conveyor ini


mampu berjalan dengan baik pada saat
9. Sensor
Jenis sensor yang digunakan

mengangkut bentonit.

Tidak terdapat

masalah pada saat running test.

adalah proximity capacitive sensor.


Sensor jenis ini mudah didapatkan di
7

angkut yang lebih jauh, troughed idler

HASIL BELT CONVEYOR

tersebut sangat diperlukan.


Spesifikasi konveyor sebagai berikut :
1. Jarak Pemindahan (L)

: 720 mm

2. Tinggi conveyor (H)

: 500 mm

2. Sproket pada perencanaan awal


menggunakan RS 25 16 T : 16 T,
tetapi dikarenakan sproket tersebut

3. Kecepatan belt conveyor :

tidak tersedia di pasaran lalu

4.9 m/menit

diganti dengan RS 35 13 T : 20 T.

4. Kapasitas belt conveyor (Qtr) :

Hal ini dapat ditolerir karena pada

28.495 ton/jam

saat

belt

pengujian,

conveyor

berjalan cukup lambat sesuai yang

PEMBAHASAN

diinginkan sehingga bentonit tidak


jatuh beterbangan.

Belt conveyor dapat berjalan

3. Belt

dengan baik untuk mengangkut material

perencanaan

awal

menggunakan rubber belt yang

atau tanpa mengangkut material akan

memiliki 3 ply akan tetapi karena

tetapi belt conveyor ini tidak sesuai

faktor biaya, belt yang digunakan

dengan perencanaan awal. Hal-hal yang

adalah belt pvc. Penggantian belt

tidak sesuai dengan perencanaan awal

pada belt conveyor ini tidak

yaitu:
1. Jenis

pada

belt

conveyor

ini

troughed belt conveyor.

adalah

Troughed

lebih

belt

sehingga

tidak

ini akan lebih cepat aus apabila

Dalam

digunakan dalam jangka panjang.

tidak

4. Kapasitas material

yang mampu

diangkut oleh conveyor ini adalah 28

tersebut dengan tumpuan belt dan


juga

jumlah

oleh tumpuan belt, maka belt pvc

terdapat masalah menggantikan idler

perawatan

dalam

dikarenakan carry idler digantikan

dengan tumpuan belt. Penggantian ini

dilakukan

yang

mengalami masalah. Akan tetapi

fungsi troughed idler tersebut diganti

yang

bentonit

lambat

belt conveyor yang telah dibuat,

pengujian

dikarenakan
tidak

negatif

banyak dan kecepatannya cukup

Pada

setiap idler terdapat 3 roller. Pada

disebabkan faktor biaya.

dampak

diangkut

belt conveyor umumnya ditumpu oleh


2 atau lebih troughed idler.

memberikan

ton/jam

mudah

akan

tetapi

pada

saat

pengujian hanya digunakan untuk

dilakukan. Akan tetapi, bila material


yang diangkut lebih banyak dan jarak
8

mengangkut

10

dikarenakan

faktor

kg

bentonit

biaya

dan

kapasitas tampung hopper yang tidak

DAFTAR PUSTAKA

mencukupi.
Anonymous 1. 2012. Slat and Screw
Conveyors
http://www.havenconveyors.co.uk
/slat_screw_conveyors/slat_screw
_conveyors.html.

(diakses

10

November 2012)
Anonymous 2. 2012. Gravity Conveyors
http://www.havenconveyors.co.uk
/gravity_conveyors/gravity_conve
Gambar 15 Conveyor yang telah dibuat

yors.html. (diakses 10 November


2012)
Anonymous 3. 2012. Belt Conveyors

KESIMPULAN

http://www.havenconveyors.co.uk
Dari proses pengerjaan yang telah
dilakukan

oleh

penulis,

/belt_conveyors/belt_conveyors.ht

didapatkan

ml. (diakses 10 November 2012)

kesimpulan sebagai berikut:


1. Dengan

Anonymous 4. 2012. Troughed Belt

kecepatan konveyor

4.9

Conveyors

m/menit, kapasitas angkut conveyor

http://www.mechanicalengineerin

yang

gblog.com/tag/troughed-conveyor-

dihasilkan

adalah

28.495

ton/jam.
2. Material

belt-design/.
yang

diangkut

adalah

Anonymous

3. Jenis belt conveyor yang digunakan


troughed

belt

09

November 2012)

bentonit.

adalah

(diakses

5.

2012.

Conveyors

http://boyideas.wordpress.com/tag

conveyor

/conveyor/ (diakses 01 November

dikarenakan material yang diangkut

2012)

adalah material curah.

Anonymous 6. 2012. Gear Wheels and


Chain
http://www.technologystudent.co
m/gears1/chain1.htm. (diakses 01
November 2012)
Anonymous 7. 2012. Solenoid Valve
http://otosensing.blogspot.com/20
9

10/09/solenoid.html. (diakses 25

Fakultas

Maret 2013)

Negeri Semarang.

Anonymous 8. 2012. Bulk Handling

Teknik,

Universitas

Zainuri, A. 2010. Elemen Mesin II.

http://www.entecomsystems.eu/scr

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas

aper-conveyors. (diakses 03 Mei

Teknik, Universitas Mataram.

2013)

Apache. 2012. Belting Products and


Services Catalog. Iowa: Apache
Brabender. 1999. Ingredient Bulk Density
Table. Ontario: Brabender
Contitech. 1994. Conveyor Belt System
Design.

Hannover:

Contitech

Transportbandsysteme GmbH.
Dunlop. 2004. Conveyor Belt Design.
Moscow: Dunlop
Dunlop. 2010. Conveyor Belt Technique.
Moscow: Dunlop
Heru, T. 1999. Pneumatik Dasar.
Ray, S. 2008. Introduction to Material
Handing. New Delhi: New Age
International (P) Ltd, Publishers.
Richmond. 2011. Belting Products and
Services

Catalog.

Augusta:

Richmond
Spotts, M. F. 1983. Design of Machine
Elements. New Delhi: Prentice Hall
of India Private Ltd.
Sularso. 1985. Dasar Perencanaan dan
Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta:
PT Pradnya Paramita.
Wirawan. 2011. Bahan Ajar PneumatikHidrolik. Jurusan Teknik Mesin,

10