Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Gambar 1.1 Bunga Krisan


Bunga krisan (Chrysanthymum morifolium) sebagai bunga potong sangat disenangi
konsumen di Indonesia, karena keindahannya dan termasuk salah satu komoditi utama tanaman
hias disamping mawar, anggrek dan gladiol, keragaman bentuk, warna dan mudah dirangkai
serta memiliki kesegaran bunga cukup lama, bisa bertahan sampai 3 minggu. Diantara tanaman
hias yang telah memiliki nilai komersial yaitu bunga mawar dan krisan, sehingga dikategorikan
sebagai komoditas unggulan.
Tanaman Krisan (crhysantemum) merupakan tanaman yang mempunyai potensi untuk
dikembangkan dalam skala komersial terutama sebagai tanaman hias dalam pot maupun bunga
potong.Tanaman Krisanthemum yang tertua adalah Tanaman Krisanthemum Cina yang
bentuknya mirip dengan bunga daisy di Cina juga. Tanaman Krisanthemum Cina tersebut telah
dikultivasikan sekitar 2,500 tahun sebelum diperkenalkan ke Eropa dan sekarang bunga seruni
ini telah banyak ditanam di negara Barat dan Eropa bahkan Tanaman Krisan ini diangkat
menjadi bunga nasional negara Jepang. Tanaman Krisan masih tergolong ke dalam famili yang
sama dengan bunga aster dan daisy, yaitu famili Asteraceae.

1.2 RUMUSAN MASALAH


a. Bagaimana proses panen bunga krisan?
b. Tindakan apa saja yang dilakukan pasca panen bunga krisan?
c. Sarana apa saja yang digunakan saat panen bunga krisan?
d. Apa saja model percontohan pasca panen bunga krisan ?

1.3 TUJUAN
a. Untuk mengetahui proses panen bunga krisan
b. Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan pasca panen bunga krisan
c. Untuk mengetahui sarana yang digunakan saat panen bunga krisan
d. Untuk mengetahui model percontohan sarana pasca panen bunga krisan

BAB II
ISI

2.1 PANEN BUNGA KRISAN


Tanaman krisan berbunga 3 bulan 4 bulan setelah pindah tanam, tergantung pada
varietas atau kultivar tanaman krisan tersebut. Pada krisan jenis standar penentuan stadium panen
yang tepat adalah ketika bunga telah mekar atau 3 hari 4 hari sebelum mekar penuh. Untuk
krisan jenis spray dapat dipanen dila 75% - 80% dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai
telah mekar penuh (Rukmana dan Mulyana, 1997).
Keadaan bunga siap panen adalah bunga telah mencapai ukuran penuh, intensitas warna
hampir mencapai puncaknya, mahkota bunga terbuka 450 terhadap garis vertikal dan mata
bunganya masih merapat (Hasim dan Resa, 1995). Sarwono (1992) melaporkan bahwa
pemanenan sebaiknya dilakukan sewaktu bunga mengandung banyak air yaitu sekitar pukul
06.00-08.00. Walupun demikian pemanenan dapat juga dilakukan pada pukul 16.00-17.00.
Karena pada jam tersebut penghisapan air yang dilakukan oleh tanaman berlangsung lebih
banyak dari pada penguapanya. Jika pemanenan dilakukan pada siang hari, dikhawatirkan
tanaman sudah mulai melakukan metabolisme secara aktif sehingga daya tahan bunga terhadap
kelayuan menjadi rendah.
Waktu panen yang paling baik adalah pada pagi hari, dimana pada suhu udara tidak
terlalu tinggi dan saat tekanan turgor optimum. Cara panen bunga krisan yaitu dengan
menentukan tanaman siap panen, kemudian dipotong pada tangkai bunga menggunakan gunting
steril sepanjang 60 cm 80 cm dengan menyisakan tunggal batang setinggi 20cm-30cm dari
permukaan tanah. Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 cm x 10 cm seluas 1 ha yaitu
800.000 tanaman (BAPPENAS, 2008).

2.2 PASCA PANEN BUNGA KRISAN


Penanganan pasca panen bunga merupakan suatu kegiatan yang memberi perlakuan
terhadap bunga krisan, setelah bunga dipanen hingga bunga diterima konsumen.
Tujuan penanganan pasca panen:
1) Memperkecil respirasi,
2) Memperkecil transpirasi,
3) Mencegah infeksi atau luka,
4) Menjaga performance,
5) Meningkatkan daya saing.
Penyortiran dan Penggolongan
Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu bersihkan
dari daun-daun kering atau terserang hama. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai.Kriteria
utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat dan bebas hama dan
penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu:
Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar, yaitu panjang tangkai bunga lebih dari
70 cm, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm
Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga, florist menengah dan dekorasi massal
yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari
5 mm.

Perlakuan di lapang
Pengikatan bunga krisan spray dilakukan sekaligus di lapang. Diikat 10 cm dari
pangkal.Setiap ikat, minimal 10 tangkai, jika dibungkus kertas, diameter bagian atas min. 20
cm.Ukuran kertas pembungkus 40 cm x 60 cm.Bunga dipotong dg panjang tangkai 70 cm, dan
20 cm dr bawah harus bersih dari daun2 nya. Ikatan bunga direndam dalam air, setelah 10 ikat
sebaiknya dibawa ke tempat packing, lalu dibungkus dengan kertas, dan segera masuk ke dlm
air rendaman lagi. Untuk tipe standar tanpa naungan, bunga hrs segera dibawa ke packing house,
lalu masing2 bunga dikerodong dg kertas contong (kerucut) unt melindungi mahkota bunga agar
tidak rusak. Lalu diikat tiap 10 tangkai bunga, dan tangkai bunga dipotong rata, setiap 10
tangkai diikat dan dibungkus dengan kertas.
Segera dimasukkan ke dalam air perendam. Agar air rendaman bebas dari cendawan dan bakteri
yg merugikan, air perlu diberi 100 ppm chlorin, sehingga pangkal tangkai yang terendam tidak
cepat busuk.
4

Penyimpanan

suhu

Bunga yang tidak terjual direndam dalam air bersih setinggi 15 cm lalu disimpan dalam
4-8 C. Untuk pengiriman jarak jauh , disimpan dalam ruang pendingin selama 4 jam.

Klasifikasi dan Standar Mutu Ekspor


Mutu dan pengemasan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan
oleh negara pengimpor. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut:
Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar
penuh, panjang tangkai 70 cm, lurus dan tunggal. Duapertiga daun masih lengkap, utuh serta
berukuran seragam dan bebas hama penyakit.
Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas
khusus Sleeves. Kuntum tidak tertutup seludang, pangkal bunga diberi kapas basah.
-

Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan.

Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan
kelembaban udara 60-65%.
Pengemasan untuk ekspor
1) Cara pengemasan:
Pangkal tangkai bunga krisan bekas potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan
pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik lalu dikemas
dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.
2) Pemberian merek
Pada bagian luar kemasan diberi tulisan:
1. Nama barang/varietas krisan.
2. Jenis mutu.
3. Nama atau kode produsen/eksportir.
4. Jumlah isi.
5. Negara tujuan.
6. Hasil Indonesia.

Penggunaan larutan pengawet dalam pemasaran


Tujuan:
1)

mengurangi kehilangan hasil,

2)

memperbaiki kesegaran dan mutu keseluruhan bunga serta

3)

Memberi kepuasan kepada konsumen.

Berdasarkan fungsinya, larutan pengawet dapat berperan


dalam 2 perlakuan penting sebelum dipasarkan, yaitu:
1. Dalam perlakuan pulsing:

Larutan pengawet berupa cadangan makanan yang diberikan segera setelah


selama beberapa jam, kemudian bunga dibungkus, dikemas dan dikirim ke kota
Biasanya berisi makanan dan juga anti-mikroba dengan konsentrasi yang
bertujuan memberi bekal makanan dan menghilangkan cemaran mikroba dari
Perlakuan ini disebut pulsing.

panen
tujuan.
tinggi,
kebun.

2. Dalam perlakuan holding:

Larutan pengawet yang diberikan terus menerus dalam waktu lama misalnya selama
pemajangan, biasanya berisi makanan dan anti-mikroorganisme dengan konsentrasi yang
rendah.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penanganan Pasca Panen Bunga Krisan :

1. Kematangan Bunga (Flower Maturity)

2. Persediaan bahan makanan

3. Temperatur

4. Persediaan air dan kualitas air

5. Ethylene

6. Kerusakan mekanis

7. Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

2.3 SARANA PASCA PANEN BUNGA KRISAN


Alat yang digunakan pasca panen bunga krisan yaitu:

Gambar 2.1 Gunting steril sepanjang 60cm-80cm

Gambar 2.2 Keranjang

Gambar 2.3 Alat pengangkut

Gambar 2.4 Tali untuk mengikat bunga

Gambar 2.5 Kertas atau plastik untuk pembungkus bunga yang telah diikat

Gambar 2.6 Karton Untuk menyimpan bunga yang telah dikemas dan siap dikirim

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Tanaman Krisan (crhysantemum) merupakan tanaman yang mempunyai potensi untuk
dikembangkan dalam skala komersial terutama sebagai tanaman hias dalam pot maupun bunga
potong. Tanaman krisan berbunga 3 bulan 4 bulan setelah pindah tanam, tergantung pada
varietas atau kultivar tanaman krisan tersebut. Pada krisan jenis standar penentuan stadium panen
yang tepat adalah ketika bunga telah mekar atau 3 hari 4 hari sebelum mekar penuh.
Penanganan pasca panen bunga merupakan suatu kegiatan yang memberi perlakuan-perlakuan
terhadap bunga krisan, setelah bunga dipanen sampai bunga diterima konsumen.

SARAN
Bunga krisan memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala komersial terutama
sebagai tanaman hias. Pemerintah hendaknya mendukung pembudidayaan bunga krisan yang
dilakukan oleh kelompok petani tanaman bunga hias, misalnya memberi bantuan dana untuk
pemeliharaan bunga krisan. Selain itu pemerintah juga harus mengurangi impor bunga krisan
dari negara lain, karena bunga krisan yang diproduksi oleh petani lokal akan mengalami
penurunan permintaan yang drastis.

Daftar Pustaka
Admin agroreaders.2013.Teknologi Pascapanen Bunga Krisan.
http://agroreaders.blogspot.com. Diakses 22 Desember 2013
Admin astha bunda.2013.Pasca Panen Bunga Krisan. http://asthabunda.com. Diakses
22 Desember 2013
Admin budidaya petani.2013.Budidaya Krisan Lengkap.
http://budidaya-petani.blogspot.com. Diakses 22 Desember 2013
Admin cara budidaya.2013. Panen dan Pasca Panen Bunga Krisan.
http://carabudidaya.com. Diakses 22 Desember 2013
Deptan.2013.Budidaya&Pengelolaan Pasca Panen Bunga Krisan.
https://docs.google.com. Diakses 22 Desember 2013
Direktorat Budidaya dan Pascapanen Florikultura Direktorat Jendral Hortikultura
Kementrian Pertanian.2011.Penanganan Pasca panen Bunga potong Krisan
http://florikultura.org. Diakses 22 Desember 2013

10