Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

KARTOGRAFI DASAR ( GKP 0101 )


PEMBELAJARAN PRAKTIKUM I
SKALA PETA DAN SISTEM KOORDINAT

Disusun Oleh :
Nama
: Fuad Dwi Rahmawan
NIM
: 13/347372/GE/07510
Program Studi : Geografi dan Ilmu Lingkungan
Hari, tanggal : Selasa, 8 Oktober 2013
Waktu
: 13.00 15.00 WIB
Asisten
: 1. Saddam Hussein, S.Si
2. Martius Dwi Astuti

LABORATORIUM DESAIN, KONSTRUKSI DAN ANALISA PETA


JURUSAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGEMBANGAN
WILAYAH
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013

ACARA II
SKALA PETA DAN SISTEM KOORDINAT
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mengikuti pembelajaran praktikum
diharapkan :
1) Dapat mendefinisikan skala peta;
2) Dapat menentukan skala suatu peta;
3) Dapat menyajikan skala peta dalam berbagai versi;
4) Melakukan perubahan skala peta;
5) Memahami tentang istilah dan ukuran terkait bumi;
6) Dapat lebih memahami tentang sistem koordinat

ini,

mahasiswa

II.
Media Pembelajaran
1. Peta yang belum diketahiu skalanya
2. Gambar bumi dengan garis khayal
3. Peta dengan sistem koordinat berbeda
4. Pena gambar
5. Sablon
6. Kertas kalkir &/ HVS
7. Alat tulis
III. Teori Singkat
Skala merupakan konsep fundamental untuk semua bidang ilmu,
terutama sekali ilmu keruangan. Geografiwan bekerja pada skala
keruangan dari manusia ke global. Dalam bidang ilmu geografi dan
kartografi, kita mengenal istilah skala geografis dan skala kartografis
terkait dengan pecahan representatif. Pecahan representatif tersebut
mengekspresikan hubungan antara jarak pada peta dengan jarak
sebenarnya di permukaan bumi. Seorang kartografiwan dalam
menentukan representasi grafis dari lingkungan geografis terpilih, hal
pertama yang harus ditentukan yaitu skala peta (Dent, Torguson, &
Hodler, 2009). Seperti dijelaskan sebelumnya, skala peta diartikan
sebagai suatu rasio jarak pada peta dengan jarak di permukaan bumi,
yang keduanya dituliskan dalam satuan unit pengukuran yang sama
(Dent, Torguson, & Hodleeer, 2009) (Kimerling, Buckley, Muehrcke, &
Muehrcke, 2012) (Robinson, Morrison, Muehrcke, Kimerling, & Guptill,
1995) Kraak & Ormeling, 2010). Jadi, dapat diartikan semua peta
merupakan gambaran yang diskalakan, yang berarti hal yang
digambarkan lebih kecil daripada realita yang ada (Tyner,2010). Sehingga
dapat dikatakan bahwa pemilihan skala merupakan keputusan seorang
kartografiwan yang paling penting ketika membuat peta apapun (Dent,
Torguson, & Hodler, 2009). Resolusi data, kebutuhan pengguna peta dan
format khusu juga menentukan skala akhir yang dipilih (Tyner, 2010).
Skala Peta = jarak pada peta
Jarak di lapangan
Penyajian Skala Peta
1. Skala angka (numeris) merupakan suatu cara penyajian
skala peta dengan menuliskan
besaran skala tersebut. Contoh skala
numeris 1:100.000, 1:250.000 dst. Keuntungan penyajian skala angka

yaitu tidak terikat pada unit pengukuran tertentu, maksudnya skala dapat
disajikan dalam satuan sentimeter, milimeter, meter, mil, inci, ataupun
satuan pengukuran yang lain.
2. Skala garis (grafis) adalah suatu bentuk penyajian skala peta di
atas garis lurus yang mempunyai panjang tertentu. Pada sisi garis yang
satu dituliskan panjang garis tersebut di peta (dalam satuan cm) serta
pada sisi yang lain dituliskan panjang garis tersebut dilapangan (dalam
satuan m / km), sehingga kedua panjang garis tersebut mempunyai
perbandingan yang sesuai dengan angka perbandingan skala peta
tersebut.

3. Skala Verbal adalah penyajian skala dinyatakan dengan kalimat.


Penyajian skala verbal dapat dengan cara angka penyebut disajikan lebih
dulu ataupun angka pembilang disebut lebih dahalu.
Penentuan Skala Peta
1. Membandingkan dua jarak tempat di tempat jarak kedua tempat di
lapangan
Contoh:
Jarak antara Jakarta dan Bekasi di lapangan 20 km (2.000.000 cm). Di peta
jarak keduanya 50 cm. Tentukan skala petanya!
Jawab:
Skala peta tersebut = 2.000.000/50 = 40.000
Sehingga skala petanya menjadi 1 : 40.000
2. Membandingkan dengan peta lain yang luasnya sama dan telah
diketahui skalanya
Contoh:

3. Menentukan dua titik di peta yang belum ada skalanya (peta x)


misalnya titik A B dengan arah Utara Selatan
Setelah itu menghitung jarak dua titik dan selisih derajat garis lintangnya.
Perlu anda ingat bahwa jarak tiap 1garis lintang = 111 km dan 1 = 60
menit.
Contoh:
Jarak A B di peta x = 50 cm
Selisih garis lintangnya = 30 menit
Berapa skala peta x?

Pengubahan Skala Peta


Beberapa cara berikut dapat dipergunakan untuk membantu proses
perubahan skala, baik diperkecil maupun diperbesar (Robinson, Morrison,
Muehcke, Kimerling, & Guptill, 1995) :
1. Dengan metode proyeksi optis
Ada alat proyektor yang didesain khusus untuk kebutuhan perubahan
skala, salah satu contohnya adalah merk Map OGraph, Artograph.
2. Fotografi
3. Fotocopy
Dengan menggunakan mesin fotocopy juga dapat dilakukan perubahan
skala peta.
4. Dengan alat mekanis
Perubahan skala dengan alat mekanis dapat dilakukan dengan
menggunakan alat pantograf.
5. Manual
Bentuk dan Ukuran Bumi
Pembahasan mengenai bentuk bumi juga ada pada praktikum kedua
ini. Hal ini dimaksudkan agar supaya ketika membahas skala peta, tidak
lepas dari ukuran terkait bumi, juga untuk persiapan dalam mempelajari
proyeksi peta.

Sumber :
http://therucksack.tripod.com/MiBSAR/LandNav/Datums/EearthSurfaceRepr
esentations.jpg
Sistem Koordinat
Secara umum sistem koordinat dalam kartografi dapat dibagi dua
yaitu sistem koordinat geografis dan koordinat planar/rektangular.
Koordinat geografi menggunakan latitude dan longitude. Sedangkan pada
sistem koordinat planar digunakan untuk meletakkan posisi pada sistem ini
yaitu koordinat kartesius dan rektangular.
IV. Langkah Kerja
1. Peta hasil perubahan skala dengan metode manual dengan menggunakan
grid bujur sangkar.
Pilihlah salah satu peta yang disediakan di
Laboraturium.
Buat garis bujur sangkar sesuai dengan ukuran
yang diinginkan pada peta yang telah dipilih.
Buat garis bujur sangkar pada kertas kosong
dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan
ukuran garis pada peta yang dipilih.

Buatlah peta sesuai contoh peta yang telah


dipilih dengan ukuran garis sesuai yang telah
digarisi tadi pada kertas kosong.
V. Hasil dan Pembahasan
Pada praktikum kartografi dasar tentang skala peta dan sistem
koordinat ini menghasilkan beberapa hasil praktikum, antara lain adalah :
1. Tabel 3 Penyajian Skala Peta
Skala Angka

Skala Grafis

Skala Verbal

1:1.250
Two Inches to fuve
miles
1:143.425
3 miles to 1 inc

2. Perhitungan Skala Peta pada peta yang skalanya tidak diketahui.

3. Peta hasil perubahan skala peta dengan 4 metode (terlampir).


4. Keterengan jaring-jaring bumi.

Sumber : http://professortaboo.files.wordpress.com/2013/01/tropics.jpg

Tabel 4 Keterangan Jaring-jaring Bumi


Huruf
Nama

Keterangan

a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
5. Tabel 5 Karakteristik Koordinat Geografis vs Grid
Parameter
Koordinat Geografis

Koordinat Grid

VI. Kesimpulan
Dalam penyalinan peta pada praktikum kartografi dasar ini dapat ditarik
beberapa kesimpulan, antara lain :
1. Kartografi dan peta adalah dua hal yang tidak dapat disahkan.
2. Peta yang baik adalah peta yang mudah dibaca, menarik, dan dibuat
berdasarkan kaidah-kaidah kartografi.
3. Penyalinan peta dengan metode manual banyak memiliki kekurangan
dibandingkan dengan menggunakan metode digital..
4. Dalam penyalinan peta, dibutuhkan tingkat ketelitian dan konsentrasi yang
tinggi supaya menghasilkan salinan peta yang baik.
VII.Tugas
VIII. Daftar Pustaka
Cahyono, Ari. 2013. Petunjuk Praktikum Kartografi Dasar. Fakultas
Geografi Universitas Gajah Mada: Yogyakarta

http://www.scribd.com/doc/101198473/3/Skala-peta
http://doanhooker.blogspot.com/2013/05/cara-menentukan-skala-peta.html

IX.

Lampiran