Anda di halaman 1dari 11

Disusun Oleh :

Prof. Dr. Ahmad Khairul

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki bahan galian tambang
yang bervariasi dengan cadangan yang cukup melimpah. Saat ini sudah banyak
perusahaan-perusahaan baik swasta maupun dari pemerintah yang telah
membuka industri pertambangan di beberapa daerah. Pertumbuhan industri
pertambangan
tersebut
perlu
di
dukung
dengan
adanya
Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertambangan yang berkualitas dan
juga profesional.
Bahan Galian Industri merupakan semua mineral dan batuan kecuali
mineral logam dan energi, yang digali dan diproses untuk penggunaan akhir
industri dan konstruksi termasuk juga minerallogam yang bukan untuk dilebur
seperti bauksit, kromit, ilmenit, bijih, mangan, zircon dan lainnya.
Pengolahan
bahan
galian
(mineral
beneficiation/mineral
processing/mineral dressing) adalah suatu proses pengolahan dengan
memanfaatkan perbedaan-perbedaan sifat fisik bahan galian untuk memperoleh
produkta bahan galian yang bersangkutan. Khusus untuk batu bara, proses
pengolahan itu disebut pencucian batu bara (coal washing) atau preparasi batu
bara (coal preparation).

Pada saat ini umumnya endapan bahan galian yang ditemukan di alam
sudah jarang yang mempunyai mutu atau kadar mineral berharga yang tinggi dan
siap untuk dilebur atau dimanfaatkan. Oleh sebab itu bahan galian tersebut perlu
menjalani pengolahan bahan galian (PBG) agar mutu atau kadarnya dapat
ditingkatkan sampai memenuhi kriteria pemasaran atau peleburan. Keuntungan
yang bisa diperoleh dari proses PBG tersebut antara lain adalah :
Mengurangi ongkos angkut.
Mengurangi ongkos peleburan.
Mengurangi kehilangan (losses) logam berharga pada saat peleburan.
Proses pemisahan (pengolahan) secara fisik jauh lebih sederhana dan
menguntungkan daripada proses pemisahan secara kimia.
Kegiatan Pembangunan Sentra Percontohan Pengolahan Mineral skala
pilot plant yang berlokasi di daerah Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten
Bandung, merupakan salah satu program unggulan Kelompok Pengolahan dan
Pemanfaatan Mineral. Pada kegiatan percontohan ini terdapat dua kegiatan
utama, yaitu kegiatan pembangunan fisik berikut sarananya dan kegiatan litbang
teknologi pengolahan mineral skala pilot yang dapat menghasilkan contoh contoh
produk mineral berupa konsentrat/produk antara atau bahan baku siap pakai
yang dapat diuji cobakkan ke industri pengguna.

LOKASI
Sentra Percontohan Pengolahan Mineral skala pilot plant terletak di
pinggir jalan raya cipatat km 31, Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten
Bandung. Sentra Percontohan Pengolahan Mineral merupakan aplikasi-aplikasi
teknologi pengolahanmineral pada skala pilot. Berdasarkan data statistik
hingga saat ini banyak hasil-hasiltambang yang dijual/diekspor langsung
sebagai bahan mineral asal atau setengah jadi.Sebaliknya Indonesia mengimpor
mineral berkadar tinggi.Secara umum mineral di Indonesia bermutu rendah
sehingga perlu mengalami proses peningkatan kadar. Di sisi lain hingga saat ini
industri pengolahan mineral diIndonesia masih jarang. Dengan diberlakukannya
Undang Undang Minerba No.4tahun 2009 yang mengharuskan bahan mineral
diolah terlebih dahulu, maka Puslitbang tekMIRA berkepentingan untuk
memberikan percontohan pengolahan mineral padaskala pilot.

Proses
Proses Pengolahan dan Peningkatan Kadar Zeolith
Zeolit adalah senyawa zat kimia alumino-silikat berhidrat dengan
kation natrium, kalium dan barium. Secara umum, Zeolit memiliki melekular
sruktur yang unik, dimana atom silikon dikelilingi oleh 4 atom oksigen
sehingga membentuk semacam jaringan dengan pola yang teratur. Di
beberapa tempat di jaringan ini, atom Silicon digantikan degan atom
Aluminium, yang hanya terkoordinasi dengan 3 atom Oksigen. Atom
Aluminium ini hanya memiliki muatan 3+, sedangkan Silicon sendiri memiliki
muatan 4+. Keberadaan atom Aluminium ini secara keseluruhan akan
menyebababkan Zeolit memiliki muatan negatif. Muatan negatif inilah yang
menebabkan Zeolit mampu mengikat kation.

Proses pengolahan Zeolith adalah sebagai berikut:


Pengecilan ukuran, dilakukan melalui beberapa tingkatan, yaitu mulai dari
suatu peremukan (crushing ) sampai dengan penggerusan
(grinding).Ukuranproduk 3 cm. Produk yang dihasilkan dapat secara langs
ung ung digunakan (bidang pertanian dan peternakan) atau diproses
aktivasi terlebih dahulu.
Proses aktivasi bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat khusus zeolith
dengan membuang unsur pengotor yang terdapat di dalam zeolith. Ada
dua cara yangdigunakan dalam proses aktivasi zeolith, yaitu pemanasan
dan kimia.
Pemanasan dilakukan dalam suatu tungku putar (rotary kiln) dengan
menggunakan hembusan udara panas pada suhu 200 C 400 C antara
2-3 jam,tergantung kandungan unsur pengotor, serta stabilitas zeolit
terhadap panas.
Aktivasi secara kimia dilakukan dengan cara peredaman dan
pengadukan zeolitdalam suatu larutan asam (H2SO4atau HCl) atau larutan soda
kaustik (NaOH). Miner almordenit dan klinoptilolip akan melepaskan ion Al3+.
Perubahan konsentrasi asam berakibat perubahan perbandingan Si dan Al.

Zeolit sebagai katalis


penggunaan zeolit sebagai katalis adalah dengan
menggantikan ion Na+ dengan ion logam lain seperti Ni2+, Pd2+
atau Pt2+ dan kemudian mereduksinya secara in situ sehingga
atom logam terdeposit di dalam kerangka zeolit. Material yang
dihasilkan menunjukkan sifat gabungan antara sifat katalisis
logam dengan pendukung katalis logam (zeolit) dan penyebaran
logam ke dalam pori dapat dicapai dengan baik.
Zeolit sebagai absorden
Zeolit yang terdehidrasi akan mempunyai struktur pori terbuka
dengan internal surface area besar sehingga kemampuan
mengadsorb molekul selain air semakin tinggi.

Zeolit sebagi penukar ion


Kation Mn+ pada zeolit dapat ditukarkan oleh ion lain yang terdapat
pada larutan yang mengelilinginya. Dengan sifat ini zeolit-A dengan
ion Na+ dapat digunakan sebagai pelunak air (water softener) dimana
ion Na+ akan digantikan oleh ion Ca2+ dari air sadah. Zeolit yang telah
jenuh Ca2+ dapat diperbarui dengan melarutkannya ke dalam larutan
garam Na+ atau K+ murni. Zeolit-A sekarang ditambahkan ke dalam
deterjen sebagai pelunak air menggantikan polipospat yang dapat
menimbulkan kerusakan ekologi.
Zeolit sebagai agen pendehidrasi
Kristal zeolit normal mengandung molekul air yang berkoordinasi
dengan kation penyeimbang. Zeolit dapat didehidrasi dengan
memanaskannya. Pada keadaan ini kation akan berpindah posisi,
sering kali menuju tempat dengan bilangan koordinasi lebih rendah.
Zeolit terdehidrasi merupakan bahan pengering (drying agents) yang
sangat baik. Penyerapan air akan membuat kation kembali menuju
keadaan koordinasi tinggi.

Bidang/Sekt

Aplikasi

or

Penetral keasaman tanah, meningkatkan aerasi tanah, sumber mineral


Pertanian

pendukung pada pupuk dan tanah, serta sebagai pengontrol yang efektif
dalam pembebasan ion amonium, nitrogen, dan kalium pupuk.
Meningkatkan nilai efisiensi nitrogen, dapat mereduksi penyakit lembuhg pada

Peternakan hewan ruminensia, pengontrol kelembaban kotoran hewan dan kandungan


amonia kotoran hewan.
Perikanan

Energi

Membersihkan air kolam ikan yang mempunyai sistem resikurlasi air, dapat

mengurangi kadar nirogen pada kolam ikan.


Sebagai katalis pada proses pemecahan hidrokarbon minyak bumi, sebagai
panel-panel pada pengembangan energi matahari, dan penyerap gas freon.
Pengisi (filler) pada industri kertas, semen, beton, kayu lapis, besi baja, dan

Industri

besi tuang, adsorben dalam industri tekstil dan minyak sawit, bahan baku
pembuatan keramik.

Proses peningkatan kadar zeolit , proses peningkatan zeolit


adanya proses aktivasi bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat
khusus zeolith dengan membuang unsur pengotor yang
terdapat di dalam zeolith.
Zeolit ini banyak kegunaannya dalam berbagai bidang seperti
pertanian, peternakan , perikanan, energi maupun dalam
industri kertas, industri tekstil dsb.