Anda di halaman 1dari 59

PROSES INDUSTRI KIMIA I

MKK 132/2 SKS

FLOW DIAGRAM PROSES


& PERALATAN PROSES

OLEH
Dr. SURYATI, ST, MT

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
1

TUJUAN
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:
SETELAH MENYELESAIKAN MATA KULIAH INI
MAHASISWA SEMESTER III TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIMAL AKAN DAPAT
MENGEVALUASI PROSES PEMBUATAN BAHAN
KIMIA DALAM SUATU INDUSTRI.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS:
JIKA DIBERIKAN DATA DASAR, PROSES &
METODOLOGI DALAM SUATU INDUSTRI KIMIA,
MAHASISWA AKAN DAPAT MENGEVALUASI
BERBAGAI PROSES INDUSTRI KIMIA.
2

CHEMICAL ENGINEERS
VS
SCIENTIST

CHEMICAL
ENGINEERS

PERANCANGAN,
KONSTRUKSI DAN
OPERASI DARI
SISTEM PROSES KIMIA
DAN FISIKA.

SCIENTIST

PENGAMATAN,
OBSERVASI DAN
KLASIFIKASI FAKTA,
MENDAPATKAN HUKUM
HUKUM FISIK SECARA
UMUM.
3

POKOK BAHASAN : PENGANTAR PROSES


INDUSTRI KIMIA
SUB POKOK BAHASAN:
1.
2.

ILMU DASAR INDUSTRI KIMIA


METODOLOGI TENIK KIMIA
a.
b.
c.
d.
e.

3.

ILMU SISTIM INDUSTRI


PENDEKATAN SISTEM DALAM INDUSTRI
IDENTIFIKASI INDUSTRI
KRITERIA OPTIMASI INDUSTRI
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN INDUSTRI

INDUSTRI KIMIA DI INDONESIA


a.
b.

STRATEGI PEMBANGUNAN INDUSTRI KIMIA DI


INDONESIA
SUMBER ALAM INDONESIA

ILMU DASAR INDUSTRI KIMIA

ILMU DASAR
ILMU DASAR TEKNIK KIMIA
PERANCANGAN TUGAS AKHIR
PENUNJANG
PILIHAN
HUMANIORA

Sumber alam
Pertambangan-Pertanian
Bahan baku utama-Energi
Industri Kimia
Bahan baku

Bahan konsumsi

Industri mekanik & listrik


Obyek manufaktur
Industri Jasa

Pemenuhan kebutuhan kesejahteraan manusia

DEFINISI TEKNIK KIMIA


DEFINISI CHEMICAL ENGINEERS: ILMU ATAU SENI
UNTUK MELETAKKAN HASIL-HASIL PENELITIAN DI
LABORATORIUM KE DALAM SKALA INDUSTRI.
CHEMICAL ENGINEERING ILMU MELAKSANAKAN
PROSES2 PENGUBAHAN BAHAN BAKU UTAMA KE
DALAM PRODUK2 FUNGSIONIL.

TEKNIK KIMIA MENCAKUP


TIGA WAWASAN AKTIVITAS
YANG BESAR:

METODOLOGI

TEKNIK
KIMIA

REKAYASA
TEKNOLOGI
8

METODOLOGI TENIK KIMIA


ILMU PENGETAHUAN
BAHAN
(FISIKA-KIMIA-BIOLOGI)
RISET
PENEMUA
DASAR
PRODUK BARU

BAHAN BAKU
UTAMA
INDUSTRI KIMIA

ILMU SISTEM INDUSTRI


TEKNIK KIMIA:
METODELOGI-REKAYASA-TEKNOLOGI

RISET
DASAR

PENEMUA
PRODUK BARU

BAHAN/OBJEK
FUNGSIONIL
PENGGUNAAN

GAMBAR: HUBUNGAN ANTARA RISET DASAR & INDUSTRI KIMIA

PENDEKATAN SISTEM DALAM


INDUSTRI KIMIA
BAHAN BAKU
UTAMA

PRODUK YANG
DIINGINKAN

ENERGI
BUANGAN
PENGGANGGU

INFORMASI
OPERASI
INDUSTRI

GAMBAR: ALIRAN MASUK & KELUAR PADA INDUSTRI KIMIA

10

DIBUANG

BAHAN
BAKU
UTAMA

PRODUK
SEKUNDER

DIGUNAKAN KEMBALI

CAMPURAN
REAKTAN

SEPARATOR

REAKTOR

BAHAN
FUNGSIONAL
YANG
DIHARAPKAN

DIBUANG

PRODUK
AKHIR

SEPARATOR

PRODUK
SEKUNDER

DIGUNAKAN KEMBALI
11

GAMBAR TAHAPAN DALAM INDUSTRI KIMIA (SEPARASI-REAKSI- SEPARASI)

IDENTIFIKASI
INDUSTRI KIMIA
SEORANG SARJANA TEKNIK KIMIA HARUS MELIHAT
PABRIK SECARA KESELURUHAN, YANG TERDIRI
DARI GABUNGAN OPERASI2 YANG SALING
DIHUBUNGKAN JARINGAN PERPIPAAN.
UNIT2 OPERASI DILAMBANGKAN DENGAN SIMBOL2
YG SUDAH DISTANDARKAN UNTUK MENYATAKAN
PROSES, RANGKAIAN INI DISEBUT DIAGRAM
ALIRAN (FLOW CHART) SUATU PABRIK KIMIA.

12

Flow Diagram (FD)


Cara paling efektif untuk
komunifikasi informasi mengenai
suatu proses adalah melalui
penggunaan diagram alir (flow
diagram)
Jenis-jenis FD:
o Block flow diagram (BFD)
o Process flow diagram (PFD)
o Piping and Instrumentation
diagram (P&ID)

13

FD Diagram Proses Alir Blok untuk


Produksi Benzene

PFD untuk Produksi Benzena via


Hidrodealkilasi Toluena

P&ID untuk Distilasi Benzena

14

CONTOH FLOW DIAGRAM UNTUK INDUSTRI


PENCAIRAN GAS ALAM

15

1. Peralatan pada unit persiapan


bahan baku
Pada unit persiapan bahan baku peralatan yang digunakan bertugas
untuk:
Penyesuaian fase, bentuk dan ukuran, contohya : Evaporator, crusher,
ball mill, vibrating screen, cristalizer, dan sebagainya.
Penyesuaian komposisi dan kadar atau kemurniannya, contohnya:
Menara destilasi, mixer settler, menara absorber, menara stripper, rotary
vccum filter, magnetic separator, ekstraktor, dan sebagainya.
Penyesuaian suhu, contohnya: heater dan cooler.
Penyesuaian tekanan, contohnya: pompa, kompresor, katup, ekspansi,
kran, knock out drum, dan sebagainya.
Penyesuaian perbandingan antara berbagai bahan baku, contohnya:
flow ratio controller, atau wight ratio controller, dan sebagainya.
Penampung sementara, contohnya: berupa tangki silender horizontal
atau tangki silender vertical, gudang bahan baku padat, dan sebagainya.
Fasilitas transportasi bahan cair, contohnya: berupa pompa dan pipa.
Transportasi bahan padat, contohnya: berupa belt convenyor, bucket
elevator.
Dan lain-lain alat persyaratan khusus yang digunakan untuk
menyesuaikan kondisi yang diperlukan di unit sintesa.
16

2. Peralatan pada sintesa


Unit sintesa merupakan tempat terjadinya perubahan kimia dari senyawa bahan
baku (raw material) menjadi senyawa produk. Peralatan pada unit sintesa pada
dasarnya adalah reactor, yang dilengkapi dengan peralatan pengendali kondisi
operasi. Kondisi operasi tersebut adalah suhu, tekanan dan perbandingan
pereaksi.
Pengendalian suhu sangat penting apabila tipe reaksinya eksotermis atau tipe
endotermis. Pengendalian suhu pada reaksi tipe eksotermis dimaksudkan untuk
menghindarkan kenaikan suhu reaksi, sedangkan pada tipe reaksi endotermis
dimaksudkan untuk menghindarkan terjadinya penurunan suhu reaksi. Inti peralatan
pengendali suhu adalah sensor suhu untuk mendeteksi suhu reaksi, yang di lengkapi
dengan alat pengatur suhu berupa cooler yang digunakan untuk reaksi eksotermis
dan heater yang di gunakan untuk reaksi endotermis.
Reaktor berdasarkan tipe prosesnya di kelompokkan menjadi dua kelompok utama,
yaitu:
Reaktor batch
Reaktor kontinyu
Kelompok reaktor yang lainnya adalah yang berada antara kedua kelompok
tersebut yaitu:
Reactor semi batch
Reactor semi kontinyu.
Sedangkan berdasarkan jenis dan bentuk dan prosesnya reaktor dikelompokkan
dengan lebih detail, contohnya; Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB),
Reaktor Alir Pipa, Reaktor Alir Multi Tube, Reaktor gelembung, dan
sebagainya.
17

3. Peralatan pada unit finishing


Unit persiapan bahan baku umumnya digunakan peralatan yang bertugas
sesuai tugasnya yaitu:
Penyesuaian fase, bentuk dan ukuran, contohnya: Evaporator, melter,
crusher, ball mill, vibrating screen, cristalizer, dan sebagainya.
Penyesuaian komposisi dan kadar atau kemurniannya, contohnya: menara
distilasi, drier, sentrifuse, mixer-settler, menara absorber, menara stripper,
rotary vaccum filter, magnetic separator, ekstraktor, dan sebagainya.
Penyesuaian suhu, contohnya: heater dan cooler.
Penyesuaian tekanan, contohnya: pompa, kompresor, katup ekspansi, kran,
knock out drum, dan sebagainya.
Penampung hasil akhir, contohnya: tangki silender horizontal, tangki silender
vertical, gudang hasil padat, dan sebagainya.
Fasilitas transportasi bahan cair, contohnya: pompa dan pipa.
Fasilitas transportasi bahan padat, contohnya: belt conveyor, bucket
elevator, forkclif, crane, dan lain sebagainya.
Dan lain-lain alat persyaratan khusus yang disesuaikan dengan kondisi khusus
yang diinginkan pada produk akhir, contohnya: pengepakan,
pengantongan, pembotolan, dan sebagainya.
18

Pengelompokkan besar satuan-satuan


operasi/Peralatan industri kimia
(1) Operasi pengangkutan dan perpindahan panas dalam fluida
+ aliran fluida : pemompaa, pengukuran, penyimpanan
+ pencampuran : pengadukan, turbulensi
+ perpindahan panas
+ perubahan fasa: penguapan-pengembunan, peleburan - pengkristalan,
penyubliman.
(2) Operasi bahan-bahan terpecah
+ pengecilan ukuran partikel : penggilingan butir padat, dispersi tetesan cairan atau gelembung gas
+ peningkatan ukuran partikel : fritting, agregasi, coalescence gelembung-gelembung gas.
+ pingangkutan-hidraulik atau pneumatik-dari suatu suspensi, emulsi atau kabut.
+ peresapan suatu fluida menembus unggun partikel : unggun termantapkan, unggun terangkat,
khrolmatografi, perkolasi.
+ fraktionasi c;ampuran partikel : sedimentasi, dekan tasi, filtrasi, elutriasi, sentrifugasi.
(3) Operasi fraksionasi campuran molekuler
* dengan cara perpindahan dari satu fasa ke fasa lain-nya
+ distilasi
+ pertukaran ion
+ ektraksi cair-cair
+ sublimasi, kondensasi ter fraksionasi
-+ absorpsi gas-cair
+ adsorpsi
+ kristalisasi, pelepuran ter fraksionasi dengan cara pengangkutan dalam satu fasa
+ elektromigrasi, elektroforesa
.*+ difusi, difusi panas
+ sedimenLasi, sentrifugasi
4. Operasi pengubahan secara kimia. Reaksi kimia dikelom-pokkan menurut :
+ nature fasa reduktif
+ stoikiometri
+ penyimpangannya terhadap kesetimbangam
+ mekanisme reaksinya

+ termisitasnya
19

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN
INDUSTRI KIMIA
1. PENEMUAN ATAU INOVASI
2. PENCARIAN DOKUMENTASI
3. STUDI KELAYAKAN TEKNIK EKONOMI
4. MODELISASI
5. PENCARIAN DATA2 YANG MASIH KURANG
6. PERCOBAAN ATAS MAKET PARSIAL
7. STUDI GLOBAL DALAM PABRIK PILOT
8. KONSEPSI DAN BIRO GAMBAR
9. KONSTRUKSI & START UP
10.TEROTEKNOLOGI: OPTIMISASI DINAMIK DARI SISTEM
YG MENUA
11. PEMBERHENTIAN OLEH PENEMUAN SUATU PROSES
YANG LEBIH HEBAT.

20

KRITERIA OPTIMASI INDUSTRI KIMIA

ADA 5 KRITERIA UNTUK PENGOPTIMISASIAN SUATU


SISTEM INDUSTRI KIMIA YANG DIDAPAT DALAM BENTUK
PERSAMAAN NERACA :

NERACA MASSA & ENERGI (PRODUKSI HARIAN,


RENDEMEN, PENGGUNAAN BAHAN BAKAR, DLL)
NERACA EKONOMI (INVESTASI, KAPITAL, KEUNTUNGAN
BERSIH, BEP, WAKTU PENGEMBALIAN MODAL, DLL)
NERACA PENGETAHUAN (BIAYA PENELITIAN,
PEMBELIAN LISENSI, DSB)
NERACA KESEJAHTERAAN (EFEK NEGATIF LEBIH KECIL
DARI EFEK POSITIF)
PEMBATASAN SUMBER ALAM (SDA TIDAK TERBATAS
LEBIH DIUTAMAKAN).
21

SUMBER ALAM INDONESIA


1.

2.
3.
4.

5.

MINYAK BUMI & GAS ALAM


EKSPLORASI MULAI TAHUN 1889
OLEH BELANDA DI JA-TIM,1890
DI SUMUT, 1907 DI SUMSEL.
BATU BARA
BAHAN BAKU ORGANIK LAIN
(KARET, KAYU, GULA, MIGOR,
DLL)
BAHAN BAKU ANORGANIK
(MINERAL, UDARA, AIR
LAUT/TAWAR, LOGAM)
BAHAN-BAHAN NON LOGAM
(SULFUR, LEMPUNG, BATU
KAPUR, JODIUM, BATU FOSFAT)
22

PENGELOMPOKAN INDUSTRI
NASIONAL
1.
2.
3.

INDUSTRI KIMIA
DASAR
INDUSTRI HILIR
INDUSTRI KECIL

INDUSTRI KIMIA
DI ACEH
1. INDUSTRI SEMEN (PT. SEMEN
ANDALAS INDONESIA)
2. INDUSTRI GAS ALAM (PT. ARUN 14
TCF)
3. INDUSTRI PUPUK (PT. PIM, AAF)
4. INDUSTRI KERTAS (PT. KKA)
5. INDUSTRI PETROKIMIA (PT.AROMATIK)
6. INDUSTRI CPO (COT GIREK, TAMIANG)
7. INDUSTRI KAYU LAPIS (LANGSA)
8. INDUSTRI KARET (LANGSA)
9. INDUSTRI-INDUSTRI LAIN (KOPI,
MAKANAN, MINUMAN, JAMU, OBATOBATAN, DLL)
23

SUMBER DAYA ALAM DI ACEH


P

Potensi Pendidikan
(HRD)

O
T
E
N

Sumber
Daya

SDM

Majemuk, Egaliter, Dinammis,


Kompetitif, Marjinal & Terkutub

SDA

Produk
pertanian

S
I

Galian/tamban
g & Energi/air

SDB(uatan)

Industri

Hutan
Perikanan
Tanaman pangan

Agro
Manufaktur

A
Pariwisata

E
R

Geografis

(strategis dan Historis)

Kebun

Petro

Alur Selat Malaka, Gerbang


ASEAN, IMT-GT, dll
24

CONTOH:

POHON INDUSTRI KELAPA SAWIT

TANDAN BUAH
SEGAR

INTI SAWIT

TANDAN KOSONG
SAWIT

CANGKANG AMPAS SAWIT


Pulp &
kertas

Kompos Karbon

PELEPAH DAN BATANG SAWIT

Rayon

Bahan
bakar
Karbon

MESOKARP

BUAH SAWIT

Furnit
ure

MINYAK INTI SAWIT

Pakan
ternak
MINYAK SAWIT MENTAH
(CPO)

PRODUK PANGAN

SERAT

Pulp &
kertas
Pakan
ternak

Medium
density
Bahan bakar
fibre-board

PRODUK NON PANGAN /


OLEOKIMIA
Confectioneries Asam
Es krim
lemak sawit
Yoghurt
Fatty

Emulsifier

MargarinMinyak goreng
Minyak
makan
merah

Susu kental Vanaspati


Shortening
manis

alkohol
Fatty
amina
Senyawa
epoksi
Senyawa
hidroksi

Pelumas

BiodieselSenyawa Ester

Lilin

Kosmetik

Farmasi

25

KONSUMSI MINYAK
UNTUK PRODUK
OLEOKIMIA DAN
PANGAN

TREND INDUSTRI
SAAT INI:

Chemical Others
Soap 6%
2%
7%
Animal Food
7%

Food
78%

OLEOKIMIA
SUMBER ENERGI
ALTERNATIF (MIS:
BIODIESEL,
BIOETHANOL)
VCO
SUMBER BAHAN
BAKU DAPAT
DIPERBAHARUI
RAMAH
LINGKUNGAN

26

PEMANFAATAN CPO UNTUK PRODUK PANGAN


Vanaspati
RBD Palm Oil

Ghee
Cooking Oil

Olein

Frying Oil
Red Cooking Oil

CPO

Coco Butter Substitute


Emulsifier
Stearin

Margarine
Shortening

Vanaspati

27

INDUSTRI OLEOKIMIA INDONESIA


Perusahaan

PT Batamas Megah
(Ecogreen)

Kapasitas Produksi
(ton/tahun)

85.000

Produk

Fatty alcohol, Glycerine

(+ kap. 30.000)

PT Aribhawana
Utama
(Ecogreen)

35.000

Fatty alcohol, Glycerine

PT Cisadane Raya

133.000

Fatty acid, soap chip,


Glycerine

PT Sumi Asih

115.000

Fatty acid, Glycerine

PT Musim Mas

120.000

Fatty acid, Glycerine

66.000

Fatty acid, Glycerine

PT Flora Sawita

PT Sawitmas

(+ kap. 110.000)
(80.000)
(30.000)

Fatty acid
Fatty alcohol

28

PEMANFAATAN CPO DAN PKO UNTUK


PRODUK OLEOKIMIA

ASAM
LEMAK

AMINASI

AMINA

AMIDASI

AMIDA
ALKILOL AMIDA

ESTERIFIKASI

SURFAKTAN
ESTER

CPO
PKO

KHLORINASI
ALKOHOLISIS

GLISERIN

SULFONASI
ESTERIFIKASI

ACID CHLORIDE

SURFAKTAN
SURFAKTAN
ESTER

Anti blocking
agent
Anti microbial
Anti static agent
Slipping agent
Shampoo
Detergent
Food emulsifier
Cosmetic
Dispersant
Pharmacy
Pelumas
Biodiesel

29

BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT

a. Biodiesel CPO
b. Biodiesel RBDPO
c. Biodiesel minyak goreng
bekas
d. Biodiesel PKO
e. Biodiesel PFAD

PROSPEK

Sumber energi
alternatif
Diversifikasi produk
Peluang ekspor
30

DIAGRAM ALIR PRODUKSI BIODIESEL


2 TON PER HARI
Cold water out
Cold water out

KONDENSOR
Cold water in
KONDENSOR
Cold water in

TRANSESTERIFIKASI 1

TRANSESTERIFIKASI 2

MIXER
MIXER

VACUUM PUMP
COLOMN VACUUM DRYER
Heater

TO WATER DISPOSAL

PEMANAS DRYER
BUFFER
Filter
Biodiesel
Storage Tank
Selang

MIXER

BUFFER TANK OIL HEATER


WASHING 2

Heater
WASHING 1

HOT WATER TANK

ENGINEERING DESIGN PABRIK BIODIESEL KAPASITAS

10

31

Rencana Pembangunan
Industri Biodiesel di Indonesia
Nama Perusahaan

Lokasi

Kapasitas Produksi
(ton/tahun)

PTAsianagro Agungjaya

Jakarta

100.000

PT Sari Dumai Sejati

Riau

100.000

PT Indo Bio Fuels

Riau

150.000

PT Eterindo Wahanatama Tbk

Gresik

200.000

PT Bakri Rekin BioEnergy

Jambi/Batam

PT Astra Agro Lestari Tbk

Kupang

150.000

PT Sumi Asih Group

West Java

200.000

PT Darmex Oil & Fats

West Java

85.000

PT Wilmar Bioenergi Indonesia

Dumai

PT Rajawali Nusantara

West Java

PT Energy Alternatif Indonesia

Jakarta

60.000 100.000

250.000
10.000
450

32

CONTOH SIMBOL ALAT-ALAT INDUSTRI

BAGHOUSE FILTER
CY CLONE

BATCH COLUMN

BATCH RE ACTOR

DE VIDE R

DINAMIC V ESS EL
ELE CTRO PRE CIPITATOR

CE NTRIFUGE

EQUILIBRIUM REACTOR

33

CONTOH-CONTOH PERALATAN
INDUSTRI KIMIA:
1.CRUSHER
FUNGSI : MENGHANCURKAN
TEMPURUNG KELAPA HINGGA
BERUKURAN 6-16 MESH.
KAPASITAS : 500 KG/JAM
JENIS : JAW CRUSHER
UKURAN
: 4 x 6 IN
DAYA : 3 HP
PUTARAN
: 275 RPM
BAHAN
: CARBON
STEEL SA 285 GRADE C
JUMLAH
: 1 UNIT

2. BELT CONVEYOR
FUNGSI : MENGANGKUT
TEMPURUNG KELAPA KE
CRUSHER
KAPASITAS : 0,5 TON/JAM
LEBAR BELT : 24 IN (2FT)
PANJANG BELT : 94,14 FT
KECEPATAN BELT : 493 FT/MIN
DIAMETER PULLY : 1 FT
POWER : 1 HP
JUMLAH UNIT : 1 BUAH

34

3. AIR HEATER

FUNGSI : UNTUK
MEMANASKAN UDARA YANG
DISUPLAI KE ROTARY DRYER
TEMPURUNG KELAPA.

KAPASITAS : 71301,85 KG/JAM

PANJANG PIPA : 9,36 FT

LUAS PERMUKAAN : 4,07 FT2

JUMLAH HAIRPIN : 1

BAHAN KONSTRUKSI :
CARBON STEEL

JUMLAH : 1 UNIT

4. FLUIDIZED OVEN

FUNGSI : SEBAGAI TEMPAT


TERJADINYA PROSES
KARBONISASI DAN AKTIFASI

KAPASITAS : 569 KG/JAM

JENIS : FLUIDIZED BED OVEN

LUAS PERMUKAAN : 135 FT2

DIAMETER : 4 M

TINGGI : 16 M

TINGGI TUTUP : 2,207 M

TEBAL TUTUP : IN

BAHAN KONSTRUKSI :
CARBON STEEL

JUMLAH : 3 UNIT

35

5. ALAT TRANSPORT

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.

JENIS2 POMPA:
POMPA CENTRIFUGAL
POMPA PROPELLER DAN
TURBIN
POSITIVE DISPLACEMENT
PUMPS
- RECIPROCATING PUMPS
- PISTON PUMPS
- ROTARY PUMPS
- FLUID DISPLACEMENT
PUMPS
ELECTROMAGNET PUMPS

1.
2.
3.
4.
5.
6.

COMPRESSION OF GAS:
FANS
CENTRIFUGAL & AXIAL
COMPRESSORS
ROTARY BLOWER &
CMPRESSORS
RECIPROCATING
COMPRESSORS
EJECTORS

36

5. STORAGE & PROCESS VESSEL

1.
a.

b.

STORAGE OF LIQUID:
ATMOSPHERIC TANKS
YANG DIKEMBANGKAN OLEH API
(AMERICAN PETROLEUM
INSTITUTE), SPT:
- API SPESIFICATION 12B, BOLTED
PRODUCTION TANKS
- API SPESIFICATION 12D, LARGE
WELDED PRODUCTION TANKS
- API SPESIFICATION 12F, SMALL
WELDED WELDED PRODUCTION
TANKS
- API STANDARD 650, STEEL
TANKS FOR OIL STORAGE
YANG DIKEMBANGKAN OLEH
AWWA (AMERICAN WATER
WORKS ASSOCIATION), SPT:
AWWA D100, STANDARD UNTUK
TANGKI STEEL: STANDPIPES,
RESERVOIRS, ELEVATED TANKS
FOR WATER STORAGE.

2. PRESSURE TANKS
STORAGE OF GAS:
1. GAS HOLDER, SPT:
LIQUID-SEAL TYPE ATAU
DRY SEAL TYPE
2. SOLUTION OF GAS IN
LIQUIDS, SPT: AMONIA
DALAM AIR, ACETYLENE
DALAM ACETONE,
HYDROGEN CHLORIDE
DALAM AIR.
3. STORAGE IN PRESSURE
VESSELS, BOTTLES & PIPE
LINES, SPT CO2, GAS2
PETROLEUM, CHLORINE,
AMMONIA, SO2 DAN
BEBERAPA JENIS FREON.
37

6. PRESSURE VESSELS
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

AMERICAN SOCIETY OF MECHANICAL ENGINEERS (ASME) TELAH


MEMBUAT KODE ASME BOILER & KODE PRESSURE VESSEL YANG
BERISI ATURAN2 DESAIN, FABRIKASI, INSPEKSI DARI BOILER DAN
PRESSURE VESSELS.
ADA 11 BAGIAN DALAM ODE ASME BOILER & PRESSURE VESSEL:
POWER BOILERS
MATERIAL SPESIFICATION (3 PARTS)
NUCLEAR POWER PLANT COMPONENTS
HEATING BOILERS
NONDESTRUCTIVE EXAMINATION
RECOMMENDED RULES FOR CARE & OPERATION OF HEATING
BOILERS
RECOMMENDED RULES FOR CARE OF POWER BOILERS
PRESSURE VESSEL DIVISI I
PRESSURE VESSEL DIVISI 2, ALTERNATIVE RULES
WELDING & BRAZING QUALIFICATION
FIBERGLASS-REINFORCED PLASTIC PRESURRE VESSELS
RULES FOR INSERVICE INSPECTION OF NUCLEAR POWER PLANT
38
COMPONENTS.

DESIGN & CONSTRUCTION DETAILS OF PRESURE VESSELS

39

7. CONVEYING:
1.
2.
3.
4.

5.
6.

SCREW CONVEYORS
BELT CONVEYORS
BUCKED ELEVATORS
VIBRATING &
OSCILATING CONVEYORS
CONTINUOUS FLOW
CONVEYORS
PNEUMATIC CONVEYORS

8. STORAGE &WEIGHING OF
SOLID IN BULK:
1. STORAGE PILES
2. STORAGE BINS, SILOS &
HOPPERS

40

9. CRUSHING & GRINDING


1. COARSE CRUSHERS (PRODUK KASAR):
- JAW CRUSHERS: JENIS BLAKE & DODGE
2. INTERMEDIATE (PRODUK SEDANG):
- ROLLS
- DISC CRUSHERS
- EDGE RUNNERS
- DISINTEGATORS (CAGE)
- HAMMER MILLS
3. FINE GRINDERS (PRODUK HALUS):
- CENTRIFUGAL
- BUHRSTONES
- ROLLER MILLS
- BALL MILLS & TUBE MILLS
- ULTRAFINE GRINDERS
41

10.HEAT TRANSFER EQUIPMENT:


a.

b.

c.
d.

CHILLER: MENDINGINKAN
FLUIDA JIKA AIR HANYA
DIGUNAKAN SEBAGAI
COOLANT/PENDINGIN
(PAKAI REFRIGERANT
AMMONIA ATAU FREON)
CONDENSER:
MENGKONDENSASIKAN
UAP/CAMP UAP
COOLER: MENDINGINKAN
LIKUID OR GAS
EXCHANGER: MEMILIKI DUA
FUNGSI YAITU MEMANASKAN
FLUIDA DINGIN, DAN
MENGGUNAKAN PANAS
FLUIDA, ATAU TIDAK ADA
PANAS YANG HILANG.

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.

HEATER
REBOILER
THERMOSIPHON REBOILER
FORCED-CIRCULATION
REBOILER
STEAM GENERATOR
SUPERHEATER
VAPORIZER
WASTE HEAT BOILER

42

10. ALAT PEMISAH


DISTILASI:
1. FLASH DISTILLATIN
2. RECTIFIKASI
ABSORPSI GAS:
1. PACKED TOWER
2. BUBBLE CAP

EKSTRAKSI:
1. BASKET EXTRACTOR
2. ROTOCELL EXTRACTOR

DRYING:
1. ROTARY DRYERS
2. AGITATOR DRYERS
3. TURBO DRYERS
CRYSTALIZATION:
1. TANK CRYSTALIZERS
2. AGITATED CRYSTALIZERS

MIXING:
1. DRY MIXER
2. KNEADING MASCHINE
43
3. TURBINE MIXER

44

45

TOTAL & PARTIAL CONDENSER

TOTAL & PARTIAL REBOILER

46

47

NATURAL GAS PLANT

48

FLOWSHEET PENGOLAHAN MINYAK MENTAH MENJADI


BERBAGAI PRODUK

49

FLOWCHART PROSES CONTINUE MINYAK MAKAN NABATI DAN HEWANI MELIPUTI PROSES REFINING, BLEACHING,
50
HYDROGENATION DAN DEODORIZING.

FLOWSHEET PT ARUN LNG & LPG PLANT

51

52

FLOWSHEET PABRIK GULA

53

FLOWSHEET PABRIK ALKOHOL

54

KELLOG AMONIA PROSES

55

FLOWSHEET PABRIK SEMEN

56

KESIMPULAN
1.

ILMU DASAR INDUSTRI KIMIA SANGAT DIPERLUKAN DALAM


MENGEVALUASI SUATU PROSES.

2. METODOLOGI TENIK KIMIA DIGUNAKAN SEBAGAI LANGKAHLANGKAH UNTUK MENGEVALUASI SUATU


PROSES INDUSTRI
KIMIA. (PENDEKATANIDENTIFIKASI-OPTIMASI).
3. PENGEMBANGAN INDUSTRI KIMIA DILAKUKAN SECARA BERTAHAP.
4. INDUSTRI KIMIA DI INDONESIA BELUM MEMBERIKAN HASIL YANG
MAKSIMAL (PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM YANG TERSEDIA,
SOSIAL EKONOMI).

5. INDUSTRI KIMIA SAAT INI TITIK BERAT PADA SDA YANG DAPAT
DIPERBAHARUI & ENERGI ALTERNATIF.
6. UNTUK BISA MENGEVALUASI SUATU PROSES DALAM INDUSTRI
SARJANA TEKNIK KIMIA HARUS MENERAPKAN KONSEP DASAR ILMU,
PENDEKATAN PROSES, IDENTIFIKASI, OPTIMISASIKAN PROSES.
57

TUGAS

MATA KULIAH
: PROSES INDUSTRI KIMIA
SEMESTER
: III
POKOK BAHASAN : INDUSTRI KIMIA ( 16 KELOMPOK/16 JUDUL)
BENTUK
: PENULISAN MAKALAH
TUJUAN
: UNTUK PENGUASAAN KONSEP DALAM
EVALUASI.
SUMBER BACAAN : SEPERTI DALAM GBPP & SAP
PROSEDUR PELAKSANAAN:

BEKERJALAH SECARA KELOMPOK (2-3 ORANG).

PADA BAB TINJAUAN PUSTAKA JELASKAN BAHAN BAKU, TAHAPAN PROSES,


RANGKAIAN PERALATAN (FLOW DIAGRAM).

MAKALAH DIBUAT MINIMAL 10 HALAMAN (1,5 SPASI).

ISINYA TERDIRI DARI:


- BAB I
PENDAHULUAN (latar belakang, tujuan, manfaat)
- BAB II
TINJAUAN PUSTAKA (bahan baku, tahapan proses/uraian
proses, peralatan +fungsi alat/cara kerja ringkas).
- BAB III
PERMASALAHAN (PILIH salah satu alat utama/besar
dalam fs)
- BAB IV
PEMBAHASAN (ceritakan deskripsi alat, fungsi,dll)
- KESIMPULAN & DAFTAR PUSTAKA
5.
TUGAS AKAN DIPRESENTASIKAN (DITULIS DITRANSPARAN).
6.
PENILAIAN :
- ISI/SISTEMATIKA MAKALAH
20%
- KEAKTIFAN DALAM DISKUSI
40%
- PEMAHAMAN KONSEP
20%
- PRESENTASI
20%
58
TOTAL
100%

Kel 1 industri cpo/minyak makan/oleokimia


Kel 2 industri semen /pt.sai
Kel 3 industri pengilangan minyak bumi/pkl
brandan/caltex
Kel 4 pencairan gas alam/pt.arun
Kel 5 industri pupuk urea/pt. kim

59