Anda di halaman 1dari 57

Disusun oleh :

Duas Jourgie S.
Astrie Hananda F
Gia Cellisa Sianosa
Anita
Harris Hardian

090100274
090100299
090100271
090100293
090100075

Pembimbing:
dr. Budi Irwan, Sp. B-KBD

Obtruksi intestinal 60-70 % dari seluruh kasus


gawat abdomen

Partial

Total

Pergerakan
intestine

Segmental
(mixing)
Propulsif
(peristaltik)

Merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang terjadi


karena adanya daya mekanik yang bekerja atau
mempengaruhi dinding usus sehingga menyebabkan
penyempitan /penyumbatan lumen usus. Hal tersebut
menyebabkan pasase lumen usus terganggu.

Blokade intralumen : Benda asing, intusepsi, cairan ex: barium,


mekonium
intramural atau lesi intrinsik dari dindinng usus : Neoplasma,
Inflamasi, kelainan kongenital
Kompresi lumen atau konstriksi akibat lesi ekstrinsik dari intestinal:
adhesi, kompresi organomegali, hernia, volvulus.

Teori pembentukan :
1. Teori primitif
2. Teori klasik

Faktor predisposisi :
Genetik
Diet tinggi lemak, rendah serat
Gaya hidup

Sel mukosa
rektum
Beregenerasi
setiap 6 hari

Keadaan
patologis,
inaktivasi gen
adenomatous
polyposis coli
(APC)

Replikasi tak
terkontrol K- ras
onkogen dan
mutasi gen p53

Mencegah
apoptosis

Stadium 0 :
Hanya pada bagian paling dalam
rektum.yaitu pada mukosa
Stadium I :
Menembus mukosa, muskularis dan
dinding bagian dalam rektum
Stadium II :
Telah menyebar ke jaringan
terdekat, namun belum sampai limfe
Stadium III :
Limfe, namun belum ke bagian
tubuh lain
Stadium IV :
Telah menyebar ke bagian tubuh lain
seperti hati, paru atau ovarium

Pembedahan

Keterangan :
A = Low anterior
resection
B,C = Coloanal
anastomosis
D = J pouch
construction

Pada kasus stadium 2 dan 3.


Terdapat 2 cara pemberian radiasi :
Radiasi External
Radiasi Internal
Kemoterapi

Stadium 2 dan 3.
Adjuvant :
Fluorouracil (5-FU) yang dikombinasikan dengan
leucovorin dalam waktu 6-12 bulan

Obstruksi Usus
Akumulasi gas dan
cairan usu proksimal
obstruksi
Distensi
Proliferasi bakteri

Tekanan Intraluminal
Iskemia dinding usus
Hilang caurab menuju
peritoneum
Lepasnya bakteri usus ke
peritoneum dan sistemik
Peritonitis,
septikemia

Hilangnya H2o dan


elektrolit

Volume ECF

Syok Hipovolemik

Obstruksi strangulasi adalah hilangnya aliran darah di segmen


obtruksi dari intestinal. Hal ini dapat terjadi karena adanya penekanan
langsung dari vasa mesenteric atau sebagai akibat perubahan lokal
pada dinding intestinal. Komplikasi ini sering berhubungan dengan
obstruksi yang disebabkan oleh hernia dan volvulus
Simple

Strangulata

Kolik

Menetap

Muntah

Distensi abdomen

Obstipasi

Peristaltik

Meningkat

Menurun

Leukosit

N/meningkat

Meningkat

Lambat

Cepat

Nyeri abdomen

KU memburuk

Obstruksi Gelung Tertutup


Terjadi saat obstruksi terdapat di dua tempat. Volvulus merupakan
sebab yang paling sering dan dapat juga menyebabkan terjadinya
perputaran mesenterium.

Obstruksi Parsial Intestinal


Pada obstruksi parsial, lumen tak sepenuhnya tersumbat. Adhesi
merupakan penyebab tersering dari gangguan ini dan jarang sekali
mengakibatkan terjadinya strangulasi.
Obstruksi kolon
Patofisiologi terjadinya obstruksi pada kolon berbeda dengan intestinal.
Kolon khususnya yang bagian distal memiliki kemampuan yang
terbatas pada absorbsi.

Berdasarkan letak
obstruksi
Letak Tinggi :
Duodenum-Jejunum

Letak Rendah :
Colon-Sigmoidrectum

Letak Tengah :
Ileum Terminal

Nyeri
abdomen

Kegagalan
buang air
besar atau gas
(konstipasi).

4 tanda
kardinal

Distensi

Muntah

anamnesis

Pemeriksaan
fisik

Pemeriksaan
penunjang

Nyeri abdomen
Muntah
Distensi
Kegagalan buang air besar atau gas (konstipasi).

Inspeksi : darm contour & darm steifung


Palpasi : distensi abdomen, nyeri tekan, yang mencakup defance muscular involunter atau rebound dan
pembengkakan atau massa yang abnormal
Perkusi : hypertimpani (acute), beda (kronik)
Auskultasi : untuk membedakan pasien menjadi tiga kategori : loud, high pitch dengan burst ataupun rushes

Laboratorium
Foto polos abdomen: distensi/ kolaps, air-fluid level, step ladder sign,

Rehidrasi

dekompresi

operatif

Nama

: MS
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Usia
: 49 tahun
Agama
: Protestan
Alamat
: Tapanuli Kec. Sipahutan
Kab. Tapanuli Utara
Tanggal Masuk
: 8 November 2014

Keluhan Utama : Nyeri perut

Telaah
:
Hal ini dialami pasien sejak 2 hari sebelum masuk
rumah sakit, nyeri bersifat hilang timbul. Riwayat
mual/muntah (+) sejak 2 hari yang lalu. BAB (+)
sedikit-sedikit sejak 4 hari yang lalu. Buang angin (+).
Pasien telah menjalani operasi gaster perforasi di
rumah sakit luar 5 minggu yang lalu.

RPT/RPO : riwayat operasi a/I gaster perforasi 5 minggu yang


lalu.

Status Presens
Sensorium

Compos Mentis

Tekanan Darah

120/80 mmHg

RR

20 x/I

HR

80 x/I

Temp

36,5 C

Status Lokalisata
Kepala

Tidak dijumpai kelainan

Mata

RC (+/+), pupil isokor diameter 3 mm, conj. Palp inferior pucat (/-)

T/H/M

Tidak dijumpai kelainan

Leher

Pembesaran KGB tidak dijumpai

Thorax

Frekuensi Jantung
Frekuensi Napas

Abdomen

Inspeksi : simetris membesar, distensi (+), bekas operasi (+)


Palpasi : soepel, nyeri tekan (-)
Perkusi : hypertimpani
Auskultasi: Peristaltik (+)

Ekstremitas

pols : 80x/i, reg, t/v cukup, akral hangat

Alat Kelamin

, anus (+)

DRE

TSA ketat, mukosa licin, ampula rekti normal

: 80/i, reg, desah (-)


: 20/i, reg, ronki (-/-)

Hasil Laboratorium RSUP HAM, 7 November 2014,


16.36WIB
Hematologi
Hemoglobin (HGB)

g%

16,90

13.2-17.3

Eritrosit (RBC)

106/ mm3

5,17

4.2-4.87

Leukosit (WBC)

103/ mm3

21,40

4.5- 11.0

47,6

43-49

103/ mm3

237

150-450

PT

Detik

15

14,60

INR

Detik

1,03

APTT

Detik

29,7

36,80

TT

Detik

14,8

18,00

7,52

7,35-7,45

Hematokrit
Trombosit (PLT)

Faal Hemostasis

Analisa Gas Darah


pH

pCO2

mmHg

33

38-42

pO2

mmHg

185

85-100

Bikarbonat (HCO3)

mmol/L

26,9

22-26

Total CO2

mmol/L

27,9

19-25

Kelebihan basa (BE)

mmol/L

4,4

(-2) (+2)

100

95-100

Saturasi O2

KGD ad random

mg/dL

114,3

<200

g/dL

3,9

3,5-5,0

Ureum

mg/dL

64,2

<50

Kreatinin

mg/dL

1,08

0,70-1,20

Natrium

mEq/L

137

135-155

Kalium

mEq/L

4,1

3,6-5,5

Klorida

mEq/L

106

96-105

Hati
Albumin
RFT

Elektrolit

EKG

Kesan :
Sinus Takikardi, toleransi operasi low risk

Rontgen Thorax

Kesan :
tidak tampak kelainan pada cordan pulmo.

Rontgen Abdomen Supine

Rontgen Abdomen Erect

Kesan :
tidak tampak kelainan pada cordan pulmo.

Diagnosa Sementara: Partial Mechanical Bowel Obstruction


d/t Adhesive Band

Rencana
Brium FolowThrough

IVFD RL 20 gtt/i
Pasang NGT dan Kateter untuk dekompresi

Inj. Ceftriaxone 1 gr

Inj. Ketorolac 30 mg

Inj. Ranitidine 50 mg

9-11 November 2014, Recovery Room


S :O : Sens : CM, TD : 110/70 mmHg , HR : 84 x/i , RR : 20 x/i
Abdomen: Soepel, hypertimpani (+) , peristaltik (+) , borborigmi (+), metallic sound
A : Partial Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band
P : - IVFD RL 3/3 D5% 20gtt/I

Inj. Aminofusin 1 fls/hari

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

R : Barium Follow Through dengan soluble contras, cek DL, elektrolit, albumin

12 November 2014, Ruangan


S :O : CM, TD : 110/60 mmHg , HR : 80 x/i , RR : 20 x/i
Abdomen: Soepel, hypertimpani (+) , peristaltik (+) , borborigmi (+), metallic sound
A : Partial Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band
P: - IVFD RL 3/3 DS 5% 20 gtt/I
-

Inj. Plasmanat 1 fls/hari

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

Follow Through (Dengan Kontras)


Kesimpulan:Partial Mechanical Obsruction
R: pemasangan CVC

Hasil Laboratorium RSUP HAM, 12 November 2014


Hematologi
Hemoglobin (HGB)

g%

15,20

13.2-17.3

Eritrosit (RBC)

106/ mm3

4,72

4.2-4.87

Leukosit (WBC)

103/ mm3

10,03

4.5- 11.0

44,1

43-49

103/ mm3

223

150-450

4,4

3,4-4,8

mg/dL

108,7

<200

Ureum

mg/dL

67,2

<50

Kreatinin

mg/dL

0,82

0,70-1,20

Asam Urat

Mg/dL

8,3

<7,0

Natrium

mEq/L

138

135-155

Kalium

mEq/L

3,3

3,6-5,5

Klorida

mEq/L

106

96-105

Hematokrit
Trombosit (PLT)
Albumin
KGD ad random

g/dL

RFT

Elektrolit

13-14 November 2014, Ruangan


S:O: Hemodinamik stabil
A: Partial Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band

P: - IVFD RL 3/3 D10% 20 gtt/I


-

Diet TPN D40% dalam D10%500 cc/24jam, ivelip 2 fls/hari, aminofusin 1 fls/hari

Inj. Plasmanat 1 fls/hari

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

Wash out pagi dan sore

Foto Thorax kontrol pemasangan CVC

Kesan: tidak tampak kelainan pada cor dan pulmo. Terpasang CVC.

15 November 2014, Ruangan

S : BAB (-), flatus (-)


O: NGT: 1100 cc (hijau pekat)
Abdomen: I:distensi (+), darm contour (+), darm shifting (+)
P: Nyeri tekan (-), defense muscular (-)
P: hypertimpani
A: peristaltic (+) ,Borborigmi (+), metalic sound (+)
DRE: TSA ketat, mukosa licin, ampula rekti kolaps
A: Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band Gagal Konservatif (H+7)
P: - IVFD RL 3/3 D10% 20 gtt/I
-

Diet TPN D40% dalam D10%500 cc/24jam, ivelip 2 fls/hari, aminofusin 1 fls/hari

Inj. Plasmanat 1 fls/hari

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

R: operasi Laparotomi Emergency

17 November 2014, Ruangan


S :O : Hemodinamik stabil
A : Post Laparotomy d/t Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band (H+2)

P: - IVFD RL 20 gtt/I
-

Diet TPN D40% dalam D10%500 cc/24jam, ivelip 2 fls/hari, aminofusin 1 fls/hari

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Metronidazole 500 mg/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

Hasil Laboratorium RSUP HAM, 17 November 2014


Hematologi
Hemoglobin (HGB)

g%

11,70

13.2-17.3

Eritrosit (RBC)

106/ mm3

3,68

4.2-4.87

Leukosit (WBC)

103/ mm3

16,56

4.5- 11.0

34,7

43-49

103/ mm3

233

150-450

PT

Detik

14,2

14,60

INR

Detik

0,95

APTT

Detik

33,9

34

TT

Detik

16,5

17,8

7,44

7,35-7,45

Hematokrit
Trombosit (PLT)
Faal Hemostatis

Analisa Gas Darah


pH
pCO2

mmHg

29,9

38-42

pO2

mmHg

218

85-100

Bikarbonat (HCO3)

mmol/L

19,9

22-26

Total CO2

mmol/L

20,8

19-25

Kelebihan basa (BE)

mmol/L

-3,6

(-2) (+2)

99,7

95-100

Saturasi O2

Albumin

2,5

3,4-4,8

mg/dL

108,7

<200

Ureum

mg/dL

67,2

<50

Kreatinin

mg/dL

0,82

0,70-1,20

Asam Urat

Mg/dL

8,3

<7,0

Natrium

mEq/L

138

135-155

Kalium

mEq/L

2,8

3,6-5,5

Klorida

mEq/L

107

96-105

KGD ad random

g/dL

RFT

Elektrolit

18-19 November 2014, Ruangan


S : nyeri pada luka operasi
O : Hemodinamik stabil

A : Post Laparotomy d/t Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band
P: - IVFD RL 20 gtt/I
-

Diet TPN D40% dalam D10%500 cc/24jam, ivelip 2 fls/hari, aminofusin 1 fls/hari

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Metronidazole 500 mg/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

Koreksi albumin

Koreksi K

R: Aff CVC

20 November 2014, Ruangan


S :O : Hemodinamik stabil
A : Post Laparotomy d/t Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band
P: - IVFD RL 20 gtt/I
-

Diet M1

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Metronidazole 500 mg/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

21-24 November 2014, Ruangan


S :O : Hemodinamik stabil
A : Post Laparotomy d/t Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Adhesive Band
P: - IVFD RL 20 gtt/I
-

Diet M2

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Metronidazole 500 mg/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

mobilisasi

Identitas Pribadi
Nama
Jenis Kelamin
Usia
Agama

Alamat
Tgl Masuk

: DHS
: Laki laki
: 73 tahun
: Protestan
: Brigjen Katamso No.41
: 20 November 2014, 14.00 WIB

Riwayat Perjalanan Penyakit


Keluhan Utama

: BAB berdarah
Telaah
: Hal ini dialami oleh pasien lebih
kurang 2 bulan sebelum masuk rumah sakit, warna darah
kehitaman. BAB seperti kotoran kambing (+), riwayat
penurunan BB dijumpai 10 kg dalam 2 bulan terakhir. BAK (+)
N.
Keluhan tambahan
: Mual/muntah sejak 1 minggu sebelum
masuk rumah sakit. Os mengaku sulit buang air besar sejak 1
minggu lalu dan tidak BAB sejak 2 hari yang lalu. Buang angin
(+), perut terasa kembung (+).
RPT
:RPO
:-

Status Presens
Sensorium
RR
TD
HR

Temp

: Compos mentis
: 20 x/I
: 120/80 mmHg
: 80 x/I
: 36.5 C

Status Lokalisata
Kepala
Mata

: tidak dijumpai kelainan


: RC (+/+), pupil isokor diameter 3 mm, conj. Palp

inferior pucat (-/-)


T/H/M
: tidak dijumpai kelainan
Leher
: Pembesaran KGB tidak dijumpai
Thorax
: Frekuensi Jantung
: 80/i, reg, desah (-) Frekuensi
Napas
: 20/i, reg, ronki (-/-)
Abdomen : Inspeksi
: simetris membesar, distensi (+), darm contour
(+)

borborigmi

Palpasi
: soepel, nyeri tekan (-)
Perkusi
: hypertimpani
Auskultasi: Peristaltik (+) , metallic sound(+),

Ekstremitas
: pols : 80x/i, reg, t/v cukup, akral hangat
Alat kelamin
: , anus (+)
DRE
: Perineum normal, TSA ketat, teraba massa 3 cm dari anal verge,

menutupi lumen, sirkuler, berbenjol-benjol, mudah berdarah, terfiksir.

Hasil Laboratorium IGD RSUP HAM, 21 November 2014

Hematologi
Hemoglobin (HGB)

g%

13,90

13.2-17.3

Eritrosit (RBC)

106/ mm3

4,43

4.2-4.87

Leukosit (WBC)

103/ mm3

9,62

4.5- 11.0

41,3

43-49

103/ mm3

249

150-450

PT

Detik

13,6

14,00

INR

Detik

0,96

APTT

Detik

35,2

34,00

TT

Detik

21,9

18,00

KGD ad random

mg/dL

79

<200

SGOT

U/L

142

<38

Albumin

g/dL

3.4

3.5-5.0

Ureum

mg/dL

21,70

<50

Kreatinin

mg/dL

0,48

0,70-1,20

Natrium

mEq/L

131

135-155

Kalium

mEq/L

4,1

3,6-5,5

Klorida

mEq/L

105

96-105

ng/mL

>1000

0-3

Hematokrit
Trombosit (PLT)
Faal Hemostasis

LFT

RFT

Elektrolit

14/11/2014
CEA

Laporan kolonoskopi:

Introduksi
: Scope PCF 160 AL lancar
Perineum
: Hemoroid ekksterna
Anus : Hemoroid interna
Rektum : 3 cm dari anus tampak massa protruded menutupi lumen
sehingga scope tidak bisa masuk. Scope tidak diteruskan
Kolon sigmoid : Kolon desendens
:Kolon transversum: Kolon asendens : Kolon saekum : Biopsi : Dilakukan biopsy 4x di daerah rectum
KESIMPULAN : Ca Recti + Hemoroid Interna + Hemoroid Eksterna
Anjuran : Menunggu hasil biopsy

Makroskopik

: Diterima 4 buah jaringan masing


masing sebesar ujung beras, kenyal, warna abu-abu
Mikroskopik
: Sediaan jaringan terdiri dari 4 keping
jaringan berupa mukosa tampak kelenjar kelenjar atipik
yang megalami disorganisasi, bentuk glandular, sebagian
papiler dilaisi epitel dengan inti pleomorfik, kromatin
kasar, nucleoli menonjol, sitoplasma eosinofilik dan
bervakuola dan mengandung musin. Stroma jaringan ikat
dengan sebukkan sel sel mononuklues dan PMN yang
massif, diinfiltrasi oleh sel sel tumor
Kesimpulan
: Adenoarcinoma (Well differentiated).

Diagnosa : Mechanical Bowel Obstruction d/t Ca Recti

Tatalaksana:
IVFD RL 20 gtt/i
Pasang NGT dan Kateter untuk dekompresi
Inj. Cefazolin 1 gr
Inj. Ketorolac 30 mg
Inj. Ranitidine 50 mg

Rencana: Hartmann Procedure

21 November 2014, Ruangan


S : Nyeri pada daerah bekas operasi

O : Sens : CM, TD : 98/83 mmHg , HR : 89 x/i , RR : 22 x/I


Abdomen: Soepel, timpani (+) , peristaltik (+) N, stoma viable, produksi feces (+)
A : Post Hartmann procedure a/i Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Rectal Tumor T4NxM0
(H0)

P : - IVFD RL 20 gtt/I melalui CVC


- Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam
-

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

R : Pindah ruangan jika hemodinamik stabil

22 November 2014, Ruangan


S : Nyeri pada daer ah bekas operasi
O : CM, TD : 110/60 mmHg , HR : 80 x/i , RR : 22 x/I
Abdomen: Soepel, timpani (+) , peristaltik (+) N, stoma viable, produksi feces (+)

A : Post Hartmann procedure a/i Total Mechanical Bowel Obstruction d/t Rectal Tumor T4NxM0 (H0)

P: - IVFD RL 20 gtt/I melalui CVC


- Diet MB
- Mobilisasi
-

Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

R : Cek DL, Elektrolit, Albumin


Hasil Laboratorium RSUP HAM, 23 November 2014, 17.15 WIB

Hematologi
Hemoglobin (HGB)

g%

10.50

13.2-17.3

Eritrosit (RBC)

106/ mm3

3.34

4.2-4.87

Leukosit (WBC)

103/ mm3

9.23

4.5- 11.0

31,00

43-49

103/ mm3

255

150-450

g/dL

2,9

3,4-4,8

Natrium

mEq/L

133

135-155

Kalium

mEq/L

5.6

3,6-5,5

Klorida

mEq/L

102

96-105

Hematokrit
Trombosit (PLT)
Albumin
Elektrolit

23 November 2014, Ruangan


S : Nyeri pada daerah bekas operasi, nyeri berkurang
O : Sens : CM, TD : 110/70 mmHg , HR : 90 x/i , RR : 22 x/I
Abdomen: Soepel, timpani (+) , peristaltik (+) N, stoma viable, produksi feces (+)
A : Post Hartmann Procedure d/t Adeno Ca Recti (H2)

P : - IVFD RL 20 gtt/I melalui CVC


- Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam
-

Inj. Ketorolac 30 mg/8jam

Inj. Ranitidin 50 mg/12 jam

Inj. Transamin 1 amp/8 jam

Inj. Vit K1 amp/12 jam