Anda di halaman 1dari 3

LOGAM CAMPUR LOGAM SANGAT MULIA UNTUK RESTORASI LOGAMKERAMIK

Penolakan utama dari penggunaan porselen gigi sebagai bahan restorasi adalah
rendahnya kekuatan tarik dan kekuatan gesernya. Meskipun porselen dapat menahan
kekuatan kompresi dengan cukup berhasil, desain substrukturnya tidak memungkinkan
bentuk-bentuk dimana kekuatan kompresi merupakan daya utamanya.
Sebuah metode untuk mengurangi kekurangan ini adalah mengikat porselen
secara langsung pada substruktur logam campur cor yang dibuat pas untuk gigi yang
sudah dipreparasi. Jika ikatan yang kuat antara lapisan porselen dengan logam dapat
diperoleh, vinir porselen ini menjadi lebih kuat. jadi, resiko patah karena sifat rapuhnya
dapat dihindari, atau paling sedikit, dikurangi.
Untuk membuat tambalan seperti ini, sebuah substruktur logam akan dibuat
model malamnya, dicor logam, diselesaikan, dan dipanaskan (oksidasi). Kemudian
lapisan tipis dari porselen yang berwarna opak digabungkan ke substruktur logam untuk
mengawali ikatan porselen-logam dan menutup warna dari substruktur tersebut.
Selanjutnya, porselen dentin dan email, yang kadang-kadang disebut sebagai porselin
badan dan porselen insisal, digabungkan ke hasil pengecoran, dibentuk, diwarnai untuk
memperbaiki tampilan estetiknya, kemudian diglazing.
Logam campur-keramik asli mengandung 88% emas dan terlalu lunak untuk
restorasi yang harus menahan tekanan, misalnya gigi tiruan sebagian cekat. karena tidak
ada bukti dari ikatan kimia antara logam campur dan porselen gigi, retensi mekanis dan
underkut digunakan untuk mencegah terlepasnya vinir keramik. Telah dikembangkan
suatu tes dimana tekanan dipusatkan pada antar-muka porselen-logam. Dengan
menggunakan tes ini, ditemukan bahwa kekuatan ikatan dari porselen dengan logam
campur jenis ini adalah lebih rendah daripada kekuatan kohesif dari porselen itu sendiri.
ini berarti bahwa jika terjadi kegagalan dari restorasi logam-keramik, maka kemungkinan
besar ini muncul di antar-muka porselen-logam. Dengan menambahkan kurang dari 1 %
unsur-unsur pembentuk oksida, seperti besi, indium, dan timah pada logam campur yang
banyak mengandung emas ini, kekuatan iktan antara logam dan porselen meningkat tiga
kali lipat. Besi juga meningkatkan batas proporsional dan kekuatan dari logam campur.

Hanya diperlukan penambahan 1% logam dasar pada logam campur emas,


palladium, dan platinum untuk menghasilkan sedikit lapisan oksida di permukaan
substruktur agar diperoleh tingkat kekuatan ikatan logam-porselen yang melebihi
kekuatan kohesif dari porselen itu sendiri. Jenis logam campur yang baru ini, dengan
penambahan sedikit logam dasar, menjadi standar untuk restorasi logam-keramik. sebagai
respons terhadap tekanan ekonomi, telah muncul logam campur logam-keramik lain yang
berbahan dasar emas dan palladium.
Meskipun komposisi kimianya sangat berbeda, semua logam campur di dalam
kategori berikut mempunyai sedikitnya tiga ciri yang sama : (1) berpotensi untuk
mengikat porselen gigi; (2) mempunyai koefisien kontraksi termal yang cocok dengan
porselen gigi, (3) titik padatnya cukup tinggi sehingga aplikasi porselen bersuhu
penggabungan rendah dimungkinkan.
Logam campur Berbahan Dasar Emas untuk Restorasi Logam-Keramik. Logam
campur ini mengandung emas lebih dari 40% beratnya dan sedikitnya 60% logam mulia
(emas ditambah platinum dan palladium dan/atau logam-logam mulia lainnya), dan
umumnya diklasifikasikan sebagai logam campur sangat mulia untuk memenuhi
peraturan komposisi.
Logam campur Emas-Platinum-Palladium. Logam campur ini mempunyai kandungan
emas berkisar sampai 88% dengan berbagai jumlah palladium, platinum, dan sejumlah
kecil logam dasar. Beberapa dari logam campur ini berwarna kuning. Jenis logam campur
ini peka terhadap perubahan bentuk seperti menggantung, dan penggunaannya sebagai
gigi tiruan sebagian cekat harus dibatasi hanya untuk protesa tiga unit, kantilever anterior,
atau mahkota.
Logam Campur Emas Palladium-Perak. Logam campur ini mengandung sekitar 39%
sampai 77% emas, palladium 35% dan perak 22%. Perak meningkatkan koefisien
kontraksi termal, tetapi juga cenderung mengubah warna beberapa porselen.
Logam Campur Emas-Palladium. kandungan emasnya berkisar antara 44% sampai
55% dan tingkat palladiumnya sebesar 35-45%. Logam campur tetap populer meskipun
harganya relatif tinggi. Tidak adanya perak mengakibatkan berkurangnya koefisien
kontraksi termal dan kecenderungan perubahan warna pada porselen. Logam campur
jenis ini harus digunakan bersama porselen yang mempunyai koefisien kontraksi termal

yang rendah untuk menghindari terjadinya tekanan tarik aksial dan sirkumferensial
(lengkung) pada porselen selama proses pendinginan dari siklus pembakaran porselen.
LOGAM CAMPUR LOGAM MULIA UNTUK RESTORASI LOGAM-KERAMIK
Logam Campur Berbahan Dasar Palladium.
Menurut klasifikasi ADA tahun 1984, logam campur logam mulia harus mengandung
sedikitnya 25% logam mulia tetapi tidak perlu mengandung emas. Klasifikasi umumnya
mengacu pada semua logam campur berbahan dasar palladium yang mengandung 5488% palladium,tetapi juga mengacu pada logam campur Aa-Pd untuk restorasi logam
penuh atau restorasi bervinir resin yang hanya mengandung palladium 25%. Logam
campur mulia berbahan dasar palladium menawarkan kompromi antara loam campur
sangat mulia dan logam campur berbahan utama logam dasar. Kepadatan logam campur
palladium berada di tengah-tengah antara kepadatan logam campur logan dasar dan
logam campur logam sangat mulia (Anusavice, 2003).