Anda di halaman 1dari 6

Nama : Putri Dina (2013730165)

M. Zetvandi (2013730151)
8. Jelaskan peran berbagai zat gizi dan substrat kimia lainnya dalam biokimia !

BIOKIMIA TULANG
Tulang adalah jaringan ikat padat yang terdiri atas:

Zat anorganik (mineral)

Zat organik (matriks tulang)

Zat anorganik berupa kristal

Hidroksapatit yaitu Ca 10 (PO4)6(OH)2

Na +

Mg 2+

Co3 2- (karbonat)

F- (fluorida)
Hidroksiapatit merupakan faktor yang menentukan kekuatan tulang 99% Ca2+ dalam
tubuh terhadap dalam tulang. Zat organik pada tulang berupa protein 90-96% adalah
kolagen tipe T. Kolagen tipe T dan protein lainnya merupakan bagian kecil pada
matriks. Tulang selalu berada dalam keadaan dinamic equilibrum atau peristiwa
tugor ganti. Peristiwa ini terlaksana karena ada 2 jenis sel, yaitu;

Osteoklas: reabsorbsi tulang ( demineralisasi) dan menghancurkan matriks baru


Osteoblas: deposisi tulang (mineralisasi) & sintesis matriks baru.
BIOKIMIA OTOT
I.

OTOT MENGUBAH ENERGI KIMIA MENJADI ENERGI MEKANIS


Otot adalah transducer (mesin) biokimia utama yang mengubah energi
potensial (kimiawi) menjadi energi kinetik (mekanis). Otot, jaringan tunggal terbesar
di tubuh manusia membentuk sekitar 25% massa tubuh saat lahir, lebih dari 40% pada
orang dewasa muda dan sedikit lebih kecil 30% pada usia lanjut.
Otot lurik terdiri dari sel-sel serabut otot multinukleus yang di kelilingi
oleh membran plasma yang dapat tereksitasi oleh listrik,yaitu sarkolema. Sel serabut
individual yang panjangnya dapat menyamai panjang keseluruhan otot, mengandung
berkas banyak miofibril yang tersusun sejajar yang terbenam dalam cairan intrasel

yang di sebut sarkoplasma. Di dalam cairan ini terdapat glikogen,senyawa berenergi


tinggi, ATP dan fosfokreatin, serta enzim-enzim glikolilsis.
Miofibril otot rangka mengandung filamen tebal dan tipis. Filamen tebal
mengandung miosin. Filamin tipis mengandung aktin, tropomiosin, dan kompleks
troponin (troponin T,I, dan C). Model jembata-silang filamen geser adalah dasar dari
pandangan terkini tentang kontraksi otot. Dasar dari model-model ini adalah bahwa
filamen-filamen yang saling tumpang tindih bergeser satu sama lain sewaktu otot
berkontraksi dan jembatan silang antara miosin dan aktin menghasilkan dan
mempertahankan ketegangan otot.
II.

AKTIN DAN MIOSIN MERUPAKAN PROTEIN UTAMA OTOT


Monomer G aktin membentuk 25% protein otot berdasarkan berat. Pada
kekuatan ionik fisiologis dan dengan keberadaan Mg2+,G aktin mengalami
polimerisasi secara nonkovalen untuk membentuk filamen heliks ganda tak larut yang
disebut F aktin. Serabut F aktin memiliki tebal 6-7nm dan memiliki puncak dan
struktur berulang setiap 35,5
Miosin adalah suatu famili protein,dengan paling sedikit 12 kelas yang telah
berhasil diidentifikasi dalam genom manusia. Miosin I adalah suatu spesies monomer
yang berikatan dengan membran sel. Miosin I dapat berfungsi sebagai penghubung
antara mikrofilamen dan membran sel di lokasi tertentu. Miosin membentuk 55%
protein otot berdasarkan berat dan membentuk filamen tebal. Mision II adalah
heksamer asimetris dengan massa molekol sekitar 460kDa.
Miosin merupakan protein otot yang paling besar jumlahnya yang terdiri atas
6 sub-unit; yaitu 2 rantai berat dan 4 rantai ringan. Terdiri atas bagian globular dan
bagian fibrosa. Bagian globular mengandung enzim ATPase .
Bagaimana hidrolisis ATP menghasilkan gerakan yang dapat terlihat kasat
mata? Kontraksi otot pada hakikatnya terdiri dari perlekatan dan pembebasan siklik
kepala S-1 miosin ke filamen F-aktin. Proses ini juga dapat disebut sebagai siklus
penyusun dan perombakan jembatan silang. Perlekatan aksin pada miosin juga diikuti
perubahan konformasi yang sangat penting di kepala S-1 dan bergantung pada
nukleotida mana yang tersedia (ADP atau ATP). Perubahan ini menghasilkan power
stroke (kayuhan bertenaga), yang mendorong pergerakan filamen aktin melewati
filamen miosin. Energi unutk power stroke pada akhirnay dipasok oleh ATP yang
dihidrolisis menjadi ADP dan P1. Namun, kayuhan bertenaga itu sendiri terjadi karena
perubahan konformasi di kepala miosim pada saat ADP meninggalkannya.

ATP

ATPase

ADP + P1 + energi

Selain itu, bagian globular juga dapat berinteraksi dengan aktin. Apabila miosin
direaksikan dengan tripsin akan putus menjadi HMM dan LMM. HMM apabila
direaksiakan dengan PAPAIN akan putus menjadi HMMS-1 dan HMMS-2. Miosin
HMM dan HMMS-1 memiliki aktivitas ATP-ase dan masih dapat berinteraksi dengan
aktin.
Apabila terjadi rangsangan, aktin G

aktin F. Kemudian tropomiosim dan

ketiga troponim berinteraksi dengan aktin F. Interaksi aktin F, trompomiosin dan


troponin kemudian berinterksi dengan miosin

Ca3+

kontraksi. Di dalam sel otot

terdapat organel subsel retikulum sarkoplasmik. Di dalam retikulum sarkoplasmik


terdapat protein kalsequestrin. Kalsequestrin merupakan pool Ca2+ pada keadaan
otot istirahat. Ketika terjadi rangsangan, kalsequestrin melepaskan Ca 2+, kemudian
Ca2+ diikat oleh troponin C sehingga terjadi kontraksi. Pada relaksasi, Ca 2+ kembali
diikat oleh kalsequestrin dalam retikulum sarkoplasmik.
Nitrogen

oksida

adalah

regulator

otot

polos

vaskular.

Hambatan

pembentukannya dari arginin menyebebkan peningkatan mendadak tekanan darah


yang menunjukkan bahwa regulasi tekanan darah salah satu dari banyak fungsinya.
III.

DUA TIPE SERABUT OTOT


Otot rangka berfungsi dalam kondisi aerob (istirahat) maupun anaerob
(misalnya lari cepat), jadi baik glikolisis aerob maupun anaerob bekerja, bergantung
pada kondisi. Otot rangka mengandung mioglobulin untuk menyimpan oksigen.
Secara fungsional, otot rangka dibedakan atas dua tipe yaitu; (tipe 1) otot
merah/ aerob dan (tipe2) otot putih/ anaerob. Contoh dari otot tipe I adalah pelari
maraton dimana sumber energi dari geerakan ototnya adalah glikolisis aerobik, siklis
asam sitrat, dan oksidasi asam lemak sangat penting pada fase-fase terakhir. Contoh
dari tipe otot II adalah pelari sprint dimana sember energi dari gerakan ototnya adalah
ATP, kreatinin kinase dan glikolisis anaerobik. Berikut adalah penjelasan lebih rinci;
Sumber Energi pada Otot Putih

1.

ATP

ATPase

ADP + P1 + energi

ATP dalam otot hanya terdapat untuk kontraksi otot selama 1 detik, kemudian;
2.

Kreatinfosfat + ADP

kreatin kinase

kreatin + ATP

Hal ini hanya berlangsung 4 detik, kemudian;


3.

2 ADP

4.

Glikolisis anaerobik

Adenilat Kinase

AMP + ATP

Glikogen

Glikolisis anaerobik

2 laktat +3 ATP

Sumber Energi pada Otot Merah


1.

Glikolisis aerobik
Glikogen

piruvat

CO2 + H2O + 39 ATP

Pada maraton glikogen hepar habis dalam waktu 18 menit


2.

Glikogen otot melalui glikolisisaerobik habis dalam waktu 70 menit

3.

Oksidasi asam lemak (tahan sampai 4000 menit).


BIOKIMIA SENDI
Otot melekat pada 2 tulang yang terhubung oleh sendi. Beberapa komponen
penunjang tsendi, terdiri atas;

1.

Tulang rawan hialin (kartilago hialin) adalah jaringan tulang rawan yang menutupi
kedua ujung tulang. Berguna untuk menjaga benturan Terdiri atas substansi rawan ;
kondroitin sulfat, sedikit protein, dan sedikit Ca2+. Rawan sendi ini dibuat oleh
kondroblast/ kondrosit.

2.

Kantung sendi (bursa articularis) di antara kedua rawan sendi.


Kantung ini berisi cairan sendi. Dalam cairan sendi terlarut glikosamino glikan,
terutama asam hialuraonat. Oleh karena sifat fisikokimia glikosamino glikan pada
cairan sendi ini membuat pergerakan tulang halus tanpa gesekan.

3.

Ligamen (ligamentum) adalah jaringan pengikat yang mengikat luar ujung tulang
yang saling membentuk persendian. Ligamentum juga berfungsi mencegah dislokasi.

4.

Cairan sinovial adalah cairan pelumas pada kapsula sendi


PERAN BERBAGAI ZAT GIZI DAN SUBSTRAT KIMIA LAINNYA DALAM
STRUKTUR BIOKIMIA
Energi yang digunakan dalam sistem gerak adalah dalam bentuk ATP (Adenin
Trifosfat). Bahan makanan yang berupa karbohidrat, lemak, dan protein yang
dioksidasi akan menghasilkan energi, dimana energi tersebut digunakan untuk
membentuk sejumlah besar ATP, dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai
sumber energi bagi banyak fungsi sel. Sehingga ATP merupakan senyawa kimia labil
yang terdapat di semua sel, dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi
untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP.
ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin, gula pentosa
ribosa dan tiga rantai fosfat. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan

bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga
dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel lainnya.
Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP)
menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari
pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan
mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. Bila ATP
di urai secara kimia sehingga menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8
kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam
tubuh.
Glikolisis merupakan salah satu bentuk metabolisme energi yang dapat berjalan
secara anaerobik tanpa kehadiran oksigen. Proses metabolisme energi ini mengunakan
simpanan glukosa yang sebagian besar akan diperoleh dari glikogen otot atau juga
dari glukosa yang terdapat di dalam aliran darah untuk menghasilkan ATP. Inti dari
proses glikolisis yang terjadi di dalam sitoplasma sel ini adalah mengubah molekul
glukosa menjadi asam piruvat dimana proses ini juga akan disertai dengan
membentukan ATP.
Mokelul asam piruvat yang terbentuk dari proses glikolisis ini dapat mengalami
proses metabolism lanjut baik secara aerobik maupun secara anaerobik bergantung
terhadap ketersediaan oksigen di dalam tubuh. Pada saat berolahraga dengan
intensitas rendah dimana ketersediaan oksigen di dalam tubuh cukup besar, molekul
asam piruvat yang terbentuk ini dapat diubah menjadi CO2 dan H2O di dalam
mitokondria sel. Dan jika ketersediaan oksigen terbatas di dalam tubuh atau saat
pembentukan asam piruvat terjadi secara cepat seperti saat melakukan sprint, maka
asam piruvat tersebut akan terkonversi menjadi asam laktat.
Di dalam proses ini, sebanyak 2 buah molekul ATP dapat dihasilkan apabila
sumber glukosa berasal dari glukosa darah dan sebanyak 3 buah molekul ATP dapat
dihasilkan apabila glukosaberasal dari glikogen otot. Setelah melalui proses glikolisis,
asam piruvat yang di hasilkan ini kemudian akan diubah menjadi Asetil-KoA di dalam
mitokondsia. Proses perubahan dari asam piruvat menjadi Asetil-KoA ini akan
berjalan dengan ketersediaan oksigen serta akan menghasilkan produk samping
berupa NADH yang juga dapat menghasilkan 2-3 molekul ATP. Untuk memenuhi
kebutuhan energi bagi sel-sel tubuh, Asetil-KoA hasil konversi asam piruvat ini
kemudian akan masuk ke dalam siklus asam-sitrat untuk kemudian diubah menjadi

karbon dioksida (CO2), ATP, NADH dan FADH2 melalui tahapan reaksi yang
kompleks. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses yang telah disebutkan dapat
dituliskan melalui persamaan reaksi sederhana sebagai berikut:
Asetil-KoA + ADP + Pi + 3 NAD + FAD + 3H2O ---> 2CO2+ CoA + ATP + 3
NADH + 3H + FADH2
Setelah melewati berbagai tahapan proses reaksi di dalam siklus asam sitrat,
metabolisme energy dari glukosa kemudian akan dilanjutkan kembali melalui suatu
proses reaksi yang disebut sebagai proses fosforilasi oksidatif. Dalam proses ini,
molekul NADH dan juga FADH yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat akan diubah
menjadi molekul ATP dan H2O. Dari 1 molekul NADH akan dapat dihasilkan 3 buah
molekul ATP dan dari 1 buah molekul FADH2 akan dapat menghasilkan 2 molekul
ATP. Proses metabolisme energi secara aerobik melalui pembakaran glukosa/glikogen
secara total akan menghasilkan 38 buah molekul ATP dan juga akan menghasilkan
produk samping berupa karbon dioksida (CO2) serta air (H2O). Persamaan reaksi
sederhana untuk mengambarkan proses tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
Glukosa + 6O2 +38 ADP + 38Pi ---> 6 CO2 + 6 H2 O + 38 ATP
Rincian diatas dapat diringkas sebagai berikut;
Glikolisis:
Glukosa > 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP
Siklus Krebs
2 asetil piruvat > 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP
2 asetil KoA > 4 CO2 6 NADH 2 PADH2
Rantai Transport electron respirasi
10 NADH + 502 > 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP
2 FADH2 + O2 > 2 PAD + 2 H20 4 ATP
Total ATP 38
Bentuk ATP inilah yang digunakan oleh tubuh dalam menunjang sistem gerak.

Anda mungkin juga menyukai