Anda di halaman 1dari 52

IPA

LAPORAN PKP PGSD


PDGK - 4501
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA
TENTANG KEGUNAAN PANAS DAN CAHAYA MATAHARI UNTUK
MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DI KELAS II SDN
BOJONG KIHIANG
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional

Disusun Oleh :
Nama
Nim
Program Studi
Kelas
Semester
Pokjar
Masa Registrasi

:
:
:
:
:
:
:

Imas Sukaesih
821043231
S I PGSD
B
VIII ( Delapan )
Katapang Kab. Bandung
2014.1

UNIVERSITAS TERBUKA
2014

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PERBAIKAN


PEMBELAJARAN
Nama Mahasiswa

IMAS SUKAESIH

NIM

821043231

Program studi

SI PGSD

Tempat Mengajar

SDN. Bojong Kihiang

Jumlah Siklus Pembelajaran

2 Siklus

Hari dan Tanggal Pelaksanaan

Siklus 1, Hari Kamis 8 Mei 2014


Siklus 1, Hari Kamis 14 Mei 2014

Masalah yang merupakan focus perbaikan :


1. Bagaimana meningkatkan kemampuan siswa dalam menjelaskan kegunaan
panas dan cahaya matahari dengan penerapan metode pembelajaran
demonstrasi?
2. Bagaimana meningkatkan keaktipan siswa dalam pembelajaran IPA tentang
kegunaan panas dan cahaya matahari dengan penerapan pendekatan
kooperatif?

Bandung ,

Juni 2014

Menyetujui
Supervisor 1,

Dr.Ikaputera Waspada,MM
NIP 19610420 198703 1 002

Mahasiswa,

Imas Sukaesih
NIM 821043231

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT


Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan praktik Pemantapan
Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi
mata kuliah PKP pada program studi SI PGSD Universitas Terbuka (UT) seluruhnya
merupakan hasil karya saya sendiri.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PKP yang saya kutip dari
hasil karya orang lain telah di tuliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma,kaidah dan etika penulisan karya ilmiah.
Apabila dikemuduan hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini bukan
hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu ,saya
bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya sandang
dengan perundang-undangan yang berlaku.
Bandung.

Juni 2014

Mahasiswa
Materai 6000

IMAS SUKAESIH
NIM 821043231

BIODATA MAHASISWA

UPBJJ

: 24 / Bandung

Masa Registrasi

: 2014.1

Pokjar

: Katapang

Nama Mahasiswa

: IMAS SUKAESIH

Program Studi

: SI PGSD

Tempat Mengajar

: SDN Bojong Kihiang UPTD TK dan SD Kecamatan


Cimenyan

Supervisor

: Dr.IKAPUTERA WASPADA,MM

Bimbingan / Tutorial
1.

Minggu, 27 April 2014

2.

Minggu, 4 Mei 2014

3.

Minggu, 11 Mei 2014

4.

Minggu, 18 Mei 2014

5.

Minggu, 25 Mei 2014

6.

Minggu, 1 Juni 2014

7.

Minggu, 8 Juni 2014

8.

Minggu, 15 Juni 2014

ABSTRAK
Imas Sukaesih.2014

Penerapan metode Pembelajaran Demonstrasi untuk

meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kegunaan panas dan cahaya


matahari.Metode yang sering di gunakan penulis dalam pembelajaran IPA adalah
metode demonstrasi .Permasalahan pembelajaran yang di hadapi penulis adalah
pemahaman dan hasil belajar yang rendah serta kurang memuaskan dan tidak
mencapai KKM.Peserta didik kurang dapat memahami pelajaran serta kondisi kelas
yang cenderung ramai saat kegiatan pembelajaran IPA berlangsung.Untuk mengatasi
permasalahan tersebut maka di butuhkan suatu model pembelajaran yang bisa
meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kegunaan panas dan cahaya
matahari.model pembelajaran yang bisa di terapkan diantaranya adalah metode
pembelajaran

demonstrasi.Model

Pembelajaran

demonstrasi

ini

terdiri

atas

;merancang pembelajan,mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran


yang ingin d capai.Peserta didik di tuntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran
sehingga siswa dapat belajar secara efektif dan dapat meningkatkan pemahaman
tentang kegunaan panas dan cahaya matahari.Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas.Subjek
penelitian adalah siswa kelas II SDN Bojong Kihiang yang berjumlah 22
orang.Dengan menerapkan metode pembelajaran demonstrasi peserta didik lebih
mudah memahami kegunaan panas dan cahaya matahari.dilihat dari nilai pra
siklus,hasil belajar siswa sebanyak 10 orang siswa (45.16%) mencapai KKM dan 12
siswa (54.84%) di bawah KKM dan pada siklus 1hasil belajar siswa ada peningkatan
sebanyak 16 siswa (70.97%) mencapai KKM,sedangkan pada siklus 2 mengalami
peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebanyak 20 orang siswa (90.32%) yang
mencapai KKM.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan agar di
lakukan penelitian lagi mengenai metode pembelajaran demonstrasi pada mata
pelajaran IPA untuk memantapkan hasil yang di peroleh sebelumnya.
Kata kunci : Demonstrasi,Kegunaan ,Matahari

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Alloh SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya.Sholawat dan salam dilimpahkan kepada jungjunan alam Nabi kita ,Nabi
Muhammad SAW,para sahabat,para tabiin dan para penerus perjuangan mereka.
Atas karunia dan nikmat yang berlimpah ruah dari Alloh SWT,penulis dapat
menyelesaikan laporan ini untuk di ajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) pada program studi SI PGSD
Universitas Terbuka UPBJJ Bandung Pokjar Katapang Kabupaten Bandung.
Penelitian dilakukan di SDN Bojong Kihiang Kecamatan Cimenyan
Kabupaten Bandung . Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) telah di
upayakan dengan seoptimal mungkin meskipun tidak menutup kemungkinan terdapat
kekurangan .
Laporan ini dapat di selesaikan berkat bantuan ,bimbingan ,pemberian
metivasi dari semua pihak .Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti
mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1. Bapak Dr. Ikaputra Waspada,MM selaku supervisor 1 yang telah membimbing
dalam pembuatan laporan PKP.
2. Bapak Dedi ,Selaku kepala UPTD Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.
3. Bapak Asep Dodi Hasanudi S.Pd selaku supervisor 2 yang telah memberikan
arahan kepada penulis dalam melaksanakan penyusunan laporan perbaikan
pembelajaran mata kuliah PKP.
4. Ibu Kokom Siti Komariah S.Pd selaku kepala sekolah SDN Bojong Kihiang
kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.
5. Suami tercinta dan keluarga yang telah memberikan dukungan ,dorongan dan
bantuan baik moril maupun materil.
6. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan doa serta dukungan materi kepada
penulis.
7. Siswa siswi kelas II SDN Bojong Kihiang tahun pelajaran 2013/2014.

8. Rekan rekan mahasiswa UT kelas B Pokjar Katapang yang telah memberikan


bantuan dan dukungan serta motivasi kepada penulis.
Hanya kepada Alloh jualah segalanya di kembalikan ,teriring doa semoga
Bantuan dari berbagai pihak dijadikan amal shaleh yang mendapat pahala berlipat
ganda.
Tiada gading yang retak demikian kata pepatah . Oleh karena itu tegur
sapa yang bersipat membangun ,amat di nantikan dan akhirnya kepada Alloh jualah
segala kelemahan dan kekurangan dalam laporan Pemantapan Kemampuan
Profesional (PKP) ini di kembalikan.Semoga Alloh SWT,senantiasa membuka pintu
magfirohnya ,dan mudah-mudahan laporan ini ada manfaatnya.Amiin

Bandung ,
Penulis

Juni 2014

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGASAHAN............................................................................................
BIODATA MAHASISWA..............................................................................................
ABSTRAK......................................................................................................................
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI...................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran.
D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran...

BAB II

KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian PTK
B. Karakteristik Peserta didik...
C. Mata pelajaran Pembelajaran IPA di SD.
D. Metode Pembelajaran Demonstrasi...
E. Langkah-langkah Pembelajaran Demonstrasi...

BAB III

PELAKSANAAN

PENELITIAN

PERBAIKAN

PEMBELAJARAN
A. Subjek ,tempat Waktu dan pihak yang membantu
pembelajaran..
B. Prosedur Perbaikan Pembelajaran..
C. Teknik Analisa Data...
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Hasil Penelitian dan Perbaikan Pembelajaran

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran


.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan..
B. Saran.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

1. Tabel 3.1.Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (hal 14)


2. Tabel 4.1.Hasil evaluasi Perbaikan Pembelajaran (hal 26)
3. Tabel 4.2.Deskripsi sebaran nilai (hal 27)
4. Tabel 4.3.Hasil evaluasi Perbaikan siklus 2(hal 29)
5. Tabel 4.4.Deskripsi Sebaran Nilai IPA prasiklus ,siklus 1dan siklus 2(hal 31)

DAFTAR GRAFIK
1. Grafik 4.1 Perbandingan Ketuntasan Belajar Pra Siklus dan Siklus 1 (hal 28)
2. Grafik 4.2 Perbandingan Ketuntasan siswa Dari Prasiklus 1, dan Siklus 2 (hal 31)
3. Grafik 4.3 Hasil Ketuntasan Belajar Siswa Kelas II Mata Pelajaran IPA Nilai
awal, Siklus 1, dan SIklus 2 (hal 32)

DAFTAR LAMPIRAN
1. Surat kesediaan sebagai supervisor 2
2. Surat pernyataan kesediaan sebagai supervisor 2 dalam penyelenggaraan PKP
3. Format perencanaan perbaikan pembelajaran
4. Rencana perbaikan pembelajaran (RPP) siklus 1
5. Lembar observasi siklus 1
6. APKG 1 dan 2 siklus 1
7. Lembar Evaluasi Siswa (nilai tertinggi dan terendah) siklus 1
8. Rencana perbaikan pembelajaran (RPP) siklus 2
9. Lembar observasi siklus 2
10. APKG 1 dan siklus 2
11. Lembar Evaluasi Siswa (nilai tertinggi dan terendah) siklus 2
12. Foto kopi Jurnal bimbingan supervisor 2

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Faktor penentu keberhasilan pendidikan disuatu negara adalah kualitas
sumber daya manusia yang ikut andil dalam pendidikan tersebut. Pendidikan
dapat berjalan dengan baik disekolah apabila seorang guru dapat melaksanakan
pembelajaran dengan sangat baik. Faktor kemampuan guru dapat merencanakan
dan melaksanakan

pembelajaran sangat menentukan sebagai fasilitas yang

bertugas menciptakan sesuatu yang memungkinkan terjadinya proses belajar pada


diri siswa dengan penuh makna.
Faktor

yang

sangat

penting

untuk

diperhatikan

dalam

upaya

membangun ,manusia yang berkualitas adalah pendidikan. Sebagaimana yang


dikemukakan oleh Driyarkara (Taufiq dkk, 2012:3) menyatakan bahwa
pendidikan adalah proses memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia
muda ke taraf insan harus diwujudkan didalam suatu proses atau upaya
pendidikan.
Pada kamus Internasional Pendidikan (International Dictionary of
Education) (Taufiq dkk, 2011:3) pendidikan setidaknya mempunyai tiga ciri
utama sebagai berikut :
1. Proses pengembangan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku
lainya dalam masyarakat, dimana dia hidup.
2. Proses sosial, dimana seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan
yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) untuk
mencapai kompetensi sosial dan pertumbuhan individu secara optimal.
3. Proses pengembangan pribadi atau watak manusia.
Pengertian tersebut mirip dengan pendapat G. Thompson (Taufiq dkk,
2012:3) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas
individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap didalam

kebiasaan-kebiasaan, pemikiran, sikap-sikap dan tingkah laku. Selain itu Crow


dan Crow (taufiq dkk 2012:3) mengemukakan; harus diyakini bahwa utama
pendidikan adalah pendidikan adalah bimbingan tehadap individu dalam upaya
memenuhi kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan potensi yang
dimilikinya sehingga dia memperoleh kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan
pribadi dan kehidupan sosialnya.
Pendapat tersebut memandang pendidikan bukan hanya sebagai
pemberian informasi pengetahuan dan pembentukan keterampilan melainkan
lebih luas dari pada itu, meliputi usaha untuk mewujudkan keinginan,
kebutuhan dan kemampuan indivisu sehingga mencapai pola hidup pribadi dan
sosial yang memuaskan.
Akan tetapi proses pembelajaran tidak semudah yang dibicarakan,
banyak sekali permasalahan yang terjadi sehingga proses pembelajaran yang
baik dan benar susah untuk dilaksanakan. Kemampuan guru dan latar belakang
siswa, serta saranadan prasarana yang ada di sekolah kerap menjadi masalah
dan terciptanya suatu pembelajaran yang baik.
Penulis

menyususn

laporan

ini

salah

satunya

adalah

untuk

menyelesaikan masalah yang terjadi di SD Negeri Bojongkihiang, dimana


pembelajaran dirasakan masih kurang maksimal. Tepatnya dalam pembelajaran
IPA kelas II tentang lingkungan. Penulis mencoba untuk memperbaiki
kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam pembelajaran melalui refleksi
terhadap pembelajran yang telah dilaksanakan.
Perubahan

perilaku

atau

tingkah

laku

sebagai

hasil

belajar

dikelompokan kedalam tiga ranah (kawasan), yaitu; pengetahuan (kognitif),


keterampilan (psikomotorik) dan penguasaan nilai-nilai atau sikap (afektif).
Ketiga ranah tersebut didalam kurikulum 2004 terkandung dalam rumusan
kompetensi. Selain itu, pembelajaran dikatakan berhasil apabila semua siswa
dapat mencapai kriteria ketuntasan sesuai KKM yang telah ditetapkan oleh
sekolah.

Pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA dengan materi perbedaan


lingkungan sehat dan tidak sehat dikelas II SD Negeri Bojongkihiang masih
rendah, hal ini bisa dilihat dari hasil pembelajaran pra siklus dengan jumlah
siswa 22 orang kelas II hanya 10 siswa (45.16 %) yang mencapai Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM), dan 12 siswa (54.54 %) masih berada dibawah
KKM
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas kegiatan pembelajaran dikelas SD Negeri
Bojongkihiang mengenai pelajaran IPA tentang pokok bahasan kegunaan panas
dan cahaya matahari teridentifikasi msalah-masalah sebagai berikut:
a. Siswa kurang memperhatikan, kadang-kadang asik ngobrol dengan
temannya apabila guru sedang menyampaikan materi
b. Siswa kurang aktif dalam belajar, sehingga proses pembelajaran kurang
optimal
c. Siswa kurang bersemangat dalam melaksanakan pembelajaran
d. Siswa kurang berani mengemukakan pendapat
e. Tingkat penguasaan dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA
tentang pokok bahsan kegunaan panas dan cahayamatahari rendah
f.

Ketuntasan belajar masih dibawah standar/kriteria ketuntasan minimal

2. Analisa Masalah
Berdasarkan hasil pembelajaran diatas, maka peneliti berkonsultasi dengan
teman sejawat, kepala sekolah, supervisor 1 dan supervisor 2 untuk
mengidentifikasi masalah-masalah yang menyebabkan rendahnya pencapaian
KKM. Adapun yang menjadi kendalanya adalah sebagai berikut :
a. Guru hanya menggunakan metode ceramah saja
b. Guru tidak menggunakan alat peraga sehingga proses pembelajaran kurang
menarik
c. Penjelasan yang disampaikan guru terlalu cepat

d. Penggunaan metode pembelajaran tidak sesuai materi


e. Guru kurang melibatkan siswa untu aktif dalam pembelajaran
f.

Guru tidak memberikan dorongan agar siswa berani mengemukakan


pendapat

3.

Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah


Hasil analisis masalah, maka prioritas utama yang harus dilaksanakan untuk

memperbaiki pembelajaran di kelas II SD Negeri Bojongkihiang mengenai


pelajaran IPA tentang pokok bahasan perbedaan lingkungan sehat dan tidak
sehat adalah sebagai berikut :
a. Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi terutama metode
demonstrasi.
b. Menggunakan alat peraga/media yang sesuai dengan karakteristik materi
ajar, baik berupa alat peraga yang ada di lingkungan sekitar
c. Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahap pembelajaran
d. Guru dapat memilih dan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.
e. Menambah keterampilan dan pengelolaan kelas, sehingga akan cepat
tanggap dalam mengatasi msalah pembelajaran.
f.

Meningkatkan kualitas proses pembelajaran

g. Meningkatan hasil belajar siswa.


Alternatif pemecahan masalah yang muncul, penulis menerapkan satu
alternatif pemecahan masalah yang akan dilaksanakan yaitu penggunaan
metode demonstrasi agar pembelajaran tidak dirasakan monoton. Dalam hal
ini

penulis

mencoba

untuk

menerapkan

Metode

demonstrasi

menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran.

untuk

B.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah ada diatas dan hasil
konsultasi dengan supervisor 1 dan supervisor 2, maka masalah tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana peningkatan kemampuan siswa dalam menjelaskan kegunaan
panas dan cahaya matahar melalui metode demonstrasi dengan pendekatan
pembelajaran sain tifik?
2. Bagaimana untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA
tentang kegunaan panas dan cahaya matahari melalui metode demonstrasi
dengan penerapan pendekatan sain tifik?

C.

Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Dari permasalah diatas tujuan penelitian perbaikan pembelajaran
siswa kelas II SD Negeri Bojongkihiang diantaranya :
1. Bagaimana cara penggunaan metode demonstrasi dengan

pendekatan

pembelajan sain tifik untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam


menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari .
2.

Memperoleh gambaran tentang penggunaan metode demonstrasi dengan


pendekatan pembelajaran sain tifik untuk meningkatkan kreatifitas siswa
dalam pembelajaran IPA.

3. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan


Prifesional (PKP)
D.

Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran


1. Bagi Siswa
Penggunaan

metode

pembelajaran

demonstrasi

ini

dapat

lebih

menyenangkan, mendorong, dan merangsang timbulnya Antusiasme siswa


untuk belajar secara aktif dan kreatif

2. Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk pengembangan model
pembelajaran yang dapat meningkatkan penguasaan pemahaman pelajaran
IPA tentang kegunaan panas dan cahaya matahari . Dari pengalaman
tersebut diharapkan guru dapat mengembangkan kemampuannya untuk
menerapkan pada pokok bahasan lain.

3. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai masukan dalam perumusan
kebijakan dalam upaya

meningkatkan Pendidikan di SD Negeri

Bojongkihiang Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian PTK
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu penelitian yang mempunyai
berbagai aturan dan langkah yang harus diikuti. Sering kali kita mendengar kata
penelitian, yang merupakan terjemahan dari bahasa inggris: research, yang berarti
kegiatan pencarian atau eksplorasi untuk menemukan jawaban dari masalah yang
menjadi bidang kajian. Adapun maksud dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau
classroom action research yang dilakukan dikelas. Dari segi sematik (arti kata)
action research diterjemahkan menjadi penelitian tindakan. Carr dan Kemmis
(Wardani 2009:3) mendefinisikan action research sebagai berikut:
Action research is a form of self-refflective enquiry undertaken by
participants (teacher, students or principals for example) in sosial (including
educational) situations in order to improve the rationaly and justice of (a) their own
social or educational practices, (b) their understanding of these practice and
situation (and institution) in which the practices are carried out.
Berdasarkan definisi terdapat beberapa ide pokok antara lain
a. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk inwuiri atau penyelidikan yang
dilakukan melalui refleksi diri.
b. Penelitian tindakan dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang
diteliti, seperti guru, siswa atau kepala sekolah.
c. Penelitian tindakan dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi pendidikan.
d. Tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki: dasa pemikiran dan
kepantasan dari praktek-praktek atau lembaga tempat tersebut dilaksanakan.
Keempat ide poko diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Penelitian Tindakan
Kelas merupakan penelitian dalam bidang sosial, yang menggunakan refleksi diri
sebagai metode utama dilakukan oleh orang yang terlibat didalamnya, serta bertujuan

untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek. Berdasarkan penelitian tersebut,


maka Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan guru di dalam kelasnya melalui
refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga
hasil belajar siswa menjadi meningkat.
2.

Prosedur PTK
Menurut Mills (Wardani 2009:4) mendefinisikan penelitian tindakan sebagai

sistem inquiri yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, dan atau konselor
sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai praktik yang dilakukannya.
Informasi ini digunakan untuk meningkatkan presepsi,serta mengembangkan
reflektive practice yang berdampak positif dalam berbagai praktik persekolahan
termasuk memperbaiki hasil kerja siswa.
Selanjutnya PTK di picu oleh munculnya kesadaran pada diri bahwa praktik
yang di lakukan selama ini di kelas mempunyai masalah yang harus segera di
selesaikan.Dengan perkataan lain,guru merasa bahwa masih ada sesuatu yang perlu di
perbaiki dalam praktik pembelajaran.
Seperti di katakan oleh Schmuck ( Wardani.2009:6) kita seperti melihat
kedalam cermin tentang berbagai tindakan yang sudah kita lakukan,dan harapan kita
terhadap tindakan tersebut.Kunci utama PTK adalah adanya tindakan (action) yang di
lakukan berulang ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang di inginkan.
3. Manfaat PTK
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) mempunyai manfaat yang cukup besar baik
bagi guru,siswa dan sekolah.
a. Manfaat bagi guru:
1. PTK dapat di manfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran yang
di kelolanya.
2. Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara profesional.
3. Dengan PTK membuat guru lebih percaya diri.

4. Melalui

PTK

guru

mendapat

kesempatan

untuk

berperan

aktif

mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri. (Wardani.2009:6)


b. Manfaat bagi siswa:
Memperbaiki

praktik pembelajaran dengan sasaran akhir

memperbaiki

belajar siswa (Joni,dkk.1998).Dengan adanya PTK kesalahan dalam proses


pembelajaran akan cepat di analisa dan di perbaiki sehingga kesalahan tersebut
tidak akan berlanjut.Jika kesalahan dapat di perbaiki maka hasil belajar siswa
akan meningkat.
c. Manfaat bagi sekolah:
PTK memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah yang
terlihat dari peningkatan profesional guru,perbaikan proses dan hasil belajar siswa
serta kondisifnya iklim bejajar di sekolah.
B. Karakteristik Peserta Didik
Sifat-sifat atau ciri khas yang terdapat pada usia SD,baik yang berkaitan
dengan pertumbuhan maupun perkembangan anak. Hal ini sangat penting mengingat
pada usia anak SD antara 6 sampai 12 tahun ,anak banyak mengalami perubahan
fisisk maupun mental.
Dalam kaitannya dengan pendidikan anak SD,guru perlu mengetahui benar
sifat-sifat serta karakteristik tersebut agar dapat memberikan pembinaan dengan baik
dan tepat,sehingga dapat meningkatkan potensi kecerdasan dan kemampuan anak
didiknya.Untuk itu sebagai pimpinan sekolah dan guru harus mengetahui /mengenal
betul perkembangan pisik dan intelektual anak didiknya.
Perkembangan yang terjadi menghasilkan adanya perbedaan pada anak usia 6
tahun dengan 12 tahun.Anak usia 6 tahun nampak seperti anak kecil sedangkan anak
usia 12 tahun nampak seperti orang dewasa.Perubahan perubahan tersebut terkenal
dengan tiga pendekatan intelektual.Menurut Jean Piaget:( Mulyanu Sumantri,Nana
Saudiah 2010)
1.

Melakukan tahapan oprasional konkrit.

2.

Pendekatan yang di pokuskan pada proses informasi terhadap peningkatan


memori (ingatan) dan komunikasi.

3.

Ukuran intelegensi memperkirakan kemampuan akademik.

C. Mata Pelajaran IPA


1.Pengetian Pembelajaran
Pengertian pembelajaran yang cukup komprehensif diberikan oleh Bell
Gredler(Dr.Amalia Supriyati,M.Ed,dkk.2008) manusia untuk mendapatkan aneka
ragam competencies , skill and attitudes.
Kemampuan ( competencies), keterampilan (skill) dan sikap ( attitudes)
tersebut di peroleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai
masa tua melalui proses belajar sepanjang hayat.Pandangan para ahli psikologi yang
antara lain di rintis oleh Wiliam James, Jhon Dewey,Jame Katel dan Edi Ourd
Thorindikke 1980-1900 (Bell Gredler 1986:20-25).Pada dasarnya para ahli psikologi
melihat belajar sebagai proses psikologi yang di simpulkan dari hasil penelitian
tentang bagaimana anak berpikir (hall:1883).(Dr.Amalia Supriyati,M.Ed,dkk.2008)
2.Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA)
Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains (science) di ambil dari kata latin scientia
yang arti harpiahnya adalah pengetahuan.Tetapi kemudian berkembang menjadi
khusus ilmu pengetahuan alam atau sains. Sund Throwbridge merumuskan bahwa
sains merupakan pengetahuan dan proses .
Sedang Kuslan Stone menyebutkan bahwa sain adalah kumpulan pengetahuan
dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu.Sain
merupakan produk dan proses yang tidak dapat di pisahkan. Real Sciece is both
product and proces, inseparably joint (Agus S.2003:11).
3.Tujuan IPA di ajarkan di Sekolah Dasar
Setiap guru harus paham akan alasan mengapa IPA harus di ajarkan di
Sekolah Dasar. Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu mata pelajaran

dimasukan kedalam kurikulum suatu sekolah. Alasan itu dapat di golongkan menjadi
tiga golongan yakni:( Dr.Amalia Supriyati,M.Ed,dkk:2008)
a. Bila IPA diajarkan dengan cara yang tepat, maka IPA merupakan satu mata
pelajaran yang memberikan kesempatan cara berpikir kritis, misalnya IPA
diajarkan dengan mengikuti metode menemukan sendiri . IPA melatih anak
berpikir kritis dan objektif. Pengetahuan yang benar artinya pengetahuan yang
di benarkan menurut tolak ukur keberanian ilmu, yaitu rasional dan objektif.
Rasional artinya masuk akal atau logis, diterima oleh akal sehat. Objektif
artinya sesuai dengan objeknya, sesuai dengan kenyataan atau sesuai dengan
pengalaman , pengamatan panca indra.
b. Bila IPA diajarkan melalui percobaan percobaan yang di lakukan sendiri
oleh anak,maka IPA tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan
belaka.
c. Mata pelajaran ini mempunyai nilai-nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi
yang dapat membentuk kepribadian anak secara keseluruhan.
D. Metode Pembelajaran Demonstrasi
1) Pengertian Metode Demonstrasi
Semua metode pengajaran dapat mewakili pencapaian tujuan pendidikan.
Pemakaiannya ditentukan oleh tujuan dan isi materi yang akan di ajarkan. Dalam
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, metode demonstrasi sering digunakan karena
materi-materi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagaian besar
menggunakan media yang harus didemonstrasikan.
Menurut A.Tabrani Rusyan (1993 : 106) mengatakan bahwa Metode
Demonstrasi adalah merupakan pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa
atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan. Dalam hal ini
dengan demonstrasi peserta didik berkesempatan mengembangkan kemampuan
mengamati segala benda yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil
kesimpulan kesimpulan yang sesuai dengan harapan. Pakar lain mengemukakan

bahwa Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang guru menunjukkan atau
memperlihatkan suatu proses (Roestyah,N.K, 1991 : 83). Sehubungan dengan
pengertian di atas dapat dinyatakan bahwa metode demonstrasi adalah menunjukkkan
proses terjadinya sesuatu, agar pemahaman siswa terhadap pelajaran akan lebih
berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan
sempurna. Dalam demonstrasi siswa dapat mengamati apa yang diperlihatkan guru
selama pelajaran berlangsung.
2) Kelebihan Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi sering digunakan karena merupakan metode yang sangat baik
dan efektif dalam menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan yang sifatnya
pemahaman. Metode demonstrasi memiliki kelebihan-kelebihan yaitu :
1. Siswa akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses sesuatu
yang telah didemonstrasikan;
2. Perhatian siswa akan lebih mudah dipusatkan pada hal-hal yang penting yang
sedang dibahas;
3. Dapat

mengurangi

kesalahan

pengertian

antara

anakdan

guru

bila

dibandingkan dengan ceramah dan tanya jawab, karena dengan demonstrasi


siswa akan dapat mengamati sendiri proses dari sesuatu;
4. Akan dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan apa
yang telah di demonstrasikan
Dengan uraian di atas ditegaskan kembali bahwa dengan demonstrasi akan dapat
mengaktifkan siswa, dapat menghindari kesalahan pengertian darisiswa dan guru, dan
siswa akan merasa lebih terkesan karena siswa mengalami sendiri. Sehingga akan
lebih mendalam dan lebih lama disimpan dalam pikiran tentang sesuatu proses yang
terjadi.

3) Kelemahan Metode Demonstrasi


Di samping memiliki beberapa kelebihan, maka metode demonstrasi juga tidak
terlepas dari kemungkinan-kemungkinan kurang efektif apabila digunakan.
Kemungkinan-kemungkinan yang dapat membuat demonstrasi kurang efektif
menurut Soetomo (1993 : 163) antara lain :
1. Apabila demonstrasi tidak digunakan secara matang maka bisa terjadi
demonstrasi banyak kesulitan;
2. Kadang-kadang sesuatu yang di bawa ke kelas untuk didemonstrsikan terjadi
proses yang berlainan dengan proses yang terjadidalam situasi yang
sebenarnya;
3. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidakdiikuti secara aktif oleh para
siswa untuk mengamati;
Demonstrasi akan merupakan metode yang kurang efektif bila alat yang
didemonstrasikan itu tidak dapat di amati secara seksama oleh siswa. Untuk
mengatasi kelemahan-kelemahan metode demonstrasi maka ada beberapa hal yang
harus diperhatikan seperti: guru harus mempersiapkan sesuatu yang akan digunakan
dalam pelaksanaan demonstrasi, menjelaskan tujuan demonstrasi kepada siswa,
memperhatikan situasi dan kondisi yang dapat mempengaruhi jalannya demonstrasi
dan selama demonstrasi hendaknya semua siswa dapat memperhatikan jalannya
demonstrasi.
4) Penggunaan Metode Demonstrasi
Penggunaan metode demonstrasiini mempunyai tujuan agar siswa mampu memahami
tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu. Penggunaan metode demonstrasi
menunjang proses interaksi belajar mengajar di kelas karena dapat memusatkan
perhatian siswa pada pelajaran, meningkatkan partisipasi aktif siswa untuk
mengembangkan kecakapan siswa dan memotvasi siswa untuk belajar lebih giat
(Roestyah N.K, 1991 : 84). Dengan kata lain penggunaan metode demonstrasi
bertujuan

untuk mewujudkan

aktivitas

siswa dalam

proses

pembelajaran,

menghindari kesalahan dalam memahami konsep-konsep dan dapat meningkatkan


motivasi belajarsiswa, serta dapat melatih kecakapan siswa dalam menganalisa
sesuatu yang sedang dialami atau didemonstrsikan.
5) Tahap Pelaksanaan
a. Langkah pembukaan.
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, di antaranya:
1. Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat
memperha tikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
2. Menyampaikan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
3. Memberikan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misal-nya
siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap pentingdari
pelaksanaan demonstrasi.
b. Langkah pelaksanaan demonstrasi.
1. Melakukan demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang
siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang
mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik
memperhatikan demonstrasi.
2. Ciptakan suasana yang menyenangkan dengan menghindari suasana
yang mem- buat para siswa merasa tegang dalam proses pembelajaran.
3. Yakinkan bahwa semua siswa terlibat dalam demonstrasi dengan
melibatkan seluruh siswa.
4. Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif berbuat,melakukan
proses demonstrasi.
c. Langkah mengakhiri demonstrasi.
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, prosespembelajaran perlu
diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya
denganpelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran.

Halini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses


demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada
baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses
demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP TEMATIK)
Nama Sekolah

SDN. Bojongkihiang

Tema

Lingkungan

Mata Pelajaran

IPA
Matematika
Bhs.Indonesia

Kelas / Semester

II / II

Jumlah Pertemuan

1x Pertemuan ( 1 x 35 )

Hari / Tanggal

Jumat ,02 Mei 2014

I.

STANDAR KOMPETENSI
IPA
4.Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan
sehari-hari.
MATEMATIKA
4.Mengenal unsur-unsur bangun datar sederhana
BAHASA INDONESIA
8.Menulis permukaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar

II.

KOMPETENSI DASAR
IPA
4.2 Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam
kehidupan sehari-hari
MATEMATIKA
4.1 Mengelompokan bangun datar
BAHASA INDONESIA
8.1 Mendeskripsikan benda-benda di sekitar secara sederhana dengan
bahasa tulis

III.

INDIKATOR
Peserta didik mampu mendeskripsikan kegunaan panas dan
cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar.

IV.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui penjelasan guru, peserta didik mampu menyebutkan
kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia
dengan benar

V.

MATERI PEMBELAJARAN
KEGUNAAN PANAS DAN CAHAYA MATAHARI
Panas matahari membuat kain jemuran menjadi kering. Petani
menjemur padi dengan panas matahari,nelayan menjemur ikan
menjadi kering agar tidak busuk.
Pada siang hari kita tidak membutuhkan lampu karena sinar
matahari menerangi bumi,tumbuhan membuat makanannya dengan
bantuan

matahari,

tanpa

cahaya

matahari

tumbuhan

akan

mati.tumbuhan membuat makanannya sendiri itu di sebut juga


fotosintesis.hujan dapat terjadi karena panas matahari menguapkan air
naik ke langit dan berkumpul menjadi awan.apabila awan semakin
banyak uap air akan berubah menjadi air dan turun ke bumi berubah
menjadi air hujan.
VI.

ALOKASI WAKTU
1 X 35 menit ( 1 x pertemuan )

VII.

METODE PEMBELAJARAN
Ceramah
Tanya jawab

VIII.

LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN


Kegiatan Pendahuluan ( 5 menit )
a. Mengkondisikan peserta didik ke arah pembelajaran yang
kondusif.
b. Mengabsen
c. Melakukan apersepsi ( Misalkan dengan mengajukan pertanyaan
Matahati terbit dari sebelah mana? Matahari terbenam di sebelah
mana? Dst.
d. Memberikan Acuan ( Misalkan dengan memberi pernyataan materi
ini berguna agar pada siang hari kita tidak selalu menyalakan lampu
dan menghemat energi yang lain.
e. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Kegiatan Inti ( 25 menit )
Eksplorasi
a. Peserta didik digali wawasannya tentang kegunaan panas dan
cahaya

matahari.

b. Peserta didik dan guru melakuakan Tanya jawab tentang kegunaan


matahari bagi kehidupan manusia.
c. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat matahari
bagi tumbuhan
d. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang terjadinya hujan.
Elaborasi
a. Peserta didik mampu menyebutkan kegunaan cahaya dan panas
matahari bagi manusia.
b. Peserta didik yang di tunjuk mampu menyebutkan kegunaan
matahari bagi petani.

c. Peserta didik menuliskan kegunaan matahari bagi tumbuhan.


d. Peserta didik dapat menjelaskan cirri-ciri terjadinya hujan.
Konfirmasi
a. Peserta didik di beri kesempatan untuk menanyakan materi yang
belum dikuasai.
b. Guru memimpin kegiatan refleksi.
c. Guru menjelaskan kembali hal hal yang belum dikuasai oleh
peserta didik sehubungan dengan materi pembelajaran
.
Kegiatan Penutup ( 5 menit )
a. Bersama dengan bimbingan guru seluruh peserta didik membuat
kesimpulan dari materi pembelajaran yang sudah dipelajari.
b. Guru melakukan Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
c. Melakukan penilaian tertulis.
d. Memberikan bahan tindak lanjut
( Berupa PR atau tugas kelompok sesuai hasil penilaian tertulis ).
IX.

PENILAIAN HASIL BELAJAR


Prosedur Tes : Penilaian awal, Proses dan penilaian akhir.
Jeis Tes

: Praktek dan Tertulis

Bentuk Tes

: Peragaan dan Uraian

Alat Tes

: Butir butir soal


Kunci Jawaban
Kriteri Penilaian

X.

SUMBER DAN ALAT PEMBELAARAN


Sumber

: IPA 2 SD, hal 83 86, Heri Sulisyanto.Edi Wiyono.


Mengenal sain,S.Pd.dkk. Pusat Perbukuan.

PT SaranaPanca Karya Nusa.


Alat

: Gambar matahari ,gambar petani menjemur


padi,gambar cirri-ciri terjadinya hujan.

BUTIR BUTIR SOAL


Isilah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Apa kegunaan panas matahari bagi manusia?
2. Mengapa di siang hari kita tidak memerlukan cahaya lampu?
3. Apa manfaat panas matahari bagi petani?
4. Sebutkan kegunaan matahari bagi tumbuhan
5. Jelaskan bagainama terjadinya hujan?
KUNCI JAWABAN
1. Untuk menjemur
2. Karena sudah ada cahaya matahari
3. Untuk menjemur padi
4. Membantu membuat makanan (fotosintesis)
5. Panas matahari menguapkan air berkumpul menjadi awan ,menjadi
semakin banyak,uap air berubah menjadi air dan turun ke bumi dalam
bentuk air hujan.

Pedoman Penilaian
Skor

: 1 =2

Skor ideal / maksimal

: 10

Nilai = Skor perolehan x 100


2
Bandung,

April 2014

Mengetahui
Kepala Sekolah

Mahasiswa

Kokom Siti Komariah, S.Pd

Imas Sukaesih

NIP.19610727 198305 2 001

NIM. 821043231

PENILAIAN PROSES

KEAKTIFAN

KERJA SAMA

NO NAMA SISWA

1.

2.

3.

4.

5.
6.
7
8
9
10

KETEPATAN
MENJAWAB
A

RENCANA PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


( SIKLUS I )
Nama Sekolah

SDN. Bojongkihiang

Tema

Lingkungan

Mata Pelajaran

IPA
Matematika
Bhs.Indonesia

Kelas / Semester

II / II

Jumlah Pertemuan

1x Pertemuan ( 1 x 35 )

Hari / Tanggal

Kamis, 08 Mei 2014

I.

STANDAR KOMPETENSI
IPA
4.

Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan


sehari-hari.

MATEMATIKA
4.

Mengenal unsure-unsur bangun datar sederhana

BAHASA INDONESIA
8.
II.

Menulis permukaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar


KOMPETENSI DASAR

IPA
4.2 Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam
kehidupan sehari-hari
MATEMATIKA
4.1

Mengelompokan bangun datar

BAHASA INDONESIA
8.1

Mendeskripsikan benda-benda di sekitar secara sederhana dengan


bahasa tulis

III.

INDIKATOR
Peserta didik mampu mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari
bagi kehidupan manusia dengan benar.

IV.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mendengarkan penjelasan guru, peserta didik mampu menyebutkan
kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar

V.

TUJUAN PERBAIKAN
a.

Bagi Guru
Memperbaiki pembelajaran yang di kelola,supaya dapat berkembang
secara profesional dan lebih percaya diri.

b. Bagi siswa
Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyebutkan kegunaan
panas dan cahaya matahari melalui metode pembelajaran demonstrasi.
KARAKTER YANG INGIN DI CAPAI
Karakter siswa yang di harapkanDisiplin (Discipline), Rasa hormat dan
perhatian ( respect), Tekun (diligence), Rasa ingin tahu (want to know),
Tanggung jawab (responsibiliti), Ketelitian (carefilness) dan peduli terhadap
lingkungan (care to nature).
VI.

MATERI PEMBELAJARAN
KEGUNAAN PANAS DAN CAHAYA MATAHARI

Panas matahari membuat kain jemuran menjadi kering. Petani


menjemur padi dengan panas matahari,nelayan menjemur ikan menjadi kering
agar tidak busuk.
Pada siang hari kita tidak membutuhkan lampu karena sinar matahari
menerangi bumi,tumbuhan membuat makanannya dengan bantuan matahari,
tanpa cahaya matahari tumbuhan akan mati.tumbuhan membuat makananya
sendiri itu di sebut juga fotosintesis.hujan dapat terjadi karena panas matahari
menguapkan air naik ke langit dan berkumpul menjadi awan.apabila awan
semakin banyak uap air akan berubah menjadi air dan turun ke bumi berubah
menjadi air hujan.

VII. ALOKASI WAKTU


1 X 35 menit ( 1 x pertemuan )
VIII. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Pendekatan sain tifik
e. Penugasan
IX.

LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN


Kegiatan Pendahuluan ( 5 menit )
a. Mengkondisikan peserta didik ke arah pembelajaran yang kondusif.
b. Mengabsen
c. Melakukan apersepsi ( Misalkan dengan mengajukan pertanyaan
Matahati terbit dari sebelah mana? Matahari terbenam di sebelah
mana? Dst.
d. Memberikan Acuan ( Misalkan dengan memberi pernyataan materi
ini berguna agar pada siang hari kita tidak selalu menyalakan lampu
dan menghemat energi yang lain.
e. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Kegiatan Inti ( 25 menit )
Eksplorasi
a. Peserta didik digali wawasannya tentang kegunaan panas dan cahaya
matahari.
b. Peserta didik dan guru melakuakan Tanya jawab tentang kegunaan
matahari bagi kehidupan manusia.

c. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat matahari


bagi tumbuhan
d. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang terjadinya hujan.
Elaborasi
a. Peserta didik mampu

menyebutkan kegunaan cahaya dan panas

matahari bagi manusia.


b. Peserta didik yang di tunjuk mampu menyebutkan kegunaan matahari
bagi petani.
c. Peserta didik menuliskan kegunaan matahari bagi tumbuhan.
d. Peserta didik dapat menjelaskan cirri-ciri terjadinya hujan.
Konfirmasi
a. Peserta didik di beri kesempatan untuk menanyakan materi yang
belum dikuasai.
b. Guru memimpin kegiatan refleksi.
c. Guru menjelaskan kembali hal hal yang belum dikuasai oleh
peserta didik sehubungan dengan materi pembelajaran
.
Kegiatan Penutup ( 5 menit )
a. Bersama dengan bimbingan guru seluruh peserta didik membuat
kesimpulan dari materi pembelajaran yang sudah dipelajari.
b. Guru melakukan Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
c. Melakukan penilaian tertulis.
d. Memberikan bahan tindak lanjut ( Berupa PR atau tugas kelompok
sesuai hasil penilaian tertulis ).

X.

PENILAIAN HASIL BELAJAR


Prosedur Tes : Penilaian awal, Proses dan penilaian akhir.
Jenis Tes

: Praktek dan Tertulis

Bentuk Tes

: Peragaan dan Uraian

Alat Tes

: Butir butir soal


Kunci Jawaban
Kriteri Penilaian

XI.

SUMBER DAN ALAT PEMBELAARAN


Sumber

: IPA 2 SD, hal 83 86, Heri Sulisyanto.Edi Wiyono.


Mengenal sain,S.Pd.dkk. Pusat Perbukuan.
PT SaranaPanca Karya Nusa.

Alat

: Gambar matahari ,gambar petani menjemur padi,gambar ciriciri terjadinya hujan.

BUTIR BUTIR SOAL


Isilah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1.

Apa kegunaan panas matahari bagi manusia?

2.

Mengapa di siang hari kita tidak memerlukan cahaya lampu?

3.

Apa manfaat panas matahari bagi petani?

4.

Sebutkan kegunaan matahari bagi tumbuhan

5.

Jelaskan bagainama terjadinya hujan?


KUNCI JAWABAN

1. Untuk menjemur
2. Karena sudah ada cahaya matahari
3. Untuk menjemur padi
4. Membantu membuat makanan (fotosintesis)

5. Panas matahari menguapkan air berkumpul menjadi awan ,apabila awan


semakin banyak,uap air berubah menjadi air dan turun ke bumi dalam bentuk
air hujan.
Pedoman Penilaian
Skor

: 1 =2

Skor ideal / maksimal

: 10

Nilai = Skor perolehan x 100


2
Bandung, 8 Mei 2014
Supervisor 2

Mahasiswa

Asep Dodi Hasanudin, S.Pd

Imas Sukaesih

NIP.19610903 198305 1 001

NIM. 821043231

Mengetahui
Kepala Sekolah,

Kokom Siti Komariah,S.Pd


NIP.19600727 198305 2 004

RENCANA PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


( SIKLUS II )
Nama Sekolah

SDN. Bojongkihiang

Tema

Lingkungan

Mata Pelajaran

IPA
Matematika
Bhs.Indonesia

Kelas / Semester

II / II

Jumlah Pertemuan

1x Pertemuan ( 1 x 35 )

Hari / Tanggal

Rabu,14 Mei 2014

I.

STANDAR KOMPETENSI
IPA
4.

Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan


sehari- hari.

MATEMATIKA
4.

Mengenal unsure-unsur bangun datar sederhana

BAHASA INDONESIA
8.
II.

Menulis permukaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar


KOMPETENSI DASAR

IPA
4.2

Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam


kehidupan sehari-hari

MATEMATIKA
4.1

Mengelompokan bangun datar

BAHASA INDONESIA
8.1

Mendeskripsikan benda-benda di sekitar secara sederhana dengan


bahasa tulis

III.

INDIKATOR
Peserta didik mampu mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari
bagi kehidupan manusia dengan benar.

IV.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mendengarkan penjelasan guru, peserta didik mampu menyebutkan
kegunaan panas dan cahaya matahari bagi kehidupan manusia dengan benar

V.

TUJUAN PERBAIKAN
a. Bagi Guru
Memperbaiki pembelajaran yang di kelola,supaya dapat berkembang
secara profesional dan lebih percaya diri.
b. Bagi siswa
Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyebutkan kegunaan
panas dan cahaya matahari melalui metode pembelajaran demonstrasi.
KARAKTER YANG INGIN DI CAPAI
Karakter siswa yang di harapkan Disiplin (Discipline), Rasa hormat dan
perhatian ( respect), Tekun(diligence), Rasa ingin tahu (want to know),
Tanggung jawab (responsibiliti), Ketelitian (carefilness) dan peduli terhadap
lingkungan (care to nature).

VI.

MATERI PEMBELAJARAN
KEGUNAAN PANAS DAN CAHAYA MATAHARI
Panas matahari membuat kain jemuran menjadi kering. Petani
menjemur padi dengan panas matahari,nelayan menjemur ikan menjadi kering
agar tidak busuk.
Pada siang hari kita tidak membutuhkan lampu karena sinar matahari
menerangi bumi, tumbuhan membuat makanannya dengan bantuan matahari,
tanpa cahaya matahari tumbuhan akan mati.tumbuhan membuat makananya
sendiri itu di sebut juga fotosintesis. hujan dapat terjadi karena panas matahari
menguapkan air naik ke langit dan berkumpul menjadi awan.apabila awan
semakin banyak uap air akan berubah menjadi air dan turun ke bumi berubah
menjadi air hujan.

VII.

ALOKASI WAKTU
1 X 35 menit ( 1 x pertemuan )

VIII. METODE / PENDEKATAN PEMBELAJARAN

IX.

a.

Ceramah

b.

Tanya jawab

c.

Demonstrasi

d.

Pendekatan saintifik

e.

Penugasan
LANGKAH LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan ( 5 menit )


a. Mengkondisikan peserta didik ke arah pembelajaran yang kondusif.
b. Mengabsen
c. Melakukan apersepsi ( Misalkan dengan mengajukan pertanyaan
Matahati terbit dari sebelah mana? Matahari terbenam di sebelah
mana? Dst.

d. Memberikan Acuan ( Misalkan.

dengan memberi pernyataan

materi ini berguna agar pada siang hari kita tidak selalu menyalakan
lampu dan menghemat energi yang lain.
e. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Kegiatan Inti ( 25 menit )
Eksplorasi
a. Peserta didik digali wawasannya tentang kegunaan panas dan cahaya
matahari.
b. Peserta didik dan guru melakuakan Tanya jawab tentang kegunaan
matahari bagi kehidupan manusia.
c. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang manfaat matahari
bagi tumbuhan
d. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang terjadinya hujan.
Elaborasi
a. Peserta didik mampu menyebutkan kegunaan cahaya dan panas
matahari bagi manusia.
b. Peserta didik yang di tunjuk mampu menyebutkan kegunaan matahari
bagi petani.
c. Peserta didik menuliskan kegunaan matahari bagi tumbuhan.
d. Peserta didik dapat menjelaskan cirri-ciri terjadinya hujan.
Konfirmasi
a. Peserta didik di beri kesempatan untuk menanyakan materi yang
belum dikuasai.
b. Guru memimpin kegiatan refleksi.
c. Guru menjelaskan kembali hal hal yang belum dikuasai oleh peserta
didik sehubungan dengan materi pembelajaran

Kegiatan Penutup ( 5 menit )


a. Bersama dengan bimbingan guru seluruh peserta didik membuat
kesimpulan dari materi pembelajaran yang sudah dipelajari.
b. Guru melakukan Tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
c. Melakukan penilaian tertulis.
d. Memberikan bahan tindak lanjut ( Berupa PR atau tugas kelompok
sesuai hasil penilaian tertulis ).
X.

PENILAIAN HASIL BELAJAR


Prosedur Tes : Penilaian awal, Proses dan penilaian akhir.
Jenis Tes

: Praktek dan Tertulis

Bentuk Tes

: Peragaan dan Uraian

Alat Tes

: Butir butir soal


Kunci Jawaban
Kriteri Penilaian

XI.

SUMBER DAN ALAT PEMBELAARAN


Sumber

: IPA 2 SD, hal 83 86, Heri Sulisyanto.Edi Wiyono.


Mengenal sain,S.Pd.dkk. Pusat Perbukuan.
PT SaranaPanca Karya Nusa.

Alat

: Gambar matahari ,gambar petani menjemur padi,gambar ciriciri terjadinya hujan.Siswa di ajak langsung merasakan panas
matahari,lup untuk mendemonstrasikan panas matahari dapat
membakar kertas.

BUTIR BUTIR SOAL


Isilah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Apa kegunaan panas matahari bagi manusia?
2. Mengapa di siang hari kita tidak memerlukan cahaya lampu?
3. Apa manfaat panas matahari bagi petani?
4. Sebutkan kegunaan matahari bagi tumbuhan
5. Jelaskan bagainama terjadinya hujan?
KUNCI JAWABAN
1. Untuk menjemur
2. Karena sudah ada cahaya matahari
3. Untuk menjemur padi
4. Membantu membuat makanan (fotosintesis)
5. Panas matahari menguapkan air berkumpul menjadi awan ,menjadi semakin
banyak,uap air berubah menjadi air dan turun ke bumi dalam bentuk air hujan.
Pedoman Penilaian
Skor

: 1 =2

Skor ideal / maksimal

: 10

Nilai = Skor perolehan x 100


2
Bandung, 14 Mei 2014
Supervisor 2

Mahasiswa

Asep Dodi Hasanudin, S.Pd

Imas Sukaesih

NIP.19610903 198305 1 001

NIM. 821043231

Mengetahui
Kepala Sekolah,

Kokom Siti Komariah,S.Pd


NIP.19600727 198305 2 004