Anda di halaman 1dari 15

ep

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

P U T U S A N

ng

Nomor : 1948 K/PID.SUS/2010

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA


AGUNG

gu

MAHKAMAH

memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai


Nama

: RICHARDO HUTOMO LISIJONO ;

Tempat lahir

: Surabaya ;

Umur/tanggal lahir

: 19 tahun/06 September 1990 ;

Jenis kelamin

: Laki-laki ;

Kebangsaan

am

ub
lik

ah

berikut dalam perkara Terdakwa :

: Indonesia ;

Tempat tinggal

: Jl. Manukan Wasono Blok 23 G/18

ep

Surabaya ;

ah
k

Agama

: Kristen ;

Pekerjaan

: Palajar SMA ;

In
do
ne
si

Terdakwa berada di dalam tahanan :

1. Penyidik sejak tanggal 30 September 2009 sampai dengan tanggal 19

A
gu
ng

Oktober 2009 ;

2. Perpanjangan Kepala Kejaksaan Negeri sejak tanggal 20 Oktober 2009


sampai dengan tanggal 28 Nopember 2009 ;

3. Penuntut Umum sejak tanggal 06 Nopember 2009 sampai dengan


tanggal 25 Nopember 2009 ;

4. Majelis Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 19 Nopember 2009

lik

5. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 19


Desember 2009 sampai dengan tanggal 16 Februari 2010 ;
6. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 17 Februari

ub

ah

sampai dengan tanggal 18 Desember 2009 ;

2010 sampai dengan tanggal 18 Maret 2010 ;


tanggal 08 April 2010 ;

ep

ka

7. Hakim Pengadilan Tinggi sejak tanggal 10 Maret 2010 sampai dengan

ah

8. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 09 April


9. Berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik

on

Hal. 1 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

ng

Indonesia Bidang Yudisial Nomor : 1052/2010/S.517.Tah.Sus/PP/

es

2010 sampai dengan tanggal 07 Juni 2010 ;

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

2010/MA, tanggal 21 Juli 2010 Terdakwa diperintahkan untuk ditahan


selama 50 (lima puluh) hari, terhitung sejak tanggal 05 Juli 2010 ;

ng

10. Perpanjangan berdasarkan Penetapan Ketua Mahkamah Agung RI u.b.


Wakil Ketua Mahkamah Agung - RI Bidangh Yudisial Nomor :. 1053/

2010/S.517.Tah.Sus/PP/2010/MA, tanggal 21 Juli 2010 Terdakwa

gu

diperintahkan untuk ditahan selama 60 (enam puluh) hari, terhitung


sejak tanggal 24 Agustus 2010 ;

yang diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri Surabaya, karena di


dakwa :

ah

KESATU :

ub
lik

PRIMAIR ;

Bahwa ia Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO telah melakukan

am

beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut yaitu


pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 sekitar jam 13.00 WIB dan pada hari

ep

Selasa tanggal 25 Agustus 2009 sekitar jam 13.00 WIB atau setidak-tidaknya

ah
k

pada suatu waktu dalam tahun 2009 bertempat di Jl. Manukan Wasono Blok
23.G/18 Surabaya atau setidak-tidaknya ditempat lain dalam wilayah hukum

In
do
ne
si

Pengadilan Negeri Surabaya, dengan sengaja melakukan kekerasan atau


ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau

A
gu
ng

dengan orang lain yang dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut :

Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, bermula dari

saksi Dessy Arika Putri yang dijemput oleh Terdakwa yang mempunyai
hubungan sebagai pacar pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 sekira
pukul 13.00 Wib untuk diajak ke rumah Terdakwa tetapi saksi Dessy Arika

Putri tidak mau sehingga Terdakwa memaksa dengan kata-kata kotor

lik

membawa saksi korban ke rumah milik orang tua Terdakwa ;

Bahwa sesampai di rumah Terdakwa Dessy Arika Putri duduk di ruang tamu

ub

selanjutnya Terdakwa mengambil minuman dan menarik saksi Dessy Arika


Putri disuruh masuk ke dalam kamar dan disuruh tidur oleh Terdakwa namum
saksi Dessy Arika Putri menolak selanjutnya Terdakwa mengunci pintu kamarnya dan Terdakwa melepas baju yang digunakan, kemudian Terdakwa

ep

ka

ah

JONCOK, AYO KOK ! sambil menarik tangan saksi korban dan Terdakwa

membuka kancing baju saksi Dessy Arika Putri dan Terdakwa mencium bibir
menyingkap rok saksi korban dan melepas celana milik Terdakwa kemudian

ng

memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan milik saksi korban dengan

on

Hal. 2 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

gerakan atas bawah selama + 10 (sepuluh) menit sehingga saksi korban

es

saksi korban dan meraba-raba payudara saksi korban kemudian Terdakwa

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 2

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

merasa kesakitan akan tetapi Terdakwa mengatakan diam kamu nanti kamu
tak tonjok dan kemudian karena orang tua Terdakwa mendengar suara ribut-

ng

ribut, maka saksi Dessy Arika Putri segera memakai celana dalamnya dan
keluar dari kamar Terdakwa ;

Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2009 Terdakwa juga

gu

memaksa saksi Dessy Arika Putri untuk melakukan hubungan layaknya suami

istri dengan cara yang sama seperti pada tanggal 12 Agustus 2009 yang

dilakukan di rumah Terdakwa sendiri ;

Bahwa kemudian pada awal bulan September 2009 saksi Dessy Arika Putri

ub
lik

ah

meminta putus dengan Terdakwa karena tidak tahan dengan perilaku


Terdakwa yang selalu meminta berhubungan seperti suami istri tetapi

Terdakwa mengatakan Kalau kamu mutus aku, aku bisa lebih jahat sama

am

kamu ;

Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa saksi Dessy Arika Putri mengalami

ep

trauma bathin dan merasa malu ;

ah
k

Berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor Ver 310/IX/2009/Dokkes yang


dibuat oleh Dr. Dony Aspriadi dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polwiltabes

In
do
ne
si

Surabaya yang dibuat pada tanggal 08 September 2009 atas nama penderita
Dessy Arika Putri dengan hasil pemeriksaan yang menyimpulkan :

A
gu
ng

1. Pada pemeriksaan fisik ;

- Didapatkan robekan selaput dara sampai dasar pada posisi jam tiga, dan

robekan selaput dara tidak sampai dasar yang terletak pada posisi jam
tujuh menurut arah jarum jam ;

- Tidak didapatkan luka memar atau luka terbuka lainnya pada sekitar
kemaluan ;

2. Robekan selaput dara tersebut di atas, akibat masuknya benda padat

lik

sebesar ibu jari kaki orang dewasa ke dalam liang kemaluan (vagina)

ah

korban;

ub

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal


81 ayat (1) Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
jo Pasal 64 ayat (1) KUHP ;
SUBSIDAIR :

ep

m
ka

Bahwa ia Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO telah melakukan


pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 sekitar jam 13.00 WIB dan pada hari

ng

Selasa tanggal 25 Agustus 2009 sekitar jam 13.00 WIB atau setidak-tidaknya

on

Hal. 3 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

pada suatu waktu dalam tahun 2009 bertempat di Jl. Manukan Wasono Blok

es

beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut yaitu

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 3

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

23.G/18 Surabaya atau setidak-tidaknya ditempat lain dalam wilayah hukum


Pengadilan Negeri Surabaya, dengan sengaja melakukan tipu muslihat,

ng

serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan


dengannya atau dengan orang lain yang dilakukan Terdakwa dengan cara
sebagai berikut :

gu

Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, bermula dari

saksi Dessy Arika Putri yang dijemput oleh Terdakwa yang mempunyai

hubungan sebagai pacar pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 sekira
pukul 13.00 Wib untuk diajak ke rumah Terdakwa tetapi saksi Dessy Arika

ah

Putri tidak mau sehingga Terdakwa memaksa dengan kata-kata kotor

ub
lik

JONCOK, AYO KOK ! sambil menarik tangan saksi korban dan Terdakwa
membawa saksi korban ke rumah milik orang tua Terdakwa ;

am

Bahwa sesampai di rumah Terdakwa Dessy Arika Putri duduk diruang tamu
selanjutnya Terdakwa mengambil minuman dan menarik saksi Dessy Arika

ep

Putri disuruh masuk ke dalam kamar dan disuruh tidur oleh Terdakwa namum

ah
k

saksi Dessy Arika Putri menolak selanjutnya Terdakwa mengunci pintu kamarnya dan Terdakwa melepas baju yang digunakan, kemudian Terdakwa

In
do
ne
si

membuka kancing baju saksi Dessy Arika Putri dan Terdakwa mencium bibir

saksi korban dan meraba-raba payudara saksi korban kemudian Terdakwa

A
gu
ng

menyingkap rok saksi korban dan melepas celana milik Terdakwa kemudian

memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan milik saksi korban dengan

gerakan atas bawah selama + 10 (sepuluh) menit sehingga saksi korban


merasa kesakitan akan tetapi Terdakwa mengatakan diam kamu nanti kamu
tak tonjok dan kemudian karena orang tua Terdakwa mendengar suara rebut-

ribut, maka saksi Dessy Arika Putri segera memakai celana dalamnya dan

lik

Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2009 Terdakwa juga
memaksa saksi Dessy Arika Putri untuk melakukan hubungan layaknya suami
dilakukan di rumah Terdakwa sendiri ;

ub

istri dengan cara yang sama seperti pada tanggal 12 Agustus 2009 yang
Bahwa kemudian pada awal bulan September 2009 saksi Dessy Arika Putri
meminta putus dengan Terdakwa karena tidak tahan dengan perilaku

ep

ka

ah

keluar dari kamar Terdakwa ;

Terdakwa yang selalu meminta berhubungan seperti suami istri tetapi


kamu ;

ng

Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa saksi Dessy Arika Putri mengalami

on

Hal. 4 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

trauma bathin dan merasa malu ;

es

Terdakwa mengatakan Kalau kamu mutus aku, aku bisa lebih jahat sama

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 4

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor Ver 310/IX/2009/Dokkes yang


dibuat oleh Dr. Dony Aspriadi dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polwiltabes

ng

Surabaya yang dibuat pada tanggal 08 September 2009 atas nama penderita
Dessy Arika Putri dengan hasil pemeriksaan yang menyimpulkan :
1. Pada pemeriksaan fisik ;

gu

- Didapatkan robekan selaput dara sampai dasar pada posisi jam tiga, dan

robekan selaput dara tidak sampai dasar yang terletak pada posisi jam

ah

tujuh menurut arah jarum jam ;

- Tidak didapatkan luka memar atau luka terbuka lainnya pada sekitar
kemaluan ;

ub
lik

2. Robekan selaput dara tersebut di atas, akibat masuknya benda padat


sebesar ibu jari kaki orang dewasa ke dalam liang kemaluan (vagina)

am

korban;

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal

ah
k

jo Pasal 64 ayat (1) KUHP ;

ep

81 ayat (2) Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak


ATAU

In
do
ne
si

KEDUA :

Bahwa ia Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO telah melakukan

A
gu
ng

beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut yaitu


pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 sekitar jam 13.00 WIB dan pada hari
Selasa tanggal 25 Agustus 2009 sekitar jam 13.00 WIB atau setidak-tidaknya

pada suatu waktu dalam tahun 2009 bertempat di Jl. Manukan Wasono Blok
23.G/18 Surabaya atau setidak-tidaknya ditempat lain dalam wilayah hukum

Pengadilan Negeri Surabaya, dengan sengaja melakukan kekerasan atau


kekerasan,

memaksa,

melakukan

tipu

muslihat,

serangkaian

lik

kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan


perbuatan cabul yang dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut :

ub

Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, bermula dari
saksi Dessy Arika Putri yang dijemput oleh Terdakwa yang mempunyai
hubungan sebagai pacar pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009 sekira
pukul 13.00 Wib untuk diajak ke rumah Terdakwa tetapi saksi Dessy Arika

ep

ka

ah

ancaman

Putri tidak mau sehingga Terdakwa memaksa dengan kata-kata kotor


membawa saksi korban ke rumah milik orang tua Terdakwa ;

ng

Bahwa sesampai di rumah Terdakwa Dessy Arika Putri duduk diruang tamu

on

Hal. 5 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

selanjutnya Terdakwa mengambil minuman dan menarik saksi Dessy Arika

es

JONCOK, AYO KOK ! sambil menarik tangan saksi korban dan Terdakwa

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 5

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Putri disuruh masuk ke dalam kamar dan disuruh tidur oleh Terdakwa namum

saksi Dessy Arika Putri menolak selanjutnya Terdakwa mengunci pintu kamar-

ng

nya dan Terdakwa melepas baju yang digunakan, kemudian Terdakwa mem-

buka kancing baju saksi Dessy Arika Putri dan Terdakwa mencium bibir saksi

korban dan meraba-raba payudara saksi korban kemudian Terdakwa

gu

menyingkap rok saksi korban dan melepas celana milik Terdakwa kemudian

memasukkan kemaluannya ke dalam kemaluan milik saksi korban dengan

gerakan atas bawah selama + 10 (sepuluh) menit sehingga saksi korban


merasa kesakitan akan tetapi Terdakwa mengatakan diam kamu nanti kamu

ah

tak tonjok dan kemudian karena orang tua Terdakwa mendengar suara ribut-

ub
lik

ribut, maka saksi Dessy Arika Putri segera memakai celana dalamnya dan
keluar dari kamar Terdakwa ;

am

Bahwa kemudian pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2009 Terdakwa juga
memaksa saksi Dessy Arika Putri untuk melakukan hubungan layaknya suami

ep

istri dengan cara yang sama seperti pada tanggal 12 Agustus 2009 yang

ah
k

dilakukan di rumah Terdakwa sendiri ;

Bahwa kemudian pada awal bulan September 2009 saksi Dessy Arika Putri

In
do
ne
si

meminta putus dengan Terdakwa karena tidak tahan dengan perilaku


Terdakwa yang selalu meminta berhubungan seperti suami istri tetapi

A
gu
ng

Terdakwa mengatakan Kalau kamu mutus aku, aku bisa lebih jahat sama
kamu ;

Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa saksi Dessy Arika Putri mengalami
trauma bathin dan merasa malu ;

Berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor Ver 310/IX/2009/Dokkes yang


dibuat oleh Dr. Dony Aspriadi dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan Polwiltabes

1. Pada pemeriksaan fisik ;

ub

- Didapatkan robekan selaput dara sampai dasar pada posisi jam tiga, dan
robekan selaput dara tidak sampai dasar yang terletak pada posisi jam

ka

tujuh menurut arah jarum jam ;

ep

- Tidak didapatkan luka memar atau luka terbuka lainnya pada sekitar
kemaluan ;

on

gu
A

Hal. 6 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

korban;

ng

sebesar ibu jari kaki orang dewasa ke dalam liang kemaluan (vagina)

es

2. Robekan selaput dara tersebut di atas, akibat masuknya benda padat

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ik

ah

lik

Dessy Arika Putri dengan hasil pemeriksaan yang menyimpulkan :

ah

Surabaya yang dibuat pada tanggal 08 September 2009 atas nama penderita

Halaman 6

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal


82 Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal

ng

64 ayat (1) KUHP ;

Mahkamah Agung tersebut ;

Membaca tuntutan pidana Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri

gu

Tanjung Perak, tanggal 22 Februari 2010 sebagai berikut :


1. Menyatakan

Terdakwa

RICHARDO

HUTOMO

LISIJONO

bersalah

ah

melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat,


serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan
dengannya atau dengan orang lain sesuai dalam Pasal 81 ayat (2) Undang-

ub
lik

Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat


(1) KUHP ;

am

2. Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa RICHARDO HUTOMO


LISIJONO selama 10 (sepuluh) tahun dipotong tahanan dengan perintah

ep

Terdakwa tetap ditahan denda Rp.60.000.000,- (enam puluh juta rupiah)

ah
k

Subsidair 6 (enam) bulan kurungan ;

3. Menyatakan barang bukti : 1 (satu) potong kemeja seragam sekolah warna

In
do
ne
si

putih motif kotak, 1 (satu) potong kaos dalam warna orange, 1 (satu) potong
celana warna putih dan 1 (satu) potong BH warna merah muda kembali

A
gu
ng

kepada pemilik (Dessy Arika Putri) ;

4. Menetapkan supaya Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO membayar


biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah) ;

Membaca putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor : 4087/Pid.B/

2009/PN.Sby., tanggal 08 Maret 2010 yang amar lengkapnya sebagai berikut :

1. Menyatakan Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO terbukti secara sah

lik

melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak


melakukan persetubuhan dengannya atau dengan lain ;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO

ub

dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun dengan denda sebesar


Rp.60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) Subsidair 3 (tiga) bulan kurungan ;

ep

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa akan


dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan ;

5. Menyatakan barang bukti : 1 (satu) potong kemeja seragam sekolah warna


putih motif kotak, 1 (satu) potong kaos dalam warna orange, 1 (satu) potong

on

ng

Hal. 7 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu
A

es

4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap ditahan ;

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ik

ah

ka

ah

dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana Dengan sengaja

Halaman 7

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

celana warna putih dan 1 (satu) potong BH warna merah muda kembali
kepada pemilik Dessy Arika Putri ;

ng

6. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp.2.000,- (dua


ribu rupiah) ;

Membaca putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor : 260/PID/2010/

gu

PT.SBY., tanggal 20 Mei 2010 yang amar lengkapnya sebagai berikut :


- Menerima permintaan banding dari Terdakwa tersebut ;

- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor : 4087/Pid.B/2009/


PN.Sby., tanggal 08 Maret 2010 yang dimintakan banding ;

ah

- Memerintahkan Terdakwa tersebut tetap berada di dalam tahanan ;

ub
lik

- Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa tersebut dalam kedua tingkat


peradilan, yang dalam peradilan tingkat banding ditetapkan sebesar

am

Rp.2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah) ;

Mengingat akan akta tentang permohonan kasasi Nomor : 4087/Pid.B/

ep

2009/PN.Surabaya yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri

ah
k

Surabaya yang menerangkan, bahwa pada tanggal 05 Juli 2010 Terdakwa


mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi tersebut ;

In
do
ne
si

Memperhatikan memori kasasi tanggal 15 Juli 2010 dari Terdakwa


sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri

A
gu
ng

Surabaya pada tanggal 15 Juli 2010 ;


Membaca surat-surat yang bersangkutan ;

Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahu-

kan kepada Terdakwa pada tanggal 22 Juni 2010 dan Terdakwa mengajukan
permohonan kasasi pada tanggal 05 Juli 2010 serta memori kasasinya telah
diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 15 Juli

lik

telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undangundang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima ;

ub

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/


Terdakwa pada pokoknya sebagai berikut :

I. Tentang unsur melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan.

ep

1. Bahwa seperti diketahui, bahwa hubungan hukum antara Pemohon


Kasasi dengan Dessy Arika Putri selaku saksi korban adalah menjalin

ah

ka

ah

2010, dengan demikian permohonan kasasi beserta dengan alasan-alasannya

kasih dan sedang berpacaran, hubungan demikian akan ditingkatkan

on

Hal. 8 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

ng

menjadi suami istri ;

es

hubungan asmara, yang kedua-duanya sepakat untuk menjalin cinta

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 8

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

2. Bahwa sebagai insan yang sedang saling jatuh cinta, maka ketika
melakukan persetubuhan :

ng

a. Tidak ada saksi lain yang mengetahui, bahwa Pemohon Kasasi

melakukan tindakan kekerasan atau ancaman untuk melakukan


persetubuhan dengan Dessy Arika Putri.

gu

b. Pada tubuh Dessy Arika Putri tidak kedapatan adanya bekas pukulan
atau cubitan sebagai akibat perbuatan Pemohon Kasasi.

ah

c. Ancaman kekerasan hanya diucapkan oleh saksi Dessy Arika Putri


saja, tanpa ada bukti dan saksi lain yang menunjang kesaksian dari
saksi korban dimaksud.

ub
lik

d. Tidak adanya pengakuan dari Pemohon Kasasi yang telah melakukan


upaya ancaman kekerasan baik secara lisan maupun tindakan

am

pemukulan terhadap saksi korban.

3. Bahwa persetubuhan yang dilakukan oleh Pemohon Kasasi dengan saksi

ep

korban merupakan luapan asmara yang tidak terkontrol oleh keduanya,

ah
k

sehingga Pemohon Kasasi dan saksi korban lupa, bahwa saksi korban
yang juga pacar tercintanya masih berusia di bawah umur.

In
do
ne
si

4. Bahwa dengan tidak bermaksud mengadakan penilaian pembuktian dan


pengulangan fakta, membuktikan, bahwa unsur melakukan kekerasan

A
gu
ng

dan atau melakukan ancaman kekerasan terhadap saksi korban untuk


melakukan persetubuhan dengan Pemohon Kasasi sebagaimana ditentukan dalam Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002

tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana, tidak terbukti

secara sah dan meyakinkan; Dan karenanya terhadap putusan judex facti
melanggar dakwaan Kesatu Primair a quo, adalah benar dan haruslah

membujuk anak melakukan persetubuhan.

lik

II. Tentang unsur melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau


1. Bahwa hubungan asmara yang melanda Pemohon Kasasi dengan saksi

ub

ah

dinyatakan dipertahankan.

korban secara tidak sadar berkelanjutan dengan melakukan pergulatan,

ka

yang pada akhirnya telah terjadi persetubuhan.

ep

2. Bahwa persetubuhan dimaksud, dilakukan oleh Pemohon Kasasi dengan

ah

saksi Dessy Arika Putri sebagai saksi korban yang secara fisik, persetuoleh insan yang berusia remaja, yaitu berusia lebih dari 17 (tujuh belas)

on

Hal. 9 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

ng

tahun.

es

buhan Pemohon Kasasi dengan saksi korban, layaknya seperti dilakukan

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

3. Bahwa manakala Pemohon Kasasi mengawali persetubuhan dengan

saksi korban dengan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau

ng

membujuknya sangat tidak mungkin dilakukan untuk kedua kalinya atau

lebih dari satu kali, sehingga Jaksa Penuntut Umum mencantumkan


ketentuan Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana sebagai perbuatan berlanjut.

gu

4. Bahwa oleh karena persetubuhan yang dilakukan oleh Pemohon Kasasi

dengan saksi korban berlangsung lebih dari 1 (satu) kali, maka menun-

ah

jukkan, bahwa Pemohon Kasasi tidak pernah melakukan tipu muslihat,

serangkaian kebohongan atau membujuk saksi korban untuk melakukan


persetubuhan.

ub
lik

5. Bahwa dengan demikian membuktikan, bahwa judex facti ketika memeriksa dan mengadili perkara daftar Nomor 260/Pid/2010/PT.Sby, tanggal

am

20 Mei 2010 yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya


perkara daftar Nomor 4087/Pid.B/PN.Sby, tanggal 08 Maret 2010, jelas

ep

tidak melaksanakan peraturan hukum sebagaimana mestinya.

ah
k

6. Bahwa oleh karena itu, mengacu pada Pasal 253 ayat 1 KUHAP, maka
terhadap putusan judex facti perkara daftar Nomor 260/Pid/2010/PT.Sby,

In
do
ne
si

tanggal 20 Mei 2010 yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri


Surabaya perkara daftar Nomor 4087/Pid.B/PN.Sby, tanggal 08 Maret

A
gu
ng

2010 haruslah dibatalkan; Dan dengan mengadili sendiri, memutuskan :

- Pemohon Kasasi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan

tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk untuk melakukan persetubuhan terhadap Dessy Arika Putri selaku saksi korban,
sebagaimana dakwaan Subsidair melanggar Pasal 81 ayat 2 UndangUndang RI Nomor 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

lik

1. Bahwa arus globalisasi dan dunia maya telah mempengaruhi sikap, pola
piker dan gaya hidup masyarakat in casu Pemohon Kasasi dan Dessy
Arika Putri selaku saksi korban; Kemudian di luar sadar telah melakukan

ub

ah

III. Tentang Kenakalan Remaja.

persetubuhan walaupun hubungan Pemohon Kasasi dengan saksi


terkait tali perkawinan.

ep

ka

korban hanyalah terbatas pada hubungan asmara yang notabene belum

ah

2. Bahwa sikap dan perilaku Pemohon Kasasi dan saksi korban yang
terjadi; Akan tetapi, tampaknya tidak siap menghadapi resiko perkem-

ng

bangan zaman, sehingga persetubuhan dianggap sebagai symbol

on

Hal. 10 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

modernisasi dan tuntutan zaman.

es

merasa hidup di tengah masyarakat kota besar, seharusnya tidak perlu

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 10

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

3. Bahwa dalam kontek sesiologi, perbuatan melakukan persetubuhan

dimaksud, masuk dalam kategori sebagai kenakalan anak dan atau dapat

ng

disebut pula sebagai kenakalan remaja (delequieusi of child) yang


kenyataan demikian merupakan condito sine quod non dan
seharusnya dijadikan dasar dan alasan untuk dijadikan pertimbangan.

gu

4. Bahwa oleh karena ajaran causalitas dalam hukum pidana tidak pernah

dijadikan dasar pertimbangan judex facti untuk memeriksa dan mengadili

ah

perkara daftar Nomor 260/Pid/2010/PT.Sby, tanggal 20 Mei 2010 yang


menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya perkara daftar Nomor

4087/Pid.B/PN.Sby, tanggal 08 Maret 2010, menunjukkan, bahwa judex

ub
lik

facti dalam cara mengadili perkara a quo, tidak melaksanakan menurut


undang-undang.

am

5. Bahwa oleh karena itu, dengan dasar ketentuan Pasal 253 ayat 2
KUHAP, maka terhadap putusan judex facti perkara daftar Nomor

ep

260/Pid/2010/PT.Sby, tanggal 20 Mei 2010 yang menguatkan putusan

ah
k

Pengadilan Negeri Surabaya perkara daftar Nomor 4087/Pid.B/PN.Sby,


tanggal 08 Maret 2010 haruslah dinyatakan dibatalkan seluruhnya.

In
do
ne
si

IV. Tentang Pembelajaran.

1. Bahwa perubahan institusi penjara menjadi Rumah Tahanan Negara

A
gu
ng

diperuntukkan bagi subyek hukum yang melakukan perbuatan pidana


untuk menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan Negara.

2. Bahwa perubahan institusi penjara menjadi Rumah Tahanan Negara

dimaksud untuk menghindari kesan pembalasan dalam menjatuhkan


pidana sebagai harapan bagi terpidana akan mendapat bekal bila
kembali ke masyarakat.

lik

sebesar Rp.60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) terhadap Pemohon


Kasasi terkesan, bahwa judex facti dalam memeriksa dan mengadili
perkara a quo tidak menerapkan azas pembelajaran, akan tetapi lebih

ub

ah

3. Bahwa penjatuhan pidana selama 6 (enam) tahun penjara dan denda

terkesan menerapkan peraturan perundang-undangan secara normatif

ka

dan telah mengabaikan prinsip keadilan.

ep

4. Bahwa kenyataan demikian menunjukkan, bahwa judex facti ketika

ah

memeriksa dan mengadili perkara a quo tidak sesuai dengan Pasal 253

es
on

Hal. 11 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

ng

ayat 1 KUHAP.

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 11

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

IV. Tentang hukuman denda.

1. Bahwa seperti diketahui, bahwa Jaksa Penuntut Umum ketika men-

ng

cantumkan identitas Pemohon Kasasi dalam dakwaan disebutkan, bahwa


status Pemohon Kasasi adalah pelajar.

2. Bahwa sebagai pelajar, Pemohon Kasasi tidak memperoleh penghasilan,

gu

akan tetapi hingga saat ini masih menggantungkan hidup dari orang
tuanya, yang pada saat ini, ekonomi orang tua Pemohon Kasasi sedang

ah

mengalami titik nadir, karena ayah Pemohon Kasasi dalam keadaan tidak

bekerja dan ibu Pemohon Kasasi juga tidak bekerja dan murni menjadi
ibu rumah tangga.

ub
lik

3. Bahwa tambahan hukuman denda sebesar Rp.60.000.000,- (enam puluh


juta rupiah) Subsidair 6 (enam) bulan kurungan terhadap Pemohon

am

Kasasi oleh judex facti menunjukkan, bahwa ketika memeriksa dan


mengadili perkara a quo, adalah tidak menerapkan peraturan hukum

ep

sebagaimana mestinya.

ah
k

4. Bahwa oleh karena itu, dengan dasar Pasal 253 ayat 1 KUHAP, maka
terhadap putusan judex facti a quo, haruslah dinyatakan dibatalkan dan

In
do
ne
si

dengan mengadili sendiri :

- Memohon Keadilan kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung Republik

A
gu
ng

Indonesia dan atau Majelis Hakim Agung pada Mahkamah Agung


Republik Indonesia yang memeriksa dan mengadili perkara a quo.

Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung ber-

pendapat :

mengenai alasan ke 1 :

Bahwa alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena judex facti

lik

putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang menghukum Terdakwa selama 6


tahun penjara dan denda Rp.60.000.000,-/subsidair 3 bulan kurungan dibuat

ub

berdasarkan pertimbangan hukum yang benar yaitu Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian
kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya ;
mengenai alasan ke 2 :

ep

ka

ah

tidak salah menerapkan hukum, karena putusan judex facti yang menguatkan

Bahwa alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena judex facti
hukumnya meskipun berat ringannya pidana wewenang judex facti namun

ng

dalam kasus a quo sesuai dengan Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 81 ayat (1)

on

Hal. 12 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

Undang-Undang No. 23 tahun 2002 dapat dijatuhkan pidana minimal 3 (tiga)

es

tidak salah menerapkan hukum, karena sudah tepat dalam pertimbangan

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 12

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

tahun dan denda Rp.60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) karena yang

bersangkutan masih berusia 19 tahun sedikit di atas batas umur 18 tahun (anak)

ng

dan sedianya pelajar SMA, sedang hubungan saksi dengan Terdakwa pacaran

(menurut keterangan saksi dan Terdakwa) dan kejadiannya berlangsung di


rumah Terdakwa, maka pidana yang dijatuhkan dapat dipertimbangkan untuk

gu

diperingan ;

Menimbang, bahwa namun demikian putusan Pengadilan Tinggi Sura-

baya Nomor : 260/PID/2010/PT.SBY, tanggal 20 Mei 2010 yang menguatkan

putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor : 4087/Pid.B/2009/PN.Sby, tanggal

ah

08 Maret 2010 harus diperbaiki sekedar mengenai hukuman pidana menjadi 5

ub
lik

(lima) tahun ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata,

am

putusan judex facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum
dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi tersebut harus ditolak

ep

dengan memperbaiki amar putusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang menguat-

ah
k

kan putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor : 4087/Pid.B/2009/PN.Sby,


tanggal 08 Maret 2010 tersebut di atas ;

In
do
ne
si

Menimbang, bahwa oleh karena Pemohon Kasasi/Terdakwa dipidana,


maka harus dibebani untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ;

A
gu
ng

Memperhatikan Undang-Undang No. 48 Tahun 2009, Undang-Undang

No. 8 Tahun 1981 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana yang

telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua
dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 serta peraturan perundangundangan lain yang bersangkutan ;
permohonan

kasasi

dari

RICHARDO HUTOMO LISIJONO tersebut ;

I :

Pemohon

Kasasi/Terdakwa

Memperbaiki amar putusan Pengadilan Tinggi Surabaya yang menguat-

ub

kan putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor : 4087/Pid.B/2009/ PN.Sby,


tanggal 08 Maret 2010 sekedar mengenai hukuman pidana sehingga berbunyi
sebagai berikut :

1. Menyatakan Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO terbukti secara sah

ep

ka

ah

Menolak

lik

dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana Dengan sengaja


melakukan persetubuhan dengannya atau dengan lain ;

ng

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa RICHARDO HUTOMO LISIJONO

on

Hal. 13 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dengan denda sebesar

es

melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 13

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Rp.60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda

tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 3

ng

(tiga) bulan ;

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa akan


dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;

gu

4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap ditahan ;

5. Menyatakan barang bukti : 1 (satu) potong kemeja seragam sekolah warna

ah

putih motif kotak, 1 (satu) potong kaos dalam warna orange, 1 (satu) potong
celana warna putih dan 1 (satu) potong BH warna merah muda kembali
kepada pemilik Dessy Arika Putri ;

ub
lik

Membebankan Pemohon Kasasi/Terdakwa tersebut untuk membayar


biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp.2.500,- (dua ribu lima ratus

am

rupiah) ;

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah

ep

Agung pada hari Rabu, tanggal 22 September 2010 oleh R. Imam Harjadi, SH.

ah
k

MH. Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua
Majelis, DR. Salman Luthan, SH. MH. dan H. Mansur Kartayasa, SH. MH.

In
do
ne
si

Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka

untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta Hakim-Hakim

A
gu
ng

Anggota tersebut, dan dibantu oleh Tety Siti Rochmat Setyawati, SH. Panitera

Pengganti dan tidak dihadiri oleh Pemohon Kasasi : Terdakwa dan Jaksa
Penuntut Umum.

Anggota-Anggota :

Ketua :

Ttd/ DR. Salman Luthan, SH. MH.

Ttd/ R. Imam Harjadi, SH. MH.

Panitera Pengganti :

lik

ah

Ttd/ H. Mansur Kartayasa, SH. MH.

ub

Ttd/ Tety Siti Rochmat Setyawati, SH.

es

ah

ep

ka

Untuk Salinan
Mahkamah Agung RI
a.n. Panitera
Panitera Muda Perkara Pidana Khusus

on

Hal. 14 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

ng

SUNARYO, SH. MH.


NIP. 040 044 338

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 14

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Panitera Pengganti :

es
on

Hal. 15 dari 14 hal. Put. No.1948 K/Pid.Sus/2010

In
d

gu

ng

ah

ep

ka

ub

lik

ah

A
gu
ng

In
do
ne
si

ah
k

ep

am

ub
lik

ah

gu

ng

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 15