Anda di halaman 1dari 4

Maisya Rahmi

Akuntansi
Universitas Andalas

BAB 3 Perilaku dalam organisasi

A. Keselarasan Tujuan
Tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah memastikan (sejauh mungkin)
tingkat keselarasan tujuan (goal congruence) yang tinggi. Dalam proses yang sejajar dengan
tujuan, manusia diarahkan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan kepentigan pribadi
mereka sendiri, yang sekaligus juga merupakan kepentingan perusahaan.
Dalam dunia yang tidak sempurna, keselarasan yang sempurna antara tujuan individu dan
tujuan organisasi tidak ada, sistem pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan
mendorong individu bergerak melawan kepentingan organisasi.
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi keselarasan tujuan
Faktor-faktor Eksternal
Faktor eksternal dapat berupa norma mengenai perilaku yang diharapkan didlam
masyarakat. Norma bisa menyangkut: sikap (etos kerja), keuletan, semangat, dan juga
kebangsaan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas.

Faktor-faktor Internal
Budaya
Meliputi keyakinan bersama, nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku
serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan secara eksplisit
dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi.

Gaya Manajemen
Gaya menajemen memiliki dampak paling kuat terhadap pengendalian
manajemen. Sikap bawahan biasanya mencerminkan apa yang mereka anggap
sebagai sikap atasan mereka.

Organisasi Informal
Kenyataan-kenyataan yang ditemui selama berlangsungnya proses
pengendalian manajemen tidak bisa dipahamitanpa mengenali arti penting dari
hubungan-hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat informal.

Persepsi dan Komunikasi


Jalur penyerapan informasi itu beragam dan tujuan yang diharapkan bisa saja
menjadi tidak jelas bahkan dalam situasi terbaik sekalipun.

C. Sistem Pengendalian Formal


Aturan-aturan
Bisa berupa instruksi-instruksi jabatan, pembagian kerja, prosedur standar
operasi, panduan-panduan, dan tuntutan-tuntutan etis.
Aturan adalah pedoman kerja, para anggota organisasi diizinkan dan bahkan
diharapkan, untuk menyimpang dari pendoman tersebut, baik dalam situasisituasi khusus atau ketika mereka menilai bahwa penyimpangan tersebut akan
berakibat baik bagi organisasi.
Beberapa jenis aturan:
Pengendalian fisik
Manual
Pengamanan sistem
Sistem pengendalian tugas

Proses kendali secara formal


Suatu perencanaan strategis akan melaksanakan tujuan dan strategi organisasi. Seluruh
informasi yang tersedia dipergunakan untuk membuat perencanaan ini. Perencanaan
strategis tersebut kemudian dikonversi menjadi anggaran tahunan yang focus pada
pendapatan dan belanja yang direncanakan untuk masing-masing pusat tanggung
jawab. Pusat tanggung jawab menjalankan operai yang ditugaskan, dan hasilnya
kemudian dinilai dan dilaporkan. Hasil actual dibandingkan dengan target untuk menilai
kerja apakah memuaskan atau tidak.

D. Jenis-jenis Organisasi
Strategi perusahaan mempengaruhi struktur perusahaan, struktur perusahaan akan
mempengaruhi rancangan sistem pengendalian manajemen organisasi.
Organisasi bisa dikelompokkan ke dalam tiga kategori umum:
Organisasi-organisasi Fungsional
Keuntungan terpenting dari struktur fungsional adalah efisiensi. Dalam organisasi
fungsional seorang manajer dapat membawa pengetahuan khusus untuk mengambil
keputusan yangberkaitan dengan fungsi spesifiknya, manajer umum biasanya kurang
mempunyai pengetahuan yang khusus.
Ada kelemahan organisasi fungsional. Pertama, dalam sebuah organisasi fungsional
terdapat ketidakjelasan dalam menentukan efektivitas manajer fungsional secara
terpisah, karena tiap-tiap fungsi tersebut sama-sama memberikan kontribusi pada hasil
akhir. Kedua, jika organisasi terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam satu

fungsi yang melapor ke beberapa manajer tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut,
maka perselisihan antar manajer yang lebih rendah hanya bisa diselesaikan oleh
manajer tingkat atas. Ketiga, struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada
sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam.

Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancang untuk menyelesaikan masalahmasalah yang terdapat pada struktur fungsional. Unit bisnis bertanggung jawab untuk
melakukan perencanaan dan koordinasi kerja dari berbagai fungsi yang terpisah.
Keuntungan dari perusahaan bentuk unit bisnis adalah bahwa struktur ini bisa berfungsi
sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum, unit bisnis lebih dekat dengan
pasar dari produk-produknya dibandingkan dengan kantor pusat. Kerugian dari unit
bisnis adalah kemungkinan bahwa masing-masing staf unit bisnis menduplikasikan
pekerjaan dalam organisasi fungsional, kerugian lainya yaitu perselisihan yang terjadi
antara spesialis fungsional pada organisasi fungsional digantikan dengan perselisihan
yang terjadi diantara unit-unit bisnis.

Organisasi Matriks
Didalamnya unit-unit fungsional memiliki tanggung jawab ganda.
Implikasi terhadap Rancangan Sistem
Seorang perancang sistem harus mencocokan sistem ke dalam organisasi. Meskipun
dampak-dampak pengedalian dari berbagai struktur organisasi harus ditinjau oleh para
manajer senior, tetapi begitu pihak menajemen telah memutuskan bahwa sebuah
struktur dinilai paling baik, setelah mempertimbangkan segala sesuatuny, maka
perancang sistem harus menganggap struktur apa adanya.

E. Fungsi Kontroler
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian
manajemen disebut sebagai seorang kontroler.
Fungsi-fungsi kontroler:
1. Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian.
2. Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan kepada para pemegang saham
dan pihak eksternal lainya.
3. Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan laporan ini untuk
para manajer, menganalisis program dan proposal-proposal anggaran dari berbagai
segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya ke dalam anggaran tahunan.
4. Melakukan supervise audit internal dan mencatat prosedur-prosedur pengendalian
untuk menjamin validitas informasi, menetapkan pengaman yang memadai terhadap
pencurian dan kecurangan serta menjelaskan audit operasional.
5. Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi dalam
pendidikan personal manajemen dalam kaitannya dengan fungsi pengendali.

Relasi ke Jajaran Organisasi


Seorang kontroler bertanggung jawab untuk merancang maupun mengoperasikan
sistem yang mengumpulkan dan melaporkan informasi, pemanfaatan informasi ini
adalah tanggung jawab jajaran manajemen. Kontroler tidak mendorong pihak
manajemen untuk mengambil keputusan, akan tetapi kontroler juga membuat
keputusan khususnya mengenai penerapan kebijakan yang ditetapkan oleh jajaran
manajemen.
Kontroler Unit Bisnis
Para kontroler unit bisnis berutang kesetiaan pada kontroler koporat, yang memegang
tanggung jawab operasi sistem pengendalian secara keseluruha. Di sisi lain, mereka juga
berutang kesetiaan pada para manajer di unit mereka, yaitu pihak kepada siapa mereka
memberikan bantuan.
Ada sejumlah permasalahan yang ditemui dari masing-masing hubungan ini. Jika para
kontroler unit bisnis terutama bekerja untuk manajer unit bisnisnya, ada kemungkinan
bahwa dia tidak akan memberikan laporan yang objektif mengenai anggaran dan kinerja
unit bisnis kepada manajer senior. Di sisi lain, jika kontroler unit bisnis terutama bekerja
untuk kontroler korporat maka manajer unit bisnis akan memperlakukannya lebih
sebagai sorang mata-mata dari kantor pusat dan bukan sebagai sorang mitra kerja
yang terpercaya.