Anda di halaman 1dari 3

Yani Dwi Pratiwi 34/X4

PERBEDAAN ZAKAT DAN PAJAK


Zakat : Adalah hak yang wajib pada harta tertentu, untuk orang-orang
tertentu, dikeluarkan pada masa tertentu, untuk mendapatkan keridhaan
Allah, membersihkan diri, harta serta masyarakat.
Pajak : Adalah beban yang ditetapkan pemerintah, yang dikumpulkan
sebagai keharusan dan dipergunakan untuk menutupi anggaran umum
pada suatu segi. Dan pada segi lain, untuk memenuhi tujuan-tujuan
perekonomian, kemasyarakatan, politik, serta tujuan-tujuan lainnya yang
dicanangkan oleh negara.
Zakat : ditunaikan dengan maksud ibadah (taqarrub) kepada Allah.

Pajak hanya bersifat keharusan yang ditetapkan oleh negara.


Zakat : adalah kewajiban yang ditetapkan langsung kadar ukurannya
oleh Syariat, tanpa memberi peluang bagi hawa nafsu dan keinginan
pribadi manusia untuk ikut dalam menetapkannya.
Pajak : ditetapkan oleh pemerintah, yang kadarnya dapat ditambah
kapan saja, manakala pemerintah menginginkannya sesuai kepentingan
maslahat pribadi dan masyarakat.
Zakat : telah ditetapkan tempat penyalurannya oleh syariat. Bahwa
golongan yang berhak menerima zakat telah ditetapkan langsung oleh
Allah Subhanahu wa Taala.
Pajak : hanya dikumpulkan dalam kas negara, dan dibelanjakan menurut
kepentingan yang berbeda-beda.
Zakat : merupakan kewajiban yang sudah ditetapkan dan bersifat kekal
selama di bumi ini ada agama Islam dan ada kaum muslimin.
Pajak : maka tidak memiliki sifat tetap dan kekekalan, baik dari segi
jenisnya,

ukuran

minimal

wajibnya,

kadarnya,

maupun

tempat

pembelanjaannya.

Page | 1

Yani Dwi Pratiwi 34/X4

PERBEDAAN
Arti Nama

ZAKAT
bersih, bertambah dan

PAJAK
Utang, pajak, upeti

berkembang
Dasar Hukum

Nishab dan
Tarif

Al-Qur`an dan As

Undang-undang suatu

Sunnah

negara

Ditentukan Allah dan

Ditentukan oleh negara dan

bersifat mutlak

pajak berubah-ubah sesuai


dengan neraca anggaran
Negara. Yang bersifat relatif
Nishab zakat memiliki
ukuran tetap.

Sifat

Kewajiban bersifat tetap

Kewajiban sesuai dengan

dan terus menerus

kebutuhan dan dapat


dihapuskan

Subyek

Muslim

Obyek Alokasi Tetap 8 Golongan


Penerima
Harta yang

Semua warga negara


Untuk dana pembangunan
dan anggaran rutin

Harta produktif

Semua Harta

Disyaratkan

Tidak Disyaratkan

Pahala dari Allah dan

Tersedianya barang dan jasa

janji keberkahan harta

publik

Dari Allah dan

Dari Negara

Dikenakan
Syarat Ijab
Kabul
Imbalan

Sanksi

pemerintah Islam
Motivasi
Pembayaran

Perhitungan

Keimanan dan

Ada pembayaran pajak

ketakwaan kepada Allah

dimungkinkan adanya

Ketaatan dan ketakutan

manipulasi besarnya jumlah

pada negara dan

harta wajib pajak dan hal ini

sanksinya

tidak terjadi pada zakat

Oleh Muzaki dan dapat

Selalu menggunakan jasa

juga dengan bantuan

akuntan pajak

Page | 2

Yani Dwi Pratiwi 34/X4


amil zakat

Page | 3