Anda di halaman 1dari 24

ANTIBODI

MONOKLONAL & POLIKLONAL


KELOMPOK 7
WENI NURSAFITRI 1104015339

Pendahuluan
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang homogen
atau mempunyai sifat yang spesifik karena dapat
mengikat 1 epitop antigen dan dapat dibuat dalam
jumlah tidak terbatas. Antibodi monoklonal dibuat
dengan cara penggabungan atau fusi dua jenis sel
yaitu sel limfosit B yg memproduksi antibodi dengan
sel kanker (sel mieloma) yang dapat hidup dan
membelah terus menerus. Hasil fusi antara sel B
dengan sel kanker secara in vitro disebut dengan
Hibridoma.

Pendahuluan
Pd tahun 1975 Kohier dan Milstein memperkenalkan
cara baru utk membuat antibodi dg mengimunisasi
hewan percobaan kemudian sel limfositnya difusikan
dg sel mieloma,shg sel hibrid dpt dibiakan terus
menerus (immortal) dan membuat antibodi yg
homogen yg diproduksi oleh satu klon sel hibrid.

Tahap-tahap pembentukan Ab Monoklonal

1.

2.
3.
4.

5.
6.

Imunisasi mencit dengan antigen yang akan dibuat Ab


monoklonalnya
Limpa mencit diambil dan dibuat suspensi termasuk sel
B yg mengandung Ab terhadap Ag yang disuntikan
Fusi sel limpa dengan sel mieloma
Seleksi sel dengan membiakkan sel dalam media
selektif, dimana hanya sel hibrid saja yang bisa tumbuh
Sel hibrid berproliferasi membentuk klon yang disebut
Hibridoma
Seleksi sel hibridoma unggul yang menghasilkan Ab
monoklonal.

Pembentukan & Seleksi Sel Hibrid


Hybridoma: Sel limfosit B X sel myeloma
Dihasilkan menggunakan polyethylene glycol (PEG) untuk
terjadi fusi sel
Sel myeloma : mempunyai kemampuan pertumbuhan yang
tidak ada hentinya
Sel B : membantu memberikan informasi genetik untuk
sintesis antibodi spesifik
Seleksi dilakukan dengan medium HAT (hypoxanthine,
aminoprotein, and thymidine)
Sel Myeloma tidak dapat tumbuh
Sel B cells dapat survive, namun tdiak dalam waktu lama

Aplikasi terapi Antibodi monoklonal

Induksi imunisasi pasif


Diagnostik imaging. Antibodi monoklonal dapat
digunakan untuk melihat protein tertentu dalam
tubuh, misal antibodi monoklonal dikonjugasikan
dengan logam inert
pasien yang dirontgen.
Dari hasil rontgen tersebut dapat dikenali protein
tertentu yang terlibat dalam penyakit. Cara
ini juga diterapkan dalam melihat metastasis sel
kanker.

Diagnostik molekular. Antibodi monoklonal dapat


diaplikasikan untuk identifikasi penyakit yang lebih
dikenal dengan imunologikal diagnostik. Di mana
deteksi imunologik merupakan deteksi imunologik
merupakan sistem deteksi yang sensitif, spesifik,
dan sederhana. Misal: membedakan DHF dan tifus.
Monitoring terapi obat (untuk live-saving drug)
Sistem penghantaran obat (Drug delivery
system/DDS)
Isolasi dan atau purifikasi obat baru

Terapi kanker. Para ahli bisa membuat antibodi


monoklonal yang mampu bereaksi dengan antigen
spesifik berbagai jenis sel kanker. Dengan
ditemukannya lebih banyak lagi antigen kanker,
berarti akan semakin banyak antibodi monoklonal
yang bisa digunakan untuk terapi berbagai jenis
kanker.Bila antibodi berikatan dengan antigen
tumor spesifik yang terdapat di permukaan sel,
maka ia juga bisa menginduksi sel mengalami
apoptosis.

ANTIBODI MONOKLONAL GENERASI BARU


1. Chimaric monoclonal antibodies
Antibodi ini dibuat melalui teknik rekayasa genetika untuk
menciptakan suatu mencit atau tikus yang dapat
memproduksi sel hibrid mencit-manusia. Bagian variabel
dari
molekul
antibodi,
termasuk
antigen binding site berasal dari mencit, sedangkan bagia
n lainnya yaitu bagianyang konstan berasal dari manusia.
Salah satu contohnya antibodimonoklonal yang struktur
molekulnya terdiri dari 67% manusia adalah Rifuximab

2. Humanized monoclonal antibodies

Antibodi ini dibuat sedemikian rupa sehingga


bagian protein yang berasaldari mencit hanya
terbatas pada antigen binding site saja.
Sedangkan bagian yang lainya yaitu bagian
variabel dan bagian konstan berasal dari
manusia. Antibodi monoklonal yang struktur
molekulnya terdiri dari 90% manusia
diantaranya adalah Alemtuzumab

3. Fully human monoclonal antibodies

Antibodi ini merupakan antibodi yang paling ideal


untuk menghindari terjadinya respon imun karena
protein antibodi yang disuntikkan kedalam tubuh
seluruhnya merupakan protein yang berasal dari
manusia. Salah satu pendekatan yang dilakukan
untuk merancang pembentukan antibodi ini
adalah dengan teknik rekayasa genetika untuk
menciptakan mencit transgenik yang membawa
gen yang berasal dari manusia. Sehingga mampu
memproduksi antibodi yang diinginkan

Contoh lain Ab monoklonal :


Trastuzumab (herceptin) digunakan untuk kanker
payudara stadium lanjut
Cetuximab digunakan untuk terapi
kanker kolorektal metastatik.
Gemtuzumab ozogamicin Acute Myelogenous
Leukimia (AML)
Ibritumomab tiuxetan Limfoma Non-Hodgkin
Tositumomab Limfoma Non-Hodgkin
Bevacizumab Kanker kolon.

Penggunaan antibodi monoklonal untuk


terapi kanker dibagi dalam 2 tipe yaitu :

1.

Antibodi monoklonal murni tanpa


dikombinasikan dg senyawa lain.
- Trastuzumab menyerang protein HER2 merupakan
protein yang terdapat dalam jumlah besar pada sel
kanker payudara

2. Antibodi monoklonal yang dikombinasikan dengan


beberapa senyawa lain (Conjugated monoclonal
antibodies) antara lain kemoterapi, toksin dan
senyawa radioaktif.
obat ini berperan sebagai wahana yang akan
menghantarkan substansi2 obat, racun, dan materi
radioaktif menuju langsung ke sasaran yakni sel
kanker.

Ab monoklonal yg dikombinasikan dg obat


kemoterapi chemolabeled
Ab monoklonal yg dikombinasikan dg senyawa
radioaktif Radioimmunotherapy (RIT)
Ab monoklonal yg dikombinasikan dg racun
immunotoksin

Antibodi poliklonal
Antibodi poliklonal adalah adalah campuran antibodi
heterogen yang berikatan terhadap berbagai
epitopes dari antigen sama.

Antibodi poliklonal diproduksi pada kelinci dengan cara


mengimunisasi kelinci dengan antigen (juga dikenal
sebagai immunogen) menggunakan dosis yang berkisar
10 ug-200 ug. Imunisasi biasanya dilakukan secara
intradermal atau subkutan, tetapi juga dapat dibuat ke
dalam telapak kaki, intamuskular atau intaperitonial.
Antigen dapat disiapkan dengan atau tanpa adjuvant
lengkap seperti Freund`s atau Incomplete adjuvant
yang dapat meningkatkan respon imun.

Untuk immunogenic protein atau peptide yang lebih kecil,


immunogen juga dapat digabungkan ke pembawa protein
seperti keyhole limpet hemocyanin (KLH), bovine serum
albumin (BSa), ovalbumin (oVa) dan protein murni turunan
dari tuberculin (PPd). Periode imunisasi bertahan 3 sampai
8 bulan dan hewan biasanya dibantu dengan suntikan
immunogen dua kali seminggu. Darah dikumpulkan dari
telinga kelinci, (vena jugularis) atau dari jantung kelinci
tersebut (Boenisch ,2009).

Serum disiapkan dengan memisahkan sel-sel dari


darah melalui sentrifugasi dan persiapan antibodi
poliklonal dapat digunakan dalam bentuk antisera
yang distabilkan atau lebih lanjut dimurnikan.
Pemurnian immunoglobulin; untuk menghilangkan
serum protein lain dan dapat dilakukan melalui
pengendapan amonium sulfat dan kromatografi
pertukaran ion, juga dengan isolasi afinitas atau
pemurnian Protein A atau G.

Aplikasi antibodi poliklonal


Dalam pengobatan penggunaan paling umum dari antibodi
poliklonal adalah pemberian kekebalan pasif terhadap
penyakit tertentu. Penggunaan medis lain untuk antiserum
adalah sebagai antitoksin atau antivenin. Persiapan ini
berisi antibodi spesifik untuk racun dari reptil beracun,
arakhnida dan serangga. Mereka digunakan untuk
mengobati orang-orang yang telah digigit atau disengat
oleh hewan-hewan ini. karena racun bertindak terlalu cepat
dalam tubuh sistem kekebalan tubuh tidak punya waktu
untuk meningkatkan pertahanan sendiri.

Perbedaan antibodi monoklonal dan poliklonal

Antibodi Poliklonal
Tidak mahal dalam produksinya

Antibodi Monoklonal
Mahal dalam produksinya

Tidak butuh teknologi yang


terlalu canggih

Membutuhkan teknologi yang


sangat canggih

Waktu produksi relatif singkat

Waktu produksi lama karena harus


membentuk hibridoma

Menghasilkan antibodi
nonspesifik dalam jumlah banyak

Menghasilkan antibodi spesifik


dalam jumlah banyak

Mengenal beberapa epitop pada


antigen

Hanya mengenal satu epitop pada


antigen

Kumpulan yang terbentuk bervariasi

Setelah hibridoma dibuat konstan dan


sumber yang terbarukan dan semua
kumpulan akan sama

Kerugian antibodi monoklonal dan poliklonal


Antibodi Poliklonal

Memproduksi antibody non spesifik


dalam jumlah yang besar yang
sewaktu-waktu dapat memberikan
efek samping pada beberapa
aplikasi.
Beberapa epitopes membuatnya
penting untuk memeriksa
immunogen urutan untuk setiap
cross-reactivity.

Antibodi Monoklonal

Memproduksi antibody spesifik


dalam jumlah yang besar tetapi
sifatnya bisa menjadi terlalu

Lebih rentan terhadap


hilangnya Epitop melalui
perawatan kimia antigen
daripada antibodi poliklonal