Anda di halaman 1dari 12

Anita R., dkk : Rancang Bangun Alat ..

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR SUHU TUBUH


DENGAN TAMPILAN DIGITAL DAN KELUARAN SUARA BERBASIS
MIKROKONTROLLER AVR AT MEGA 8535
Anita Rahmawati, Slamet Winardi, Didik Tristianto
Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Narotama Surabaya
ar_nita88@yahoo.com
ABSTRAK
Pada umumnya termometer dirancang untuk orang yang memiliki kondisi fisik normal terutama
dalam kemampuan melihat. Orang yang mempunyai keterbatasan pengelihatan, akan menemui
kesulitan dalam menggunakan thermometer yang ada. Berkaitan dengan masalah tersebut,
laporan Skripsi ini menjelaskan tentang rancang bangun alat pengukur suhu tubuh dengan
tampilan digital dan keluaran suara berbasis mikrokontroller AVR At Mega 8535. Perangkat keras
alat ini terdiri dari sensor suhu LM35, At Mega 8535, Memory 24C32A, LCD 16x2, dan Speaker
Aktif. Untuk dapat merancang sistem, maka pertama kali dilakukan proses mengubah suhu
menjadi tegangan analog menggunakan sensor suhu LM35. Tegangan analog tersebut kemudian
diubah menjadi data digital menggunakan ADC internal dari Mikrokontroler At Mega 8535.
Kemudian diolah oleh Mikrokontroller ATmega8535 dan ditampilkan melalui LCD 16x2 untuk
output suara dengan Speaker aktif yang sebelumnya rekaman suara disimpan di memory 24C32A
dalam format WAV.
Kata kunci : Thermometer, Mikrokontroler AVR ATMega8535, LM35, LCD 16x2, Speaker, Memory
24C32A, ADC.

PENDAHULUAN
Salah satu indikasi untuk mengetahui

mengetahui

kesehatan

diperlukan

seseorang

yaitu

dengan

suhu
suatu

tubuh
alat

tersebut

yang

dapat

mengetahui suhu tubuhnya. Suhu adalah

memberikan informasi mengenai berapa

besaran yang menyatakan derajat panas

suhu tubuh. Alat tersebut dinamakan

dingin suatu zat. Pemeriksaan suhu

termometer. Alat pengukur suhu tubuh

digunakan

kondisi

yang beredar di pasaran ada yang

metabolisme di dalam tubuh, dimana

menggunakan sistem manual air raksa

tubuh

secara

maupun

Untuk

peralatan

kimiawi

untuk

menghasilkan
melalui

menilai
panas

metabolisme.

32

yang

sudah

digital.

Bagi

menggunakan
orang

yang

Jurnal Monitor, Vol. 1, No. 1, Juli 2012

mempunyai keterbatasan pengelihatan

dapat

seperti

juga

keterbatasan pendengaran dapat melihat

tubuh

hasilnya, ataupun bagi mereka yang

rabun

atau

membutuhkan

tunanetra

pengukur

suhu

yang dapat memberikan informasi suhu

mempermudah

mereka

normal.

tubuhnya melalui suara. Dari kasus


tersebut, muncul ide untuk membuat alat

METODE PENELITIAN

pengukur suhu tubuh dengan tampilan

Diagram Blok Sistem

digital dan dilengkapi keluaran suara

Untuk
alat

menjelaskan
pengukur

rancang

yang akan menunjukkan suhu tubuh

bangun

suhu

tubuh

yang terukur.

dengan tampilan digital dan keluaran


suara berbasis mikrokontroller avr at

Rancang bangun alat pengukur


suhu tubuh dengan tampilan digital dan

mega

keluaran

menggunakan

gambarkan secara umum dalam gambar

menggunakan sensor suhu LM35DZ

diagram blok sistem kerja seperti gambar

yang

1.

suara

ini

dikuatkan

oleh

Rangkaian

8535,

terlebih

dahulu

di

Pengkondisi Sinyal lalu diubah oleh ADC


dari data analog menjadi data digital
sebelum
AVR

diprose

oleh

ATMega8535

mikrokontroler

(Include

ADC)

dengan aplikasi program Code Vision


AVR (CAVR) menggunakan bahasa C,
Memory FM24C128 untuk menyimpan
file suara, tampilan pada Liquid Crystal
Display (LCD),

pengubah sinyal suara

dalam format digital menjadi format


analog

dengan

R/2R

Ladder

DAC,

Gambar 1. Diagram Blok Sistem Kerja

Rangkaian Penguat untuk menguatkan


sinyal analog Speaker untuk output

Dari diagram blok pada gambar


terlihat bahwa alat yang akan dirancang

suara.

terdiri dari beberapa bagian:

Jadi diharapkan nantinya alat ini


akan

bermanfaat

kesehatan

yang

dalam

1. Bagian

bidang

menggunakan

mengharapkan

sensor

suhu

IC

yang

kemudahan terutama bagi mereka yang

berfungsi

mengalami keterbatasan pengelihatan

besaran panas (suhu) menjadi

dapat

besaran listrik yang masih berupa

mendengarkan hasilnya, serta


33

untuk

LM35

mengubah

Anita R., dkk : Rancang Bangun Alat ..

sinyal analog dengan spesifikasi

Sensor LM35DZ

10 mV/oC.
2. Bagian

Komponen

rangkaian

utama

yang

pengkondisi

digunakan pada rangkaian sensor suhu

untuk

ini adalah sebuah sensor berbentuk IC

menyesuaikan level sinyal yang

(Integrated Circuit) dengan tipe LM35DZ.

dikeluarkan oleh sensor LM35

LM35DZ ini adalah sebuah sensor suhu

agar sesuai dengan jangkauan

yang keluarannya sudah dalam celcius

(range) input ADC.

yang memiliki kemampuan penginderaan

sinyal

berfungsi

suhu dari 00C sampai 1000C. IC LM35DZ

3. Bagian pengkonversi analog ke


digital

(ADC)

berada

ini akan mengkonversikan besaran suhu

didalam

menjadi besaran tegangan. Dimana IC

microcontroller ATmega8535.
4. Bagian

sistim

LM35DZ

minimum

ini

akan

mengeluarkan

ATMega8535 berfungsi sebagai

tegangan pada kaki 2 sebagai output

pusat pengolah data temperature

sebesar 10mV untuk setiap kenaikan

yang sudah dalam bentuk sinyal

suhu sebesar 10C.

digital.
5. Bagian

Gambar 2 berikut adalah sistem


LCD

berfungsi

untuk

minimum dari sebuah LM35DZ.

menampilakan informasi suhu.


6. Bagian pengubah sinyal digital ke
analog

(DAC)

R2R-Ladder

menggunakan

untuk

mengubah

sinyal suara dalam format digital


menjadi format analog.
7. Bagian

Memory

FM24C128

Gambar 2. Sistem Minimum LM35DZ

berfungsi menyimpan file suara


format WAV

Penerapan

8. Bagian Rangkaian Penguat dan


Speaker

berfungsi

getaran

oleh

speaker

suara

agar

ini

sangat

mudah, sensor ini cukup diletakkan pada

untuk

suatu medium, dimana pada medium

menguatkan sinyal analog dan


diubah

sensor

tersebut suhunya akan dikendalikan. IC

menjadi

LM35DZ ini tinggal diberi tegangan catu

dapat

daya. Dalam rangkaian ini diberikan catu

didengar oleh telinga manusia.

daya +5 Volt pada kaki 1 dan ground


pada

kaki

3.

Sedangkan

(output) pada kaki 2.


34

keluaran

Jurnal Monitor, Vol. 1, No. 1, Juli 2012

untuk kemudian datanya diolah lebih

Rangkaian Pengkondisi Sinyal

lanjut oleh mikrokontroler.


Rangkaian Sistem
Rangkaian
merupakan
bagian

mikrokontroller

pusat

input

pengolahan

pengendalian

dari

keluaran

serta

dan

data.

digunakan

Pada

sistem

mikrokontroller

ini
jenis

ATmega8535 yang memiliki spesifikasi


sebagai berikut:
a.
Gambar 3. Rangkaian Pengkondisi

Kristal

MHz,

yang

berfungsi

sebagai pembangkit clock.

Sinyal

b.

Kapasitor 22 pF pada pin XTAL1


dan XTAL2.

Dua buah resistor 150K yang

c.

diparalel membentuk resistor 75K yang

pada pin reset.

diseri dengan kapasitor 1uF. Rangkaian

d.

RC-Seri ini merupakan rekomendasi dari


pabrik

pembuat

resistor

1K5

LM35.
dan

Port masukan dan keluaran yang


digunakan yaitu :

Sedangkan

kapasitor

Resistor 10 k dan kapasitor 10 nF

1. PortA.0 PortA.7 digunakan

1nF

sebagai input mikrokontroller

membentuk rangkaian passive low-pass

yang dihubungkan ke sensor.

filter dengan frekuensi 1 kHz. Tegangan

Port

keluaran filter kemudian diumpankan ke

masukan ADC.

ini

merupakan

pin

penguat tegangan tak-membalik dengan

2. PortB.4 PortB.7 digunakan

faktor penguatan yang dapat diatur

sebagai data input ke LCD.

menggunakan resistor variabel.

Skema

Dengan rangkaian ini, terbukti


stabil

keluaran

dibandingkan

rangkaian

dasar.

sistem

minimum mikrokontroller dapat dilihat

tegangan keluaran rangkaian ini jauh


lebih

rangkaian

pada gambar berikut :

tegangan
Dengan

demikian akurasi pengukuran telah dapat


ditingkatkan. Tegangan keluaran opamp
dapat langsung diumpankan ke ADC

35

Anita R., dkk : Rancang Bangun Alat ..

Gambar 4. Rangkaian Minimum


ATMega8535
Gambar 5. Rangkaian Sistem Alat
Pengukur Suhu Tubuh Dengan Tampilan

Sedangkan untuk rangkaian keseluruhan


sistem

pertama

LM35DZ

kali

yang

melakukan
menjadi

mendeteksi

proses

tegangan

tegangan

sensor

mengubah

suhu

Digital Dan Keluaran Suara Berbasis

suhu

Mikrokontroller At Mega 8535

suhu

analog

kemudian

dari

LM35DZ

keluaran

LCD (Liquid Crystal Display)


Untuk dapat menampilkan data

dikuatkan oleh rangkaian pengkondisi

karakter

sinyal.

mikrokontroller dan LCD dapat dijelaskan

Tegangan

analog

tersebut

ke

LCD

maka

koneksi

sebagai berikut.

kemudian diubah menjadi data digital


dari

Data masukan untuk penampil

Mikrokontroler At Mega 8535. Lalu diolah

LCD diberikan melalui PortB yaitu PB.4

oleh Mikrokontroller ATmega8535 dan

PB.7 dihubungkan dengan DB 4 DB7

ditampilkan melalui LCD 16x2. Untuk

pada LCD, sedangkan untuk mengontrol

output suara terlebih dahulu dilakukan

LCD

perubahan dari data digital menjadi

dihubungkan dengan Port B.0 dan Port

tegangan analog dengan R/2R Ladder

B.2 pada mikrokontroller.

menggunakan

ADC

internal

kaki

RS

dan

pada

LCD

rangkaian

Pada rangkaian display dipasang

amplifier lalu suara dikeluarkan oleh

komponen potensio meter 5K Ohm yang

Speaker aktif yang sebelumnya rekaman

berfungsi sebagai pengatur kecerahan

suara disimpan di memory FM32C128

dari

dalam format WAV.

diberikan sebesar 5 V.

kemudian

dikuatkan

oleh

36

LCD.

Sumber

tegangan

yang

Jurnal Monitor, Vol. 1, No. 1, Juli 2012

P2 = 0 dan P3 = 1, maka R1 akan paralel


dengan

R5

menghasilkan

10

Selanjutnya 10 k ini seri dengan R6 = 10


k menghasilkan 20 k . 20

kini paralel

dengan R2 menghasilkan 10 k , dan


seterusnya sampai R7, R3 dan R8.
Gambar 6. Rangkaian Display LCD

Untuk mendapatkan nilai dari parameterparameter arus total (IT) dan tegangan

R/2R Ladder DAC

output

Pada rangkaian

R/2R Ladder,

Rangkaian

8,10

atau

12

persamaan

In = (VREFn/R) ( 1/2N-n)

yang dapat diaplikasikan untuk IC DAC


resolusi

diberikan

sebagai berikut :

hanya dua nilai resistor yang diperlukan,


dengan

(Vout)

Dimana :

bit.

N=jumlah total bit dari input-input

R/2R Ladder ditunjukkan

biner

pada gambar 7 di bawah ini.

n=lokasi

dari

bit

yang

dicari

(0,1,2,...,N-1)
VREF=tegangan referensi
R=nilai resistensi R dari R/2R
In=arus yang melewati switch / bit
ke-n
Arus total yang melewati rangklaian R/2R
diberikan sebagai :
Ir = I0+I1+I2+...+IN-1
Sedangkan
Gambar 7. Rangkaian Dasar R/2R

tegangan

output

dari

rangkaian R/2R diberikan sebagai :

Leader DAC

Vout= -Ir x Rf

Prinsip kerja dari rangkaian R/2R Ladder


adalah sebagai berikut : informasi digital

Memory FM32C128

4 bit masuk ke switch P0 sampai P3.

Terlebih dahulu penulis melakukan

Switch ini mempunyai kondisi 1 (sekitar

perekaman suara dan disimpan dalam

5 V) atau 0 (sekitar 0V). Dengan

format WAV 8 bit. Kemuadian diconvert

pengaturan switch akan menyebabkan

menjadi file hex. Lalu file suara tersebut

perubahan arus yang mengalir melalui

kemudian

R9 sesuai dengan nilai ekivalen biner-

FM32C128.

nya Sebagai contoh, jika P0 = 0, P1 = 0,


37

disimpan

pada

memory

Anita R., dkk : Rancang Bangun Alat ..

Kaki SCL (Serial Clock) adalah

Fungsi speaker sangatlah jelas, yaitu

input

untuk

sebagai output suara, penguat daya

memasukkan clock yang terhubung ke

digunakan untuk menguatkan daya dan

port D1. Kaki SDA (Serial Data) adalah

rangkaian op-amp non inverting sebagai

kaki

yang

digunakan

(bidirectional)

untuk

buffer dan penguat tegangan. Buffer

transfer data serial yang terhubung ke

digunakan agar hambatan input system

port D0. Kaki ini adalah kaki open drain

ini menjadi besar ( bahaya jika hambatan

sehingga dibutuhkan sebuah resistor

input speaker aktif kecil karena akan

pullup untuk menentukan kondisi logika

disambungkan ke sumber suara, seperti

1.

komputer ). Penguat daya tegangannya

kaki

dua

arah

Kaki alamat (A2, A1, dan A0)

satu

sehingga

adalah kaki-kaki input alamat yang dapat

tegangan

mengalamati hingga 8 (23) piranti yang

sumber

sejenis. Kaki WP (Write Protect) adalah

disambungkan

kaki input untuk proteksi penulisan data.

Ladder.

Bila

dihubungkan

ke

GND

diperlukan

karena
suara

sinyal

kecil.
pada

penguat

output

Rangkaian
rangkaian

dari
ini
R2R

akan

mengijinkan operasi penulisan normal.

Gambar 9. Rangkain Penguat Daya dan


Speaker
Gambar 8. Rangkaian Memory
FM24C128

Flowchart Sistem
Sistem kerja perancangan simulasi

Rangkaian Penguat (Amplifier)

alat pengukur suhu tubuh digital dan

Ada 3 bagian penting dalam


perancangan
rangkaian

speaker
op-amp

non

aktif

output suara berbasis mikrokontroler

yaitu

ATMEGA8535 ini ditunjukkan gambar

inverting,

flowchart di gambar 10.

rangkaian penguat daya dan speaker.


38

Jurnal Monitor, Vol. 1, No. 1, Juli 2012

Secara garis besar prosesnya

ANALISA DAN PENGUJIAN

dimulai dengan membaca data ADC

Pengujian Rangkaian Sensor Suhu


Pengukuran

yang diperoleh dari sensor suhu. Setelah

dilakukan

dengan

pengambilan data dari ADC, dilakukan

memberikan panas dengan suhu tertentu

proses perhitungan dengan ATMega

pada sensor LM35 dan diukur dengan

8535. Setelah data diambil kemudian

tegangan

diproses untuk kemudian ditampilkan ke

Kemudian

display sebagai data yang sebenarnya

tegangan output sensor LM 35 dari data

agar dapat dibaca. Untuk keluaran suara,

book. Pada saat suhu C, output sensor

ATMega 8535 akan mengirim address ke

LM35 mengeluarkan tegangan 0 volt.

output

yang

dihasilkan.

dibandingkan

dengan

memory, setelah itu data digital diubah

Setiap kenaikan 1 C, output sensor

oleh DAC R/2R Ladder menjadi data

LM35 akan naik sebesar 10 mVolt.

analog agar dapat diputar oleh speaker.

Sensor

Bila catu daya dimatikan, maka proses

LM35

membutuhkan

power

supply sebesar 5 volt.

pembacaan data akan selesai, tapi jika


catu daya tidak dimatikan maka proses

Tabel 1. Pengukuran Sensor LM35

akan dimulai dari awal.

OUTPUT
SUHU
(0C)

OUTPUT

LM35

LM35

Dari

(mVolt)

databook

Error

(mVolt)
32

316

320

1,25

33

322,6

330

2,24

34

345

340

1,45

35

354

340

1,45

36

362

360

0,55

37

375

370

1,35

38

384

380

1,05

39

389

390

2,56

40

403

400

0,75

41

409

410

0,25

42

416

420

1,25

Pengujian Rangkaian Pengkondisi Sinyal


Pengujian rangkaian pengkondisi
sinyal

Gambar 10. Flowchart Sistem

dilakukan

memberikan
39

tegangan

dengan

cara

berubah-ubah

Anita R., dkk : Rancang Bangun Alat ..

pada bagian masukan penguat non


inverting,

kemudian

Pengujian R/2R Ladder DAC


Pengujian DAC bertujuan untuk

mengukur

keluarannya untuk kemudian dihitung

mengkonversi

data

tingkat penguatan tegangan, berikut data

mikrokontroller menjadi data analaog.

hasil pengujiannya :

Pengujian

dilakukan

digital

dari

dengan

cara

menghubungkan input-input rangkaian


R-2R Ladder dengan DIP switch 8 bit

Tabel 2. Hasil Pengujian Rangkaian

dan

Pengkondisi Sinyal

kemudian

mengukur

tegangan

Vin

Vout

Av=(Vout/Vin)

output yang dihasilkan dari rangkaian.

0.10

0.30

0.20

0.60

Penguatan tegangan DAC ini bertujuan

0.30

0.90

0.40

1.20

0.50

1.50

0.60

1.80

untuk memperoleh tegangan yang sesuai


sebagai input.
Tabel 3. Hasil Pengujian R/2R Ladder
DAC

Pengujian LCD

Output
Input (Biner)

Pengujian penampil LCD 16x2

menggunakan
mikrokontrolerATMega8535.

(Analog

Pengujian

Vout

(V)

ini untuk mengetahui apakah LCD 16x2

berhasil menampilkan karakter sesuai

2.04

program

3.28

4.00

4.43

4.67

4.81

4.89

4.94

yang

di

download ke

mikrokontroler.

Pengujian Rangkaian Op-Amp


Pengujian

rangkaian

OP-Amp

dan speaker dilakukan untuk menguji


ketepatan output suara yang dihasilkan

Gambar 11. Hasil Pengujian LCD

oleh Penguat Operasional (Op-Amp).


Pengujian
40

ini

dilakukan

dengan

Jurnal Monitor, Vol. 1, No. 1, Juli 2012

mengamati signal input yang dihasilkan

Pengujian Sistem

R/2R Ladder DAC dan signal

Pengujian ini dilakukan untuk

output yang dihasilkan oleh Op-Amp

menguji waktu respon dari termometer

pada Oscilloscope. Pengujian rangkaian

digital

Op-Amp dan speaker dilakukan dengan

Pengujian

ini

simulasi

melakukan

pengukuran

oleh

menggunakan

Program

dan

termometer

air

raksa.

dilakukan

dengan

waktu

yang

diperlukan oleh sensor termometer digital

Simulasi Proteus.
Dari pengujian yang dilakukan

dan termometer air raksa mencapai

telah diperoleh hasil sesuai dengan yang

pengukuran suhu tubuh 37 C dari suhu

diharapkan, dimana signal output yang

ruangan awal 33 C. Dalam percobaan

dihasilkan oleh Op-Amp menunjukkan


adanya

penguatan

signal

ini, pengukuran dilakukan sebanyak dua

jika

kali untuk mendapatkan data kumulatif

dibandingkan dengan signal input yang

sehingga didapat waktu rata-rata yang

dihasilkan oleh R/2R Ladder DAC . Ini

dibutuhkan oleh termometer digital dan

berarti rangkaian Op-Amp dan Speaker

termometer air raksa untuk mendapatkan

telah bekerja

suhu tubuh normal yang tepat. Setiap

dengan baik.

kali pengukuran, suhu pada sensor

Gambar 12 berikut merupakan


tampilan

Oscilloscope

yang

dikembalikan

memuat

Gambar

hasil simulasi pengujian rangkaian Op-

pengujian

Amp dan Speaker. Signal dengan garis


dari R/2R Ladder DAC, sedangkan signal
garis

kuning

(Channel

4.3.
dari

suhu

ruangan.

menunjukkan
sensor

suhu

hasil
dan

termometer air raksa.

biru (Channel B) merupakan signal input


dengan

pada

250
200
150
100
50
0

A)

merupakan signal output yang dihasilkan


oleh Op-Amp.

Thermome
ter Digital

33 34 35 36 37

Thermome
ter Air
Raksa

Gambar 13. Grafik Suhu Termometer


Digital dan Termometer Air Raksa
Terhadap Waktu
Gambar 12. Hasil Simulasi Pengujian
Rangkaian Op-Amp Dan Speaker
41

Anita R., dkk : Rancang Bangun Alat ..

Hardware, dan Aplikasi, Penerbit

KESIMPULAN
Setelah

melewati

tahap

Andi

perancangan dan pengujian sistem maka

Deni

dari rancang bangun alat pengukur suhu


tubuh

dengan

tampilan

digital

Arifianto,

Kumpulan

2011,

Rangkaian

dan

Elektronika

Sederhana,

keluaran suara berbasis mikrokontroller

Penerbit

Kawan

Pustaka

ATMega8525 dapat diambil kesimpulan

A. Sofwan, M. Amir, Yulhendri, 2005,

sebagai berikut, secara keseluruhan alat

Termometer

pengukur suhu ini sudah dapat berjalan

Badan

Dengan

Output Suara Untuk Orang Buta

dengan baik. Mulai dari pengukuran suhu

Berbasis Mikrokontroler Mcs-51

hingga ditampilkan pada LCD. Tetapi


Sri

masih ada kendala pada keluaran suara

Kusuma

Dewi

Tahun

Pemrograman

yang masih terputus-putus.

2011,

Termometer

Digital Berbasis Mikrokontroler


Avr Atmega8535 Dengan Output

DAFTAR PUSTAKA
Syahrul,

2012,

Mikrokontroller

ATMega

8535,

Suara Dan Tampilan Display

AVR

Digital

Penerbit

Informatika

Putu Septiani Utama Dewi Tahun 2010,

Syahban Rangkuti, 2011, Mikrokontroller

Perancangan Dan Pembuatan

ATMEL AVR (ISIS Proteus dan

Alat Termometer Digital Berbasis

CodeVisionAVR),

Mikrokontroller At89s51

Penerbit

Informatika
Afrie

Setiawan,

Mursanto Tahun 2008, Rancang Bangun


2012,

20

Alat

Aplikasi

Suhu

Tubuh

Mikrokontroller ATMega 8535 &

Digital Skala Celcius Dengan

ATMega

Keluaran

16

menggunakan

Ary

Heryanto,

ST.,

Berbasis

Elektronika Dasar, 2012, DAC (Digital to

2007,

Pemrograman Bahasa C Untuk

Analog

Mikrokontroller

tanggal

ATMega8535,

Convertion),
20

Mei

diakses
2012,

http://elektronika-dasar.com/teori-

Penerbit Andi

elektronika/dac-digital-to-analog-

Bambang Robiin & Rusidi, 2006, Belajar

convertion/

Sendiri Mikrokontroller AVR Seri


ATMega8535

Suara

Mikrokontroler At89s51

BASCOM-AVR, Penerbit Andi


M.

Pengukur

Simulasi,
42

Jurnal Monitor, Vol. 1, No. 1, Juli 2012

Dedi

Akbar,

2010,

Rangkaian

Prinsip

DAC

Kerja

Digital

to

Analog, diakses tanggal 21 Mei


2012, http ://www.dediakbar.com
/2010/03/prinsip-kerja-rangkaiandac-digital-to.html
Data

Sheet

ATMega

8535,

2006,

diakses tanggal 20 Mei 2012,


http://www.datasheetcatalog.org/
datasheet/fairchild/atmega8535.p
df/
LM 35, 2000, diakses tanggal 21 Mei
2012,

http://www.national.com

/ds/lm/lm35.pdf/
FM24C128, 2001, diakses tanggal 21
Mei

2012,

http://www.datasheetcatalog .org
/datasheet/fairchild/fm24c128
.pdf/

43