Anda di halaman 1dari 2

Nama Pembicara : Tara F Khaira

Tangal : 24 April 2014


Tempat : K301
Tema pada kuliah kapita selekta pada kamis mnggu lalu adalah tentang
bioenergi dengan pembicara Tara F Khaira, beliau adalah seorang bioenergy
Engineering di PT BREMA BRATA.
PT BREMA BRATA adalah sebuah service company yang bergerak dalam
bidang project management and controlling, study stage, tendering sage, design
stage, dan implementation stage. PT BREMA BRATA sudah sangat
berpengalaman mengadapi berbagai klien, 4 golongan klien yang pernah
menggunakan jasa servis tersebut adalah 1) investor, termasuk di dalamnya
manajemen proyek, design, operasi dan pemeiharaan, project finance advistory
services dll, 2) financier, termasuk bankers engineer, 3) utilitas dan pemerintah,
termasuk business development support, energy planning. Yang terakhir 4)
Kontraktor, meliputi inspeksi workshop dan procurement management.
Tahapan penyelesaian masalah sebuah perusahaan consulting service adalah
pertama menemukan ide, kemudian membuat ide tersebut menjadi sebuah
desain, mengembangkan desain, kontruksi, pembayaran dan tahap terakhir
adalah operasi. Keberlangsungan berbagai macam bentuk aktivitas di
masyarakat dan sektor industri nasional, sangat tergantung kepada tersedianya
energi listrik. Permintaan terhadap energi listrik pun semakin hari semakin
meningkat. Data rasio elektrifikasi di Indonesia stiap tahunnya bertambah, dari
26% pada tahun 2006, 64,3% pada tahun 2007, 65,15% pada tahun 2008,
65,79% pada tahun 2009, 67,15% tahun 2010 dan akhirnya mencapai 72,95%
pada tahun 2011. Dengan semakin naiknya rasio elektrifikasi tersebut, potensi
dan produksi energy utama di Indonesia berasal dari fosil atau minyak bumi
dengan cadangan hanya sampai 24 tahun dari tahun 2007. Berdasarkan hubbert
peak oil theory, bahwa produksi oil dunia akan menurun seiring dengan
bertambahnya tahun, diprediksi bahwa pada tahun 2050 produksi crude oil
hanya akan mencapai 12 juta barel per tahun saja, hal ini berkebalikan dengan
rasio elektrifikasi yang setiap tahunnya bertambah. Maka dengan keadaan
tersebut, Indonesia berpotensi sebagai Negara nt importer energy. Sehingga
perlu adanya energy terbarukan untuk menggantikan sumber bahan fosil untuk
energy, hal ini perlu adanya dorongan pemerintah untuk menetapkan target
energy terbarukan dan komitemen presiden RI untuk menurunkan emisi GRK.
Mengapa kita memerlukan energy terbarukan ? karena sumber energy
utama saat ini yaitu sumber energy fosil memiliki dampak yang kurang baik
terhadap bumi, efek rumah kaca sebagai dampak utama akibat pembakara co2
yang berlebihan. Target realistis untuk mengurangi sumber energy fosil yaitu
dengan menambah sumber energy dari biofuel, biomasa, panas bumi, hidro,
surya, CBM dan batubara. Jika dibandingkan pada tahun 2010 biofuel hanya 0,1
%, biomassa 0,8%, panas bumi 2.1 %, hidro 3,9% ,surya 0% dan cbm 0% maka
pada tahun 2025 biofuel hanya 3 %, biomassa 5,2%, panas bumi 4,4 %, hidro 4%
,surya 0,1% dan cbm 3,6%. Dengan peningkatan sumber bioenergy seharusnya
tidak masalah bagi Indonesia, karena Indonesia memiliki sumber bioenergy yang
melimpah seperti kelapa sawit yang dapat dibuat menjadi biomassa dan sampah
kota , yang dijakarta saja perharinya mencapai 6000 yang dapat dimanfaatkan
menjadi biogas.

Pengolahan Biomass dari kelapa sawit menjadi sumber energy dapat


dilakukan dengan gasifikasi biomasa. Sedangkan proses pembuatan Biogas dari
sampah kota dengan menggunaka reactor ZPHB, prosesnya sampah yang telah
diolah menjadi biogas, kemudian gas nya ditampung oleh sumur gas kemudian
dialirkan ke generator dan dikonversi dengan menggunakan transformer
sehingga dapat dialirkan ke tower2 listrik. Energy yang dibutuhkan untuk proses
pembuatan biomass berbeda beda, tergantung sumber biomass yang digunakan,
misalnya 1 kg serbuk gergaji, memerlukan eenergy sebanyak 1000-1250 watt
dengan produksi 4,7 kg uap, 1 kg sekam padi memerlukan energy sebanyak 8701090 watt dengan produksi 3,4 kg uap. 1kg bonggol jagung memerlukan energy
sebanyak 977-1220 watt dengan produksi 43 kg uap. Keuntungan bioenergy
bagi PLN sebesar 26,616,000 perhari, dengan saldo awal 30.500.000 rupiah
operasi dilakukan selama 4 tahun.
Kesimpulan
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin tahun kebutuhan
akan energy khususnya untuk kebutuhan listrik semakin meningkat namun
sumber energy selama ini digunakan semakin habis karena sumber eergy yang
digunakan adalah sumber energy fosil yang tidak terbarukan, sehingga perlu
adanya sumber energy terbarukan yaitu bioenergy. Sumber bioenergy dapat
berasal dari biomass dan biogas, biomass dapat dibuat dari kelapa sawit,
sedangkan biogas dapat dibuat dari sampah kota. Dimana kedua bahan baku tadi
sangat melimpah jumlahnya di Indonesia, sehingga seharusnya Indonesia tidak
perlu mengimpor crude oil lagi.
Tanggapan :
Pembicara pada kali ini sedikit kurang jelas dalam menjelaskan materi,
penjelasan dan materi terlalu sedikit, padahal materi tentang bioenergy sangat
menarik untuk dipelajari. Ditambah lagi bioenergy sangat sesuai dengan core
competence bioproses, sehingga materi tentang proses pembuatan sangat perlu
dipelajari lebih mendalam lagi. Sudah seharusnya kita sebagai seorang sarjana
teknik proses dapat mewujudkan Indonesia green 2025 dengan bioenergy
sebagai sumber energy utama.