Anda di halaman 1dari 39

SOSIALISASI PENERAPAN SMK3 PP

50 TAHUN 2012
HENDRI FARABI
SBU SUCOFINDO ICS
Cipayung Puncak

Service Portfolio

SBU PERTANIAN

SBU MIGAS

SBU JASA JASA UMUM

SBU SUCOFINDO INTERNASIONAL


CERTIFICATION SERVICES (SICS)

SBU MINERAL
SBU PENDUKUNG BISNIS
FINANSIAL

SBU PEMERINTAHAN & INSTITUSI


INTERNASIONAL

SBU REKAYASA &


TRANSPORTASI

SUCOFINDO ICS
Services
Quality Management System (ISO 9001)
Environment Management System (ISO 14001)
Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3)
OHSAS 18001
ISO 22000
Sustainable Forest Management
Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)
Product Certification
Organic Food Certification
Security Management System
Integrated Management System
Development Stage
Survey Kepuasan Pelanggan (SKP)
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) CSR (Draft ISO 26000)
Sertifikasi Produk (Tanda SNI, CB Scheme) IRM (ISO 31000)
SME Certification
Sistem Manajemen Pengamanan (SMP)
Second Party Audit
Good Manufacturing Practices (GMP)
SM Hubungan Industrial
Pelatihan Sistem Manajemen
Sertifikasi Restaurant & Caf
Energi Audit (ISO 50001)

AKREDITASI DAN PENUNJUKAN


International Accreditation Forum (IAF)
Komite Akreditasi Nasional, Indonesia (KAN)
Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI)
IECEE-CB Scheme (in-process)
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)

SMK3

Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi


Direktorat Jendral Kelistrikan
POLRI
HUBLA

DASAR HUKUM
Pasal 27 (2) UUD1945
Undang-undang
Ketenagkerjaan
Pasal 86

UU No.13 /2003

PP Penerapan
SMK3
Sangsi pelanggaran

Pasal 87

UU. No. 13 Tahun 2003


Pasal 86:
pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh
perlindungan atas keselamatan dan kesehatan
kerja.
Pasal 87:
(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
(2) Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan
Pemerintah

Peraturan Pemerintah Republik


Indonesia Nomor 50 Tahun 2012
Tentang Penerapan SMK3
BAB I
BAB II
BAB
BAB
BAB
BAB

III
IV
V
VI

Ketentuan Umum
Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
Penilaian Penerapan SMK3
Pengawasan
Ketentuan Peralihan
Ketentuan Penutup

BAB I KETENTUAN UMUM


Pasal 1
SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen
perusahaan secara keseluruhan yang
meliputi penetapan kebijakan keselamatan
dan kesehatan kerja, perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi serta
peninjauan dan peningkatan kinerja
keselamatan dan kesehatan kerja dalam
rangka pengendalian resiko yang berkaitan
dengan kegiatan kerja guna terciptanya
tempat kerja yang aman, efisien dan
produktif.

BAB I KETENTUAN UMUM


Pasal 2
Penerapan SMK3 bertujuan untuk:
meningkatkan efektifitas perlindungan
keselamatan dan kesehatan kerja yang
terencana, terukur, terstruktur, dan
terintegrasi;
mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
dan peyakit akibat kerja dengan melibatkan
unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau
serikat pekerja/serikat buruh; serta
menciptakan tempat kerja yang aman,
nyaman, efisien, dan produktif.

BAB I KETENTUAN UMUM


Pasal 4
Kebijakan nasional tentang SMK3 sebagaimana dimaksud
dalam
Pasal 3, paling sedikit memuat:

penetapan kebijakan keselamatan dan kesehatan


kerja;

perencanaan;

pelaksanaan rencana;

pemantauan dan evaluasi kinerja; dan

peninjauan dan peningkatan kinerja.


`
Pedoman penerapan SMK3 sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tercantum dalam Lampiran I Peraturan
Pemerintah ini.
`
Pelaksanaan pedoman penerapan SMK3 sebagaimana
dimaksud dalam ayat (2) dapat dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan dan diatur dalam peraturan masingmasing instansi pembina sektor usaha.

BAB I KETENTUAN UMUM


Pasal 5

1.
2.

3.

4.

5.

Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 di


perusahaannya.
Dalam menerapkan SMK3 sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), pengusaha wajib berpedoman pada peraturan
pemerintah ini, peraturan perundang-undangan serta
konvensi internasional yang berlaku bagi masingmasing sektor usaha.
Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku
bagi perusahaan yang memperkerjakan pekerja/buruh
paling sedikit 100 (seratus) orang.
Ketentuan mengenai jumlah pekerja/buruh
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikecualikan
apabila perusahaan mempunyai tingkat potensi bahaya
tinggi.
Penetapan tingkat potensi bahaya tinggi sebagaimana
dimaksud pada ayat (4) sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

BAB III PENILAIAN SMK3


Pasal 16
(1) Penilaian penerapan SMK3 dilakukan oleh lembaga
audit independen yang ditunjuk oleh Menteri atas
permohonan perusahaan.
(2) Untuk perusahaan yang memiliki potensi bahaya
tinggi wajib melakukan penilaian penerapan SMK3
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
(3)
Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan melalui Audit SMK3 yang meliputi:
12 Elemen Audit.

BAB III PENILAIAN


(4) Penilaian penerapan SMK3 sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) tertuang dalam pedoman yang
tercantum dalam Lampiran II sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.
Pasal 17
(1)
Hasil audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
dilaporkan kepada Menteri dengan tembusan
disampaikan kepada menteri pembina sektor usaha,
gubernur, dan bupati/walikota sebagai bahan
pertimbangan dalam upaya peningkatan SMK3.
(2)
Bentuk laporan hasil audit sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) tertuang dalam pedoman yang
tercantum dalam Lampiran III sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.

BAB III PENILAIAN


Pasal 17
(1) Hasil audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
dilaporkan kepada Menteri dengan tembusan
disampaikan kepada menteri pembina sektor usaha,
gubernur, dan bupati/walikota sebagai bahan
pertimbangan dalam upaya peningkatan SMK3.
(2) Bentuk laporan hasil audit sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) tertuang dalam pedoman yang
tercantum dalam Lampiran III sebagai bagian yang
tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.

BAB IV PENGAWASAN
Pasal 18
Pengawasan SMK3 dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan
pusat, provinsi dan/atau kabupaten/kota sesuai dengan
kewenangannya.
Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
pembangunan dan terjaminnya pelaksanaan komitmen;
organisasi;
sumber daya manusia;
pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang K3;
keamanan bekerja
pemeriksaan, pengujian dan pengukuran penerapan
SMK3;
pengendalian keadaan darurat dan bahaya industri;
pelaporan dan perbaikan kekurangan; dan
tindak lanjut audit.

BAB IV PENGAWASAN
Pasal 19
Instansi pembina sektor usaha dapat melakukan
pengawasan SMK3 terhadap pelaksanaan penerapan
SMK3 yang dikembangkan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pelaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan secara terkoordinasi dengan
pengawas ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 20
Hasil pengawasan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 18 dan Pasal 19 digunakan sebagai dasar dalam
melakukan pembinaan.

BAB V KETENTUAN PERALIHAN


Pasal 21
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai
berlaku, Perusahaan yang telah menerapkan
SMK3, wajib menyesuaikan dengan
ketentuan Peraturan Pemerintah ini paling
lama 1 (satu) tahun.

Masa peralihan
`

Satu tahun sejak ditandatangani yaitu 12


April 2012 s/d 12 April 2013 yang diatur
dalam BAB V Ketentuan Peralihan Pasal 21.
Untuk perusahaan yang akan audit dalam
masa peralihan dapat mengajukan kepada
Sucofindo International Certification
Services menggunakan Per.05/MEN Tahun
1996 atau PP 50 / 2012 sesuai dengan
kesiapan perusahaan.

Masa peralihan
`

Dan jika perusahaan menetapkan untuk audit


mengunakan PP 50 / 2012 menetapkan
posisi perusahaan berdasarkan tingkat risiko
perusahaan apakah masuk dalam tingkat :
awal, transisi dan lanjutan sesuai dengan
Penetapan kriteria audit tiap tingkat
pencapaian penerapan SMK3 pada Lampiran II
PP 50/2012.
Pada saat masa peralihan berakhir audit
SMK3 akan mengunakan PP 50 / 2012.

PP 50/2012 dibandingkan
dengan Per.No 05/1996
`

Batang tubuh dari PP 50 menetapkan VI


BAB dan 22 Pasal dan PER.05/MEN/1996
menetapkan X BAB 12 Pasal.
Penjelasan yang lebih lengkap atas
Lampiran I Tentang Pedoman Penerapan
SMK3, sesuai dengan siklus 5 prinsip
dasar SMK3 ( Plan, Do, check, Action).

PP 50/2012 dibandingkan
dengan Per.No 05/1996
`

Penyederhanaan dan penyelarasan kriteria dari


Lampiran II Tentang Pedoman Penilaian SMK3,
serta perubahan tingkat pelaksanaan, hasil
penilaian audit dan kategori ketidaksesuaian
dengan jumlah kriteria yang sama 166 kriteria.
Pada lampiran III format laporan audit dengan
format yang sama, hanya ditambahkan daftar
hadir dan respon tindak lanjut dilampirkan dalam
laporan dan penambahan distribusi laporan
kepada Departemen terkait.

Perubahan pada :
`

Penjelasan tambahan terhadap : Penyediaan sarana


dan sarana yang disediakan meliputi : organisasi
P2K3,Anggaran, Prosedur kerja, Intstruksi kerja.
Penyerahan sebagian pelaksana pekerjaan
Perusahaan harus menjamin bahwa perusahaan lain
tersebut memenuhi persyaratan K3, dilakukan oleh
personel kompeten dan wewenang serta
tanggungjawab yang jelas.
Produk akhir
Produk akhir berupa barang dan jasa harus dapat
dijamin keselamatanya dalam pengemasan,
penyimpanan, pendistribusian dan penggunaan
serta pemusnahannya.

Perubahan pada :
`

Penjelasan tambahan terhadap : Upaya menghadapi


keadaan darurat kecelakaan dan bencana industri
perusahaan harus memiliki prosedur sebagai upaya
menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana
industri yang meliputi : penyediaan personil dan
fasilitas P3K yang cukup dan proses perawatan lanjutan.
Rencana dan pemulihan keadaan darurat
Prosedur rencana pemulihan keadaan darurat secara
cepat untuk mengembalikan pada kondisi normal dan
pemulihan tenaga kerja yang mengalami trauma.
Audit intenal, dapat mengunakan kriteria audit pada
lampiran II dan pelaporannya dapat mengunakan format
laporan Lampiran III

Lampiran II
`

Tidak dilakukan pengurangan kriteria


audit tetapi
penyelarasan/pengabungan/penambahan
isi kriteria dari Lampiran II Tentang
Pedoman Penilaian SMK3
Kategori ketidaksesuaian dengan jumlah
kriteria yang sama 166 kriteria.
Perubahan tingkat pelaksanaan
berdasarkan tingkatan penerapan
Perubahan nama penilaian tingkat
pencapaian

Audit SMK3

Audit SMK3 adalah pemeriksaan secara


sistematis dan independen terhadap
pemenuhan kriteria yang telah ditetapkan
untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang
telah direncanakan dan dilaksanakan dalam
penerapan SMK3 di perusahaan.

Application

2 Weeks

Diagnostic
Assessment/ DA
(optional)

2 Weeks

+/- 1,5 BLN

Certification Audit

2 Weeks

Certified

Time Frame for SMK3


Certification

TAHAPAN AUDIT
Diagnostic Assessment
(optional)

Audit dilakukan dengan menggunakan Kriteria


Audit SMK3 (PP NO 50/2012 Lampiran II),
peraturan perundangan K3 dan standar K3
lainnya

Compliance/ Final Audit

Compliance / Final Audit dapat dilakukan setelah


organisasi menerima surat perintah audit
mengacu kepada Rencana Audit Tahunan (RTA)
jika audit bersifat mandatory atau Organisasi
dapat mengirimkan surat permintaan audit ke
Depnakertras dengan ditembuskan ke PT
SUCOFINDO (Persero) atau Surat dapat diberikan
Langsung Ke PT SUCOFINDO (Persero) jika
permintaan audit bersifat Voluntary

Follow-Up Audit
Major pada Penrapan Dilapangan

Penyerahan Sertifikat

Surveillance Audit
(optional)

Renewal Audit

* Final Audit Wajib AI & RTM

Diagnostic Assessment sama pelaksanaannya


dengan audit Stage 1 pada skema audit
sertifikasi.
Penerbitan Sertifikat dikeluarkan oleh
Depnakertrans dan diberikan secara bersamaan
pada acara ceremonial K3, Organisasi dapat
meminta surat referensi atau salinan sertifikat
setelah audit dilaksanakan atau sebelum
sertifikat SMK3 asli diterima

Tingkat Penerapan audit SMK3


64 Kriteria

Perusahaan Awal

122 Kriteria

Perusahaan Transisi

166 Kriteria

Perusahaan lanjutan

Pencapaian hasil audit SMK3

85 100 %

Penilaian Penerapan Memuaskan

60 84 %

Penilaian Penerapan Baik

0 59 %

Penilaian Penerapan Kurang

Lima Prinsip Dasar SMK3


Peningkatan
Berkelanjutan
Peninjauan dan
Peningkatan
Kinerha SMK3

Penetapan
kebijakan

Pemantauan
& Evaluasi
Kinerja K3

Perencanaa
K3

Pelaksanaan
Rencana K3

Elemen Kunci SMK3/OHSAS 18001:2007/ISO 14001


Dimungkinkan untuk diintegrasikan menjadi SHE
Management System

Management
Review

ACT

CHECK

Checking and
Corrective Action

Monitoring and Measurement


Evaluation of compliance
Incident investigation
Nonconformance
,Corrective
and Preventive Action
Records
Internal Audit

PLAN

Continual
Improvement

Commitment
& Policy

DO

Planning
Implementation
Structure and Responsibility
Training, Awareness and Responsibility
Communication, Consultation &
participation
Documentation
Document Control
Operational Control
Emergency Preparedness/
Responses

Hazard, Risk Identification


Legal& Other requirement
Objective and program(s)

30

Pedoman Audit SMK3


(Permenaker 05/MEN/1996 - Lampiran 2)
No

Elemen

Pembangunan & Pemeliharaan Komitmen

Strategi Pendokumentasian

Peninjauan Ulang Desain & Kontrak

Pengendalian Dokumen

Pembelian

Keamanan bekerja berdasarkan SMK3

Standar Pemantauan

Pelaporan dan Perbaikan

Pengelolaan Material & Perpindahannya

10

Pengumpulan & Penggunaan Data

11

Audit Sistem Manajemen K3

12

Pengembangan Ketrampilan & Kemampuan

Total 166 kriteria

DOKUMENTASI YANG DIPERLUKAN


9 Manual SMK3
9 Prosedur Identifikasi Peraturan K3 dan Evaluasi
Pemenuhannya
9 Prosedur Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Resiko
9 Prosedur Komunikasi dan Konsultasi
9 Prosedur Perancangan atau perancangan ulang
9 Prosedur Pengendalian Dokumen dan Catatan

DOKUMENTASI YANG DIPERLUKAN


9 Prosedur Pelaporan Insiden & investigasi (Kecelakaan kerja,
Penyakit akibat kerja dan Nearmiss)
9 Prosedur Pembelian, Seleksi dan Evaluasi
Vendor/Subkontraktor
9 Prosedur Seleksi dan Penempatan
9 Prosedur Pelatihan
9 Prosedur Tindakan Koreksi dan Pencegahan
9 Prosedur Pemeliharaan (mencakup Tag Out dan Lock Out) dan
Prosedur Ijin Kerja
9 Prosedur Tanggap Darurat (termasuk rencana pemulihan
keadaan darurat)

DOKUMENTASI YANG DIPERLUKAN


9 Prosedur Pengelolaan material termasuk B3 dan
limbah (mencakup penyimpanan, pemindahan,
pencegahan terhadap kerusakan, tumpahan dan
kebocoran serta pembuangan limbah secara aman)
9 Prosedur Pemantauan dan Pengukuran (mencakup
Inspeksi, Pemantauan Kesehatan, Pemantauan
Lingkungan Kerja, Sasaran & Program, Frekuensi
rate (FR) dan Severity Rate, Ill Health Rate dan
Kalibrasi)
9 Prosedur Audit Internal
9 Prosedur Tinjauan manajemen

KATEGORI KETIDAKSESUAIAN
KRITIKAL
Temuan yang mengakibatkan fatality/kematian
MAYOR
`
Tidak memenuhi peraturan perundangan
`
Tidak melaksanakan salah satu prinsip SMK3
`
Terdapat temuan minor untuk satu kriteria audit
di beberapa lokasi
MINOR
Ketidakkonsistenan dalam pemenuhan persyaratan
peraturanperundang-undangan,standar, pedoman
dan acuan lainnya.
Note:
Dalam hal penilaian perusahaan termasuk kategori kritikal
atau mayor, maka dinilai belum berhasil menerapkan
SMK3.

Apa yang dilihat auditor ?


INTENT

is not conforming with


PP 50/2012

IMPLEMANTATION
practice is not in line
with the intent

EFECTIVENESS
practice is not
effective

DAPAT INTEGRASI DENGAN OHSAS


18001 : 2007

OHSAS 18001 dan PP 50/2012


dapat diterapkan secara TERPADU
dimana 85 % Pencapaian SMK3
akan direkomendasikan untuk
mendapatkan sertifikat OHSAS
18001 : 2007

Key point
Nilai pencapaian bukanlah yang utama, lebih kepada
pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan
kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman,
efisien dan produktif.
Sosialisasi implementasi menyeluruh, metode audit
sampling maka diperlukan sosialisasi yang baik untuk
setiap level
Memiliki Pemahaman kriteria yang baik terhadap PP
50/2012 dengan tujuan dapat memenuhi dengan
persyaratan kriteria.
Tim audit internal yang competent, dalam rangka
memastikan implementasi SMK3 berjalan efektif dan
atisipasi renewal audit SMK3 Per tiga tahun

TERIMA KASIH
ATAS PERHATIAN ANDA
Sucofindo International Certification Services
Graha Sucofindo Lt. B-1
Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34
Jakarta 12780
Phone : (021) 7983666 # 2605/2102 (Marketing)
Email Address : customerservice.sics@sucofindo.co.id
hfarabi@sucofindo.co.id & hendri_farabi@yahoo.com
Hp 0811886853