Anda di halaman 1dari 2

ANALISA DATA

No.
Data Penunjang
2.
Keluarga terbiasa membeli obat
eceran
atau
minum
jamu
sebelum sakitnya menjadi parah
dan
apabila
sudah
parah
biasanya keluarga menuju ke
puskesmas,
dokter
ataupun
bidan

Problem
Defisiensi
Pengetahuan

Anggota keluarga belum terlalu


tahu kebutuhan akan anggota
keluarga yang lain, hal ini dapat
dilihat
dari
kebutuhan
keperawatan yang dibutuhkan
oleh Ny. P benar-benar tidak
terpenuhi secara benar
Keluarga mengganggap rokok
adalah hal biasa dan sudah
diwariskan
turun
temurun
sehingga tidak perlu dihentikan
Tn. B dan Tn.S: menyatakan
tidak punya penyakit keturunan,
penyakit yang sering dirasakan
adalah batuk. Beliau merupakan
perokok aktif hingga saat ini
Ny. Y sudah memberikan nasi
tim pada bayinya yang usianya
masih 5 bulan

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA

Etiologi
Pengobatan dg jamu
setelah parah baru ke
dokter, Keluarga
menganggap rokok hal
biasa, Ny.Y memberikan
asupan makanan yg tdk
tepat pd bayinya, Belum
terlalu mengetahui akan
kebutuhan keluarga yang
lain

Kurangnya pemahaman
tentang bahaya merokok,
konsumsi jamu, dan
pemberian nutrisi pd bayi

Riwayat latar belakang


pendidikan kurang
mendukung

Kurang Pajanan tehdap


informasi yang tepat
Defisiensi pengetahuan

No.
2.

Tanggal Muncul
30 oktober 2014

Diagnosa Keperawatan
Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan dan
kurang pajanan terhadap informasi ditandai dengan
perilaku yg tidak tepat :
Keluarga mengganggap rokok adalah hal biasa
dan sudah diwariskan turun temurun sehingga
tidak perlu dihentikan,
Keluarga terbiasa membeli obat eceran atau
minum jamu sebelum sakitnya menjadi parah
dan apabila sudah parah biasanya keluarga
menuju ke puskesmas, dokter ataupun bidan,
Ny. Y sudah memberikan nasi tim pada bayinya
yang usianya masih 5 bulan)
Anggota keluarga belum terlalu tahu kebutuhan
akan anggota keluarga yang lain, hal ini dapat
dilihat dari kebutuhan keperawatan yang
dibutuhkan oleh Ny. P benar-benar tidak
terpenuhi secara benar