Anda di halaman 1dari 2

ANALISA KASUS

Pasien perempuan umur 60 tahun datqng dengan keluhan sejak 1 bulan yang
lalu, mata sering mengeluarkan air mata berlebihan. Pasien juga mengaku matanya
sering terasa perih disertai merah karena terasa seperti tergores- gores bulu mata pada
mata kanan, rasa perih dimata lebih terasa pada malam hari. Pasien sering merasa
silau di tempat yang terang. Keluhan ini sesuai dengan teori yang di dapatkan dari
gejala klinis trikiasis yang menyebabkan iritasi pada mata yang diakibatkan bulu mata
yang mengarah ke dalam bola mata. Diagnosis banding trakoma, blefaritis ulseratif
dapat disingkirkan karena tidak terbentuk jaringan parut pada konjungtiva tarsus
superior dan menyingkirkan blefaritis ulseratif tidak terdapatnya jaringan parut yang
menyebabkan rontoknya bulu mata (madrosis) mengakibatkan bulu mata tumbuh
mengarah ke dalam bola mata.
1 minggu terakhir pasien juga merasa matanya terasa gatal,pasien mengaku selalu
ingin menggosok-gosok matanya dan keluar air mata yang terus berlebihan. terkadang
bila pagi hari pasien mengaku terkadang ada kotoran pada mata

dan ada rasa

mengganjal, sensasi benda asing pada mata kanan. Keluhan ini sesuai dengan teori
yang mendapatkan melipatnya kelopak mata bagian bawah entropion involusion yang
menyebabkan sensasi benda asing akibat terlipatnya bulu mata ke dalam. Diagnosis
banding dermatokalasis , epiblefaron dapat disingkirkan karena dermatokalaiss
menunjukkan gambaran longgar dengan penonjolan dan kulit kelopak yang banyak
sedangkan epiblefaron tampak berupa pelipatan kulit kelopak dan keteganggan otot
horizontal yang menyilang ke pinggir kelopak menyebabkan bulu mata masuk ke
dalam sedangkan dari pemeriksaan pada pasien didapatkan melipatnya kelopak mata
bagian tepi atau margo palpebra ke arah dalam yang mengakibatkan keluhan seperti
benda asing dalam mata.
Pada dua mata sudah lama merasakan penurunan pengelihatan Pada mata kanan
pasien mengaku sudah di operasi karena katarak 3 bulan yang lalu, sebelum operasi
pasien mengatakan pengelihatan seperti berasap. Hal ini menunjukkan bahwa pasien
sudah mengalami operasi dan memakai lensa pada mata kanan yang berarti
pseudophakia.
Pada pemeriksaan loop dan slitlamp, ditemukan pada segmen anterior tampak
trikiasis , entropion injeksi konjungtiva pada mata kanan, ada beberapa anjuran yaitu
tes sanp back untuk mengukur kelemahan palpebra inferior. Dan pemeriksaan

funduskopi untuk memastikan lebih lanjut apakah ada kelainan pada segmen
posterior.
Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan opthalmologi yang telah dijelaskan , maka
pasien ini mengalami Trikiasis + entropion OD dan pseudophakia OS. Rencana
tindakan yang akan dilakukan pada pasien ini berupa reposisi anterior lamellae untuk
memperbaiki melipatnya kelopak mata kebagian dalam.
Pasien ini juga diberikan edukasi berupa informasi bahwa melipatnya kelopak
mata bagian inferior akan lebih baik setelah dilakukan tindakan reposisi anterior
lamellae kontrol 2 minggu setelah di lakukan tindakan operasi untuk melihat
Prognosis pasien trikiasis + entropion untuk quo ad vitam bonam.