Anda di halaman 1dari 2

KINERJA BAHAN ISOLATOR ALTERNATIF DENGAN BAHAN DASAR SILICONE

RUBBER
Nurhening Yuniarti, Kustono, Zamtinah
Listrik merupakan kebutuhan manusia, sehingga keandalan dalam proses penyaluran
energi listrik sangat diharapkan. Hal ini harus didukung dengan peralatan yang memadahi
sehingga semua sistem dapat bekerja secara optimal. Salah satu peralatan listrik yang memegang
peranan dalam proses penyaluran energi listrik adalah isolator.
Akhir-akhir ini banyak dikembangkan penggunaan bahan polimer terutama pada isolator
pasangan luar (outdoor), Hal ini dikarenakan bahan polimer mempunyai banyak kelebihan
dibandingkan bahan porselin dan gelas. diantaranya adalah: mempunyai sifat hidrofobik yang
tinggi, mempunyai rapat masa yang lebih rendah, mudah dibuat karena tidak memerlukan suhu
yang sangat tinggi dalam proses pembuatannya, mempunyai tingkat kerekatan yang tinggi, dan
lebih murah harganya.
Kegagalan kerja isolator yang digunakan pada saluran udara (over head line) banyak
disebabkan karena peristiwa kontaminasi yang dapat menyebabkan rugi-rugi energi dan
degradasi permukaan isolator dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya
tegangan lewat denyar (flashover voltage). Isolator yang dipasang diluar akan mengalami
penuaan yang disebabkan oleh penerpaan sinar ultaviolet yang cukup lama yaitu selama 12 jam
sehari, kelembaban yang tinggi di malam hari dan awal pagi hari serta temperatur yang lebih
besar dari 160C. Penyebab utama penuaan (aging) pada isolator terutama isolator non keramik
adalah radiasi sinar ultraviolet (UV). Menurut Berahim (2005), terdapat korelasi yang cukup baik
antara penuaan alamiah dengan penuaan dipercepat di laboratorium, dengan demikian untuk
mengetahui unjuk kerja isolator akibat penuaan cukup diamati dengan penuaan dipercepat di
laboratorium sehingga tidak memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar. Menurut IEC
1109, penuaan dipercepat di laboratorium selama 96 jam akan mewakili penuaan alamiah selama
5000 jam.
Silicone rubber sebagai salah satu bahan polimer yang mempunyai sifat hidrofobik sangat
tinggi dapat dijadikan sebagai alternative bahan dasar pembuatan isolator, sedangkan untuk
memperbaiki sifat mekanisnya dapat digunakan bahan pengisi (filler).
Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti memandang perlu dilakukan penelitian
tentang kinerja bahan isolator tersebut. Kinerja yang akan diamati adalah kekuatan mekanis,
kemudian dilanjutkan dengan pengamatan empat kinerja utama meliputi: tegangan flashover,
arus bocor kritis, sudut kontak hidrofobik dan besarnya ESDD.
Adapun rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
pengaruh prosentase bahan pengisi terhadap kekuatan mekanis bahan isolator silicone rubber
dengan bahan pengisi Alumunium Oksida Trihidrat? (2) Bagaimana pengaruh lamanya
penerpaan sinar ultraviolet terhadap tegangan flashover bahan isolator silicone rubber dengan
bahan pengisi Alumunium Oksida Trihidrat? (3) Bagaimana pengaruh lamanya penerpaan sinar
ultraviolet terhadap arus bocor bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Alumunium
Oksida Trihidrat? (4) Bagaimana pengaruh lamanya penerpaan sinar ultraviolet terhadap sudut
kontak hidrofobik bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Alumunium Oksida
Trihidrat? (5) Bagaimana pengaruh lamanya penerpaan sinar ultraviolet terhadap besarnya
ESDD bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Alumunium Oksida Trihidrat?
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh prosentase bahan pengisi
terhadap kekuatan mekanis bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Aluminium

Oksida Trihidrat, (2) Mengetahui pengaruh lamanya penerpaan sinar ultraviolet terhadap
tegangan flashover bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Aluminium Oksida
Trihidrat, (3) Mengetahui pengaruh lamanya penerpaan sinar ultraviolet terhadap arus bocor
bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Aluminium Oksida Trihidrat, (4)
Mengetahui pengaruh lamanya penerpaan sinar ultraviolet terhadap sudut kontak hidrofobik
bahan isolator silicone rubber dengan bahan pengisi Aluminium Oksida Trihidrat, (5)
Mengetahui pengaruh lamanya penerpaan sinar ultraviolet terhadap ESDD bahan isolator
silicone rubber dengan bahan pengisi Aluminium Oksida Trihidrat.
Adapun manfaat yang diharapkan: (1) Memberikan masukan kepada pihak terkait untuk
mempertimbangkan penggunaan bahan silicone rubber sebagai bahan dasar dalam pembuatan
bahan isolator, (2) Memberikan masukan kepada pihak terkait untuk mempertimbangkan
penggunaan bahan Aluminium Oksida Trihidrat (ATH) sebagai bahan pengisi dalam pembuatan
bahan isolator, (3) Bagi ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah
khasanah ilmiah dalam bidang sistem tenaga listrik khususnya bidang isolasi
Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Penelitian
ini diawali dengan persiapan bahan dan alat, pencetakan bahan kemudian dilanjutkan dengan
pemberian polutan dan penerpaan sinar ultraviolet selama 96 jam. Setelah dilakukan
penerpaan/penyinaran dengan sinar ultraviolet baru dilanjutkan dengan pengujian mekanis (uji
tarik dan uji kekerasan), pengujian tegangan flashover, pengujian arus bocor, pengujian sudut
kontak hidrofobik dan pengujian ESDD (Equivalent Salt Deposit Density).
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pemberian bahan pengisi dengan prosentase 30% pada
bahan silicone rubber akan memberikan kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan
prosentase 10%, 20%, 40% maupun 50%. Lain halnya dengan tingkat kekerasan bahan, semakin
besar prosentase bahan pengisi maka tingkat kekerasan bahannya akan semakin tinggi, (2)
Semakin lama penerpaan sinar ultraviolet yang diberikan pada bahan isolasi dengan bahan dasar
silicone rubber dan bahan pengisi Aluminium Oksida Trihidrat (ATH) akan mengakibatkan
penurunan tegangan flashover, (3) Semakin lama penerpaan sinar ultraviolet yang diberikan pada
bahan isolasi dengan bahan dasar silicone rubber dan bahan pengisi Aluminium Oksida Trihidrat
(ATH) akan mengakibatkan arus bocor kritis yang semakin besar, (4) Semakin lama penerpaan
sinar ultraviolet yang diberikan pada bahan isolasi dengan bahan dasar silicone rubber dan bahan
pengisi Aluminium Oksida Trihidrat (ATH) akan mengakibatkan sudut kontak hidrofobik yang
semakin besar, (5) Semakin lama penerpaan sinar ultraviolet yang diberikan pada bahan isolasi
dengan bahan dasar silicone rubber dan bahan pengisi Aluminium Oksida Trihidrat (ATH) akan
mengakibatkan ESDD yang semakin besar.
Kata kunci: isolasi, silicone rubber, ATH
FT, 2007 (PEND. TEK. ELEKTRO)