Anda di halaman 1dari 11

Akuntansi Lanjutan/KA

AG 02/1-14

Likuidasi Bertahap

Pengertian :

Terjadi karena proses penjualan tidak sekaligus/bertahap, sehingga pembayaran


kepada anggota juga bertahap sesuai uang kas yang tersedia. Tentunya
pembayaran ke kreditur sudah dilakukan terlebih dahulu.

Ada dua metode untuk menentukan besarnya tiap pembayaran kembali hak penyertaan
anggota :

1. Pembayaran kambali hak penyertaan ditentukan secara periodik.


Disini harus dihindari terjadinya pembayaran dalam jumlah yang berlebihan
kepada anggota-anggota tertentu dengan mengorbankan hak-hak anggota lain.

Caranya dengan mengusahakan agar hak-hak penyertaan para anggota


menunjukan posisi sebanding dengan perbandingan laba(rugi) saat proses
likuidasi berlangsung.

Contoh:

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/2-14

ABD adalah anggota-anggota persekutuan yang membagi R/L 3 : 2 : 5.


Neraca per 31 Desember 1998 yang disusun sesaat sebelum likuidasi adalah sbb :

Kas
Aktiva non kas

Total aktiva

Persekutuan ABD
Neraca
Per 31 Desember 1998
(dalam ribuan rupiah)
Rp. 1.000 Hutang Dagang
Rp. 12.000 Hutang kepada A
Modal A
Modal B
Modal D
Rp. 13.000 Total Hutang & Modal

Rp. 2.500
Rp. 1.000
Rp. 2.000
Rp. 3.000
Rp. 4.500
Rp.13.000

Apabila proses likuidasi berlangsung sejak tanggal 1 Januari 1999 adalah sbb :

Bulan
Januari
Februari
Maret

Nilai buku aktiva yang dijual


Rp. 5.000.000,Rp. 4.000.000,Rp. 3.000.000,-

Harga Jual
Rp. 3.000.000,Rp. 2.000.000,Rp. 1.000.000,-

Maka laporan likuidasi menjadi : (dalam ribuan rupiah)


3

Keterangan

Kas

Aktiva
non kas
Saldo sebelum likuidasi
1.000 12.000
Jan : Realisasi aktiva non kas 3.000 (5.000)
4.000 7.000
Byr. Hutang kpd kreditur (2.500)
1.500 7.000

2 :
5
Hutang Hutang
Modal
Dagang kepada A A
B
D
2.500 1.000 2.000 3.000 4.500
(600) (400) (1.000)
2.500 1.000 1.400 2.600 3.500
(2.500)
1.000 1.400 2.600 3.500

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/3-14

Distribusi kas (Skedul 1) (1.500)


7.000
Feb : Realisasi aktiva non kas 2.000 (4.000)
2.000 3.000
Distribusi kas (Skedul 2) (2.000)
3.000
Mar : Realisasi aktiva non kas 1.000 (3.000)
1.000
Distribusi Kas
(1.000)

Skedul 1 (Skedul Pembayaran Kas)

Keterangan
Saldo modal sebelum Distribusi Kas
Hutang kepada anggota
Hak para anggota
Pembebanan kemungkinan rugi krn Akt. Non Kas tak
terealisasi
Distribusi Kas
Pengembalian hutang kepada anggota
Pengembalian modal
Total kas yang diterima sekutu
Skedul 2 (Skedul Pembayaran Kas)

Keterangan
Saldo modal sebelum Distribusi Kas
Hutang kepada anggota
Hak para anggota
Pembebanan kemungkinan rugi krn aktiva non kas tak
terealisasi
Distribusi Kas
Pengembalian hutang kepada anggota
Pengembalian modal
Total kas yang diterima sekutu

(300)
700

1.400
(600)
800

700
(600)
100

800
(600)
200
(200)

100
(100)

(1.200)
1.400 3.500
(400) (1.000)
1.000 2.500
(400) (1.000)
600 1.500
(400) (1.000)
200
500
(200) (500)

( dalam ribuan rupiah)


3
A
1.400
1.000
2.400
(2.100)
300
300
300

2
B
2.600

5
C
3.500

2.600

3.500

(1.400) (3.500)
1.200
1.200
1.200
-

(dalam ribuan rupiah)


3
A
800
700
1.500

2
B
1.000

5
C
2.500

1.000

2.500

(900)
600
600
600

(600)
400
400
400

(1.500)
1.000
1.000
1.000

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/4-14

Apabila konposisi hak para anggota menunjukkan perbandingan yang sama dengan rasio
pembagian R/L maka boleh tidak menyusun skedul pendukung. Jadi bagian tiap anggota
sesuai dengan rasio R/L nya dikali kas yang tersedia.

Berdasarkan soal diatas dapat dibuat jurnal sebagai berikut:

a) Mencatat realisasi aktiva non kas menjadi kas pada bulan Januari 1999
Kas

3.000.000

Modal A

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Aktiva non kas

5.000.000

b) Mencatat pembayaran hutang kepada kreditur


Hutang Dagang

2.500.000

Kas

2.500.000

c) Mencatat pembayaran kembali hak penyertaan anggota tahap I (DK).


Hutang kepada A
Modal B

300.000
1.200.000

Kas

1.500.000

d) Mencatat realisasi aktiva non kas pada bulan Februari 1999.


Kas

2.000.000

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/5-14

Modal A

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Aktiva non kas

4.000.000

e) Mencatat distribusi kas (DK)


Hutang kepada A

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Kas

2.000.000

f) Mencatat realisasi aktiva non kas pada bulan Maret 1999.


Kas

1.000.000

Modal A

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Aktiva non kas

3.000.000

g) Mencatat Distribusi Kas


Hutang kepada A

100.000

Modal A

200.000

Modal B

200.000

Modal D

500.000

Akuntansi Lanjutan/KA
Kas

AG 02/6-14
1.000.000

2. Penyusunan rencana prioritas pembayaran sebelum proses likuidasi berlangsung.

Tahap-tahapnya :

(1) Menentukan jumlah kerugian maximum yang dapat ditanggung oleh masingmasing anggota, dengan cara membagi total hak sekutu dengan rasio R/L sekutu yang
bersangkutan.

(2) Menentukan hak prioritas pembayaran, yaitu sebesar persentase pembagian R/L
dikalikan dengan selisih lebih kemampuan menanggung kerugian.

(3) Atas dasar point 2 diatas, bila tersedia kas setelah semua hutang kepada kreditur
telah lunas, maka kas akan dibagikan / didistribusikan kepada anggota dengan
menyusun skedul pembayaran kas (SPK).

Berdasarkan contoh ad 1 maka penyusunan rencana prioritas sampai dengan laporan


likuidasi adalah sbb :

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/7-14

Persekutuan ABD
Rencana Prioritas Pembayaran Kas
(dalam ribuan rupiah)

Ker. max yg dpt


Keterangan

ditanggung

A
Saldo modal sebelum likuidasi
2.000
Saldo hutang kpd anggota (loan) 1.000
Hak para anggota
3.000
Rasio pembagian R/L
30%
Kerugian max yg dpt ditanggung 10.000
Prioritas I : kepada B
10.000
Prioritas II : kepada A dan B
(1.000)
9.000
Prioritas III : kepada ABD
sesuai rasio
pembagian
Rugi/Laba
Jadi hanya sampai prioritas III.
(krn saldo utk menaggung kerugian max para anggota sama).

B
3.000
3.000
20%
15.000
(5.000)
10.000
(1.000)
9.000

Pembayaran Kepada
.
. Jumla
D . A . B . D . h
4.500
4.500
50%
9.000
1.000
1.000
9.000
300 200
500
9.000

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/8-14

Persekutuan ABD
Daftar Likuidasi
(dalam ribuan rupiah)
3

Keterangan
Saldo sebelum likuidasi
Tahap I (bulan Januari)
a) Reslisasi aktiva non kas

2 :
5
Kas Aktiva Hutang Hutang
Modal
Non kas Dagang kepada A A
B
D
1.000 12.000 2.500 1.000 2.000 3.000 4.500

3.000
4.000
b) Pembyran hutang kpd kreditur (2.500)
1.500
c) DK (Skedul 1)
(1.500)
Tahap II (bulan Februari)
d) Reslisasi aktiva non kas
2.000
2.000
e) DK (Skedul 2)
(2.000)
Tahap III (bulan Maret)
f) Realisasi aktiva non kas
1.000
1.000
g) DK (Skedul 3)
(1.000)

(5.000)
7.000
7.000

2.500
(2.500)
-

7.000

(4.000)
3.000

3.000

(3.000)
-

1.000

(600) (400) (1.000)


1.400 2.600 3.500

1.000
(300)
700

1.400 2.600 3.500


(1.200)
1.400 1.400 3.500

700
(600)
100

(600) (400) (1.000)


800 1.000 2.500
(400) (1.000)
800 600 1.500

100
(100)

(600) (400) (1.000)


200 200
500
(200) (200) (500)

Persekutuan ABD
Skedul Pembayaran Kas
(dalam ribuan rupiah)
3
Keterangan

:
A

Tahap I (bulan Januari)


Tersedia Kas
1.500
Prioritas I sampai dengan jumlah Rp. 1.000,- kpd B
(1.000)
Prioritas II sampai dengan jumlah Rp. 500,- kpd A & B (500) 300
Distribusi Kas (Skedul 1)
300
Tahap II (bulan Februari)
Tersedia Kas
Prioritas III : dibagi sesuai rasio R/L

2.000
(2.000) 600

:
B

5
C

1000
200
1.200

400

1.000

Akuntansi Lanjutan/KA
Distribusi Kas (Skedul 2)
Tahap III (bulan Maret)
Tersedia Kas
Prioritas III : dibagi sesuai rasio R/L
Distribusi Kas (Skedul 3)

AG 02/9-14

600

400

1.000

1.000
(1.000) 300
300

200
200

500
500

Jurnal :

a) Kas

3.000.000

Modal A

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Aktiva non kas

b) Hutang Dagang

5.000.000

2.500.000

Kas

c) Hutang kepada A
Modal B

2.500.000

300.000
1.200.000

Kas

d) Kas

1.500.000

2.000.000

Modal A

600.000

Modal B

400.000

Akuntansi Lanjutan/KA
Modal D

AG 02/10-14
1.000.000

Aktiva non kas

e) Hutang kepada A

4.000.000

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Kas

f) Kas

2.000.000

1.000.000

Modal A

600.000

Modal B

400.000

Modal D

1.000.000

Aktiva non kas

g) Hutang kepada A

3.000.000

100.000

Modal A

200.000

Modal B

200.000

Modal D

500.000

Kas

1.000.000

Akuntansi Lanjutan/KA
-

AG 02/11-14

Anda mungkin juga menyukai