Anda di halaman 1dari 4

Sedimen

Sedimen adalah pecahan pecahan material umumnya terdiri atas uraian batu- batuan secara fisis
dan secara kimia. Partikel seperti ini mempunyai ukuran dari yang besar (boulder ) sampai yang
sangat halus ( koloid ), dan beragam bentuk dari bulat, 7lonjong sampai persegi. Pada umumnya
partikel yang bergerak dengan
cara bergulung, meluncur dan meloncat disebut angkutan muatan dasar ( bed-load transport),
sedangkan partikel yang melayang disebut angkutan muatan layang( suspended load transport)
.Material sedimen adalah kuarsa, begitu partikel sedimen terlepas mereka akanterangkut oleh
gaya grafitasi, angin dan atau air. Angkutan sedimen di sungai
yang bergerak oleh aliran air, sangat erat berhubungan dengan erosi tanah permukaankarena
hujan. Air yang meresap ke tanah dapat mengakibatkan longsoran tanah yangkemudian masuk
ke sungai mempunyai andil yang sangat besar pada jumlahangkutan sedimen di sungai.Karena
muatan dasar senantiasa bergerak, maka permukaan dasar sungaikadang-kadang naik (agradasi)
tetapi kadang-kadang turun (degradasi) dan naik turunnya dasar sungai disebut alterasi dasar
sungai (river bed alteration). muatanmelayang tidak berpengaruh pada alterasi dasar sungai,
tetapi dapat mengendap didasar waduk atau muara sungai, yang menimbulkan pendangkalan
pendangkalan muara sungai tersebut yang menyebabkan timbulnya berbagai masalah.

SEDIMENTASI
Setiono (1995) mendefinisikan sedimen sebagai material fragmental yang terjadi pada

penghancuran batuan dan bahan-bahan organik yang terendap oleh tenaga air, angin atau es.
Pengertian sedimentasi menurut Sampurno (2001), adalah peristiwa pengendapan material
batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin. Selley (1988), menyatakan sedimen
adalah partikel-partikel yang terpancar ataupun yang terkumpul di perairan. Open University
Coarse Team (1989), mengemukakan bahwa sedimen merupakan partikel-partikel yang telah
mengendap dan mengumpul pada bagian dasar perairan. Sedimentasi dapat dibedakan
berdasarkan bahan pembentuk sedimen atau asal sedimen.
Gross (1990), mengemukakan bahwa bahan pembentukan / asal sedimen laut dapat
dikelompokan atas empat yaitu :
1. Lithogenous yaitu sedimen yang berasal dari proses kimia yang mengikis batuan-batuan atau
lempengan bumi.
2. Biogenous yaitu sedimen yang berasal dari sisa atau hancurnya organisme laut, sedimen ini
meliputi dua tipe yaitu ; Silliceour dan Biogeneus
3. Authigeous yaitu sedimen yang berasal dari proses pengendapan oleh reaksi kimia yang pada
dasarnya melarut dalam air.
4. Cosmogenous yaitu sedimen yang berasal dari angkasa luar yang masuk kedalam air.

Sunarto (1991), mengklasifikasikan sedimen laut berdasarkan asal pembentukannya atas


dua jenis yaitu :
a. Sedimen klastik yaitu sedimen berupa batuan lepas dari bahan rombakan.
b. Sedimen biogenik yaitu sedimen berupa meterial kalsium kabonat dari cangkang organisme.
Sunarto (1991), menyatakan bahwa ada 3 sumber pemasok sedimen pantai yaitu hasil
erosi tebing, erosi sungai dan erosi dasar laut. sedangkan Pathick (1992), menambahkan
bahwa sedimen pantai berasal dari erosi bibir pantai, erosi tebing pantai, aluvial pasir atau
material dari daratan yang terangkut oleh sungai ke laut atau disebut juga dengan istilah
sedimen daratan. Partikel sedimen daratan seperti material lempung, pasir dan batuan
merupakan material yang 90 % tererosi dari daratan dan terangkut oleh aliran sungai ke laut.

MACAM MACAM SEDIMENTASI


March 5, 2013 by tenagaeksogen010

Bookmark the permalink.

Sedimentasi merupakan kelanjutan dari proses erosi. Sedimentasi ialah pengendapan material hasil erosi air, angin, gelombang
laut, dan gletser.

Pengendapan dapat ditemui mulai dari pegunungan, lembah sungai, pantai, dasar laut dangkal, sampai dasar

laut dalam. Berdasarkan tempat pengendapannya, proses sedimentasi dapat dibedakan atas sedimentasi fluvial, sedimentasi eolis,
dan sedimentasi pantai.
a)

Sedimentasi Fluvial

Sungai merupakan pelaku efektif dalam proses erosi. Dengan demikian, sungai juga merupakan pelaku efektif dalam proses
sedimentasi. Proses pengendapan materi yang diangkut sungai dan diendapkan di sepanjang aliran sungai, danau, waduk, atau
muara sungai inilah yang disebut sedimentasi fluvial. Contoh hasil sedimentasi fluvial antara lain bantaran sungai, delta, meander
(aliran sungai yang berkelok-kelok). Adapun sedimen di danau disebut sedimen lakustrin.
b)

Sedimentasi oleh Air Laut

Sedimentasi yang disebut juga sedimentasi marine ini disebabkan oleh abrasi pantai yang kemudian diendapkan kembali di
seputar pantai. Ada berbagai bentuk sedimentasi oleh air laut. Bentuk-bentuk sedimentasi yang mudah kamu temui antara lain
pesisir dan bukit pasir.
c)

Sedimentasi oleh Angin

Kamu tentunya pernah merasakan diterpa debu yang diterbangkan angin. Itu adalah salah satu contoh peranan angin dalam
memindahkan materi alam. Bukan hanya debu yang dapat dibawa oleh angin. Pasir pun dapat diterbangkan angin. Pasir dan debu
yang dibawa oleh angin akan membentuk bukit-bukit pasir (sand dunes). Pengendapan oleh angin ini disebut sedimentasi eolis.
d)

Sedimentasi oleh Gletser

Gletser yang membawa material akan mengendap. Pengendapan berupa gundukan bantuan yang tertinggal di ujung gletser.
Bentuknya dapat berupa moraine, kettles, esker, dan drumline.

MEKANISME TRANSPORTASI SEDIMEN

Ada dua kelompok cara mengangkut sedimen dari batuan induknya ke tempat
pengendapannya, yakni supensi (suspendedload) dan bedload transport. Di bawah ini
diterangkan secara garis besar ke duanya.
1. Suspensi
Dalam teori segala ukuran butir sedimen dapat dibawa dalam suspensi, jika arus cukup kuat.
Akan tetapi di alam, kenyataannya hanya material halus saja yang dapat diangkut suspensi. Sifat
sedimen hasil pengendapan suspensi ini adalah mengandung prosentase masa dasar yang tinggi
sehingga butiran tampak mengambang dalam masa dasar dan umumnya disertai memilahan butir
yang buruk. Cirilain dari jenis ini adalah butir sedimen yang diangkut tidak pernah menyentuh
dasar aliran.
2. Bedload transport
Berdasarkan tipe gerakan media pembawanya, sedimen dapat dibagi menjadi:

endapan arus traksi

endapan arus pekat (density current) dan

endapan suspensi.

Arus traksi adalah arus suatu media yang membawa sedimen didasarnya. Pada umumnya
gravitasi lebih berpengaruh dari pada yang lainya seperti angin atau pasang-surut air laut.
Sedimen yang dihasilkan oleh arus traksi ini umumnya berupa pasir yang berstruktur silang siur,
dengan sifat-sifat:

pemilahan baik

tidak mengandung masa dasar

ada perubahan besar butir mengecil ke atas (fining upward) atau ke bawah (coarsening

upward) tetapi bukan perlapisan bersusun (graded bedding).

Kenyataannya di alam, transport dan pengendapan sedimen tidak hanya dikuasai oleh
mekanisme tertentu saja, misalnya arus traksi saja atau arus pekat saja, tetapi lebih sering
merupakan gabungan berbagai mekanisme. Malahan dalam berbagai hal, merupakan gabungan
antara mekanik dan kimiawi. Beberapa sistem seperti itu adalah:

sistem arus traksi dan suspensi

sistem arus turbit dan pekat

sistem suspensi dan kimiawi.