Anda di halaman 1dari 8

KETERANGAN

Biaya pembuatan kandang Rp. 20.000.000

Masa pemeliharaan 49 hari, kapasitas kandang 2000 ekor, Rp. 40.000.000


dengan umur ekonomis 5 tahun.

Peralatan yang digunakan


Tempat pakan 50 buah , Rp. 900.000, niali efisiensi 2 tahun
Tempat minum 40 buah, Rp. 3.375.000 nilai efisiensi 2 tahun
Tabung gas 1 buah ukuran 40,4 kg, Rp. 1.000.000, nilai efisiensi 2 tahun
2 tong penampung air, Rp. 400.000, nilai efisiensi tahun
3 buah alat pengatur suhu kandang , Rp. 3.000.000, nilai efisiensi 3 tahun

Biaya tenaga kerja 5 orang selama 18 bulan @ Rp. 800.000

Biaya pengadaan DOC 2000 ekor , per ekor Rp. 4.000

Biaya obat-obatan ( Vaksin, vitamin dll) Rp. 529.233

Biaya pakan 4 sak. Per sak 50 kg. harga 6.100/kg.

Biaya pembelian 80 sak liter (sekam) persekali panen, Rp. 5000/sak .

Dari 2000 bibit ayam biasanya dapat dipanen 1.941 ekor. per ekor rata-rata
memiliki berat 1,9 kg, dengan harga jual Rp. 13.850,- / kg.

Penjualan pupuk kandang 20 sak per saknya Rp. 1.500.

Investasi awal

Pembuatan kandang
2 unit kandang x Rp. 20.000.000

:Rp. 40.000.000

Peralatan ( tempat minum, makan dll)

: Rp. 8.675.000
Rp. 48.675.000

Investasi awal awal pembuatan kandang dan pengadaan peralatan yang


dibutuhkan sebesar Rp. 48.675.000.

2. Biaya Produksi
Biaya Tetap

Penyusutan kandang :
Rp. 40.000.000 @ 5 tahun
Rp. 40.000.000 : 60 bln

: Rp. 666.666

Penyusutan peralatan
-

Tempat pakan
Rp.900.000

: 24

Tempat minum
Rp. 3.375.000 : 24

: Rp. 140.625

Tabung gas
Rp. 1.000.000 : 24

: Rp. 37.500

: Rp. 41.666

Penampung air
Rp. 400.000

: 36

: Rp. 11.111

Pengatur suhu kandang


Rp.3000.000 : 36

: Rp. 83.333
+
Rp. 980.901

Biaya Variabel

Pakan
Rp. 6.100 x 4 sak x 50 kg

: Rp. 1.220.000

Rp. 3.000 x 2000

: Rp. 6.000.000

DOC

Obat-obatan (vaksin,vitamin dll)

: Rp. 529.233

Listrik

: Rp. 10.000.000

Egg tray

: Rp. 2.500.000

Peti Telur

: Rp. 1.500.000

Pemeliharaan Kandang

: Rp. 200.000

Sekam (liter)
Rp. 5000 x 80 sak

Tenaga Kerja

: Rp. 400.000
: Rp. 72.000.000
+
Rp. 94.349.233

Jadi total biaya variable yang dikeluarkan untuk satu kali periode 18 bulan
mencapai Rp. 94.349.233
Total Biaya
TC

= TFC + TVC
= Rp. 980.901+ Rp. 94.349.233
= Rp. 95.330.134

Total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 95.330.134

3. Penerimaan
Hasil panen
Rp. 1.200x1590

: Rp. 1.910.400

Pupuk kandang
20 sak x Rp. 1.500

: Rp.

30.000
+

Rp. 75.580.365

4. Pendapatan
Pendapatan

= Penerimaan Total cost


= Rp.75.580.365 - Rp. 17.794.751
= Rp. 57.785.614

Pendapatan yang diperoleh lemabaga kemitraan melalui Bapak Yosi


Permadi mencapai Rp. 57.755.545. untu pendapatan Bapak Yosi sendiri
mendapatkan 20 % dari total pendapatan yang ada, jadi pendapatan yang di dapat
Bapak Yosi mencapai Rp. 11.555.109 per sekali panen.

5. Break Event Point

BEP dalam unit


BEP

FC
P VC/Q

Rp. 980.901
26.315 - Rp. 16.813.850 /2871

Rp. 980.901
26.315 - Rp. 5.856,443

Rp. 980.901
20458.567

= 47 ekor.

Jadi usaha peternakan niaga pedaging pada peternakan ayam milik bapak
Yosi mencapai titik impas pada saat penjualan mencapai 47 ekor ayam.

BEP harga per unit

BEP =

TC
Q

= Rp. 17.794.751
2871
= Rp 6.198,102

Jadi usaha peternakan niaga pedaging pedanging pada peternakan ayam


milik bapak Yosi mencapai titik impas pada saat penjualan seharga Rp 6.198,102

BEP dalam penerimaan

BEP

FC
1 VC
P/Q

Rp. 980.901
1- Rp. 16.813.850
Rp. 13.850/2871

Rp. 980.901
1- Rp. 0,4228

Rp. 980.901
0,5772

Rp. 1.699.412,68

Jadi penerimaan yang diperoleh dari usaha peternakan ayam niaga


pedaging milik Bapak Yosi setelah BEP mencapai Rp. 1.699.412,68

6. R/C ratio

( R/C ) Ratio

= Penerimaan
Total Biaya
= Rp. 75.580.365
Rp. 17.794.751
= 4,24

Ratio yang dicapai usaha peternakan ayam niaga pedaging milik Bapak
Yosi Permadi sebesar 4, 26, itu artinya usaha peternakan ayam niaga pedaging
milik bapak Yosi bisa dikatakan sangat menguntungkan.

7. ROI

ROI

= Pendapatan

x 100%

Total Biaya
= Rp. 57.858.887

x 100 %

Rp. 17.794.751
= 325,14 %
ROI yang diperoleh > 1. Maka setiap modal yang dikeluarkan sebesar Rp.
100 mengasilkan keuntungan sebesar Rp. 325, 14.

Grafik BEP Analisis usaha ayam pedaging

KESIMPULAN

Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa


Usaha ternak pedaging milik Bapak Yosi Permadi yang bekerjasama
dengan kemitraan

secara enkonomis sangat menguntungkan hal ini

dapat di lihat dari hasil pendapatan per panen sebesar Rp. 57.785.614,
R/C (ratio) : 4,2 dan ROI 352,14 %. Hal itu karena proses
pemeliharaanya cukup berhasil.
Usaha ayam pedaging belum banyak di kembangkan oleh sebagian
msyarakat

karena

ada beberapa resiko

yang timbul

dalam

pemeliharaannya, diantaranya mudah terserang penyakit, mudah stress.


Selain itu usaha ternak pedaging juga menguntungkan selain
pemeliharaanya relatif singkat, pendapatan secara finansial lebih
menguntungan di bandingkan dengan usaha ternak ayam yang lainnya.
Dalam usaha ternak ayam pedaging harus selektif memilih bibit (DOC)
yang digunakan karena banyak DOC (bibit ayam) yang terkontaminasi
bakteri E.colli yang dapat menurunkan hasil panen ayam.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Zainal. 2002. Meningkatkan Produktifitas Ayam Ras Pedaging. Jakarta :


Agromedia.
Fadilah,

Roni. 2004. Panduan Mengelola Beternak


Komersial. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Ayam

Broiler

Hartono, Abdul Haris Sudi. 1997. Beternak Ayam Pedaging Super. Pekalongan :
Gunung Mas.
Jahja, Johan. 2000. Ayam Sehat Ayam Produktif 2. Bandung