Anda di halaman 1dari 1

2.

8 Sifat-Sifat Telur
Menurut Effendi (2002), telur dikelompokkan berdasarkan sifat kualitas kulit luarnya :
a. Non adhesive : telur mungkin sedikit adhesive pada waktu pengerasan cangkangnya, namun
kemudian sesudah itu telur sama sekali tidak menempel pada apapun juga,sebagai contohnya
telur ikan salmon
b. Adhesive : setelah proses pengerasan cangkangnya, telur itu bersifat lengket sehingga akan
mudah menempel pada daun, akar tanaman, sampah, dan lain-lain. Contohnya adalah telur ikan
mas (Cyprinus carpio)
c. Bertangkai : telur ini merupakan keragaman dari telur adhesive, terdapat suatu bentuk tangkai
kecil untuk menempelkan telur pada substrat. Telur macam demikian terdapat pada ikan smelt
d. Telur berenang : pada telur ini terdapat filamen yang panjang untuk menempel pada substrat
atau filamen tersebut untuk membantu telur terapung sehingga sampai ke tempat yang dapat
ditempelinya, contohnya pada telur ikan hiu (Scylliorhinus sp.)
e. Gumpalan lendir : telur-telur diletakkan pada rangkaian lendir atau gumpalan lendir seperti
pada ikan perch atau sebangsa ikan lele
Menurut Slembrouck et al., (2005) dalam Saputra (2013), telur adhesif akan menempel satu
sama lainnya atau pada substrat melalui selaput lendir yang lengket dan menutupi seluruh
permukaanya. Gumpalan telur menghambat masuknya oksigen pada telur sehingga bisa
menghambat perkembangan telur dan akan berdampak terhadap daya tetas telur akan kecil. Karena
memiliki sifat ini, maka perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut yakni dengan cara
pemberian larutan penghilang daya rekat telur.

dapus:
Effendi, M. Ichsan. 2002. Biologi Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara
Saputra, Ebri Eka., Hamdan Alawi., dan Nuraini. 2013. PENGARUH DOSIS LARUTAN NENAS TERHADAP
DAYA REKAT (ADHESIVENESS) DAN PENETASAN TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus
Burchell). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau:Riau