Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN MAGANG KERJA

MINGGU KE 1

Kegiatan Magang Kerja Di PD PERKEBUNAN MARGOMULYO


Desa Sugihwaras Kec.Ngancar Kab.Kediri

Oleh :
Naely Rohmah
115040200111038

MINAT MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

Log Harian Kerja Minggu Ke-I


Dalam melaksanakan kegiatan magang kerja satu minggu pertama ini kami mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah dijadwalkan oleh
perusahaan. Berikut di bawah ini merupakan rangkaian kegiatan Minggu I pelaksanaan magang kerja:
No

Hari

Tanggal

Senin

07 Juli 2014

Nama Kegiatan

Jam Kerja

Pengenalan PDP MARGOMULYO

06.00 11.00 WIB

Pemungutan dan Penyulingan daun cengkeh

11.00 12.30 WIB


13.00 14.30 WIB
8 jam

Selasa

08 Juli 2014

Pemberian Materi budidaya Tebu

06.00 07.30 WIB

Pembakaran daduk

07.30 09.00 WIB

Pedot oyot

09.00 11.00 WIB

Panen Cengkeh

11.00 12.30 WIB

Pasca Panen Cengkeh

13.00 14.30 WIB


8 jam

Rabu

09 Juli 2014

LIBUR PEMILU

Kamis

10 Juli 2014

Pembumbunan Tanaman tebu

06.00 08.00 WIB

Klentek tebu

08.00 10.00 WIB

Besik Kopi

10.00 12.00 WIB

Pasca Panen Cengkeh

12.30 14.30 WIB


8 jam

Jumat

11 Juli 2014

Klenthek Tebu

06.00 09.00 WIB

Diskusi

09.00 11.00 WIB

Klenthek Tebu

13.00 14.30 WIB


6,5 jam

Sabtu

12 Juli 2014

Libur

Minggu

13 Juli 2014

Libur

Total

30,5 jam

Kegiatan Hari Pertama


Senin, 07 Juli 2014 (06.00 14.30 WIB), dengan Jumlah Jam Kerja 8 jam
Pengenalan PDP MARGOMULYO
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui Profil PDP MARGOMULYO
2. Untuk mengetahui kegiatan yang ada di PDP MARGOMULYO
Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari senin 07 juli 2014, Jam 06.00 11.00. Bertempat di kantor
PDP Margomulyo desa Sugihwaras kec. Ngancar kab. Kediri.Agenda pada hari itu yaitu
mendengarkan penjelasan dari Bapak Achmad Samsodin, SP selaku pembimbing lapang
tentang sejarah berdirinya PDP Margomulyo yang meliputi tahun berdiri dan latar belakang
berdirinya PDP Margomulyo ini. Dan dilanjutkan dengan penyampaian Visi dan Misi dari
PDP Margomulyo serta struktural PDP Margomulyo.
Selanjutnya perkenalan lokasi kebun dengan turun ke kebun langsung. Kegiatan ini
meliputi perkenalan batas administrasi kebun margomulyo, letak masing masing lahan untuk
budidaya tiap komoditas dan jenis dari tiap komoditas yang di budidayakan.
Hasil dan Pembahasan :
PDP Margomulyo merupakan perusahaan perkebunan yang terletak di desa
Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. PDP Margomulyo

merupakan

perusahaan milik daerah yang bergerak dalam bidang perkebunan. Perusahaan ini didirikan
tahun 1980 berdasarkan peraturan daerah kabupaten kediri, yang kemudian disahkan sesuai
dengan SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur pada tanggal 4 November
1981 Nomor 400 / PP Tahun 1981 yang telah diundangkan dalam Lembaran Daerah
Kabupaten Daerah Tingkat II Kediri tanggal 23 Desember 1981 SERI C Nomor 5 / C Tahun
1981. Batas administrasi PDP Margomulyo yaitu pada bagian timur berbatasan dengan hutan
lindung, selatan berbatasan dengan perkebunan sumberpetung, barat berbatasan dengan pintu
masuk dan utara berbatasan dengan desa Petung Ombo (Sepawon).
Tujuan didirikannya PDP Margomulyo yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat,
meningkatkan pendapatan daerah, menyediakan lapangan kerja dan mengoptimalkan
pengelolaan sumberdaya alam agar berkelanjutan.
Pengurus PDP Margomulyo terdiri dari direksi dan badan pengawas, direksi terdiri
dari beberapa macam bagian yaitu direktur utama, direktur umum, dan direktur produksi.
Direktur utama membawahi direktur umum dan direktur produksi. Direktur umum

membawahi

bagian umum dan keuangan serta bagian

keamanan. Sementara direktur

produksi membawahi bagian tanaman dan bagian pemasaran.


Kegiatan yang ada di PDP margomulyo meliputi budidaya tanaman tebu, kopi dan
cengkeh. Untuk tanaman kopi tidak sebanyak dulu karena produksi tanaman kopi sedikit
rendah dan tidak memberikan keuntungan terhadap perusahaan. Oleh karena itu, tanaman
tebu saat ini menjadi komoditas utama, sebab produksi yang tinggi dan memberikan
keuntungan untuk perusahaaan dan daerah. Untuk

tanaman

cengkeh

sendiri

di

tumpangsarikan dengan nanas.


Kesimpulan :
PDP margomulyo merupakan badan usaha milik daerah yang dipimpin oleh direktur
utama dan mempunyai peran untuk menyelenggarakan usaha di bidang perkebunan yang
nantinya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, menyediakan
lapangan kerja dan mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya alam agar berkelanjutan.
Pemungutan Daun Cengkeh dan Penyulingan Daun Cengkeh
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui proses pembuatan minyak dari daun cengkeh
Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari senin, 07 juli 2014 mulai pukul 11.00 12.30 dilanjutkan lagi
pukul 13.00 14.30. bertempat di kebun cengkeh dan tempat penyulingan dekat kantor pusat
PDP Margomulyo. Sebelum penyulingan daun cengkeh dilaksanakan, hal yang harus
dilakukan pertama yaitu mengumpulkan daun cengkeh kering yang berguguran dari
pohonnya. Setelah bahan tersebut terkumpul, penyulingan daun cengkeh dapat dilaksanakan.
Penyulingan daun cengkeh sendiri dimaksudkan

untuk meningkatkan nilai

jual

daun

cengkeh yang telah rontok dan menjadi bermanfaat.


Bahan bahan tersebut di dapatkan dari warga yang memungut rontokan daun di
kebun dan di jual di perusahaan untuk selanjutnya di olah. Proses penyulingan sendiri tidak
dilakukan setiap hari, tergantung dari tersedia atau tidaknya bahan baku. Untuk bahan baku
sendiri biasanya paling banyak pada musim kemarau, karena banyak daun daun yang gugur.
Hasil dan Pembahasan :
Alat alat yang digunakan untuk proses penyulingan yaitu ketel dari plat besi,
kondensor dan tungku. Ketel digunakan sebagai tempat menampung daun yang akan
dipanaskan, kondensor merupakan kolam yang digunakan untuk mendinginkan daun cengkeh

agar dapat menjadi minyak, dan tungku digunakan untuk memanaskan ketel. Bahan bakar
untuk tungku menggunakan kayu bakar.
Proses penyulingan dilakukan dengan memanaskan ketel yang ada diatas tungku.
Setelah ketel tersebut panas, mulai memanaskan air dan daun cengkeh. Air dan daun cengkeh
diletakkan pada tempat yang berbeda. Dengan memberikan pembatas pada ketel tempat air
dan daun cengkeh. Uap air dan uap daun cengkeh tersebut dialirkan ke kondensor
menggunakan pipa pipa. Pipa tidak boleh bocor dan suhu air harus dijaga untuk selalu tetap
dingin agar proses kondensasi dapat berlangsung dengan baik. Hasil sulingan minyak daun
cengkeh dan air dialirkan ke dalam drum yang sudah disediakan.proses penyulingan
dilakukan selama 7 jam.
Kesimpulan :
Proses penyulingan daun cengkeh yang dilakukan masih tergolong sederhana, serta
ketersediaan bahan baku menjadi kendala dalam proses penyulingan.

Kegiatan Hari Ke-dua

Selasa, 08 juli 2014 (06.00 - 14.30 WIB), dengan Jumlah Jam Kerja 8 Jam
Pemberian Materi tentang budidaya Tebu
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui bagaimana proses budidaya tebu
2. Untuk mengetahui jenis tebu yang ditanam di kebun PDP Margomulyo
Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari selasa 08 juli 2014, Jam 06.00 07.30. Bertempat di kebun
tebu PDP Margomulyo. Dengan pembicara, Bapak Achmad Samsodin (Pembimbing
Lapang).
Kegiatan hari ini, mendengarkan presentasi dari Bapak Achmad Samsodin selaku
Sinder dan Pembimbing Lapang. Presentasi dilakukan di gubuk yang ada di kebun tebu.
Hasil dan Pembahasan :
Dalam presentasi menjelaskan bagaimana teknik budidaya yang digunakan di PDP
margomulyo, serta jenis tebu apa saja yang di budidayakan di perusahaan tersebut. Teknik
budidaya yang digunakan di perusahaan tersebut yaitu pengolahan tanah, tanam, penyiangan,
pembumbunan (tamping), klenthek, gulud dan klenthek.
Pengolahan tanah dilakukan pada tanam baru yaitu bajak 1,2, dan kayar). Penyiangan
meliputi pupuk 1,2 dan kecrik (bubut). Pembumbunan atau tamping dilakukan 4 kali yaitu
tamping I yang dilakukan pada saat tanaman berusia 3 4 minggu setelah tanam, tamping II
dilakukan saat tanaman berusia 5 6 minggu setelah tanam, tamping III dilakukan saat
tanaman berusia 11 12 minggu setelah tanam.Klentek dilakukan 2 kali yaitu sebelum gulud
dan sesudah gulud. Varietas yang ditanam yaitu PS- 750 yang memiliki ciri berwarna hijau
dan tidak berbunga.
Kesimpulan Kegiatan :
Dari presentasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa untuk memulai budidaya
kita harus mengetahui teknik budidaya tanaman itu sendiri serta varietas apa yang cocok
untuk dibudidayakan.

Pembakaran daduk
Tujuan Kegiatan :

1. Untuk mengetahui

cara pembersihan lahan yang akan digunakan sebagai tempat

tanam pasca dilakukan panen.


Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari selasa 08 juli 2014, Jam 07.30 09.00. Bertempat di kebun
tebu PDP Margomulyo. Dalam kegiatan ini di awasi oleh Bapak Man selaku Mandor dan
Bapak Samsodin selaku Sinder dan pembimbing lapang.
Hasil dan Pembahasan :
Pembakaran daduk dilakukan pada lahan tebu yang telah ditebang. Daduk merupakan
sisa dari tanaman tebu yang kering, yang masih tertinggal di kebun. Pembakaran daduk tidak
hanya dimaksudkan untuk membersihkan lahan, tetapi juga menghilangkan gulma yang ada
pada lahan. Daduk daduk yang tersisa dikumpulkan pada satu tempat dan kemudian
dibakar.

Gambar 1. Proses pembakaran daduk

Gambar 2. Daduk selesai di bakar


Kesimpulan Kegiatan :
Pembakaran daduk dimaksudkan untuk membersihkan lahan dan menghilangkan
gulma agar saat ditanami tebu lahan sudah bersih.
Pedot Oyot

Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui

cara pembersihan lahan yang akan digunakan sebagai tempat

tanam pasca dilakukan panen.


Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari selasa 08 juli 2014, Jam 09.00 11.00. Bertempat di kebun
tebu PDP Margomulyo. Dalam kegiatan ini di awasi oleh Mandor dan Sinder.
Hasil dan Pembahasan :
Pedot oyot sendiri prinsipnya hampir sama dengan membajak, yaitu menggunakan
traktor sederhana dari sapi. Bedanya pada pedot oyot dimaksudkan untuk merangsang tunas
tunas baru dari sisa tebu yang telah dikepras agar tumbuh menjadi bibit tebu baru. Pedot oyot
dilakukan mulai dari pinggir sampai batas akhir kebun.alat pedot oyot sendiri digunakan di
sisi guludan guludan.

Gambar 3. Proses Pedot Oyot secara sederhana


Kesimpulan Kegiatan :
Dari kegiatan pedot oyot ini dapat diketahui bahwa alat alat yang digunakan masih
sederhana dan dapat memanfaatkan sisa tebu keprasan yang masih tersisa agar dapat tumbuh
menjadi tunas tunas baru.

Panen Cengkeh
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui secara rinci bagaimana cara pemanenan cengkeh.
2. Untuk mengetahui ciri ciri cengkeh yang siap untuk dipanen.
Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari selasa 08 juli 2014, Jam 11.00 12.30. Bertempat di kebun
cengkeh PDP Margomulyo. Dalam kegiatan ini di awasi oleh Mandor.

Dalam proses panen cengkeh terdapat beberapa alat yang dibutuhkan, yaitu tangga,
tali, dan karung yang dibentuk seperti tas yang telah ditali. Saat ini di PDP. Margomulyo
sedang mengalami panen raya cengkeh. Panen di perusahaan ini mengalami kemunduran
karena terjadinya letusan gunung kelud tersebut.
Hasil dan Pembahasan :
Kegiatan panen cengkeh dilakukan dengan mengikatkan tangga pada batang pohon
cengkeh yang akan di panen menggunakan tali. Setelah tangga selesai diikat, pekerja naik ke
tangga dengan membawa karung yang telah ditali tersebut. Karung tersebut digunakan untuk
meletakkan bunga cengkeh yang telah dipetik. Bunga cengkeh yang siap dipanen berwarna
merah muda. Cara memetik cengkeh yang akan dipanen yaitu dipetik pada tandan buahnya
saja, tidak sampai batang dan daun daunnya ikut dipetik.

Gambar 4. Proses panen cengkeh


Kesimpulan Kegiatan :

Gambar 5. Contoh cengkeh siap panen

Dalam memanen cengkeh harus hati hati, dilihat dahulu bunga cengkeh yang siap
dipanen. Tidak sembarangan cengkeh dapat dipanen.
Pasca Panen Cengkeh
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui perlakuan yang dilakukan setelah cengkeh di panen.
Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari selasa, 08 juli 2014 jam 13.00 14.30. Bertempat di gudang
belakang kantor pusat PDP Margomulyo.
Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh ibu ibu yang tinggal di sekitar kantor PDP
Margomulyo. Kegiatan pasca panen meliputi pewiwilan dan penjemuran. Alat yang
dibutuhkan yaitu nampan, yang digunakan untuk meletakkan buah cengkeh yang telah
dipisahkan.
Hasil dan Pembahasan :

Kegiatan pasca panen cengkeh dimulai dari pewiwilan, yaitu memisahkan tandan
buah cengkeh dan buah cengkeh. Buah cengkeh yang telah dipisahkan diletakkan pada
nampan. Langkah selanjutnya, Selesai memisahkan buah cengkeh dari tandannya yaitu
melakukan proses penjemuran. Penjemuran dimaksudkan untuk mengeringkan buah cengkeh.
penjemuran yang dilakukan secara alami,yaitu dengan menjemur cengkeh di bawah terik
matahari dengan diletakkan pada lantai beton. Proses penjemuran tergantung pada sinar
matahari, apabila tidak ada mendung, buah cengkeh dapat kering 2- 3 hari. Ciri ciri buah
cengkeh yang kering yaitu berwarna coklat tua / coklat gelap. Biasanya selesai di jemur,
masyarakat sekitar pulang kerumah, dan kembali lagi sore hari untuk mengambil cengkeh
yang telah dijemur dan akan di jemur lagi keesokan harinya.

Gambar 6. Pewiwilan cengkeh

Gambar 7. Cengkeh yang telah dipisahkan dari


tandan buah

Kesimpulan Kegiatan :
Perlu tenaga kerja yang banyak untuk pewiwilan pada saat panen raya dan waktu
yang cukup lama untuk mengeringkan buah cengkeh.
Kegiatan Hari Ke-empat
Kamis, 10 juli 2014 (06.00 14.30 WIB) dengan jam kerja 8 jam
Pembumbunan Tanaman Tebu
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui salah satu teknik perawatan dalam budidaya tebu.
Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, 10 juli 2014 jam 06.00 08.00. bertempat
di kebun tebu PDP Margomulyo. Dalam kegiatan ini diawasi oleh mandor tebu. Alat yang
dibutuhkan dalam pembumbunan tebu yaitu cangkul dan sabit. Cangkul digunakan untuk
mengangkat / membalikkan tanah dan sabit sendiri digunakan untuk membersihkan gulma di
sekitar tanaman tebu.

Hasil dan Pembahasan :


Pembumbunan merupakan

salah

satu

teknik

perawatan

dalam

budidaya

tebu.Pembumbunan dilakukan untuk menutup bibit/tanaman tebu agar pertumbuhan akar


lebih

kuat,

menggemburkan

tanah

dan

menekan

pertumbuhan

gulma

serta

menutup Pangkal batang tebu agar tidak mudah rebah. Pembumbunan yang dilakukan di PDP
Margomulyo menggunakan Cara manual yaitu dengan

cara membersihkan gulma

menggunakan sabit kemudian mencangkul tanah, mengangkat tanah dalam parit di sekeliling
tanaman sehingga pangkal batang tebu tertimbun tanah.

Gambar 8. Proses pembumbunan Tebu


Kesimpulan Kegiatan :
Pembumbunan merupakan salah satu teknik perawatan tanaman tebu secara manual
yang praktis untuk dilakukan saat budidaya tebu.
Klenthek Tebu
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui teknik dalam meningkatkan intensitas cahaya
Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, 10 juli 2014 jam 08.00 10.00. bertempat
di kebun tebu PDP Margomulyo. Kegiatan ini dilakukan dengan diawasi mandor dan sinder
tebu.
Klenthek tebu sendiri merupakan kegiatan menghilangkan daun daun tidak berguna,
yaitu daun tebu yang kering. Alat yang digunakan untuk klenthek tebu yaitu sabit dan sarung
tangan.
Hasil dan Pembahasan :

Kegiatan klenthek tebu sendiri dimaksudkan untuk mengurangi hama dan penyakit,
memudahkan pekerja saat akan melakukan penebangan, mengurangi tebu yang roboh,
mencegah keluarnya akar pada ruas sehingga mengganggu pertumbuhan dan memudahkan
sinar matahari untuk masuk dan mempertinggi rendemen tebu. Kegiatan ini dimulai dari
pinggir yaitu dengan mengambil daun kering menggunakan tangan secara langsung dan
menggunakan sabit. Penggunaan sabit prinsipnya sama dengan penggunaan tangan secara
langsung, bedanya dengan menggunakan sabit akan mempercepat dalam proses pelepasan
daun kering (Klenthek).
Kesimpulan :
Klenthek pada tebu merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk menjaga agar
produksi dan pertumbuhan tebu baik, seperti mengurangi roboh pada tebu, menjaga agar
rendemen tebu tinggi, dll.
Besik Kopi
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui teknik dalam menjaga pertumbuhan tanaman
Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, 10 juli 2014 jam 10.00 12.00. bertempat
di kebun kopi PDP Margomulyo. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pekerja - pekerja
kopi.
Besik kopi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk Alat yang digunakan untuk
besik kopi yaitu sabit dan cangkul.
Hasil dan Pembahasan :
Besik pada kebun kopi merupakan salah satu proses perawatan tanaman kopi. Besik
dilakukan di sekitar tanaman kopi. Besik dimaksudkan untuk mengurangi gulma di lahan
kopi, dimana adanya gulma dapat menjadi tempat

bersarangnya hama penyakit. Besik

tersebut tidak dilakukan secara rutin, tergantung dari ada atau tidaknya gulma pada lahan.
Apabila terdapat gulma akan dilakukan besik, dan apabila tidak ada tidak dilakukan. Besik
dilakukan menggunakan cangkul dan sabit, dimana alat tersebut sama sama memotong gulma
bedanya sabit lebih ringan, cepat dan efektif.

Gambar 9. Besik Kopi menggunakan cangkul dan sabit


Kesimpulan Kegiatan :
Kegiatan besik dilakukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman dan dilakukan apabila
terdapat gulma di sekitar lahan kopi.
Pasca Panen Cengkeh
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui perlakuan yang dilakukan setelah cengkeh di panen.
Pelaksanaan Kegiatan :
Dilaksanakan pada hari kamis, 10 juli 2014 jam 12.30 14.30. Bertempat di gudang
belakang kantor pusat PDP Margomulyo.
Kegiatan pasca panen saat itu sama dengan pasca panen cengkeh yang dilakukan
sehari sebelumnya yaitu dengan pewiwilan dan penjemuran. Alat yang dibutuhkan yaitu
nampan, yang digunakan untuk meletakkan buah cengkeh yang telah dipisahkan.
Hasil dan Pembahasan :
Kegiatan pasca panen cengkeh dimulai dari pewiwilan, yaitu memisahkan tandan
buah cengkeh dan buah cengkeh. Buah cengkeh yang telah dipisahkan diletakkan pada
nampan. Langkah selanjutnya, Selesai memisahkan buah cengkeh dari tandannya yaitu
melakukan proses penjemuran. Penjemuran dimaksudkan untuk mengeringkan buah cengkeh.
penjemuran yang dilakukan secara alami,yaitu dengan menjemur cengkeh di bawah terik
matahari dengan diletakkan pada lantai beton. Proses penjemuran tergantung pada sinar
matahari, apabila tidak ada mendung, buah cengkeh dapat kering 2- 3 hari. Ciri ciri buah
cengkeh yang kering yaitu berwarna coklat tua / coklat gelap. Biasanya selesai di jemur,
masyarakat sekitar pulang kerumah, dan kembali lagi sore hari untuk mengambil cengkeh
yang telah dijemur dan akan di jemur lagi keesokan harinya.

Gambar 10. Pewiwilan cengkeh

Gambar 11. Cengkeh yang telah dipisahkan dari


tandan buah

Kesimpulan Kegiatan :
Perlu tenaga kerja yang banyak untuk pewiwilan pada saat panen raya dan waktu
yang cukup lama untuk mengeringkan buah cengkeh.

Kegiatan Hari Ke-lima


Jumat, 11 Juli 2014 (06.00 14.30 WIB) dengan hari kerja 6,5 jam
Klenthek Tebu
Tujuan Kegiatan :
1. Untuk mengetahui teknik dalam meningkatkan intensitas cahaya
Pelaksanaan Kegiatan :
Kegiatan dilaksanakan pada hari jumat, 11 juli 2014 jam 06.00 11.00 dan 13.00
14.30. bertempat di kebun tebu PDP Margomulyo. Kegiatan ini diawasi oleh mandor dan
sinder.
Klenthek tebu sendiri merupakan kegiatan menghilangkan daun daun tidak berguna,
yaitu daun tebu yang kering. Alat yang digunakan untuk klenthek tebu yaitu sabit dan sarung
tangan.
Hasil dan Pembahasan :
Kegiatan klenthek tebu sendiri dimaksudkan untuk mengurangi hama dan penyakit,
memudahkan pekerja saat akan melakukan penebangan, mengurangi tebu yang roboh,
mencegah keluarnya akar pada ruas sehingga mengganggu pertumbuhan dan memudahkan
sinar matahari untuk masuk dan mempertinggi rendemen tebu. Kegiatan ini dimulai dari

pinggir yaitu dengan mengambil daun kering menggunakan tangan secara langsung dan
menggunakan sabit. Penggunaan sabit prinsipnya sama dengan penggunaan tangan secara
langsung, bedanya dengan menggunakan sabit akan mempercepat dalam proses pelepasan
daun kering (Klenthek).
Kesimpulan :
Klenthek pada tebu merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk menjaga agar produksi
dan pertumbuhan tebu baik, seperti mengurangi roboh pada tebu, menjaga agar rendemen
tebu tinggi, dll.