Anda di halaman 1dari 3

Cara Kerja

1. Pembuatan kurva baku Na diklofenak pada maksimum


25 mg Na diklofenak

Dilarutkan dalam 100 ml PBS pH 7.4

Konsentrasi Diambil
250 ppm 10 ml dan dilarutkan dalam 50 ml PBS pH 7.4

Diambil
3 ml dilarutkan
Konsentrasi
10 ppm dalam 50 ml PBS pH 7.4
Diambil 4 ml dilarutkan dalam 50 ml PBS pH 7.4
Konsentrasi 15 ppm

Diambil 5 ml dilarutkan dalam 50 ml PBS pH 7.4


Konsentrasi 20 ppm

Diambil
3 ml dilarutkan dalam 25 ml PBS
pH 7.4
Sel difusi
500 ml media
dapar
Konsentrasi 25 ppm
fosfat salin pH 7.4
2. Pengujian maksimum
Berat sel difusi = 0
PenentuanKonsentrasi
maksimum
dilakukan dengan mebuat larutan baku Na diklofenak dalam
30 ppm
dapar fosfat salin pH 7.4 dengan konsentrasi 10 ppm dan dicari maks untuk larutan
Media
dalamdiklofenak
bejana
baku
natrium
tersebut.
Sel difusi terisi
3. Pembuatan media disolusi dan persiapan membran.
dengan sediaan
Media (dapar fosfat salin pH 7.4)
dari
Media disolusi siap
Membran selofan
dipotong seukuran
digunakan
sel difusan
Sel difusi tertutup
KCl 0,2 gram, KH2PO4 0,2
membran

gram, NaCl 8 gram dan


dilarutkan dalam aquadest 500 ml
Na2HPO4.H2SO 1,44
kemudian di ad kan hingga 1000 ml
gram
atur pH dengan penambahan NaOH 0.1 M

Membran berukuran sel


direndam selama
difusi

semalam, ditiriskan

Sel difusi bersih


Membran selofan siap
digunakan

Dapar fosfat salin pH 7.4

4. Uji pelepasan bahan aktif dari sediaan semisolidSel difusi tercrgah dari
kebocoran

Digunakan untuk hari


berikutnya
Proses uji pelepasan bahan
aktif dari sediaan
semisolid.

Ditara dalam timbangan analitik

Dimasukkan dalam bejana


disolusi.

Diisi dengan sediaan sebanyak


2.8 gram, ratakan dengan
gelas objek

Diatur suhunya hingga


37oC
Tutup sediaan dengan membran

Dibersihkan dan ditimbang


kembali

ditambah ring penyekat, lalu


diklem.

Sel difusi

Sel difusi pada dasar bejana dengan


bagian cover menghadap keatas

Paddle berputar dan sediaan


terdisolusi

5. Pengukuran pelepasan bahan aktif dan sediaan semisolid


Dimasukan dalam bejana yang berisi media
Cuplikan sebanyak 5.0
ml
sebanyak
500 ml yang telah dihangatkan sampai
temperatur 37oC0.5 oC

memutar paddle dengan kecepatan 50 rpm dan

Kadar Na diklofenak
catat sebagai menit ke-0

Kadar Na diklofenak yang sebenarnya dengan


memperhitungkan pengenceran 5.0 ml media
pelepasan

diambil cuplikan pada waktu 5, 10, 15, 30, 45, 60,


75, dan 90 menit sebanyak 5 ml dan ditambah
dengan media disolusi dengan jumlah yang sama.
Ditentukan kadar Na diklofenak dengan
Spektrofotometer uv-vis pada panjang gelombang
276 nm.
Dikoreksi dengan rumus koreksi Wurster

6. Penentuan jumlah bahan aktif yang terlepas dari basis


Jumlah kumulatif bahan aktif yang terlepas dari basis persatuan luas
membran setiap waktu (g/cm2) dihitung dari konsentrasi yang diperoleh
setiap waktu (g/ml) dikali dengan jumlah media (500 ml) dan dibagi
luas permukaan membran.
Dibuat kurva hubungan antara jumlah bahan aktif

kumulatif yang lepas (g/cm2) terhadap akar waktu

Pengukuran dilakukan dengan spektrofotometer

7. Penentuan profil pelepasan bahan aktif dari basis


UV-Vis
Profil pelepasan bahan aktif in vitro pada suhu 37 oC0.5 oC merupakan kurva
hubungan antara jumlah bahan aktif yang terlepas Vs akar waktu.
8. Penentuan kecepatan pelepasan (fluks) bahan aktif.
Dibuat kurva hubungan antara jumlah kumulatif bahan aktif yang lepas (g/cm2)
terhadap akar waktu, dari kurva yang dihasilkan dapat dibuat suatu persamaan regresi.
Berdasarkan hukum difusi Fick, slope persamaan regresi merupakan kecpatan kelepasan (Fluks)
bahan aktif dari basis. Slope dihitung dari data pada saat sudah terjadi kondisi steady state.