Anda di halaman 1dari 12

PETUNJUK MEMBUAT DESKRIPSI LUKA

Perlu dijelaskan bahwa deskripsi luka harus seobjektif mungkin, meliputi :


1. Jumlah luka
2. Lokasi luka, meliputi :
a. Lokasi berdasarkan regio anatominya.
b. Lokasi berdasarkan garis koordinat atau berdasarkan bagian bagian tertentu
dari tubuh.
3. Bentuk luka meliputi :
a. Sebelum dirapatkan.
b. Bentuk sesudah dirapatkan.
4. Ukuran luka, meliputi :
a. Ukuran sebelum dirapatkan.
b. Ukuran sesudah dirapatkan.
5. Sifat sifat luka yaitu :
a. Garis batas luka meliputi :
i. Bentuk (teratur atau tidak teratur).
ii. Tepi (rata atau tidak).
iii. Sudut luka (ada atau tidak, jumlahnya berapa dan bentuknya runcing
atau tidak).
b. Daerah ini di dalam garis batas luka, meliputi :
i. Tebing luka (rata atau tidak serta terdiri dari jaringan apa saja).
ii. Antara kedua tebing ada jembatan jaringan atau tidak.
iii. Dasar luka (terdiri atas jaringan apa, warnanya, perabaannya, ada apa
diatasnya).
c. Daerah di sekitar garis batas luka, meliputi :
i. Memar (ada atau tidak).
ii. Tatoase (ada atau tidak).
iii. Jelaga (ada atau tidak).
iv. Bekuan darah (ada atau tidak).
v. Lain lain ada atau tidak.
Karena diskripsi luka bersifat obyektif maka tidak boleh dikemukakan hal - hal yang
bersifat interpretatif. Jika misalnya ditemukan luka tusuk atau luka tembak maka
kata kata luka tusuk atau luka tembak tidak boleh diutarakan. Pembuat Visum et
Repertum cukup menyatakan ditemukan luka dan kemudian diceritakan tentang
jumlah, lokasi, bentuk, ukuran, dan sifatnya.
Contoh Diskripsi Dari Macam Macam Luka
1. Luka Iris
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya
: Satu.

Lokasinya : Di perut kanan atas, ujung pertama 10 sentimeter sebelah kanan


garis tengah tubuh dan 5 sentimeter di atas garis mendatar yang
melewati pusat sedang ujung kedua 15 sentimeter dari garis tengah
tubuh dan 4 sentimeter di atas garis mendatar yang melewati pusat.
Bentuknya : Sebelum dirapatkan terbuka dan ketika ditautkan rapat serta
membentuk garis lurus (atau sedikit lengkung) yang arahnya miring.
Ukurannya : Sebelum ditautkan panjang 5 sentimeter, lebar 2 sentimeter dan
dalamnya 1 sentimeter. Ketika dirapatkan panjang luka menjadi 5,3
sentimeter.
Sifatnya

: Garis batas luka bentuk teratur, tepi rata dan kedua sudutnya runcing.
Tebing luka rata dan terdiri atas jaringan kulit, jaringan ikat, lemak
serta otot. Jembatan jaringan tidak ada. Dasar luka terdiri atas
jaringan otot. Daerah di sekitar garis batas luka tidak didapati memar.

2. Luka Tusuk
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu.
Letaknya : Di dada bagian kanan atas, 10 sentimeter sebelah kanan garis tengah
tubuh dan 7 sentimeter di atas garis mendatar yang melewati puting
susu.
Bentuknya : Berupa luka tembus seperti celah dan ketika ditautkan rapat serta
membentuk garis lurus yang arahnya mendatar.
Bentuknya : Berupa luka tembus seperti celah dan ketika di tautkan rapat serta
membentuk garis lurus yang arahnya mendatar.
Ukurannya : Sebelum dirapatkan panjangnya 2,5 sentimeter, lebar 0,6 sentimeter
dan dalamnya belum dapat ditentukan pada pemeriksaan luar sebab
luka menembus dinding dada. Ketika dirapatkan panjangnya menjadi
2,7 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka bentuknya teratur dan simetris, tepinya rata serta
kedua sudutnya runcing. Tebing luka rata terdiri atas kulit, jaringan
ikat, jaringan lemak dan otot. Tidak ditemukan adanya jembatan
jaringan dan dasar luka tidak terlihat pada pemeriksaan luar. Di sekitar
garis atas luka tidak ada memar.
3. Luka Bacok
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Sebuah.
Lokasinya : Di paha kiri, ujung pertama pada sisi luar setinggi 15 sentimeter dari
lutut, sedang ujung kedua paha sisi depan setinggi 20 sentimeter dari
lutut.
Bentuknya : Sebelum ditautkan menganga dan ketika ditautkan rapat serta
membentuk garis lurus yang arahnya miring.

Ukurannya : Sebelum dirapatkan panjang 13 sentimeter, lebarnya 6 sentimeter dan


dalamnya 7 sentimeter. Ketika dirapatkan panjangnya menjadi 15
sentimeter. Luka pada tulang paha panjangnya 1 sentimeter, lebarnya 1
sentimeter dan dalamnya 2 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka bentuknya teratur serta simetris. Tebing luka rata
terdiri atas jaringan kulit, jaringan ikat, lemak, otot, dan tulang. Tidak
ditemukan jembatan jaringan dasar luka adalah tulang paha. Daerah di
sekitar garis batas luka tidak terlihat memar (atau terdapat memar jika
senjatanya tidak begitu tajam).
4. Luka akibat Persentuhan Benda Tumpul
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Di dahi bagian kanan, 3 sentimeter sebelah kanan dari garis tengah
tubuh dan 4 sentimeter di atas garis mendatar yang melewati kedua
matanya.
Bentuknya : Berupa luka terbuka, tak teratur, dan jika ditautkan tidak rapat.
Ukurannya : 3 sentimeter, lebar 2 sentimeter dan dalamnya 0,6 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka tak teratur, terdapat 6 buah sudut tumpul dan
runcing. Tebing luka tak rata terdiri atas jaringan kulit dan jaringan
ikat. Terdapat jembatan jaringan diantara kedua tebing. Dasar luka
berupa tulang dahi yang masih normal. Daerah di sekitar luka tampak
bengkak atau menonjol dan berwarna kebiruan.
5. Luka Robek
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Pada tonjolan di bawah mata kanan, 9 sentimeter sebelah kanan garis
tengah tubuh dan 2 sentimeter di bawah garis mendatar yang melewati
kedua mata.
Bentuknya : Berupa robekan, simetris, dan ketika dirapatkan terdapat beberapa
bagian yang tidak rapat. Arah luka mendatar.
Ukurannya : Panjang 1,5 sentimeter, lebar 0,5 sentimeter dan di dalamnya 0,7
sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka teratur tetapi tepinya tidak rata dan kedua sudutnya
tumpul. Tebing luka tidak rata, terdiri atas jaringan kulit dan jaringan
ikat terdapat jembatan jaringan daerah di sekitar luka terlihat memar.
6. Luka Tembak Masuk
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu
Lokasinya : Di perut bagian kanan atas 8 sentimeter di sebelah kanan dari tengah
garis tubuh dan setinggi 110 sentimeter dari tumit. (pada luka tembak

selalu diukur tinggi berapa sentimeter dari tumit guna kepentingan


rekonstruksi).
Bentuknya : Terdiri atas 2 bagian, aitu bagian luar berupa cincin lecet dan bagian
dalamnya berupa lubang. Posisi lubang terhadap cincin lecet konsentris
atau episentris.
Ukurannya : Diameter cincin lecet 11 milimeter dan diameter lubang 9 milimeter.
Sifatnya : Garis batas luar dari cincin lecet, bentuknya teratur (bulat) serta
tepinya tak rata dan garis batas lubang bentuknya juga teratur serta
tepinya tidak rata. Tebing luka tak rata, berbentuk silinder dan terdiri
atas jaringan kulit, jaringan ikat, otot, dan tulang. Dasar cincin lecet
adalah jaringan ikat seadng dasr lubang tidak dapat ditentukan pada
peeriksaan luar sebab menembus dinding perut. Daerah di sekitar
cincin lecet terlihat memar berwarna merah kebiruan , jelaga dan
tatoase.
7. Memar (kontusio)
Pada pemeriksaan ditemukan memar.
Jumlahnya : 2 buah.
Lokasinya : Memar pertama lokasinya di sisi luar dari lengan bawah kiri, 10
sentimeter dari garis pergelangan tangan. Memar kedua di pipi kiri, 5
sentimeter sebelah kiri dari garis tengah tubuh dan 5 sentimeter
sebelah bawah dari garis mendatar yang melewati kedua mata.
Bentuknya : Tidak teratur.
Ukurannya : Memar di lengan kiri 3 sentimeter x 4 sentimeter dan memar di pipi 3
sentimeter x 3 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas memar tidak begitu tegas dan bentuknya tidak teratur.
Daerah dalam garis batas luka masih utuh. Di sekitar memar tidak
ditemukan kelainan.
8. Luka lecet
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Di perut dan dada dengan batas teratas 24 sentimeter sebelah atas dari
garis mendatar yang melewati pusat dan batas terbawah 7 sentimeter
sebelah bawah dari garis tersebut sedang batas paling kiri 16
sentimeter sebelah kiri dari garis tengah tubuh dan batas paling kanan
adalah 12 sentimeter sebelah kanan dari garis tersebut.
Bentuknya : Tidak teratur.
Ukurannya : 30 sentimeter x 28 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka tidak teratur tidak terlihat adanya tebing jelas dasar
luka tidak rata, terdiri atas jaringan jangat, jaringan ikat, dan di
beberapa masih terdapat adanya kulit ari. Permukaanya ditutupi oleh
serum
yang telah mengering, warna merah kecoklatan, dan
perabaannya kasar. Di sekitar luka terlihat sedikit memar.

9. Luka karena Zat Kimia Korosif Asam Kuat


Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Di dada sebelah kanan dengan batas teratas 8 sentimeter sebelah atas
dari garis mendatar yang melewati kedua puting susu dan batas
terbawah 7 sentimeter sebelah bawah dari garis tersebut, sedang batas
paling kiri 2 sentimeter sebelah kanan dari garis tengah tubuh dan
batas paling kanan adalah 16 sentimeter sebelah kanan dari garis
tersebut.
Bentuknya : Tidak teratur.
Ukurannya : Panjang 15 sentimeter, lebarnya 14 sentimeter, dalamnya luka 4
milimeter.
Sifatnya : Garis batas luka tidak teratur. Tebing luka tidak terlihat jelas. Dasar
luka terlihat berwarna coklat kehitaman, perabaan keras dan kasar.
Disekitar luka terlihat kemerahan
10. Luka karena Zat Kimia Korosif Basa Kuat
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Di perut dengan batas teratas 14 sentimeter sebelah atas dari garis
mendatar yang melewati pusat dan batas terbawah 7 sentimeter sebelah
bawah dari garis tersebut sedang batas paling kiri 12 sentimeter
sebelah kiri dari garis tengah tubuh dan batas paling kanan adalah 16
sentimeter sebelah kanan dari garis tersebut.
Bentuknya : Tidak teratur.
Ukurannya : Panjang 28 sentimeter , lebarnya 21 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka tidak teratur. Dasar luka jaringan ikat, terlihat basah,
berwarna merah kecoklatan perabaannya lunak dan licin.
11. Jejas Jerat
Pada pemeriksaan ditemukan jejas.
Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Di leher sebelah atas, pada sisi depan setinggi 2 sentimeter di atas
jakun sedang pada sisi belakang setinggi batas rambut.
Bentuknya : Berupa jejas yang melingkari leher secara penuh.
Ukurannya : Panjang lingkaran 35 sentimeter, lebar 0,7 sentimeter dan dalamnya
0,2 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka teratur, tetapi dibeberapa tempat kelihatan tidak
begitu tegas. Dasar jejas berupa kulit, warna kecoklatan, perabaan licin
seperti kertas perkamen. Disekitar garis batas jejas terlihat sedikit
memar.
12. Jejas Gantung
Pada pemeriksaan ditemukan jejas.

Jumlahnya : Satu.
Lokasinya : Di leher sebelah atas, melingkar leher tersebut secara tidak penuh.
Pada sisi depan setinggi 2 sentimeter di atas jakun dan pada kedua sisi
samping mengarah ke atas berakhir di sisi belakang. Jika kedua ujung
jejas diteruskan dengan membuat garis semu makan akan bertemu
pada suatu titik yang letaknya lebih tinggi dari letak jejas sisi depan.
Bentuknya : Berupa lingkaran jejas yang tidak penuh.
Ukurannya : Panjang lingkaran 35 sentimeter, lebar 0,7 sentimeter dan dalamnya
0,2 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka teratur, tetapi dibeberapa tempat kelihatan tidak
begitu tegas. Dasar jejas berupa kulit, warna kecoklatan, perabaan licin
seperti kertas perkamen. Di luar garis batas jejas terlihat sedikit memar.
13. Luka Bakar
Pada pemeriksaan ditemukan luka.
Jumlahnya : Dua bawah.
Lokasinya : Keduanya di paha sisi depan, yang satu 10 sentimeter di atas lutut dan
lainnya 17 sentimeter diatas lutut.
Bentuknya : Yang letaknya 10 sentimeter di atas lutut berupa luka terbuka yang
bentuknya tidak teratur dan yang lainnya berupa gelembung dan tidak
teratur.
Ukurannya : Yang berupa luka terbuka panjangnya 10 sentimeter, lebar 7
sentimeter dan dalamnya 0,6 sentimeter, sedang yang berupa
gelembung ukurannya 3 x 4 x 1 sentimeter.
Sifatnya : Garis batas luka terbuka tidak teratur dan tepinya tidak teratur.
Tebing luka tak rata. Dasar luka jaringan ikat, tidak rata, terlihat basah
dan berwarna kemerahan. Sekitarnya tampak kemerah-merahan. Garis
batas luka yang berupa gelembung tidak teratur. Isi gelembung berupa
cairan bening. Sekitar gelembung tampak kemerah-merahan.

PETUNJUK MEMBUAT KESIMPULAN


Seperti disebutkan di depan bahwa bagian kesimpulan merupakan interpretasi yang
bersifat ilmiah dari fakta yang ditemukan dengan memperhatikan maksud dan tujuan
dimintakannya V et R.
Oleh sebab itu dalam membuat kesimpulan harus diperhatikan dulu jenis kasusnya.
Dengan kata lain, isi kesimpulan tergantung dari jenis V et R yang diminta.
1. KASUS TINDAK PIDANA DENGAN KORBAN MATI (V et R Jenazah)
POKOK-POKOK ISI KESIMPULAN
CONTOH BUNYI KESIMPULAN
PADA VR
a. Identitasnya (dalam hal jenazah
Telah diperiksa jenazah seorang wanita
tidak dikenal)
umur 45 tahun, tinggi badan 1446
b. Jenis luka / kelainan yang
sentimeter, berarti 45 kilogram, golongan
ditemukan
darah O dan keadaan gizinya cukup.
c. Jenis benda penyebabnya
Pada perutnya ditemukan sebuah luka
d. Bagaimana cara benda itu
tembak masuk oleh senjata api yang
menimbulkan luka / kelainan
ditembakkan dari jarak jauh dengan arah
e. Apa sebab kematiannya
miring terhadap permukaan tubuh. Sebab
f. Bagaimana hubungan antara luka / kematiannya adalah karena perdarahan
kelainan dengan penyebab
sebanyak satu liter akibat tembakan
kematiannya
tersebut.
2. KASUS TINDAK PIDANAN DENGAN KORBAN BAYI MAYAT (V et R Jenazah
Bayi)
POKOK-POKOK ISI KESIMPULAN
CONTOH BUNYI KESIMPULAN
PADA VR
a. Bayi viabel atau tidak
Telah diperiksa bayi perempuan yang
b. Bayi lahir hidup atau lahir mati
baru dilahirkan. Bayi tersebut dalam
c. Apa sebab kematiannya
keadaan viabel (mampu hiidup di luar
d. Berapa lama bayi sempat hidup
kandungan tanpa peralatan khusus) dan
diluar kandungan
dilahirkan dalam keadaan hidup.
Penyebab kematiannya adalah karena
kekurangan oksigen akibat pembekapan.
Kematian bayi tersebut terjadi tidak lama
setelah kelahirannya.
3. KASUS TERSANGKA YANG MENDERITA GANGGUAN JIWA (V et R
Psikiatrik)
POKOK-POKOK ISI KESIMPULAN
CONTOH BUNYI KESIMPULAN
PADA VR
a. Ada penyakit / gangguan jiwa atau Telah diperiksa seorang wanita, umur 25
tidak
tahun. Ditemukan tanda-tanda gangguan
b. Jenis penyakit / gangguan jiwanya jiwa jenis Schizophrenia (atau idiot atau
(diagnosis)
embecil) yang membangkitkan ia tidak
c. Apakah dengan penyakit atau
mampu bertanggung jawab terhadap
gangguan jiwa tersebut yang
perbuatannya.
bersangkutan mampu bertanggung

jawab atau tidak terhadap


perbuatannya
4. KASUS TINDAK PIDANA SEKSUAL (V et R seksual)
POKOK-POKOK ISI KESIMPULAN
CONTOH BUNYI KESIMPULAN
PADA VR
a. Ada tanda-tanda persetubuhan
Telah diperiksa seorang wanita, umur 30
atau tidak
tahun. Ditemukan tanda tanda
b. Identitas orang yang menyetubuhi persetubuhan yang dilakukan oleh laki
(jika memungkinkan)
laki berdarah O.
c. Ada luka / kelainan atau tidak.
Ditemukan pula luka luka lecet dan
Jika ada apa jenisnya, apa benda
memar pada lehernya akibat cekikan.
penyebabnya, bagaimana cara
benda itu menimbulkan luka /
kelainanan dan apa akibatnya
5. KASUS ABORSI YANG MENIMBULKAN KEMATIAN (V et R Aborsi)
POKOK-POKOK ISI KESIMPULAN
CONTOH BUNYI KESIMPULAN
PADA VR
a. Korban dalam keadaan hamil
Telah diperiksa jenazah seorang wanita
b. Ada tanda tanda tindakan aborsi yang sedang dalam keadaan hamil. Pada
atau tidak
organ kelamin bagian dalam, selain
c. Apa sebab kematiannya
ditemukan memar dan robekan juga sisa
d. Apakah sebab kematian tersebut
sisa dari tubuh janin. Ditemukan juga
ada hubungannya dengan tindakan tanda tanda kehilangan banyak darah.
aborsi
Sebab kematiannya adalah akibat
kehilangan banyak darah.
6. KASUS TINDAK PIDANA DENGAN KORBAN HIDYP (V et R HIDUP)
POKOK-POKOK ISI KESIMPULAN
CONTOH BUNYI KESIMPULAN
PADA VR
a. Jenis luka / kelainan yang
Telah diperiksa seorang wanita, umur 25
ditemukan
tahun. Ditemukan sebuah luka oleh
b. Jenis benda penyebabnya
senjata tajam yang dibacokkan ke
c. Bagaimana cara benda itu
kepalanya sehingga mengkaibatkan
menimbulkan luka / kelainan
kerusakan pada otak. Sebab kematiannya
d. Apa akibatnya atau derajat
adalah karena rusaknya otak tersebut.
lukanya
CARA MENYATAKAN DERAJAT LUKA PADA BAGIAN KESIMPULAN
I.

LUKA RINGAN
DEFINISI LUKA RINGAN
Luka yang tidak menimbulkan penyakit
atau halangan dalam menjalankan
pekerjaan jabatan atau pekerjaan mata

CONTOH CARA MENULISKAN


KESIMPULAN
1. Pada dahi orang tersebut
ditemukan memar akibat
persentuhan dengan benda tumpul

pencahariannya

II.

LUKA SEDANG
DEFINISI LUKA SEDANG
Luka yang dapat menimbulkan penyakit
atau halangan dalam menjalankan
pekerjaan jabatan / pekerjaan mata
pencaharian untuk sementara waktu.
(Sementara waktu harus dinyatakan
berapa hari / bulan)

yang tidak menimbulkan penyakit


atau halangan menjalankan
pekerjaan mata pencahariannya
sebagai pegawai negeri (pegawai
swasta, petani, pedagang atau
tukang beca).
2. Pada orang tersebut ditemukan
luka lecet di pergelangan tangan
sebelah kiri akibat persentuhan
dengan benda tumpul. Luka
tersebut tidak menimbulkan
penyakit atau halangan dalam
menjalankan pekerjaan jabatannya
sebagai mahasiswa (pelajar) atau
ibu rumah tangga.

CONTOH CARA MENULIS


KESIMPULAN
1. Pada orang tersebut ditemukan
luka tusuk dibahu kiri akibat
persentuhan dengan benda tajam.
Akibatnya korban menderita
penyakit tetanus selama satu
bulan.
2. Ditemukan luka robek pada pelipis
sebelah kanan. Luka tersebut
disebabkan oleh persentuhan
dengan benda tumpul. Akibatnya
korban tidak dapat menjalankan
pekerjaan mata pencahariannya
sebagai sopir selama 7 hari.
3. Pada perut orang tersebut
ditemukan luka iris akibat
persentuhan dengan benda tajam
sehingga menyebabkan yang
bersangkutan mendapatkan
halangan menjalankan pekerjaan
jabatannya sebagai pelajar selama
lima hari.
4. Ditemukan luka etsa (luka bakar)
akibat persentuhan dengan zat
kimia asam keras. Akibatnya
korban tidak dapat menjalankan
pekerjaan jabatannya sebagai ibu
rumah tangga selama 8 hari.
5. Pada orang tersebut ditemukan
patah tulang paha sebelah kanan
akibat persentuhan dengan benda
tumpul. Patah tulang tersebut

sekarang belum sembuh dan 1,5


bulan lamanya menyebabkan
korban tidak dapat menjalankan
pekerjaan mata pencahariannya
sebagai polisi. Diharapkan patah
tulang tersebut akan sembuh
dalam waktu 1,5 bulan lagi dan
selama waktu tersebut korban juga
tidak akan dapat menjalankan
pekerjannya.
III.

LUKA BERAT
DEFINISI LUKA BERAT
a. Penyakit atau luka yang tak dapat
diharapkan sembuh dengan
sempurna

b. Luka yang dapat mendatangkan


bahaya maut

c. Rintangan tetap menjalankan


pekerjaan jabatan atau pekerjaan
mata pencahariannya

CONTOH CARA MENULIS


KESIMPULAN
1. Pada orang tersebut ditemukan
luka robek pada kornea (selaput
bening mata) kiri akibat
persentuhan dengan benda
tumpul. Luka tersebut tidak dapat
diharapkan sembuh dengan
sempurna (fungsinya tidak dapat
pulih kembali)
2. Pada orang tersebut ditemukan
luka tusuk di dada kiri menembus
paru kiri yang menyebabkan paru
tersebut mengempis serta
perdarahan. Keadaan tersebut
dapat mendatangkan bahaya
maut.
3. Pada perut sebelah kiri orang
tersebut ditemukan luka tusuk
menembus limpa dan
mengakibatakan perdarahan
banyak (500 cc) di rongga perut.
Keadaan tersebut dapat
mendatangkan bahaya maut.
4. Pada tangan kiri orang tersebut
ditemukan luka luka serta
remuknya tulang tulang
sehingga menyebabkan kekakuan
pada kelima jari tangannya.
Akibatnya korban mendapat
rintangan tetap (selamanya)
dalam menjalankan pekerjaan
mata pencahariannya sebagai
pemain biola.
5. Pada wajah orang tersebut
ditemukan lima buah luka iris
akibat persentuhan dengan benda
tajam sehingga menimbulkan

d. Kehilangan salah satu dari panca


indera.

e. Cacat besar atau kudung.

f. Mengakibatkan kelumpuhan.

g. Mengakibatkan gangguan daya


pikir 4 minggu lamanya atau lebih.

h. Mengakibatkan keguguran atau


matinya janin dalam kandungan.

jaringan parut. Akibatnya ia


mendapatkan rintangan tetap
dalam menjalankan pekerjaan
mata pencahariannya sebagai
peragawati.
6. Pada orang tersebut ditemukan
luka memar pada kepalanya
akibat persentuhan dengan benda
tumpul menyebabkan ia
menderita gagar otak dan tidak
berfungsinya syaraf
pendengarannya. Akibatnya ia
kehilangan indera
pendengarannya.
7. Pada orang tersebut ditemukan
luka luka pada wajahnya serta
hilnangnya daun telinga sebelah
kiri karena persentuhan dengan
benda tumpul. Akibatnya yang
bersangkutan menderita cacat
besar.
8. Pada orang tersebut ditemukan
luka luka pada wajahnya serta
hilangnya daun telinga sebelah
kiri karena persentuhan dengan
benda tumpul. Akibatnya yang
bersangkutan menderita cacat
besar.
9. Pada orang tersebut ditemukan
luka luka pada tungkai bawah
sebelah kiri akibat persentuhan
dengan benda tumpul sehingga
harus diamputasi (dipotong).
Akibatnya ia mengalami kudung.
10. Pada orang tersebut ditemukan
patah tulang punggung (verterba)
akibat persentuhan dengan benda
tumpul. Akibatnya ia mengalami
kelumpuhan pada kedua kakinya.
11. Pada orang tersebut ditemukan 5
buah memar pada kepalanya
akibat persentuhan dengan benda
tumpul. Akibatnya ia mengalami
gangguan daya pikir selama 38
hari.
12. Pada orang tersebut ditemukan
memar pada perutnya akibat
persentuhan dengan benda
tumpul sehingga bayi yang
dikandungnya meninggal dunia.

13. Pada orang tersebut ditemukan


pada perutnya akibat persentuhan
dengan benda tumpul sehingga
yang bersangkutan mengalami
keguguran.