Anda di halaman 1dari 14

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

Disusun Oleh :

Kelompok 5
Ganda Gautama Tri Saputra (0610 3040 0995)
Jayanti Putri Miranda (0610 3040 0996 )
Rosalina Almalia (0610 3040 1005)
Kelas : 5 KIA

Dosen Pengajar :
Ir. Siti Chodijah, M.T.

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2012
BAB I

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Upaya dalam peningkatan mutu produksi, ada 5 teknik dasar yang
merupakan bahan untuk membantu menganalisa permasalahan yang terjadi,
mengambil keputusan, membuat rencana/ perbaikan dari suatu produk yang
diproduksi atau yang dihasilkan.
Lima teknik dasar tersebut, ialah:
1.
2.
3.
4.
5.

Histogram
Diagram Pareto
Diagram Sebab-Akibat
Diagram Pencar
Bagan Pengendalian
Kelima teknik dasar ini dapat dibuat data-data statistik melalui suatu data

yang diambil dari hasil pemeriksaan terlebih dahulu dengan memakai lembar
periksa dari suatu produk yang diproduksi atau yang dihasilkan. Data-data
statistik inilah yang dapat dijadikan bahan untuk mengambil keputusan dalam
upaya meningkatkan mutu.
Dalam makalah ini akan dibahas salah satu teknik dasar tersebut, yaitu
Diagram Pencar.
1. 2. Rumusan Masalah
Dalam makalah Diagram Pencar ini ada beberapa masalah yang akan
dibahas, antara lain :
1. Apakah pengertian dari Diagram Pencar ?
2. Bagaimana cara membuat Diagram Pencar ?

1.3. Tujuan
Adapun hal yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah Diagram
Pencar ini ialah sebagai berikut :

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012


1. Menjelaskan kepada pembaca yang dimaksud dengan Diagram Pencar.
2. Menjelaskan kepada pembaca cara membuat Diagram Pencar.

1.3.1

Manfaat
Dalam pembuatan makalah Diagram Pencar, penulis berharap makalah ini

dapat bermanfaat bagi pembaca untuk menambah pengetahuan mereka dalam


bahasan membuat dan menyajikan grafik khususunya Diagram Pencar.

BAB II
PEMBAHASAN

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012


2.1 Diagram Pencar
2.1.1 Pengertian Diagram Pencar
Diagram pencar adalah diagram yang paling sederhana dan efektif untuk
memperlihatkan ada tidaknya hubungan tertentu antara dua faktor/ variable.
Diagram ini dapat dipakai untuk melihat korelasi dari suatu penyebab atau
faktor yang berlangsung secara terus-menerus, dan diduga mempunyai pengaruh
atau karakter terhadap faktor yang lain.
Korelasi merupakan istilah yang digunakan untuk melihat hubungan
antarvariabel. Analisa korelasi adalah cara untuk mengetahui ada atau tidaknya
hubungan antarvariabel.Apabila

terdapat hubungan antar variabel

maka

perubahan-perubahan yang terjadi pada salah satu variabel akan mengakibatkan


terjadinya perubahan pada variabel yang lain.
Sebagai contoh marilah kita kasus penjualan P.T. X yaitu apakah ada
hubungan antara kunjungan bagian promosi dengan bagian penjualan.
2.1.2 Cara Membuat Diagram Pencar
1) Kumpulkan data dan tabelkan.
2)
Gambarkan sumbu tegak dan sumbu datar serta skala dan keterangannya
lalu gambarkan titik-titik data.
a. Beberapa Pola dari Diagram Sebar
Gambar-gambar dibawah menunjukan berbagai pola dari diagram sebar
1.
Korelasi positif
Y akan naik bila x naik, bila dikendalikan maka y juga akan terkendali.

2.

Ada kecenderungan korelasi positif


Bila x naik , y cenderung naik tapi mungkin ada faktor lain yang berpengaruh.

3. Tidak tampak adannya suatu korelasi.

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

4. Ada kecenderungan korelasi negatif


Bila x naik, y cenderung turun.

5. Korelasi negatif
Y akan turun, bila x naik

b. Catatan Untuk Penggunaan Diagram Sebar


1. Stratifikasi (penemuan kelas) penting, dalam penggunaan diagram sebar.

Gambar Perbedaan Diagram Sebar Stratifkasi dan Disstratifikasi

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012


Diagram diatas menunjukan hubungan antara komposisi bahan dasar dengan
kekuatan bahan. Diagram kiri didapatkan dengan menggambarkan semua data
yang ada secara sama rata sedangkan diagram yang kanan menggambarkan
data yang sama tetap distratifikasikan (menurutasal material). Dengan contoh
ini terlihat bahwa proses stratifikasi dapat membantu memperlihatkan adanya
hubungan nyata.
2. Ada kemungkinan kita mendapatkan hubungan dimana terdapat puncak atas
atau bawah (lihat gambar dibawah ini).

Gambar Grafik Diagram Sebar Membentuk Puncak Atas dan Bawah


Dalam hal ini untuk dapat memakai diagram maka perlu dibagi dalam dua
bagian dimana untuk diagram disebelah kiri bagian kiri merupakan korelasi
negative. Begitu sebaliknya dengan diagram sebelah kanan.

2.1.3 Contoh Pembuatan Diagram Pencar


Langkah 1
- Mengumpulkan data dan membuat tabel
Contoh : Data hasil Penjualan dan Kunjungan dari 40 orang salesman

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

Langkah 2
- Buat diagram antara hasil penjualan dengan jumlah kunjungan. Caranya,
gambarkan titik-titik data kedalam sumbu tegak (y) dan sumbu datar (x).
Sumbu Tegak : Hasil Penjualan
Sumbu Datar : Hasil Kunjungan

2.1.4 Pengujian untuk melihat apakah ada korelasi


Cara pengujian sederhana untuk melihat apakah ada korelasi pada diagram
pencar dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah 1
- Mengumpulkan data dan membuat tabel
Contoh : Data hasil Penjualan dan Kunjungan dari 40 orang salesman

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

Langkah 2
- Buat diagram antara hasil penjualan dengan jumlah kunjungan. Caranya,
gambarkan titik-titik data kedalam sumbu tegak (y) dan sumbu datar (x).
Sumbu Tegak : Hasil Penjualan
Sumbu Datar : Hasil Kunjungan

Langkah 3
Hitung korelasi antara hasil penjualan dengan jumlah kunjungan.
Buatlah garis median Tegak dan median Datar.
Garis Median = garis yang membagi titik menjadi dua bagian yang sama jumlah
titiknya.

Langkah 4
Tandai masing-masing sektor searah jarum jam, mulai dari kanan atas dengan : I,
II ,III, IV.

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

Langkah 5
Hitung jumlah titik di dalam setiap sektor yaitu n1, n2, n3, n4.
n1 = 18
n2 = 10
n3 = 10
n4 = 2
Langkah 6 :
Hitungkan n+ dan n-.
n+ = n1 + n3 , n- = n2 + n4
Jadi :
n+ = 18 + 10 = 28
n- = 10 + 2 = 12
Langkah 7 :
Bandingkan harga yang lebih kecil diantara n+ dan n-, dengan harga maksimum
jumlah data pada Tabel Uji Tanda.
Jadi :
n+ = 36 dan n- = 4 , harga yang lebih kecil = 4
Harga maksimum jumlah data = 36 + 4
Pada Tabel Uji Tanda : K = 40 ditentukan dengan maksimum jumlah data = 13.
Langkah 8 :
Interpretasi dan perhitungan korelasi
Bila harga maksimum jumlah data lebih besar atau sama denga harga yang
lebih kecil diantara n+ dan n- maka berati : ada korelasi.
Bila harga maksimum jumlah data lebih kecil dibandingkan dengan harga yang
lebih kecil diantara n+ dan n-, maka berarti : tidak ada korelasi.

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan mengenai Diagram Pencar dapat disimpulkan bahwa
Diagram pencar adalah diagram yang paling sederhana dan efektif untuk
memperlihatkan ada tidaknya hubungan tertentu antara dua faktor/ variable.
Diagram ini dapat dipakai untuk melihat korelasi dari suatu penyebab atau
faktor yang berlangsung secara terus-menerus, dan diduga mempunyai pengaruh
atau karakter terhadap faktor yang lain.

10

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, Sutrisno. 1989. Statistik. Yogyakarta: ANDI OFFSET.


Leavengood, S dan J. Reeb. 2002. Statistical Process Controller. Universitas
Negeri Oregon.
Modul Pengendalian Mutu Produksi. 2010. Palembang: Politeknik Negeri
Sriwijaya.

11

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012

PERTANYAAN DAN JAWABAN DARI HASIL PRESENTASI


1. Desi Kartika (Kelompok 7)
Bagaimana cara mengelompokkan unsur tunggal dari persoalan ?
Cara mengelompokkannya yaitu dengan menguraikan dari suatu masalah,
seperti jenis kesalahan/ kerusakan, penyebab dari kesalahan/ kerusakan,
lokasi kerusakan/ kesalahan, dan materialnya.
2. M. Iqbal (Kelompok 6)
Apa indikasi mempelajari digram sebab-akibat dan diagram pencar ?
Indikasi mempelajari digram sebab-akibat adalah untuk menentukan
persoalan

dan

memecahkannya,

dimana

diagram

sebab-akibat

menunjukkan hubungan antara karakteristik mutu dan faktor. Sedangkan


indikasi diagram pencar untuk melihat ada tidaknya hubungan antara dua
faktor atau variable, biasanya berupa data.
3. Meta Yanti (Kelompok 6)
Data-data apa saja yang bisa dimasukkan dalam diagram sebab-akibat dan
diagram pencar ?

12

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012


Data yang bisa dimasukkan dalam digram sebab-akibat adalah masalah, dan
mencari tahu apa penyebabnya, kemudian apa pengaruhnya terhadap
kualitas, sehingga dapat memecahkan permasalahan tersebut.
Data yang bisa dimasukkan dalam diagram pencar adalah data-data dari
suatu kasus atau persoalan yang kemudian ditabelkan dan dibuat dalam
grafik.
4. Rizka Septia Dewi (Kelompok 4)
Bagaimana menentukan korelasi negative dan korelasi positif ?
Cara menentukan korelasi negative adalah dengan cara melihat pada grafik,
apakah x dan y berbanding terbalik, maka disebut korelasi negative.
Misalnya jika x naik maka y cenderung akan turun, dan sebaliknya.
Cara menentukan korelasi positif adalah dengan cara melihat pada grafik,
apakah x dan y berbanding lurus, maka disebut korelasi positif. Misalnya
jika nilai x naik maka y cenderung naik, tetepi mungkin ada faktor yang
berpengaruh.
5. Anindia Wibowo (Kelompok 5)
Apa perbedaan fungsi digram sebab-akibat dan diagram pencar ?
Fungsi diagram sebab-akibat adalah untuk menyelesaikan permasalahan,
dengan cara menentukan masalah kemudian mencari faktor-faktor
penyebabnya, sehingga dapat diketahui bagaimana solusinya.
Fungsi diagram pencar adalah utnuk melihat korelasi dari suatu penyebab
atau faktor yang berlangsung secara terus-menerus, yang diduga
mempunyai pengaruh atau karakter terhadap faktor lain.
6. Mario Prayoga (Kelompok 4)
Bagaimana menentukan titik-titik yang ada pada grafik ?
Untuk menentukan titik-titik pada grafik, dilihat dari data yang ada yang
kemudian dibuat pada grafik, sehingga terbentuk titik-titiknya.
7. Ayu Novitry (Kelompok 3)
Bisakah dari digram sebab-akibat dibuat ke diagram pencar dan sebaliknya ?
Bisa, tergantung dari penggunaan lebih efektif menggunakan diagram yang
mana, seperti yang terliahat pada contoh minuman kopi tidak enak
menggunakan digram sebab-akibat, karena ada beberapa faktor yang
memepengaruhi kopi tidak enak. Sedangkan pada diagram pencar, seperti

13

Makalah Pengendalian Mutu Produksi 2012


kasus penjualan PT. X yang menunjukkan hubungan antara kunjungan
bagian promosi dengan bagian penjualan.

14

Anda mungkin juga menyukai