Anda di halaman 1dari 2

PROSES PENGOLAHAN LIMBAH BIJIH EMAS

Pada

proses

pengolahan

bijih

emas

yang

menggunakan

cara

sianidasi

akan

menghasilkan limbah cair dan padat yang mengandung senyawa sianida. Pembuangan limbah
cair langsung dapat mencemari perairan yan mengakibatkan terjadinya perubahan kualitas
air. Perubahan kualitas air tersebut dapat menganggu kesehatan manusia dan biota perairan.
Oleh karena itu pengolahan limbah cair tersebut perlu dibakukan.

Pengolahan limbah padat tidak diatur dalam standar ini.


Standar ini mengacu kepada :
1. HSU TL and T. Tram, 1991, Treatments od Effluents from gold Processing Plants, 'Paper
presented to Internatioinal Conference mining and Environment, Bandung.
2. Waste Treatment and Environmental Workshop Bandung, 1993, Indonesia.

Standar ini meliputi definisi, bahan kimia, dan prosedur pengolahan limbah cair
untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Pengolahan limbah cair dari proses sionidasi biji emas secara kimiawi adalah suatu
cara menurunkan kadar sianiad di dalam limbah cair sampai memenuhi baku mutu
lingkungan limbah cair.

BAHAN KIMIA
Bahan kimia yang dipakai adalah bakan kimia yang berfungsi sebagai oksidator, pengatur pH
dan flokulan.

Oksidator
Bahan kimia yang berfungsi sebagai oksidator antara lain klorin (CL2), kaporit (CaOCl2),
Naporit (NaOCL) dan peroksida (H2O2).
Pengatur pH
Bahan kimia yang berfungsi sebagai pengatur pH antara lain kapur tohor (Ca)OH)2) dan soda
api (NaOH).

Flokulan
Bahan kimia yang berfungsi sebagai flokulan antara lain, ferrosulfat (FeSO4) dan
poli aluminium klorid (PAC).

. PROSEDUR PENGOLAHAN LIMBAH CAIR


Prosedur pengolahan limbah cair dilakukan dengan cara :
4.1 pH larutan diatur dengan menggunakan pengatur pH sampai 11 - 12.
4.2 Oksidasi dengan menggunakan oksidator.
4.3 Pengendapan
4.4 Penyaringan
4.5 Pengeluaran ke badan perairan umum,
Diagram alir pengolahan limbah cair tertera pada gambar 1.

Kolam limbah
Kolam limbah menampung limbah cair dari proses pengolahan bijih emas dengan
cara sianidasi. Limbah cair ini dipompakan/dialirkan ke tangki reaktor.

Tangki reaktor
Ke dalam tangki reaktor ditambahkan bahan pengatur pH yang berfungsi untuk mengatur pH.
Kemudian

kedalam

tangki

reaktor

ini

ditambahkan

oksidator

yang

berfungsi

untuk menurunkan kadar sianida dan logam berat dalam air limbah. Selanjutnya limbah
cair dialirkan ke dalam kolam pengendap awal.

Kolam pengendap awal


Ke dalam kolam pengendap awal ditambahkan flokulan yang berfungsi untuk mempercepat
proses pengendapan. Kolam pengendap ini menghasilkan limbah padat dan limbah cair.
Selanjutnya limbahcair dialirkan ke kolam pengendap akhir yang erfungsi untuk
mengendapkan partikel-partikel sisa. Limbah cair baru dapat dilepaskan ke daban perairan
umum setelah kandungan sianida sesuai dengan baku mutu lingkungan.