Anda di halaman 1dari 25

REFERAT FISIOLOGI

KARDIOVASKULER
Bagus Hilmawan
1102009051

ANATOMI

Jantung terdiri dari empat ruang yang


berfungsi sebagai pemompa: atrium kanan
dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri.
Terdapat 4 katup di jantung.
Diantara atria dan ventrikel terdapat katup
atrioventrikuler , yaitu katup trikuspid dan
katup mitral
Diantara ventrikel dan pembuluh darah besar
(aorta dan arteri pulmonal) terdapat katup
semilunar, yaitu katup aortal dan pulmonal.

ANATOMI

SIRKULASI KORONER

Arteri koroner kanan memperdarahi atrium dan


ventrikel kanan dan beberapa bagian dari
bagian posterior ventrikel kiri, serta nodus
sinoatrial dan atrioventrikuler
Sedangkan arteri koroner kiri yang terbagi dua
cabang utama yaitu arteri left anterior
descending ( cabang anterior interventrikuler )
dan arteri circumflex membawa darah atrium
kiri dan ventrikel kiri terutama bagian anterior
dan
dinding
lateral
serta
septum
interventrikuler.

DINDING JANTUNG

Endokardium: terdiri dari lapisan endotel.


Endotel jenis jaringan epitel unik yang
melapisi untuk melindungi jantung
Miokardium: terbentuk dari serat-serat otot
jantung yang saling beranyam.
Epikardium: Lapisan terluar jantung

KELISTRIKAN JANTUNG

Sistem Penghantar Khusus:


* SA node (pace maker), di dinding atrium
ka dkt muara vena cava superior; 7080x/mnt
* AV node, di dasar atrium ka dkt sekat
atrium-ventrikel; 40-60x/mnt
* Berkas his, berkas dr AV node msk ke
septum interventrikel
* Serat purkinje, serat yg menyebar ke
miokard ventrikel

SIKLUS JANTUNG

Siklus jantung terdiri dari satu periode


relaksasi yaitu diastol, dimana terjadi
pengisian jantung dengan darah,
kemudian diikuti oleh periode kontraksi yang
disebut sistol.

1)
2)
3)
4)

Fase-fase dalam siklus jantung terdiri dari:


fase pengisian;
fase kontraksi isovolumetrik;
fase ejeksi; dan
fase relaksasi isovolumetrik.

video..\Fisiologi Sistem Kardiovaskular-1


(Cardiovascular System-1).3gp

PENGATURAN FUNGSI
JANTUNG

Sistim kardiovaskuler melakukan transpor dan


menghubungkan semua organ yang mengatur
komposisi plasma. Bila aliran darah atau
penyediaan oksigen tidak cukup, akan terjadi
gangguan fungsi sel atau bahkan mati. Jadi
mempertahankan curah jantung dan aliran
darah ke berbagai organ penting untuk
mempertahankan
proses
homeostasis
organisme.

PENGATURAN SARAF
OTONOM

susunan saraf simpatis


Susunan saraf parasimpatis

SUSUNAN SARAF SIMPATIS

Persarafan simpatis akan meningkatkan aktifitas


jantung yang berpengaruh pada atrium dan
vetrikel.
Persarafan simpatis untuk jantung berasal dari
pusat cardiaccelerator di posterior hipotalamus
yang akan mempengaruhi sel-sel di daerah
kolumna intermediolateral medulla spinal segmen
torakal 5-6 dan segmen servikal 1-2.
Serabut postganglion dari saraf simpatis ini
membentuk pleksus kardiak yang mempersarafi
miokardium dan sistim konduksi jantung.

1)
2)
3)
4)

Efek dari persarafan simpatis ini pada jantung


adalah :
peningkatan heart rate,
kontraksi miokardium lebih kuat,
dilatasi arteri koroner,
eksitabilitas dan automatisasi meningkat

SUSUNAN SARAF
PARASIMPATIS
Persarafan parasimpatis berpengaruh pada
jantung berupa :
penekanan kontraktilitas semua ruangan
jantung terutama di atrium,
penurunan frekuensi jantung lewat
perlambatan sistem konduksi.

Serabut parasimpatis yang melayani jantung


berasal dari nukleus ambiqus atau nukleus
motor dorsalis saraf vagus.
Serabut postganglion mempersarafi daerah
epikardium dan dinding jantung. Sebagian
besar ganglion saraf vagus berlokasi dekat
nodus SA dan AV.
Saraf vagus kanan terutama mempersarafi
nodus SA. Saraf vagus kiri terutama melayani
nodus AV dan sistim konduksi AV.

Mekanisme kerja parasimpatis pada jantung


terjadi melalui pelepasan asetilkolin (ACh)
pada ujung saraf vagus
Selain itu, Ach juga bekerja secara tidak
langsung
dengan
jalan
menghambat
pelepasan norepinefrin dari saraf simpatis.
Pada orang sehat dan dalam keadaan
istirahat, peranan saraf parasimpatis lebih
menonjol.

PENGATURAN OLEH
HORMON

Berbagai hormon selama ini telah diketahui


ikut berperan dalam pengaturan sistim
kardiovaskuler, misalnya, angiotensin II,
epinefrin dan norepinefrin, dan vasopresin.

Hormon medula adrenal


katekolamin

norepinefrin,

epinefrin

dan

dopamin.
Pada
jantung, norepinefrin dan epinefrin
meningkatkan kekuatan kontraksi dan frekwensi
jantung reseptor adrenergik 1 pada membran
sel otot jantung.
katekolamin juga meningkatkan eksitabilitas sel
otot jantung, sehingga dapat menyebabkan
aritmia.
Dopamin menyebabkan vasokonstriksi di hampir
semua
pembuluh
darah
dengan
jalan

Vasopresin atau arginine vasopressin (AVP)


Vasopresin memegang peranan penting dalam
pengaturan volume cairan tubuh dan tekanan
darah.
Vasopresin
mempunyai
efek
vasokonstriksi
dan
vasodilatasi
pada
pembuluh darah. Pada jantung, vasopresin
mempunyai efek inotropik positif dan
meningkatkan curah jantung.

TERIMA KASIH