Anda di halaman 1dari 26

UNSUR-UNSUR PERANCANGAN KOTA

UNSUR-UNSUR PERANCANGAN KOTA MENURUT HAMID SHIRVANI


(1985) ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
1.

PENGGUNAAN LAHAN

2.

BENTUK DAN PER-MASSA-AN BANGUNAN

3.

SIRKULASI DAN PARKIR

4.

RUANG TERBUKA

5.

JALUR PEJALAN KAKI

6.

PENUNJANG AKTIVITAS

7.

PER-TANDA-AN (SIGNAGE)

8.

PELESTARIAN

1.

PENGGUNAAN LAHAN

PENGGUNAAN LAHAN DILIHAT DALAM KONTEKS PENJABARAN


RENCANA
DUA DIMENSI MENJADI TIGA DIMENSI;
YAITU
PENGGUNAAN
LAHAN DENGAN MEMANFAATKAN RUANG
SECARA TIGA DIMENSI (SUPERBLOK).

MENUJU
PADA
UPAYA
REVITALISASI
KOTA
DENGAN
MENGALOKASIKAN PENGGUNAAN CAMPURAN (MIXED USE)
UNTUK MENGHIDUPKAN VITALITAS KOTA SELAMA 24 JAM.
MODIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN PADA KAWASAN TERBANGUN
DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN BANGUNAN EKSISTING.
CONTOH : BEKAS BANGUNAN PABRIK BIR BINTANG YANG
DIALIHFUNGSIKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL.

ALIH FUNGSI PENGGUNAAN TANAH


DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN
WUJUD BANGUNAN ASAL

2. BENTUK DAN PER-MASSA-AN BANGUNAN

BENTUK DAN MASSA BANGUNAN DITENTUKAN OLEH


KETINGGIAN ATAU BESARNYA BANGUNAN, PENAMPILAN
BENTUK MAUPUN KONFIGURASI DARI MASSA
BANGUNANNYA, AKAN TETAPI

BENTUK DAN MASSA BANGUNAN DITENTUKAN JUGA


OLEH BESARAN SELUBUNG BANGUNAN (BUILDING
ENVELOPE), BCR (BUILLDING COVERED RASIO ) KDB
DAN FAR (FLOOR AREA RATIO) KLB, KETINGGIAN
BANGUNAN, SEMPADAN BANGUNAN, RAGAM
ARSITEKTUR, SKALA, MATERIAL, WARNA DAN SEBAGAINYA

BENTUK DAN PER-MASSA-AN BANGUNAN

PRINSIP DASAR RANCANG KOTA MENURUT SPREIREGEN : TINJAUAN BENTUK


DAN PER-MASSA-AN YANG MENCAKUP :
- SKALA; YANG BERKAITAN DENGAN PENGAMATAN VISUAL MANUSIA.
- RUANG LUAR; BERKAITAN DENGAN PEMBENTUKAN ENCLOSURE,
ARTIKULASI OLEH BENTUK RUANG DAN TIPE RUANG LUAR.
- MASSA; YANG MELIPUTI BANGUNAN-BANGUNAN, PERMUKAAN TANAH,
OBYEK LAIN YANG DAPAT DIATUR.
KEMUDIAN DITINDAKLANJUTI DENGAN ANALISA RASIONAL, PENYUSUNAN
PEDOMAN RANCANGAN DAN MEKANISME PELAKSANAANNYA.

MENURUT TRANCIK, TINJAUANNYA MENCAKUP :


- SOLID; YANG DIPANDANG SEBAGAI UNSUR MASSA BANGUNAN.
- VOID; SEBAGAI UNSUR RUANG LUAR
- LINKAGE; SEBAGAI PENGHUBUNG ANTAR UNSUR-UNSUR KOTA.

PENGOLAHAN TINGGI, KEMUNDURAN,


SKALA DAN FASADE PADA MASSA
BANGUNAN.

SELUBUNG BANGUNAN
PENGERTIAN

INSTRUMEN YANG MEMBATASI PENGEMBANGAN BANGUNAN SECARA


TIGA DIMENSI.

DAPAT DIPANDANG SEBAGAI SEMPADAN BANGUNAN TIGA DIMENSI,


YANG MEMBATASI BUILDING SETBACK DI BAGIAN DEPAN, SAMPING,
BELAKANG DAN BAGIAN ATAS.

WUJUDNYA BERUPA RUANG IMAJINER YANG DIBENTUK OLEH KEMIRINGAN


BIDANG TERBUKA LANGIT (SKY EXPOSURE PLANE) YANG DIUKUR DARI
TITIK TERTENTU PADA PERMUKAAN JALAN YANG MENGELILINGINYA.

UNSUR-UNSUR PEMBENTUK SELUBUNG BANGUNAN

DIMENSI TAPAK, BLOK ATAU SUPERBLOK

DIMENSI JALAN

GARIS SEMPADAN BANGUNAN

KATEGORI KETINGGIAN BANGUNAN

ATURAN SETEMPAT

PENGENDALIA N
SELUBUNG

PANDUAN

TINGGI

DAN

BANGUNA N.

PENATAAN

BANGUNAN.

WAJAH

3.

SIRKULASI DAN PARKIR

DIARAHKAN SEBAGAI PEMBENTUK LINGKUNGAN YANG BERCIRI


KHAS :
-

KAWASAN PERDAGANGAN : PERGERAKAN LALU LINTAS LOKAL,


TROTOAR

KAWASAN INDUSTRI : PERGERAKAN KENDARAAN ANGKUTAN


BERAT, TROTOAR LEBAR.

KAWASAN PERUMAHAN : PERGERAKAN LALU-LINTAS INTERNAL


KECEPATAN RENDAH, BAGIAN TEPI JALAN UNTUK
PEJALAN
KAKI.

MASALAH SIRKULASI KOTA DIPERLUKAN PEMIKIRAN YANG


MENDASAR; ANTARA PRASARANA JALAN YANG TERSEDIA, BENTUK
STRUKTUR KOTA, FASILITAS PELAYANAN UMUM DAN JUMLAH
KENDARAAN BERMOTOR YANG SEMAKIN MENINGKAT.

DIPERLUKAN SUATU MANAJEMEN TRANSPORTASI YANG


MENYELURUH TERKAIT DENGAN ASPEK-ASPEK TERSEBUT.

SIRKULASI DAN PARKIR

MEMBEDAKAN SISTEM SIRKULASI PUBLIK DAN PRIVAT.


-

SIRKULASI PUBLIK DITEMPATKAN PADA POROS UTAMA


(DIAGONAL, UTARA-SELATAN, TIMUR-BARAT).

SIRKULASI PRIVAT PADA JALAN LINGKUNGAN YANG


BERPOLA TERTENTU (GRIDIRON, LABYRINTH).

KECENDERUNGAN TRANSPORTATION PLANNING DI KAWASAN


PERKOTAAN :
-

MENINGKATKAN MOBILITAS DI KAWASAN CDB.

MENGURANGI PENGGUNAAN KENDARAAN PRIBADI.

MENINGKATKAN PENGGUNAAN TRANSPORTASI UMUM.

MENINGKATKAN KEMUDAHAN AKSES KE CBD.

PARKIR

SIRKULASI DAN PARKIR

PENYEDIAAN TEMPAT PARKIR DITUJUKAN UNTUK :


-

MENJAGA KELANGSUNGAN HIDUP KEGIATAN DI PUSAT KOTA.

MENCIPTAKAN KEINDAHAN VISUAL WUJUD KOTA.

BEBERAPA CARA PENYEDIAAN TEMPAT PARKIR :


-

MEMBUAT BANGUNAN PARKIR; LANTAI DASAR DIMANFAATKAN


UNTUK PEDAGANG ECERAN.

PROGRAM MULTIGUNA; MEMAKASIMALKAN TEMPAT PARKIR


UNTUK BERBAGAI KEGIATAN YANG BERBEDA WAKTU
PENGGUNAANNYA.

PACKAGE-PLAN PARKING; PENYEDIAAN DISTRIK PARKIR OLEH


BEBERAPA KEGIATAN BISNIS.

URBAN-EDGE PARKING; PENYEDIAAN AREA PARKIR PADA


PERIFERI WILAYAH KOTA YANG PADAT.

BANGUNAN PARKIR YANG DIGABUNG

TAMAN PARKIR MEMANFAATKAN

DENGAN RETAIL PADA LANTAI DASAR

FACANT LAND

4.

JALUR PEJALAN KAKI

ISU POKOK DALAM PENYEDIAAN JALUR PEJALAN KAKI :


-

KESEIMBANGAN ANTARA PENYEDIAAN UNTUK PEDESTRIAN DAN


KENDARAAN.

KESELAMATAN PEDESTRIAN.

PENYEDIAAN RUANG YANG MENCUKUPI UNTUK PEDESTRIAN


MANUSIAWI.

KEPMEN PU NO. 468/KPTS/1998: UKURAN JALUR PEDESTRIAN MINIMUM 120 CM


UNTUK JALUR SEARAH DAN 160 CM UNTUK JALUR 2 ARAH
SEBUAH SISTEM PEDESTRIAN YANG BAIK :
-

DAPAT MENGURANGI KETERGANTUNGAN PADA KENDARAAN BERMOTOR DI


KAWASAN PUSAT KOTA.

DAPAT MENAMBAH KEGIATAN SIGHT SEEING.

MENCIPTAKAN LEBIH BANYAK KEGIATAN PENJUALAN ECERAN.

MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN; ANTARA LAIN MENUNJANG


PERBAIKAN KUALITAS UDARA.

INWARD LOOKING YANG MENUNJUKKAN


HUBUNGAN ANTARA BAGIAN LUAR DAN
BAGIAN DALAM BANGUNAN.

DIMENSI JALUR PEDESTRIAN CUKUP LEBAR.


DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK SIGHT SEEING DAN
TEMPAT BERISTIRAHAT.

JALUR PEJALAN KAKI

PENYEDIAAN STREET FURNITURE UNTUK MENARIK PEDESTRIAN.


JENISNYA ANTARA LAIN :
-

BOKS TELEPON, BIS SURAT

KIOS
LAMPU PENERANGAN UMUM

HALTE, SHELTER

POT TANAMAN, POHON


BAK SAMPAH

POS POLISI LALU-LINTAS ATAU POS KEAMANAN

SKULPTUR : JAM, GAPURA, PATUNG


JEMBATAN PENYEBERANGAN

PERENCANAAN JALUR PEDESTRIAN HARUS DIRANCANG MENYAMBUNG


DENGAN ZEBRA CROSS, JEMBATAN PENYEBERANGAN, MALL DAN
PARKING AREA.

JEMBATAN PENYEBERANGAN UNTUK

PENYEDIAAN AKTIVITAS PENUNJANG PADA

MEMUDAHKAN PERGERAKAN PEJALAN

JALUR PEDESTRIAN.

KAKI.

5.

RUANG TERBUKA

RUANG TERBUKA (OPEN SPACE) SELALU MENYANGKUT LANSEKAP.


ELEMEN LANSEKAP TERDIRI DARI

elemen keras (hardscape seperti : jalan, trotoar, patun, bebatuan dan sebagainya)
serta

elemen lunak (softscape) berupa tanaman dan air. Ruang terbuka :lapangan, jalan,
sempadan sungai, green belt, taman dan sebagainya.

ELEMEN RUANG TERBUKA MELIPUTI : TAMAN, JALUR HIJAU KOTA, MEDIAN, LAPANGAN, STREET
FURNITURE, JALUR PEDESTRIAN.

SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL DARI RANCANG KOTA, RUANG TERBUKA DIRANCANG BERSAMAAN
DENGAN MASSA BANGUNAN (PADA MASA LALU RUANG TERBUKA DIRANCANG UNTUK
MELENGKAPI GUBAHAN MASSA).

RUANG TERBUKA HIJAU MEMILIKI FUNGSI : EKOLOGI, EKONOMI, FISIK, SOSIAL, ESTETIKA.

RUANG TERBUKA YANG BERHASIL, ADALAH RUANG TERBUKA YANG MAMPU MENUNJANG
BERBAGAI AKTIVITAS (MISALNYA TAUTANNYA DENGAN KOMPLEKS BUDAYA, KOMERSIAL DAN
PEMERINTAHAN.

6.

PER-TANDA-AN (SIGNAGE)

PER-TANDA-AN MELIPUTI :
- REKLAME
-

PAPAN NAMA

RAMBU; LALU-LINTAS, PAPAN PETUNJUK, RAMBU KERJA

AGAR MUDAH DIBACA DAN DILIHAT, UKURAN PER-TANDA-AN PERLU


DIATUR. KRITERIANYA DIPERTIMBANGKAN TERHADAP :
-

KECEPATAN PENGAMAT (BERKENDARA, BERJALAN KAKI)

JARAK REAKSI (KESELAMATAN PENGENDARA)


JUMLAH KATA (KEMAMPUAN MENANGKAP ISI PESAN)

UKURAN HURUF (KEJELASAN MEMBACA)

ARAH HADAP (KESELAMATAN PENGENDARA)

SIGNAGE DIRANCANG SESUAI DENGAN CIRI KHAS DAERAH (MISALNYA :


BALI, JOGYAKARTA, KOTA METROPOLITAN.

PER-TANDA-AN
REKLAME

JENIS REKLAME
-- REKLAME RUANG LUAR :
- PERMANEN : REKLAME TIANG, ICON, NEON SIGN, BANDO
- TEMPORER : SPANDUK, BALIHO, UMBUL-UMBUL, BALON
-- REKLAME PADA BANGUNAN :
- PERMANEN : REKLAME MENEMPEL DINDING, TEGAK LURUS DINDING,
REKLAME TIANG DI ATAS ATAP BANGUNAN, ICON, NEON SIGN.
- TEMPORER : SPANDUK, BALON, BALIHO

KRITERIA PENEMPATAN REKLAME :


-- KEAMANAN DAN KESELAMATAN (KEKOKOHAN STRUKTUR, TIDAK
MENIMBULKAN KESILAUAN, TIDAK MELANGGAR KESUSILAAN, TIDAK
MENGACAUKAN RAMBU LALU-LINTAS).
-- ESTETIKA (TIDAK MERUSAK WAJAH KOTA, MENUTUP PEMANDANGAN,
MEMILIKI CIRI KHAS).
-- KEMUDAHAN PENGAMATAN.
-- DI LUAR RUANG MILIK JALAN

PERSYARATAN PENEMPATAN PER-TANDA-AN : REKLAME, PAPAN PENGUMUMAN, RAMBU LALU-LINTAS,


DALAM BATAS RIGHT OF WAY.

7.

PENUNJANG AKTIVITAS

Penunjang aktivitas mencakup semua penggunaan yang memperkuat


ruang publik, mampu membangkitkan dan menghidupkan kegiatan
publik, dan saling melengkapi satu dengan yang lain.
Contoh : pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, civic center,
perpustakaan umum, kafe.

Penempatan activity support yang baik :


- Berada pada street level.
-

Mudah dilihat dan diakses dari jalan (inward looking).

Ditempatkan pada lokasi yang menghubungkan dua pusat kegiatan.


Berskala kecil dan mixed use.

Mampu mengintegrasikan kegiatan di luar dan di dalam bangunan.

Activity support bukan hanya penyediaan jalur pedestrian dan plasa,


tetapi juga kegiatan fungsional yang mampu menghidupkan koridor
kota.

PENUNJANG AKTIVITAS
Beberapa contoh activity support :

Bonaventure Hotel Los Angeles California; lantai dasar bangunan


mudah diakses dan dilihat dari arah jalan (inward looking).

Pusat perbelanjaan Plasa Surabaya; kegiatan di luar yang


diadakan di lapangan parkir dengan berbagai jenis pameran,
kegiatan plasa di luar bangunan yang digunakan untuk tempat
berkumpul publik; dihubungkan dengan kegiatan di dalam
bangunan yang diunakan untuk perdagangan retail.

Plasa for People di New York City; menempatkan kaf pada jalur
pedestrian yang lebar, yang mengkombinasikan kegiatan
komersial di dalam dan luar bangunan (penempatan pada street
level).

8. PELESTARIAN

Pelestarian bukan hanya berkaitan dengan urban heritage, tetapi


juga dengan lokasi dan bangunan yang mempunyai nilai budaya
dan nilai ekonomi yang vital, secara permanen maupun temporer.
Contoh : pelestarian Kebun Raya Purwodadi; pasar tradisional di
Jawa; bangunan yang menandai periode langgam suatu kota
(jengki, intenational style, dekonstruksi, postmodern).

Dalam ranah rancang kota, pelestarian bukan hanya berkaita


dengan aspek bangunan dan lingkungan, tetapi juga berkaitan
dengan pelestarian kegiatan atau atraksi.
Contoh : upacara Kesadha oleh masyarakat Tengger; penangkapan,
pengolahan dan penjualan ikan oleh masyarakat nelayan di
Nambangan dan Sukolilo Kenjeran; penjualan onderdil di
Kedongdoro.

Pelestarian bukan hanya menyangkut masalah fisik dan estetika,


tetapi juga ekonomi, regulasi, institusi, peranserta masyarakat.

PELESTARIAN
Pelestarian memberikan keuntungan kultural, ekonomi dan sosial.

Keuntungan kultural
Menawarkan pengkayaan ilmu pengetahuan dan kebudayaan
terhadap lokasi atau peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Keuntungan ekonomi
- Meningkatkan nilai properti.
- Meningkatkan pemasukan pajak dan retribusi.

- Meningkatkan penjualan eceran dan persewaan

Keuntungan sosial
Usaha pelestarian merupakan kekuatan untuk memperbaiki dan
menciptakan citra lingkungan yang menjadi kebanggaan warga
setempat, yang bisa memberi dampak ekonomi bagi lingkungan.

Apa dan bagaimana unsur-unsur perancangan kota Surakarta? Berikan


contoh dengan mengambil sample dari satu kawasan tertentu
Dan gambar-gambar yang bisa anda ambil langsung atau anda dapatkan di
Internet
1.

Land use

2.

Per-massa-an bangunan

3.

Sirkulasi dan parkir

4.

Ruang terbuka

5.

Jalur pejalan kaki (termasuk perabot ruang luar)

6.

Penunjang aktivitas

7.

Per-tanda-an

8.

Pelestarian

Apa sifat dan kondisinya sama dengan teori tersebut?

Daftar pustaka

Ririn Dina, Urban Desain, Unsur-unsur Perancangan Kota

Rinaldi Mirsa, Elemen Tata Ruang Kota

Djoko Sujarto, Perencanaan Pembangunan Kota