Anda di halaman 1dari 71

MODUL I

JUDUL : KEGUNAAN GAMBAR TEKNIK


BAB I PENDAHULUN
A.

Latar Belakang
Matakuliah Gambar Teknik merupakan matakuliah awal yang disajikan pada

semester satu (awal) pada Jurusan Perkapalan khususnya Program Studi Teknik
Perkapalan Universitas Hasanuddin, karena gambar teknik merupakan dasar bagi
semua desain, dasar bagi penelitian, dasar untuk membuat produk. Penguasaan
gambar teknik akan membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas gambar
pada matakuliah lanjutan, sehingga dituntut kemampuan menggambar dan membaca
gambar teknik. Untuk mencapai kemampuan keterampilan mahasiswa yang
efektif/efisien akan dirancang proses pembelajaran yang inovatif bernuansa learning.
Bentuk pembelajaran pada modul masih dalam bentuk kuliah dibarengi dengan
diskusi, di mana sebagai pendahuluan

mahasiswa perlu dijelaskan

materi

perkuliahan bagaimana pentingnya gambar teknik bagi mahasiswa dan sasaran


pembelajaran secara keseluruhan yang harus dicapai setelah mempelajari matakuliah
ini.
B.

Ruang lingkup Isi : Fungsi dan kegunaan gambar teknik

C.

Kaitan Modul :
Modul ini dilaksanakan pada minggu ke-1 sebagai langkah awal pengenalan

tentang fungsi dan pentingnya gambar teknik untuk dipelajari sebelum mempelajari
perlengkapan gambar.
D.

Sasaran pembelajaran Modul :


1.

Dapat menjelaskan tiga fungsi dari gambar teknik

2.

Dapat menyebutkan 4 syarat membuat suatu gambar yang baik

BAB II PEMBELAJARAN
I.

MATERI PEMBELAJARAN

A. Pendahuluan
Gambar teknik adalah suatu bahasa grafik yang berlaku umum dan selalu
berkembang di mana merupakan kombinasi seni dan pengetahuan mengenai
menggambar sampai pada penyelesaian problem keteknikan. Menggambar teknik
adalah suatu pekerjaan membuat gambar-gambar teknik yang menunjukkan bentuk
dan ukuran dari suatu benda atau konstruksi dinyatakan diatas kertas gambar.
Gambar teknik tidak hanya melukiskan gambar, tetapi befungsi sebagai
peningkat daya berfikir untuk perancang, oleh karena itu sarjana teknik tanpaa
kemampuan menggambar, kekurangan penyampaian keinginan, maupun kekurangan
cara menerangkan yang sangat penting (Sato,2000)
Fungsi gambar sebagai sumber informasi yang menghubungkan perancang
dengan orang-orang yang mempergunakannya harus berisi keterangan-keterangan
yang cukup dan pasti dan tidak boleh menimbulkan keragu-raguan.
Gambar teknik penting untuk dipelajari karena:
1)

Merupakan dasar bagi semua desain

2)

Merupakan dasar bagi kebanyakan penelitian

3)

Diperlukan untuk pembuatan produk


Penguasaan atas gambar teknik baik mempergunakan cara-cara biasa/manual

maupun sistem komputer (CAD) akan sangat membantu tidak hanya dalam
pelaksanaan pekerjaan setelah lulus kuliah tetapi segera lebih banyak dalam
matakuliah teknik lainnya.
Disamping keuntungan langsung dan pekerjaan sesungguhnya dilaksanakan seluruh
mahasiswa belajar tentang arti kerapihan, kecepatan dan ketepatan untuk pertama
kali pada kuliah membuat gambar. Ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang perlu dan
mendasar untuk setiap insinyur, ilmuan dan teknisi yang berhasil (Giesecke, et all,
2000).
Sasaran penting yang harus dicapai dalam membuat gambar adalah ;

1) Ketepatan (Accuracy), tidak ada gambar dengan kegunaan maksimal jika


gambar tersebut tidak tepat dan pembuat rencana tidak akan mencapai
keberhasilan dalam profesinya jika tidak mempunyai kebiasaan tentang ketepatan
2) Kecepatan (Speed), waktu adalah uang dalam industri, tidak akan ada
permintaan untuk juru gambar yang lamban, bagaimanapun kecepatan tidak
dicapai dengan ketergesaan. Kecepatan adalah suatu hasil sampingan yang tidak
terlihat dari kecerdasan dan pekerjaan berkelanjutan, kecepatan adalah hasil
belajar dan praktek.
3) Keterbacaan (Legility), para juru gambar, teknisi dan insinyur harus ingat bahwa
gambar adalah alat komunikasi dngan orang lain, bahwa gambar harus jelas dan
dapat dibaca untuk mencapai tujuan dengan lancar
4) Kebersihan (Neatnesss), jika sebuah gambar harus tepat dan dapat dibaca juga
gambar harus bersih. Gambar yang tidak bersih adalah hasil dan cara yang tidak
rapi dan tidak hati-hati dan tidak akan diterima oleh instruktur atau pemberi kerja.
Ada beberapa syarat untuk membuat suatu gambar yang baik:
1) Bentuk benda atau konstruksi harus sempurna dilukiskan
2) Tampak atau penampang, harus cukup banyak dibuat agar sipembuat atau
sipelaksana cukup mandapat informasi yang jelas.
3) Bagian-bagian kecil atau detai, harus digambar secara terpisah.
4) Ukuran utama dan ukuran-ukuran lainnya, harus jelas dicantumkan.
5) Bahan-bahan yang akan digunakan, harus jelas dalam suatu daftar keterangan atau
etiket
Dasar-dasar umum gambar teknik telah distandarkan oleh ISO/TC 10 di bawah
SC 1 tentang dasar-dasar umum gambar teknik yang terdiri dari dua golongan besar
yaitu:
1)

Penyajian dengan lambang

2)

Gambar kerja

B. Ringkasan
1. Gambar teknik adalah suatu bahasa grafik yang merupakan kombinasi dari
seni dan pengetahuan mengenai menggambar sampai pada penyelesaian
problem keteknikan
3

2. Gambar tidak hanya melukiskan gambar, tetapi berfungsi sebagai daya


berfikir untuk perencana
3. Fungsi gambar sebagai sumber informasi yang menghubungkan prancang
dengan orang yang mempergunakannya
4. Suatu gambar yang baik apabila bentu benda, penampang, detail, ukuran
utama, dan bahan harus jelas dicantumkan
5. Gambar teknik penting untuk dipelajari, karena merupakan dasar bagi semua
desain, darikebajakan penelitian, dan diperlukan untuk membuat produk.
Untuk mengetahui lebih lengkap dari materi kuliah ini, maka mahasiswa dapat
membaca buku yang tercantum pada daftar pustaka.
II. Modul Proses Pembelajaran SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a. Kompetensi yang akan dicapai :
Dapat menjelaskan 3 fungsi dari gambar teknik dan 5 syarat
penting membuat suatu gambar yang baik.
b. Pendekatan SCL : Kuliah
1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan
kepada mahasiswa
2. Menjelaskan rumusan kompetensi

tentang gambar teknik

kepada

mahasiswa
3. Menjelaskan rencana pembelajaran berbasis KBK.
4. Menjelaskan evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran.
5. Menjelaskan kontrak pembelajaran kepada mahasiswa tentang manfaat dan
tujuan mata kuliah, tugas-tugas yang akan diberikan, kriteria penilaian, dan
norma akadenik.
6. Melakukan umpan balik kontrak pembelajaran kepada mahasiswa.
7. Setelah kontrak pembelajaran rampung, dosen menjelaskan materi awal
perkuliahan gambar teknik
8. Memberi

kesempatan

kepada

mahasiswa

untuk

menanggapai

mempertanyakan bagian materi yang kurang jelas.


4

9. menguraikan kembali intisari dari materi pembelajaran.


10. Memberikan tes tulis kepada mahasiswa.
11. menerima kembali lembar hasil tes tulis dari mahasiswa.
12. Memeriksa hasil tes tulis dari mahasiswa dan menyampaikan hasil
pemeriksaan tersebut kepada mahasiswa.
13. Mahasiswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh nilai
sebesar 5%.
14. Mengisi tabel evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran
c. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
2. Masing-masing mahasiswa mencatat/mencermati uraian materi yang
diberikan.
3. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan oleh
dosen maupun dari perpustakaan.
4. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
5. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
6. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis yang
telah dilakukan.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
I

Topik Bahasan
Metode SCL
Kontrak pembelajaran
Kuliah Interatif,
Kegunaan Gambar Teknik;
Pre test
Gambar yang Baik

Dosen
MRM

e. Strategi Pembelajaran
Materi kuliah ini menggunakan metode Kuliah interatif untuk
memperkenalkan/menguraikan tentang fungsi dan pentingnya gambar teknik,
karena mata kuliah ini diberikan pada awal perkuliahan mahasiswa semester
satu.

B. Modul Pegangan Mahasiswa


a. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
2. Masing-masing mahasiswa mencatat/mencermati uraian materi yang
diberikan.
3. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
4. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
5. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
6. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis
yang telah dilakukan.
b. Soal Latihan
1. Apa perbedaan gambar teknik dan menggambar teknik ?
2. Apa fungsi darri gambar teknik ?
3. Mengapa gambar teknik penting untuk dipelajari?
4. Sebutkan 5 syarat penting untuk membuat suatu gambar yang baik
5. Sebutkan 4 sasaran penting yang harus dicapai dalam membuat gambar
c. Jadwal Kegiatan
Minggu
Topik Bahasan
Metode SCL
I
Kontrak pembelajaran
Kuliah Interatif,
Kegunaan
Gambar
Teknik;
Pre test
Gambar yang Baik

Dosen
MRM

d. Strategi Pembelajaran
Materi kuliah ini menggunakan metode Kuliah interatif untuk
memperkenalkan/menguraikan tentang fungsi dan pentingnya gambar teknik,
karena mata kuliah ini diberikan pada awal perkuliahan mahasiswa semester satu.

e. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.

1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)
III. Modul Assesmen SCL
EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
No

NIM

NAMA MAHASISWA

Menjelaskan 3 fungsi dari


gambar teknik dan syarat
membuat gambar yang baik
(5 %)
Ketepatan penjelasan
(5%)

BAB III PENUTUP


Diakhir pemberian materi pada modul ini, mahasiswa sudah memahami
pentingnya gambar teknik untuk dipelajari, dan diberikan penilaian berdasarkan
hasil kerja dengan kriteria penilaian adalah ketepatan penjelasan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Gandung Purwanto, Drs. Drs. Tentrem Raharjo, Drs. Menggambar teknik
Dasar, 2001, Yogyakarta, Kanisius.
2. G. Takeshi Sato, N.Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar
ISO, Jakarta, Pradnya Paramita.
3. Greseke, Mitchell, Hill,Dygdon, Novak, 2000, Gambar Teknik Jilid I, Edisi
Kesembilan, Jakarta, Erlangga.
4. Rosmani, 2002, Buku Ajar Menggambar Teknik, Program Semi QUE IV
2002, Jurusan perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

MODUL II
JUDUL :

PERLENGKAPAN GAMBAR DAN PENGGUNAANNYA


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perlengkapan gambar untuk mahasiswa sekolah teknik dan pembuatan rencana
dalam profesinya tetap tidak berubah. Perlengkapan ini meliputi kertas gambar,meja
gambar, siku-T, segitiga, skala arsitek, mal bentuk, busur derajat, penghapus, jangka,
rapidograph, dan lain-lain. Saat ini peralatan telah tersedia untuk konsumsi umum
yaitu mesin gambar dan komputer.
Dengan mempraktekkan dan mempelajari cara penggunaan instrumen gambar,
akhirnya akan mampu mempergunakannya dengan benar, karena kebiasaan dan akan
bersungguh-sungguh terhadap masalah yang dijumpai.
Bentuk pembelajaran pada modul ini masih dalam bentuk kuliah dibarengi
dengan kerja individu dan tutoial, di mana mahasiswa perlu melatih diri
menggunakan alat-alat dalam menggambar. Dalam hal ini diharapkan mahasiswa
terampil menggunakan alat saat membuat tugas gambar arsiran penampang mateial
serta angka dan huruf sesuai standar ISO, begitupun pada tugas-tugas pada modul
berikutnya.
B. Ruang lingkup Isi
1. Perlengkapan Alat-Alat Gambar
a. Kertas Gambar
b. Pensil Gambar
c. Segi Tiga
d. Skala
2. Garis dan Huruf dalam Gambar
a. Jenis Garis Gambar
b. Angka dan Huruf

C. Kaitan Modul
Modul ini merupakan modul ke-2 yang diberikan pada minggu ke-2 sampai
minggu ke-6 setelah memahami fungsi dan pentingnya gambar teknik dipelajari dan
sebelum membuat tugas proyeksi pandangan benda sebagai langkah awal untuk dapat
membaca gambar teknik .
D. Sasaran Pembelajaran modul
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan
1. Terampil menggunakan alat gambar
2. mampu menyelesaikan tugas gambar arsiran penampang material, huruf dan
angka sesuai standar ISO
3. Mampu menjelaskan perlengkapan gambar dan kegunaannya dan fungsi dari
garis-garis gambar.
BAB II PEMBELAJARAN
I. Materi Pembelajaran
A. Perlengkapan Alat-Alat Gambar
1. Kertas Gambar
Sesuai dengan tujuan gambar, bermacam-macam kertas gambar dipakai, sepeti
kertas putih, kertas kalkir, dsb. Kertas gambar harus mempunyai butir-butir halus untuk
menghasilkan garis yang bersih dan hitam pekat, karena permukaan yang kasar akan
menghasilkan garis-garis yang tidak rata dn kasar. Kertas harus mempunyai permukaan
yang keras agar tidak mudah tergores jika pensil ditekan. Mutu kertas yang dikehendaki
adalah tahan lama dan tahan lembab, mudah untuk gambar pensil maupun tinta dan
mudah untuk dicetak kembali, sehingga sering disebut sebagai kertas Vellums.
Ukuran kertas gambar yang digunakan adalah seri A, seperti pada tabel berikut:
Lambang
Axb
c min
d min
(tanpa tepi jepit)
D min

A0

A1

A2

A3

A4

841x 1189
20
20

594 x 841
20
20

420 x 594
10
10

297 x 420
10
10

210 x 297
10
10

25

25

25

25

25

(dengan tepi jepit)

Berdasarkan daftar oleh ANSI Y,U. Im. 1992. Ukuran lembar kertas untuk ukuraan
US. Standar (inci) adalah :
Ukuran Internasional terdekat
(milimeter)
A4 210 x 297
A3 297 x 420
A2 420 x 594
A1594 x 841
A0841x 1189

Ukuran Internasional Standar


(inchi)
A 8,5 x 11,0
B 11,0 x 17,0
C 17,0 x 22,0
D 22,0 x 34,0
E 34,0 x 44,0

2. Pensil gambar
Pensil gambar kualitas tinggi harus dipergunakan dalam menggambar teknik,
jangan gunakan pensil tulis biasa. Pensil mekanik mempunyai keuntungan dalam
menjaga panjang lead, memungkinkan penggunaan lead praktis sampai ujung, mudah
diisi dengan lead yang baru, tidak mengandung kayu yang harus ditajamkan.
Pensil gambar yang digolongkan menurut kekerasannya yang dinyatakan oleh
golongan huruf dan angka
Ada tiga golongan kekerasan pensil, yaitu:
a) Keras dengan lambang F (Firm)
b) Sedang dengan lambang HB (half black)
c) Lunak dengan lambang B (black)
Tiap golongan dibagi lagi dalam tingkat kekerasannya yang dinyatakan dengan angka
3. Segitiga
Banyak garis miring dalam gambar dibuat pada sudut-sudut standar dengan
segitiga 450 dan segitiga 300 x 600. Dengan sepasang mistar segitiga kita dapat
membuat garis-garis sejajar dan tegak lurus terhadap garis-garis tertentu. Sebelum
alat ini dipakai, sebaiknya diperiksa dahulu apakah sudah cukup baik,yaitu dengan
memeriksa masing-masing ketiga sudut beserta sisi-sisinya. Cara pemeriksaan dapat
dilihat pada referensi buku ajar.

10

4. Skala
Gambar sebuah benda mungkin sama besar (full size) dengan bendanya, mungkin
lebih besar atau lebih kecil dan benda tersebut tergantung dari relatif benda atau
lembar kertas dimana gambar akan dibuat.
Skala adalah instrumen pada pembuatan gambar teknik dengan ukuran sama atau
pengecilan tertentu.
Skala menandakan perbandingan (ratio) ukuran antara benda yang digambar ke
ukuran sesungguhnya, terlepas dari satuan yang dipakai.
Ratio skala metrik yang umum digunakan dan sesuai untuk bangunan kapal adalah:
1:1, 1:5, 1: 10, 1:20, 1:25, 1:50, 1:100, dan 1:200.
Untuk lebih jelasnya alat-alat gambar lainnya dapat dilihat/baca pada buku
pustaka yang tercantum pada daftar pustaka dibawah.
B. Garis dan Huruf Dalam Gambar
Dalam gambar digunakan beberapa jenis garis yang masing-masing mempunyai
arti dan penggunaannya sendiri. Penggunaan jenis garis yang tidak sesuai,
akanmembuat pembaca gambar yang salah, oleh karena itu penggunaannya harus
sesuai dengan maksud dan tujuannya.
Dalam gambar huruf (abjad), angka-angka dan lambang dipergunakan untuk
memberikan ukuran-ukuran, catatan, judul dan sebagainya, disamping gambar itu
sendiri. Huruf dan angka harus digambar dengan cermat dan jelas agar tidak
menimbulkan salah baca sipembaca gambar yang berbeda.
Membuat garis-garis, huruf dan angka dengan benar sesuai dengan standar ISO
akan sangat menunjang kelengkapan dari gambar dalam tugas gambar matakuliah
lanjutan. Mengetahui fungsi dari garis-garis dalam gambar teknik adalah penting
untuk membuat suatu gambar produk agar bentuknya bisa lebih jelas dan sipembaca
tidak salah membacanya.
Macam-macam garis dan penggunaannya sesuai dengan ketentuan ISO R 128 dapat
dibaca pada pustaka G. Takeshi, 2000
1. Jenis Garis Gambar

11

Mengetahui fungsi dari garis-garis dalam gambar teknik adalah penting untuk
membuat suatu gambar produk agar bentuknya bisa lebih jelas dan sipembaca tidak
salah membacanya. Macam-macam garis dan penggunaannya sesuai dengan
ketentuan ISO R128.
Fungsi dan perbandingan tebal garis.

Bila

a/2

a/2

a/2

a/2

A dan a/2

dua

garis

atau

lebih

yang

berbeda-beda

- Garis-garis nyata
-. Garis-garis tepi
- Garis berpotongan
- Garis-garis ukur
- Garis-garis arsir dll
- Garis batas dari
bagian yang dipotong
-. Garis nyata
terhalang
- Garis sumbu
- Garis simetri
- Garis (bidang)
potong
Penunjukan permukaan
Yang mendapatkan
penanganan khusus
jenisnya

berimpit,

maka

penggambarannya harus dilaksanakan sesuai urutan prioritas berikut ini:


1) Garis gambar (garis tebal kontinu, jenis A)
2) Garis tidak tampak (garis gores tipis, jenis E)
3) Garis potong (garis bergores yang dipertebal ujungnya, jenis G)
4) Garis-garis sumbu(garis bergores jenis G)
5) Garisbantu, garis ukur dan garis arsir (garis tipis kontinu jenis B)
2. Huruf dan Angka
Menulis huruf dan angka lebih serupa dengan menggambar tangan dari pada
menulis.
Ciri-ciri yang perlu untuk huruf dan angka pada gambar teknik adalah:
1) jelas
2) Seragam
12

3) Dapat dibuat microfilm, atau cara lain reproduksi.


Pembuatan huruf dan angka yang tidak jelas akan menimbulkan keragu-raguan.
Bentuk angka dan huruf standar baik yang miring maupun yang tegak sesuai standar
ISO dapat dilihat pada Purwanto, 2000.
Untuk ukuran tinggi huruf besar (h) dan huruf kecil (c) tidak boleh lebih dari 2,5 mm.
Ini berarti bahwa bila terdapat gabungan antara huruf besar dan huruf kecil, di mana
huruf kecil setinggi 2,5 mm, maka tinggi huruf besar menjadi 3,5 mm.
Untuk lebih jelasnya ukuran huruf dapat dibaca pada Sato et all, 2000.
C. Ringkasan
1. Pemakaian setiap alat secara benar memperlancar pembuatan gambar yang
bersih dan teliti. Pemakaian alat gambar yang tidak benar menghasilkan
gambar yang kotor dan tidak teliti.
2. Ukuran gambar yang tidak sebenarnya memerlukan pengertian penggunaan
skala, dan skala gambar diberikan sebelum pembuatan gambar.
3. Menggambar garis menurut standar hendaknya memperhatikan tebal dan tipis
serta jarak garis.
4. Penggunaan garis-garis dalam gambar teknik adalah penting memperhatikan
fungsi garis-garis tersebut, agar dalam membuat produk sipembaca tidak salah
membacanya.
5. Ada dua tipe ukuran huruf yaitu; tipe A dengan tebal 1/14h dan tipe B dengan
tebal 1/10h
II. Modul Proses Pembelajaran SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a.

Kompetensi yang diharapkan : adalah :terampil menggunakan alat


gambar, dan menyelesaikan tugas arsiran penampang, huruf dan angka
sesuai standar ISO, serta menjelaskan perlengkapan gambar dan
kegunaannya dan fungsi dari garis-garis gambar.

b. Pendekatan SCL : Kuliah + Projeck Based Learning


Projeck

1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan


kepada mahasiswa pada minggu kedua.
13

2. Mengulangi rumusan kompetensi II gambar teknik kepada mahasiswa


3. Menguraikan materi pembelajaran sebagai dasar/patokan dalam membuat
tugas gambar pertama.
4. melakukan

umpan

balik

kepada

mahasiswa

tentang

kejelasan

perlengkapan gambar yang harus disiapkan.


5. Mendiskusikan tata cara penyelesaian tugas pertama.
6. Memberi

kesempatan

kepada

mahasiswa

untuk

menanggapai

mempertanyakan bagian materi/tugas yang kurang jelas.


7. Membagikan tugas pertama kepada mahasiswa pada minggu ketiga.
8. Tutor/pear tutor menjelaskan tata cara penyelesaian tugas pertama
9. Dosen sebagai tutor dan pear tutor mendampingi mahasiswa dalam
menyelasaikan tugas pertama di studio gambar.
10. Tutur/pear tutor mendatangi mahasiswa yang meminta penjelasan tentang
penggambaran tugas ke meja tempat mahasisa tersebut menggambar.
11. Memeriksa tugas gambar yang telah dibuat oleh mahasiswa.
12. Meminta mahasiswa memperbaiki tugas yang masih salah.
13. Memeriksa kembali tugas mahasiswa yang telah diperbaiki oleh
mahasiswa.
14. Menandatangani tugas gambar pertama yang sudah betul.
15. Memberikan penilaian tugas gambar mahasiswa
16. Mengecek buku asistensi mahasiswa untuk melihat keaktifan asistensi di
studio gambar.
17. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan baik
dan benar akan memperoleh nilai 15%.
18. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas diluar dari batas waktu yang telah
ditentukan akan memperoleh nilai 10%.
19. Jika jumlah asistensi tugas gambar dari mahasiswa kurang/sama dengan
jumlah yang ditentukan dan gambarnya sudah baik dan benar, maka akan
memperoleh nilai tambahan 5%.
20. Jika jumlah asistensi melebihi jumlah yang telah ditentukan, maka akan
memperoleh nilai kurang dari 5%.
14

21. Memberikan tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari masing-masing
mahasiswa.
22. Memeriksa hasil tes tulis dari mahasiswa dan menyampaikan hasil
pemeriksaan tersebut kepada mahasiswa.
23. Mahasiswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh
nilai sebesar 5%.
24. Mengisi tabel evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran
c. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
2. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar
(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)
3. Menyiapkan kertas gambar ukuran A1 untuk digunakan membuat tugas
gambar I.
4. Masing-masing mahasiswa harus mengerjakan tugas gambar di studio
gambar dengan membawa perlengkapan gambar yang utama.
5. Masing-masing mahasiswa mengisi absensi setiap masuk studio.
6. Mahasiswa menerima lembar tugas arsiran penampang material dari pear
tutor.
7. Mahasiswa mendengarkan uraian singkat cara membuat gambar arsiran
penampang, huruf dan angka.
8. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang tata
letak gambar yang harus dibuat.
9. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa
didampingi oleh tutor dan pear tutor.
10. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat tugas
gambar.
11. Masing-masing mahasiswa melakukan asistensi pada pear tutor yang telah
ditentukan.
12. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.

15

13. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah


disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
14. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya.
15. Mahasiswa menunjukkan buku asistensi untuk ditandatangani oleh dosen
jika tugas gambar telah disetujui oleh dosen.
16. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugas gambar yang telah
disetujui oleh tutor dan pear tutor untuk dilakukan penilaian.
17. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
18. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
19. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
20. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis
yang telah dilakukan.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
II
III
IV
V
VI

Topik Bahasan
Perlengkapan
Gambar
dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan
Gambar
dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan
Gambar
dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan Gambar dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan
Gambar
dan
penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar

Metode SCL
Kuliah interatif,

Dosen
MRM

Tutorial + Peer Tutor

MRM

Tutorial + Peer Tutor

MRM

Tutorial + Peer Tutor


(PjBL)

MRM

PjBL + Assesment

MRM
MWN

16

e. Strategi Pembelajaran
Kompetensi ini menggunakan metode kuliah interatif yang dipadu dengan
metode project based learning di mana menuntut keterampilan bekerja secara
mandiri dalam penyelesaian tugas-tugas gambar teknik , sedang kerja tim dalam
hal kekompakan dalam penyelesaian tugas. Perkembangan kemajuan tugas
dipantau oleh tutorial dan dikerjakan di studio gambar.
B. Modul Pegangan Mahasiswa
a. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen.
2. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar
(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)
3. Menyiapkan kertas gambar ukuran A1 untuk digunakan membuat tugas
gambar I.
4. Masing-masing mahasiswa harus mengerjakan tugas gambar di studio
gambar dengan membawa perlengkapan gambar yang utama.
5. Masing-masing mahasiswa mengisi absensi setiap masuk studio.
6. Mahasiswa menerima lembar tugas arsiran penampang material dari pear
tutor.
7. Mahasiswa mendengarkan uraian singkat cara membuat gambar arsiran
penampang, huruf dan angka.
8. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang tata
letak gambar yang harus dibuat.
9. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa
didampingi oleh tutor dan pear tutor.
10. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat

tugas

gambar.
11. Masing-masing mahasiswa melakukan asistensi pada pear tutor yang telah
ditentukan.
12. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.

17

13. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah


disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
14. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya.
15. Mahasiswa menunjukkan buku asistensi untuk ditandatangani oleh dosen
jika tugas gambar telah disetujui oleh dosen.
17. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugas gambar yang telah
disetujui oleh tutor dan pear tutor untuk dilakukan penilaian.
17. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
18. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
19. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
13. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis
yang telah dilakukan.
b. Soal Latihan
1. Kertas yang bagaimana yang bisa menghasilkan garis yang bersih dan
hitam pekat?
2. Bagaimana mutu kertas yang baik?
3. Sebutkan ukuran kertas gambar yang paling banyak digunakan sesuai
standar ISO ?
4. Ada tiga golongan kekerasan pensil, sebutkan.
5. Sebutkan penggunaan pensil menurut kekerasannya Bagaimana cara
membuat garis tegak lurus dan garis sejajar? Apa fungsi skala dalam
pembuatan gambar?
5. Berapa sebaiknya skala yang umum digunakan dan sesuai untuk gambar
bangunan kapal?
6. Alat apa yang digunakan untuk membentuk garis lengkung yang tidak
teratur?
7 . Sebutkan jenis-jenis garis yang digunakan dalam gambar teknik
18

8. Untuk menggambarkan bagian benda yang terhalang jenis garis namakah


yang digunakan?
9. Bagaimana ukuran tinggi huruf besar dan huruf kecil jika digambar
dalam satu lembar kerja.
10. Ada dua macam ukuran huruf dan angka, sebutkan.
b. Tugas Gambar Mahasiswa
Buatlah Gambar arsiran penampang material, gambar angka dan huruf pada
satu kertas gambar ukuran A1.
c. Jadwal Kegiatan
Minggu
II
III
IV
V
VI

Topik Bahasan
Perlengkapan
Gambar
dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan
Gambar
dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan
Gambar
dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan Gambar dan
Penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar
Perlengkapan
Gambar
dan
penggunaannya; Garis dan Huruf
dalam Gambar

Metode SCL
Kuliah interatif,

Dosen
MRM

Tutorial + Peer Tutor

MRM

Tutorial + Peer Tutor

MRM

Tutorial + Peer Tutor


(PjBL)

MRM

PjBL + Assesment

MRM
MWN

e. Strategi Pembelajaran
Mata kuliah ini menggunakan metode Kuliah interatif yang dipadu dengan
metode project based learning di mana menuntut keterampilan bekerjan secara
mandiri dalam penyelesaian tugas-tugas gambar teknik , sedang kerja tim dalam
hal kekompakan dalam penyelesaian tugas. Perkembangan kemajuan tugas
dipantau oleh tutorial dan dikerjakan di studio gambar.
f. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.
1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)

19

III. Modul Assesmen SCL


EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN

No

NIM

NAMA MAHASISWA

Terampil menggunakan alat gambar,


Menyelesaikan tugas arsiran,
Penampang, Huruf dan Angka
Sesuai standar ISO (25%)
Ketuntasan
tugas
Gambar
(15%)

Kemandirian
(5%)

Kejelasan
Uraian
(5%)

BAB III PENUTUP


Berdasarkan hasil kerja //tugas gambar yang telah diselesaikan oleh mahasiswa,
diberikan penilaian berdasarkan kriteria :
1. Ketuntasan tugas gambar serta keaktifan kegiatan di studio gambar dan

asistensi

tugas
2. Kemandirian dalam membuat tugas gambar
3. Kejelasan uraian dari hasil tes kemampuan teori.
DAFTAR PUSTAKA
1. G. Takeshi Sato, N. Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar ISO,
Jakarta, Pradnya Paramita.
2. Giesecke, Mitchell, Spencer, Hill, Dygdon, Novak, 2000, Gambar Teknik, Edisi
kesebelas, Jilid I, Glora Aksara Pratama.
3. Gandung Purwanto, Drs., Tentrem Raharjo, Drs., 2001, Menggambar Teknik
Dasar, Yogyakarta, Kansius.
4. Rosmani, 2002, Buku Ajar Matakuliah Menggambar Teknik, Program Semi-QUE
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional tahun
2002, Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Unhas.

20

MODUL III
JUDUL : SISTEM PROYEKSI PANDANGAN DENGAN PROYEKSI
ORTOGONAL
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam bidang teknik pandangan suatu benda dikenal sebagai proyeksi. Proyeksi
ialah suatu pandangan yang diangankan akan digambar atau diproyeksikan kesuatu
bidang yang dikenal sebagai bidang proyeksi.
Memahami orientasi permukaan dapat membantu mahasiswa menvisualkan keenam
pandangan standar proyeksi, atau terpikir dalam 3 dimensi, karena itu merupakan
salah satu kemampuan penting buat sarjana.
Kemampuan untuk menvisualkan dan menggunakan bahasa grafik sebagai cara
berkomunikasi atau mencatat bayangan khayal merupakan yang harus ada. Oleh
karena itu, mahasiswa harus mampu membaca dan menggambar proyeksi titik, garis,
bidang pada bidang gambar dalam bentuk keenam pandangan proyeksi. Dengan
memahami proyeksi, maka mahasiswa akan dapat membaca keenam pandangan
proyeksi.
Bentuk pembelajaran pada modul ini adalah kuliah yang dipadukan dengan
Projeck Based Learning, dimana mahasiswa harus menyelesaikan tugas gambar
pandangan benda dengan proyeksi sudut pertama atau sudut ketiga, dan diharapkan
mahasiswa sudah dapat membaca gambar pandangan benda.
B. Ruang lingkup Isi
1. Proyeksi Ortogonal
2. Cara Proyeksi Ortogonal
a. Cara proyeksi sudut pertama
b. Cara proyeksi sudut ketiga
3. Perbandingan proyeksi sudut pertama dan Proyeksi sudut ketiga
4. Pandangan Detail

21

C. Kaitan Modul
Modul ini merupakan modul ke-3 yang diberikan pada minggu ke-7 sampai
minggu ke-9 setelah menyelesaikan tugas arsiran penampang, angka dan huruf,di
mana mahasiswa harus mampu membaca pandangan benda sebelum membuat tugas
proyeksi dengan cara proyeksi eksonometri.
D. Sasaran Pembelajaran modul
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu
1.

Membaca gambar pandangan benda

2.

Menyelesaikan tugas gambar dengan cara proyeksi sudut pertama atau


proyeksi sudut ketiga.

3.

Menjelaskan perlengkapan gambar dan kegunaannya serta fungsi dari garisgaris gambar.
BAB II PEMBELAJARAN

I. MATERI PEMBELAJARAN
A. Proyeksi Ortogonal
Proyeksi ortogonal pada umumnya tidak memberikan gambaran lengkap dari
benda hanya dengan satu proyeksi saja, oleh karena itu diambil beberapa bidang
proyeksi. Biasanya diambil tiga bidang tegak lurus, dan dapat ditambah dengan
bidang bantu di mana diperlukan. Bendanya diproyeksikan secara ortogonal pada
tiap-tiap bidang proyeksi untuk memperlihatkan benda tersebut pada bidang-bidang
dua dimensi. Dengan menggabungkan gambar-gambar proyeksi tersebut dapatlah
diperoleh gambaran jelas dari benda yang dimaksud. Cara penggambaran demikian
disebut proyeksi ortogonal.
Ada 4 ciri penting proyeksi ortogonal, yaitu:
1.

bendanya, di mana bayangan benda akan diproyeksikan yaitu berupa titik,


garis, bidang atau solid.

2.

Bidang proyeksi atau bidang gambar, pada ruang bayangan benda dibentuk.

3.

Proyeksi atau sinar-sinar sejajar yang tegak lurus bidang gambar.

22

4.

proyeksi bayangan atau ortografik dibentuk benda pada bidang-bidang


proyeksi.

B. Cara Proyeksi Ortogonal


Gambar-gambar pandangan pada umumnya digambar menurut cara proyeksi
kuadran I (proyeksi Eropa) atau cara proyeksi kuadran III (proyeksi Amerika) atau
menurut Sato et all disebut proyeksi sudut pertama (peroyeksi eropa) dan proyeksi
sudut ketiga (proyeksi amerika).
1. Cara Proyeksi Sudut Pertama
Jika sebuah benda diletakkan didalam sebuah kotak, dimana pandangan depan
benda digambarkan pada sisi kotak dibelakang benda, pandangan kanan benda
diproyeksi pada sisi kiri kotak, pandangan kiri benda diproyeksi pada sisi kanan
kotak, pandangan atas benda diproyeksi pada sisi bawah kotak, dan pandangan bawah
benda diproyeksi pada sisi atas kotak, pandangan belakang benda diproyeksi pada
bagian depan kotak. Artinya pandangan benda diproyeksikan pada bidang belakang
menurut penglihatan kita.
Jadi proyeksi sudut pertama adalah proyeksi di mana benda gambar terletak
antara bidang gambar dengan kita yang melihat/memandang di mana pandangan
didorong menjauhi kita.
2. Cara Proyeksi Sudut Ketiga
Benda yang akan digambar diletakkan dalam kotak dengan sisi tembus pandang
sebagai bidang-bidang proyeksi. Pada tiap-tiap bidang proyeksi akan tampak gambar
pandangan benda menurut arah penglihatan
Jika sisi-sisi kotak dibuka kedepan menjadi satu bidang proyeksi, di mana pandangan
kiri diletakkan disebelah kiri, pandangan kanan diletakkan disebelah kanan,
pandangan atas diletakkan disebelah atas, pandangan bawah disebelah bawah, dan
pandangan belakang diletakkan disebelah kanan pandangan kanan.
Jadi proyeksi sudut ketiga adalah proyeksi di mana bidang gambar benda terletak
antara benda

dengan kita yang melihatnya. Untuk lebih jelasnya cara proyeksi

ortogonal ini dapat dilihat pada Sato et all,2000.

23

PAND.
BAWAH
PAND.
KANAN

PAND.
MUKA

PAND
KIRI

PAND
BELAKANG

PAND.
ATAS

PROYEKSI SUDUT I

PAND.
ATAS

PAND.
KIRI

PAND.
MUKA

PAND
KANAN

PAND
BELAKANG

PAND.
BAWAH

PROYEKSI SUDUT III

C. Perbandingan Proyeksi Sudut Pertama dan Sudut Ketiga

24

Pada dasarnya proyeksi sudut pertama dan sudut ketiga dapat Sama-sama dipakai,
sesuai standar ISO. Negara Amerika dan Jepang telah menentukan untuk memakai
proyeksi sudut pertama saja. Hal ini didasarkan atas kelebihan dari cara proyeksi ini,
yaitu:
1) Dari gambarnya, bentuk benda dapat langsung dibayangka dengan pandangan
depan sebagai patokan.
2) Gambar mudah dibaca, karena hubungan antara gambar yang satu dengan yang
lain dekat
3)

Pandangan yang berhubungan diletakkan berdekatan, oleh karena itu mudah


untuk membaca ukuran-ukurannya.

4) Mudah untuk membuat pandangan tambahan atau pandangan setempat.


D. Ringkasan
1) Menggambar huruf dan garis hendaknya memperhatikan tebal tipis serta jarak
garisnya.
2) Penggunaan garis-garis dalam gambar teknik adalah penting memperhatikan
fungsi dari garis-garis tersebut. Dalam membuat produk agar si pembaca tidak
salah membacanya.
3) Penulisan huruf standar ada yang bentuk miring dengan kemiringan 750 dan
tinggi huruf 2,5 mm sampai 20 mm.
4) Ada dua tipe ukuran huruf, yaitu tipe A dengan tebal 1/14 h dan tipe B dengan
tebal 1/10 h
II. Modul Proses Pembelajaran SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a. Kompetensi yang diharapkan, adalah :menyelesaikan tugas gambar
pandangan benda denganproyeksi sudut pertama atau sudut ketiga, dan dapat
membaca gambar
b. Pendekatan SCL : Kuliah + Projeck Based Learning
Projeck

25

1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan


kepada mahasiswa pada minggu kedua.
2. Mengulangi rumusan kompetensi III gambar teknik kepada mahasiswa
3. Menguraikan materi pembelajaran sebagai dasar/patokan dalam membuat
tugas gambar kedua.
4. Melakukan umpan balik kepada mahasiswa tentang kejelasan proyeksi
ortogonal dan cara membaca gambar.
5. Memberikan contoh penggambaran pandangan pandangan dari suatu
benda yang sederhana.
6. Meminta

kesediaan

beberapa

mahasiswa

untuk

memperlihatkan/

menggambar salah satu pandangan benda secara bergantian.


7. Mendampingi mahasiswa dalam membentuk kelompok-kelompok kecil
(3-4 orang) untuk menyiapkan benda kerja yang akan digambar pada tugas
II.
8. Meminta kepada mahasiswa untuk menyiapkan benda kerja dan
membawanya pada pertemuan minggu berikutnya.
9. Menunjukkan pandangan depan yang berbeda pada satu benda kepada tiap
anggota kelompok.
10. Tutor/pear tutor menjelaskan tata cara penyelesaian tugas kedua.
11. Dosen sebagai tutor dan pear tutor mendampingi mahasiswa dalam
menyelasaikan tugas kedua di studio gambar.
12. Tutur/pear tutor mendatangi mahasiswa yang meminta penjelasan tentang
penggambaran tugas ke meja tempat mahasiswa tersebut menggambar.
13. Memeriksa tugas gambar yang telah dibuat oleh mahasiswa.
14. Meminta mahasiswa memperbaiki tugas yang masih salah.
15. Memeriksa kembali tugas yang telah diperbaiki oleh mahasiswa.
16. Menandatangani tugas gambar Proyeksi pandangan yang sudah betul.
17. Memberikan penilaian tugas gambar proyeksi yang sudah betul.
18. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan baik
dan benar akan memperoleh nilai 15%.

26

19. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas diluar dari waktu yang telah
ditentukan akan memperoleh nilai 10%.
20. Mengecek buku asistensi mahasiswa untuk melihat keaktifan asistensi di
studio gambar.
21. Jika jumlah asistensi tugas gambar dari mahasiswa kurang/sama dengan
jumlah yang ditentukan dan gambarnya sudah baik dan benar, maka akan
memperoleh nilai tambahan 5%.
22. Jika jumlah asistensi melebihi jumlah yang telah ditentukan, maka akan
memperoleh nilai kurang dari 5%.
23. Memberikan tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari masing-masing
mahasiswa.
24. Memeriksa hasil tes tulis dari mahasiswa dan menyampaikan hasil
pemeriksaan tersebut kepada mahasiswa.
25. Mahasiswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh nilai
sebesar 5%.
26. Mengisi tabel evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran
c. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen.
2. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar
(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)
3. Menyiapkan kertas gambar ukuran A1

untuk digunakan membuat tugas

gambar I.
4. Mahasiswa harus menyelesaikan tugas pertama, untuk mengambil tugas
kedua, yaitu proyeksi pandangan benda.
5. Mahasiswa membentuk kelompok sebanyak tiga/empat orang dalam
mempersiapkan benda yang akan diproyeksikan.
6. Masing-masing

kelompok

mahasiswa

harus

membawa

benda

dan

diperlihatkan kepada tutor atau pear tutor pada saat masuk studio.
7. Mahasiswa harus mengisi absen setiap masuk studio untuk menggambar.

27

8. Mahasiswa mendengarkan uraian singkat cara membuat gambar proyeksi


pandangan benda.
9. Tutor/pear tutor menunjukkan pandangan depan yang berbeda dalam satu
kelompok.
10 Mahasiswa

mendiskusikan

keenam

bentuk

pandangan

benda

dan

menunjukkannya kepada pear tutor/tutor.


11. Masing-masing mahasiswa menggambar pandangan benda yang diatas kertas
ukuran A1 yang telah distempel.
12. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang tata letak
gambar yang harus dibuat.
13. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa didampingi
oleh tutor dan pear tutor.
14. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat tugas
gambar.
15. Masing-masing mahasiswa harus melakukan asistensi pada pear tutor yang
telah ditentukan.
16. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.
17. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah
disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
18. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya.
19. Mahasiswa menunjukkan buku asistensi untuk ditandatangani oleh dosen jika
tugas gambar telah disetujui oleh dosen.
20. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugas gambar yang telah
disetujui oleh tutor dan pear tutor untuk dilakukan penilaian.
21. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar (Bahan
Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan oleh dosen
maupun dari perpustakaan.
22. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
23. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
28

24. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis yang
telah dilakukan.

29

d. Jadwal Kegiatan
Minggu
VII
VIII
IX

Topik Bahasan
Sistem Proyeksi Pandangan
Proyeksi Ortogonal
Sistem Proyeksi Pandangan
Proyeksi Ortogonal
Sistem Proyeksi Pandangan
Proyeksi Ortogonal

Metode SCL
dengan Kuliah interatif,

Dosen
MRM

dengan Tutorial + Peer Tutor


(PjBL)
dengan Tutorial + Peer Tutor
(PjBL)

MRM
MWN

B. Modul Pegangan Mahasiswa


a. Kegiatan Mahasiswa :
1

Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen.

2.

Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar


(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)

15. Menyiapkan kertas gambar ukuran A1

untuk digunakan membuat tugas

gambar I.
16. Mahasiswa harus menyelesaikan tugas pertama, untuk mengambil tugas
kedua, yaitu proyeksi pandangan benda.
17. Mahasiswa membentuk kelompok sebanyak tiga/empat orang dalam
mempersiapkan benda yang akan diproyeksikan.
3) Masing-masing

kelompok

mahasiswa

harus

membawa

benda

dan

diperlihatkan kepada tutor atau pear tutor pada saat masuk studio.
4) Mahasiswa harus mengisi absen setiap masuk studio untuk menggambar.
8. Mahasiswa mendengarkan uraian singkat cara membuat gambar proyeksi
pandangan benda.
9. Tutor/pear tutor menunjukkan pandangan depan yang berbeda dalam satu
kelompok.
10.

Mahasiswa

mendiskusikan

keenam

bentuk

pandangan

benda

dan

menunjukkannya kepada pear tutor/tutor.


11. Masing-masing mahasiswa menggambar pandangan benda yang
diatas kertas ukuran A1 yang telah distempel.
30

12. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang tata letak
gambar yang harus dibuat.
13. Dalam penyelesaian

tugas

gambar

di studio gambar, mahasiswa

didampingi oleh tutor dan pear tutor.


14. Masing-masing mahasiswa harus melakukan asistensi pada pear tutor yang
telah ditentukan.
15. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.
16. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah
disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
17. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya.
18. Mahasiswa menunjukkan buku asistensi untuk ditandatangani olehdosen jika
tugas gambar telah disetujui oleh dosen.
19. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugas gambar yang telah
disetujui oleh tutor dan pear tutor untuk dilakukan penilaian.
20. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan

Ajar,

Jurnal,

Refernsi,

dan

lain-lain),

baik

yang

sudah

dosen

untuk

disiapkan oleh dosen maupun dari perpustakaan.


21. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
22.

Menjawab

pertanyaan

yang

telah

disiapkan

oleh

memperoleh prosentase nilai dari kompetensi ini.


23. Masing-masing

mahasiswa

menyerahkan

lembar

jawaban

dari

tes

tulis yang telah dilakukan.Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear


tutor pada saat membuat tugas gambar.
b.

Soal Latihan
1. Sebutkan jenis-jenis garis yang digunakan dalam gambar teknik.
2. Garis apa yang digunakan sebagai garis sumbu?
3. Untuk menggambarkan bagian benda yang terhalang, jenis garis manakah
yang digunakan?
4. Sebutkan 4 hal yang harus diperhatikan dalam menggambar geris menurut
standar.
31

5. Ada dua macam bentuk penulisan huruf standar, sebutkan.


6. Sebutkan tinggi huruf standar.
7. Ada 2 macam ukuran huruf dan angka, sebutkan.
c. Tugas Gambar Mahasiswa
1. Buatlah gambar pandangan benda dan letakkan sesuai dengan proyeksi sudut
ketiga atau

peroyeksi sudut pertama pada kertas gambar ukuran A1 .

2. Siapkanlah benda bersama dua orang teman dalam satu kelompok, dan
mintalah petunjuk kepada tutor/pear tutor tentang pandangan depan benda
untuk masing-masing anggota kelompok.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
VII
VIII
IX

Topik Bahasan
Sistem Proyeksi Pandangan
Proyeksi Ortogonal
Sistem Proyeksi Pandangan
Proyeksi Ortogonal
Sistem Proyeksi Pandangan
Proyeksi Ortogonal

Metode SCL
dengan Kuliah interatif,

Dosen
MRM

dengan Tutorial + Peer Tutor


(PjBL)
dengan Tutorial + Peer Tutor
(PjBL)

MRM
MWN

e. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.


1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)
III. Modul Assesmen SCL
EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
No

NIM

NAMA MAHASISWA

Menyelesaikan tugas gambar


pandangan benda dengan proyeksi
sudut pertama atau ketiga; dapat
membaca gambar (15%)
Kebenaran
Letak
pandangan
benda (5%)

Ketuntasan
Tugas (5%)

Kejelasan
Uraian (5%)

32

BAB III PENUTUP


Berdasarkan hasil kerja //tugas gambar yang telah diselesaikan oleh mahasiswa,
maka diberikan penilaian berdasarkan kriteria :
1. Ketepatan letak pandangan benda
2. Ketuntasan tugas gambar serta keaktifan kegiatan di studio gambar dan

asistensi

tugas
3. Kemandirian dalam membuat tugas gambar
4. Kejelasan uraian dari hasil tes kemampuan teori.
DAFTAR PUSTAKA
1. G. Takeshi Sato, N. Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar ISO,
Jakarta, Pradnya Paramita.
2. Giesecke, Mitchell, Spencer, Hill, Dygdon, Novak, 2000, Gambar Teknik, Edisi
kesebelas, Jilid I, Glora Aksara Pratama.
3. Gandung Purwanto, Drs., Tentrem Raharjo, Drs., 2001, Menggambar Teknik
Dasar, Yogyakarta, Kansius.
4. Moyn Marbun, 1993, Menggambar Teknik Mesin Untuk STM dan Universitas,
M2S Bandung.
5. Rosmani, 2002, Buku Ajar Matakuliah Menggambar Teknik, Program Semi-QUE
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional tahun
2002, Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Unhas.

33

MODUL IV
JUDUL : KEPALA GAMBAR DAN UKURAN GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ruang gambar dikertas gambar dibagi sedemikian rupa, sehingga gambar-gambar
yang diperlukan dari suatu benda sedapat mungkin digambarkan seluruhnya pada
kertas gambar tersebut.
Menyusun gambar benda-benda pada ruang gambar haruslah sedemikian rupa,
sehingga gambar-gambar irisan, pandangan, dan detail dapat dengan mudah dicari,
dibaca, dan dimengerti hubungannya satu sama lainnya dengan tidak mengabaikan
aturan proyeksi pandangan dan irisan yang digunakan.
Pada setiap gambar yang dibuat, senantiasa disertai dengan kepala gambar (etiket
gambar) yang ditempatkan pada sudut kanan bawah dari ruang gambar.
Kepala gambar haruslah dibubuhkan pada lembaran kertas gambar untuk
memperlihatkan hal-hal yang diperlukan untuk penamaan gambar, atau memberi
keterangan pada gambar yang telah dibuat.
Selain kepala gambar ukuran gambar juga harus dilengkapi pada setiap gambar
kerja yang telah dibuat. Tujuan penerapan ukuran pada gambar adalah agar benda
kerja dapat dilihat oleh orang lain (pekerja) yang tidak setempat dengan perencana.
Penempatan angka ukuran yang jelas dan benar sangat penting utamanya untuk
gambar-gambar kapal dan lebih khusus lagi untuk gambar konstruksi kapal, karena
konstruksi kapal mempunyai ukuran konstruksi yang berbeda-beda. Penempatan yang
kurang jelas dan tidak benar akan salah dalam penentuan ukuran konstruksi.
Bentuk pembelajaran pada modul ini adalah kuliah yang dipadukan dengan
Projeck Based Learning, dimana mahasiswa harus melengkapi tugas gambar
pandangan benda dengan kepala gambar angka ukuran dengan penempatan yang
benar sesuai standar ISO

34

B. Ruang Lingkup Isi


1. Kepala Gambar
a. posisi kepala gambar
b. Ukuran kepala gambar
2. Angka Ukuran
a. garis ukur dan garis bantu
b. Tinggi dan arah angka ukur
c. Ujung dan pangkal garis ukur
d. Cara memberi ukuran
e. Satuan angka ukur
C. Kaitan Modul
Modul ini merupakan modul ke-4 yang diberikan pada minggu ke-10 sampai
minggu ke-11 setelah menyelesaikan tugas gambar proyeksi dan sebelum membuat
tugas proyeksi benda tiga dimensi
D. Sasaran Pembelajaran Modul
Setelah mempelajari modul ini, diharapkan mahasiswa mampu menempatkan
kepala gambar dan angka ukuran dengan benar pada gambar kerja.
BAB II PEMBELAJARAN
I. MATERI PEMBELAJARAN
A. Kepala Gambar dan Ukuran Gambar
Ruang gambar dikertas gambar dibagi sedemikian rupa, sehingga gambar-gambar
yang diperlukan dari suatu benda sedapat mungkin digambarkan seluruhnya pada
kertas gambar tersebut.
Menyusun gambar benda-benda pada ruang gambar haruslah sedemikian rupa,
sehingga gambar-gambar irisan, pandangan, dan detail dapat dengan mudah dicari,
dibaca, dan dimengerti hubungannya satu sama lainnya dengan tidak mengabaikan
aturan proyeksi pandangan dan irisan yang digunakan.
Pada setiap gambar yang dibuat, senantiasa disertai dengan kepala gambar (etiket
gambar) yang ditempatkan pada sudut kanan bawah dari ruang gambar.

35

Kepala gambar haruslah dibubuhkan pada lembaran kertas gambar untuk


memperlihatkan hal-hal yang diperlukan untuk penamaan gambar, atau memberi
keterangan pada gambar yang telah dibuat.
Selain kepala gambar ukuran gambar juga harus dilengkapi pada setiap gambar
kerja yang telah dibuat. Tujuan penerapan ukuran pada gambar adalah agar benda
kerja dapat dilihat oleh orang lain (pekerja) yang tidak setempat dengan perencana.
Penempatan angka ukuran yang jelas dan benar sangat penting utamanya untuk
gambar-gambar kapal dan lebih khusu lagi untuk gambar konstruksi kapal, karena
konstruksi kapal mempunyai ukuran konstruksi yang berbeda-beda. Penempatan yang
kurang jelas dan tidak benar akan salah dalam penentuan ukuran konstruksi.
1. Kepala Gambar
Ada tiga jenis kepala gambar yang sering digunakan pada gambar-gambar teknik
yang susunan, ukuran-ukurannya, dan cara pemakaiannya sesuai ketentuan
normalisasi gambar teknik.
Posisi/peletakan kepala gambar menurut standar ISO pada sudut kanan bawah. Untuk
lembar kertas gambar dengan posisi horisontal jenis X atau posisi vertikal jenis kertas
gambar Y (hanya A4). Untuk menghemat kertas gambar yang kepala gambarnya
dicetak diperbolehkan menggunakan kertas gambar jenis X dalam posisi vertikal dan
kertas gambar jenis Y dalam posisi horisontal.

36

Gbr. 3a. Letak khusus dari


Kertas gambar
b

lembar jenis X horizontal


lembar jenis Y vertical
Gbr. 3b.Letak normal kertas gambar

Bentuk dan ukuran kepala gambar lebih jelasnya dapat dilihat pada buku bahan
bacaan.
2. Angka Ukuran
Ukuran adalah merupakan syarat utama yang sangat diperlukan untuk
menggambar secara teknis. Cara memberi tanda pada gambar pandangan atau
penampang harus dipetimbangkan jangan sampai terlalu banyak mencatat ukuran,
apalagi jika ada ukuran yang tidak perlu atau tidak masuk akal. Untuk menentukan
ukuran sebuah dimensi linier, ditarik garis-garis bantu (garis batas ukuran) melalui
batas gambar pandangan benda, dan garis ukuran ditarik tegak lurus.
a. Garis Ukur dan Garis Bantu
Sebuah garis ukur dengan mata panahnya menunjukkan besarnya ukuran dari
suatu permukaan atau garis sejajar dengan garis ukur. Garis bantu Dan garis ukur
ditarik dengan garis tipis.

37

Garis bantu ditarik sedikit melebihi kira-kira 2 mm dari garis ukur. Dibeberap
negara seperti di Amerika garis bantu tidak langsung berhubungan dengan garis
gambar tetapi dengan jarak sedikit, untuk membedakan garis gambar dengan garis
bantu (Sato et all), 2000).
Menurut Nowzir (1977), bahwa jarak dan panjang garis bantu adalah seperti pada
gambar 4.

25
30

20

50

Gambar 4. Garis Ukur dan Garis Bantu


Penenmpatan garis ukur dan perpanjangan yang benar ditunjukkan pada gambar 5.
Ukuran terpendek harus berada pada jarak paling dekat dengan garis tepi bendanya.
Garis ukur tidak boleh memotong garis perpanjangan seperti pada gambar 5b. Yang
terjadi akibat penenmpatan ukuran yang lebih pendek dibagian luar.
Garis perpanjangan diperbolehkan berpotongan, tetapi tidak boleh diperpendek.

38

20
40

30
10
30

40
30

20

40

50

20
40

Gambar 5. garis-garis ukur dan perpanjangan.


Garis sumbu, garis simetri dan garis gambar tidak boleh dipakai sebagai garis ukur
tetapi boleh dipakai sebagai garis bantu.
Garis ukur dan garis bantu tidak boleh saling memotong, kecuali bila hal tersebut
tidak dapat dihindari. Jika beberapa ukuran dinyatakan berturut-turut, garis ukur de
mikian sedapatnya harus diletakkan segaris.
Penenpatan angka ukuran yang lebih jelas dapat dilihat pada bahan bacaan
(pustaka).
b. Ujung dan Pangkal Garis Ukur
Ujung dan pangkal dari garis ukur menunjukkan di mana garis ukur mulai dan
berhenti. Ada tiga cara untuk menunjukkan ini, yaitu:
1. dengan anak panah tertutup
2. garis miring
3. titik
Tanda titik dipakai bilaman tidak cukup tempat untuk menempatkan anak panah. Hal
ini umumnya terdapat pada ukuran berantai, atau pangkal ukuran beruntun. Garis

39

miring

banyak dipergunakan dalam bidang sipil dan arsitektur. Dalam bidang

permesinan tidak dipakai.


Menurut Giesecke et all (2000), mata panah harus digambar dengan tangan, di
mana panjang dan lebarnya harus dalam perbandingan 3 : 1. Panjang anak panah
harus sama dengan tinggi angka ukur. Biasanya anak panah dibuat langsing dengan
panjang kira-kira 3 mm (1/8).
Letak anak panah yang betul dan salah dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Ujung dan Pangkal garis Ukur.


B. Satuan Angka Ukur
Didalam teknik mesin ukuran gambar ditulis dalam satuan millimeter (mm)
dengan satuan tidak dituliskan dibelakang angka ukuran. Contoh 20 mm ditulis 20.
Jika diperlukan satuan lain lambang dari satuan yang dipakai harus dituliskan
dibelakang angka ukuran, contoh , 1 dan sebagainya, untuk ukuran dalam satuan
inci. Ukuran sudut pada umumnya dinyatakan dalam satuan derajat (... 0 ). Satuan yang
lebih kecil adalah menit (...) dan detik (...), di mana 10 = 60 = 60 x 60.
C. Ringkasan

40

1. Ruang gambar di kertas gambar haruslah dibagi sedemikian rupa, sehingga


gambar-gambar yang diperlukan dari suatu benda sedapat mungkin
digambarkan seluruhnya pada kertas gambar
2. Kepala gambar harus dibubuhkan pada lembaran kertas gambar untuk
menunjukkan hal-hal yang diperlukan untuk penjelasan gambar atau memberi
keterangan-keterangan pada gambar yang telah dibuat.
3. Pemberian ukuran harus jelas agar tidak menimbulkan salah tafsir.
4. Penempatan angka ukuran harus sesuai dengan standar yang disarankan.
5. Ukuran-ukuran yang ditempatkan secara tidak benar pada gambar dianggap
sama salahnya jika angka dalam dimensi tidak benar.
6. Penulisan ukuran pada bentuk-bentuk tertentu seperti profil, garis lengkung,
jari-jari, dan sudut harus sesuai dengan standardisasi.
II. MODUL PEROSES PEMBELAJARA SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a. Kompetensi yang diharapkan : Menempatkan kepala gambar dan angka
ukuran dengan benar pada tugas gambar sesuai standar ISO
b. Pendekatan SCL : Kuliah + Projeck Based Learning
1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan
kepada mahasiswa pada minggu kedua.
2. Mengulangi rumusan kompetensi IV gambar teknik kepada mahasiswa
3. Menguraikan materi pembelajaran sebagai dasar/patokan dalam membuat
lanjutan tugas gambar kedua.
4. Melakukan umpan balik kepada mahasiswa tentang kejelasan penempatan
angka ukuran dan kepala gambar pada lembar tugas gambar.
5. Memenunjukkan beberapa contoh peletakan angka ukuran yang benar dan
yang salah.
6. Dosen sebagai tutor dan pear tutor mendampingi mahasiswa dalam
menyelasaikan tugas kedua di studio gambar dalam hal penempatan angka
ukuran pada pandangan benda.
7. Memeriksa tugas gambar yang telah dibuat oleh mahasiswa.
41

8. Meminta mahasiswa memperbaiki tugas yang masih salah.


9. Memeriksa kembali tugas yang telah diperbaiki oleh mahasiswa.
10. Menandatangani tugas gambar Proyeksi pandangan benda yang sudah betul
dan telah dilengkapi dengan angka ukuran dengan peletakan yang benar.
11. Memberikan penilaian tugas gambar peletakan angka ukuran yang sudah
betul.
12. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan baik dan
benar akan memperoleh nilai 10%.
13. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas diluar dari waktu yang telah ditentukan
akan memperoleh nilai kurang dari 10%.
14. Mengecek buku asistensi mahasiswa untuk melihat keaktifan asistensi di
studio gambar.
15. Memberikan tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari masing-masing
mahasiswa.
16. Memeriksa hasil tes tulis dari mahasiswa dan menyampaikan hasil
pemeriksaan tersebut kepada mahasiswa.
17. Mahasiswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh nilai
sebesar 5%.
18. Mengisi tabel evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran
c. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen.
2. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar
(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)
3. Melengkapi gambar pandangan benda dengan meletakkan angka ukuran
sesuai standar ISO.
4. Mahasiswa harus mengisi absen setiap masuk studio untuk menggambar.
5. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang tata letak
gambar yang harus dibuat.

42

6. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa didampingi


oleh tutor dan pear tutor.
7. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat tugas
gambar.
8. Masing-masing mahasiswa melakukan asistensi pada pear tutor yang telah
ditentukan.
9. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.
10. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah
disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
11. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya.
12. Mahasiswa menunjukkan buku asistensi untuk ditandatangani oleh dosen jika
tugas gambar telah disetujui oleh dosen.
13. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari
gambar yang telah dibuat.
14. Mahasiswa harus mengembalikan lembar jawaban dari tes tulis yang telah
dikerjakan.
15. Menerima kembali lembar jawaban yang telah dikoreksi oleh dosen.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
XI
XII

Topik Bahasan
Kepala gambar dan ukuran gambar
Peletakan angka ukuran

Metode SCL
Kuliah interatif,
Tutorial + Peer Tutor
(PjBL)

Dosen
MRM
MRM

B. Modul Pegangan Mahasiswa


a. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen.
2. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar (mistar
segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap pembersih,
dan lain-lain)

43

3. Melengkapi gambar pandangan benda dengan meletakkan angka ukuran sesuai


standar ISO.
4. Mahasiswa harus mengisi absen setiap masuk studio untuk menggambar.
5. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang tata letak
gambar yang harus dibuat.
6. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa didampingi
oleh tutor dan pear tutor.
7. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat tugas
gambar.
8. Masing-masing mahasiswa melakukan asistensi pada pear tutor yang telah
ditentukan.
9. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.
10. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah
disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
11. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya.
12. Mahasiswa menunjukkan buku asistensi untuk ditandatangani oleh dosen jika
tugas gambar telah disetujui oleh dosen.
13. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari
gambar yang telah dibuat.
15. Mahasiswa harus mengembalikan lembar jawaban dari tes tulis yang telah
dikerjakan.
16. Menerima kembali lembar jawaban yang telah dikoreksi oleh dosen
b.

Soal Latihan
1. Mengapa kepala gambar harus dibubuhkan padasetiap kertas gambar teknik ?
2. Dimana seharusnya kepala gambar itu diletakkan pada kertas gambar ?
3. Apa t ujuan penempatan angka ukuran pada gambar kerja ?
4. Garis-garis apa saja yang dibutuhkan untuk menempatkan angka ukuran >
5. Bagaimana penempatan garis ukuran dan perpanjangan yang benar pada
gambar kerja ?

44

6. Tunjukkan dengan gambar penempatan angka ukuran yang benar pada garis
ukur horisontal, vertikal, dan sudut.
7. Jika ruang antara garis bantu terlalu sempit, bagaimana menempatkan angka
ukur dan anak panahnya ?
8. Bagaimana ukuran anak panah yang benar
9. Sebutkan satuan angka ukuran yang dipakai

pada gambar teknik dan

bagaimana penulisannya ?
c. Tugas Gambar Mahasiswa
1. Lengkapilah tugas proyeksi pandangan benda dengan kepala gambar.
2. Letakkanlah angka ukuran dengan benar pada gambar proyeksi.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
X
XI

Topik Bahasan
Kepala gambar dan ukuran gambar
Peletakan angka ukuran

Metode SCL
Kuliah interatif,
Tutorial + Peer Tutor
(PjBL)

Dosen
MRM
MRM

e. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.


1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)
III. Modul Assesmen SCL
EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Menempatkan kepala gambar dan
angka ukuran dengan benar pada
tugas gambar (10%)
No

NIM

NAMA MAHASISWA
Kelengkapan
Gambar
(5%).

Ketelitian
Gambar
(5%).

BAB III PENUTUP

45

Berdasarkan hasil kerja //tugas gambar yang telah diselesaikan oleh mahasiswa,
maka diberikan penilaian berdasarkan kriteria :
1. Kelengkapan gambar baik kepala gambar maupun angka ukuran
2. Ketelitian gambar serta keaktifan kegiatan di studio gambar dan

asistensi tugas

3. Kemandirian dalam membuat tugas gambar


4. Kejelasan uraian dari hasil tes kemampuan teori.
DAFTAR PUSTAKA
1. G. Takeshi Sato, N. Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar ISO,
Jakarta, Pradnya Paramita.
2. Giesecke, Mitchell, Spencer, Hill, Dygdon, Novak, 2000, Gambar Teknik, Edisi
kesebelas, Jilid I, Glora Aksara Pratama.
3. Gandung Purwanto, Drs., Tentrem Raharjo, Drs., 2001, Menggambar Teknik Dasar,
Yogyakarta, Kansius.
4. Moyn Marbun, 1993, Menggambar Teknik Mesin Untuk STM dan Universitas,
M2S Bandung.
5. Rosmani, 2002, Buku Ajar Matakuliah Menggambar Teknik, Program Semi-QUE
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional tahun
2002, Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Unhas.

MODUL V
46

PROYEKSI AKSONOMETRI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Memahami orientasi permukaan dapat membantu mahasiswa menvisualkan
keenam pandangan standar proyeksi, atau terpikir dalam 3 dimensi, karena itu
merupakan salah satu kemampuan penting buat sarjana.
Kemampuan untuk menvisualkan dan menggunakan bahasa grafik sebagai cara
berkomunikasi atau mencatat bayangan khayal merupakan yang harus ada. Oleh
karena itu, mahasiswa harus mampu membaca dan menggambar benda dalam bentuk
tiga dimensi dengan bantuan minimal tiga buah pandangan benda.

Dengan

memahami proyeksi, maka mahasiswa akan dapat membaca gambar-gambar teknik.


Bentuk pembelajaran pada modul ini adalah kuliah yang dipadukan dengan
Projeck Based Learning, dimana mahasiswa harus menyelesaikan tugas gambar
proyeksi benda tiga dimensi, dan diharapkan mahasiswa sudah dapat membaca
gambar teknik.
B. Ruang lingkup Isi
1. Proyeksi Isometri
2. Proyeksi Dimetri
C. Kaitan Modul
Modul ini merupakan modul ke-5 yang diberikan pada minggu ke-12 setelah
menyelesaikan tugas pandangan benda, angka dan huruf, di mana mahasiswa harus
mampu membaca proyeksi benda sebelum mempelajari irisan benda.
D. Sasaran Pembelajaran modul
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu
1. Menyelesaikan gambar benda dengan proyeksi isometri atau proyeksi dimetri.
2. Menjelaskan perbedaan proyeksi isometri dan proyeksi dimetri.

BAB II PEMBELAJARAN
47

I. MATERI PEMBELAJARAN
Jika sebuah benda disajikan dalam proyeksi ortogonal, hanya sebuah bidang saja
yang akan tergambar pada bidang proyeksi. Seandainya bidang-bidang atau tepitepinya dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka tiga muka dari benda itu akan
terlihat serentak, dan gambar demikian memberikan bentuk benda seperti yang
sebenarnya. Cara demikian disebut gambar aksonometri.
Tiga bentuk proyeksi aksonometri, yaitu:
1) Isometri
2) Dimetri
3) Trimetri
Cara Proyeksi

Sudut proyeksi (o )

Skala Pendekatan
Sumbu-X
Sumbu-Y
Sumbu-Z

P. isometri

30

30

82

82

82

P. dimetri

15
35
40
20
30
30
35
45

15
15
10
10
15
20
25
15

73
86
54
64
65
72
77
65

73
86
92
83
86
83
85
92

96
71
92
97
92
89
83
86

P. Trimetri

A. Proyeksi Isometri
Untuk mendapatkan sedikit gambaran mengenai bentuk benda yang sebenarnya
pada umumnya dibuat gambar isometri, dimetri, dan trimetri, dari proyeksi
aksonometrinya. Pada proyeksi aksonometri tidak terdapat panjang sisi yang
sebenarnya dari benda yang bersangkutan.
Sumbu kemiringan sumbu X () dan sumbu Y () sama besarnya yaitu 300, cara
penggambaran terhadap sumbu X, Y dan Z digambar pada skala 0,82 akan tetapi
untuk memudahkan dalam penggambaran, biasanya sering diambil skala 1:1
(Marbun,1993).
D. Proyeksi Dimetri

48

Apabila sebuah benda digambarkedalam proyeksi isometri kadang-kadang


didaptkan beberapa buah garis menjadi berimpit atau atau beberapa bidang sering
diproyeksikan sebagai garis lurus, sehingga bentuk keseluruhan dari benda tersebut
menjadi tidak jelas. Untuk mengatasi hal tersebut, maka benda digambarkan ke
dalam bentuk proyeksu dimetri, karena kejadian seperti itu tidak ditemukan.
Cara penggambaran proyeksi dimetri menurut Marbun (1993), di mana
penggambaran ke arah sumbu X dan sumbu Y digambarkan pada skala 1:1,
sedangkan kearah sumbu Z digambarkan skala 1:2 dan sudut = 100, sudut = 400
Jadi proyeksi dimetri adalah perpendekan di dua sisi dan dua sudut dengan garis
horisontal sama.
Untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada beberapa literaturseperti pada daftar pustaka
C. Ringkasan
1. Sebuah benda disajikan dalam proyeksi ortogonal, maka hanya sebuah bidang
saja yang akan tergambar pada bidang proyeksi, dan jika bidang-bidang atau tepitepinya dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka tiga muka dari benda
akanterlihat serentak dan disebut proyeksi aksonometri.
2. Tiga bentuk proyeksi aksonometri, yaitu isometi, dimetri, dan trimetri
3. Proyeksi aksonometri tidak terdapat panjang sisi yang sebenarnya dari benda yang
bersangkutan
4.

Proyeksi isometri adalah di mana sisi benda yang terletak pada sumbu x dan
sumbu y membentuk sudut 300 terhadap garis horisontal atau ketiga sisinya sama
panjang dan saling berpotongan pada sudut yang sama pula yaitu 120o .

5. Proyeksi dimetri di mana skala perpendekan di dua sisi dan dua sudut dengan
garis horisontal sama.
6. Proyeksi trimetri di mana skala perpendekan di tiga sisi dan tiga sudut tidak sama.
II. MODUL PEMBELAJARAN SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a. Kompetensi yang diharapkan, adalah :menyelesaikan gambar benda dengan
proyeksi isometri atau dimetri dan menjelaskan perbedaan proyeksi dimetri
dan isometri
49

b. Pendekatan SCL : Kuliah + Projeck Based Learning


Projeck

1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan


kepada mahasiswa pada minggu ketiga belas.
2. Mengulangi rumusan kompetensi III dan IV kepada mahasiswa
3. Menguraikan materi pembelajaran sebagai dasar/patokan dalam membuat
tugas gambar ketiga.
4. Melakukan umpan balik kepada mahasiswa tentang kejelasan proyeksi
eksonometri dan cara membaca gambar.
5. Memberikan contoh penggambaran proyeksi isometri dan proyeksi dimetri
dari suatu pandangan benda yang sederhana.
6. Tutor/pear tutor menjelaskan tata cara penyelesaian tugas ketiga.
7. Dosen sebagai tutor dan pear tutor mendampingi mahasiswa dalam
menyelasaikan tugas ketiga di studio gambar.
8. Tutur/pear tutor mendatangi mahasiswa yang meminta penjelasan tentang
penggambaran tugas ke meja tempat mahasiswa tersebut menggambar.
9. Memeriksa tugas gambar yang telah dibuat oleh mahasiswa.
10. Meminta mahasiswa memperbaiki tugas yang masih salah.
11. Memeriksa kembali tugas yang telah diperbaiki oleh mahasiswa.
12. Menandatangani tugas gambar Proyeksi pandangan yang sudah betul.
13. Memberikan penilaian tugas gambar proyeksi yang sudah betul.
14. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan baik
dan benar akan memperoleh nilai 15%.
15. Mahasiswa yang menyelesaikan tugas diluar dari waktu yang telah
ditentukan akan memperoleh nilai 10%.
16. Mengecek buku asistensi mahasiswa untuk melihat keaktifan asistensi
di studio gambar.
17. Jika jumlah asistensi tugas gambar dari mahasiswa kurang/sama dengan
jumlah yang ditentukan dan gambarnya sudah baik dan benar, maka akan
memperoleh nilai tambahan 5%.

50

18. Jika jumlah asistensi melebihi jumlah yang telah ditentukan, maka akan
memperoleh nilai kurang dari 5%.
19. Memberikan tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari masing-masing
mahasiswa.
20. Memeriksa hasil tes tulis dari mahasiswa dan menyampaikan hasil
pemeriksaan tersebut kepada mahasiswa.
21. Mahasiswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh
nilai sebesar 5%.
22. Mengisi tabel evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran
c. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
2. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar
(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)
3. Menyiapkan kertas untuk membuat tugas gambar III.
4. Mahasiswa harus menyelesaikan tugas kedua, untuk mengambil tugas
ketiga, yaitu proyeksi isometri atau dimetri..
5. Mahasiswa harus mengisi absen setiap masuk studio untuk menggambar.
6. Mahasiswa mendengarkan uraian singkat cara membuat gambar proyeksi
isometri /dimetri
7. Masing-masing mahasiswa menggambar benda sesuai dengan pandangan
muka pada tugas gambar kedua.
8. Masing-masing mahasiswa menggambar benda proyeksi isometri/dimetri
yang diatas kertas kalkir yang telah distempel.
9. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang skala
gambar yang harus dibuat.
10. Gambar proyeksi yang telah selesai dilengkapi dengan ukuran.
11. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa
didampingi oleh tutor dan pear tutor.
12. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat tugas
gambar.
51

13. Masing-masing mahasiswa harus melakukan asistensi pada pear tutor yang
telah ditentukan.
14. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.
15. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah
disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
16. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya, dan ditandatangani oleh dosen jika tugas gambar telah
disetujui oleh dosen.
17. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugas gambar yang telah
disetujui oleh tutor dan pear tutor untuk dilakukan penilaian.
18. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
19. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
20. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
21. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis
yang telah dilakukan.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
XII

Topik Bahasan
Metode SCL
Sistem proyeksi benda dengan Tutorial + Peer Tutor
proyeksi eksonometri
(PjBL)

Dosen
MWN

B. Modul Pegangan Mahasiswa


a.

Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
6. Menyiapkan peralatan gambar yang akan digunakan untuk menggambar
(mistar segitiga 1 pasang, pinsil mekanik, mistar gambar, penghapus, lap
pembersih, dan lain-lain)
7. Menyiapkan kertas untuk membuat tugas gambar III.

52

8. Mahasiswa harus menyelesaikan tugas kedua, untuk mengambil tugas


ketiga, yaitu proyeksi isometri atau dimetri..
9. Mahasiswa harus mengisi absen setiap masuk studio untuk menggambar.
6. Mahasiswa mendengarkan uraian singkat cara membuat gambar proyeksi
isometri /dimetri
7. Masing-masing mahasiswa menggambar benda sesuai dengan pandangan
muka pada tugas gambar kedua.
8. Masing-masing mahasiswa menggambar benda proyeksi isometri/dimetri
yang diatas kertas kalkir yang telah distempel.
9. Mahasiswa dapat mendiskusikan kepada sesama praktikan tentang skala
gambar yang harus dibuat.
10. Gambar proyeksi yang telah selesai dilengkapi dengan ukuran.
11. Dalam penyelesaian tugas gambar di studio gambar, mahasiswa
didampingi oleh tutor dan pear tutor.
12. Mahasiswa dapat bertanya ke tutor/pear tutor pada saat membuat tugas
gambar.
13. Masing-masing mahasiswa harus melakukan asistensi pada pear tutor yang
telah ditentukan.
15. Mahasiswa harus memperbaiki gambar jika masih terjadi kesalahan.
15. Masing-masing mahasiswa melanjutkan asistensi ke tutor/dosen setelah
disetujui oleh pear tutor/asisten dosen.
22. Menunjukkan buku asistensi kepada dosen untuk melihat keaktifan
asistensinya, dan ditandatangani oleh dosen jika tugas gambar telah
disetujui oleh dosen.
23. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugas gambar yang telah
disetujui oleh tutor dan pear tutor untuk dilakukan penilaian.
24. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
25. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis

53

26. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
27. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis
yang telah dilakukan.
b. Soal Latihan
1. Apa perbedaan antara proyeksi ortogonal dengan proyeksi aksonometri ?
2. Ada tiga bentuk peroyeksi aksonometri, sebutkan.
3. Jelaskan perbedaan dua bentuk proyeksi aksonometri.
c. Tugas Gambar Mahasiswa
Buatlah tugas gambar proyeksi benda tiga dimensi dengan bentuk proyeksi
isometri atau proyeksi dimetri dari pandangan benda pada tugas II
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
XII

Topik Bahasan
Metode SCL
Sistem proyeksi benda dengan Tutorial + Peer Tutor
proyeksi eksonometri
(PjBL)

Dosen
MWN

e. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.


1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)
III. Modul Assesmen SCL
KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN

No

Nim

Nama
Mahasiswa

Menyelesaikan gambar benda dengan proyeksi


isometri atau proyeksi dimetri
(15%)
Ketuntasan
Ketelitian Kerapihan Kejelasan
tugas
Gambar
Gambar
Uraian
Gambar
(3%)
(2%)
(5%)
(5%)

BAB III PENUTUP

54

Berdasarkan hasil kerja //tugas gambar yang telah diselesaikan oleh mahasiswa, maka
diberikan penilaian dengan kriteria :
1. bentuk benda yang betul dengan posisi proyeksi yang dipilih
2. Peletakan angka ukuran yang benar pada benda tiga dimensi
2. Ketelitian gambar serta keaktifan kegiatan di studio gambar dan

asistensi tugas

3. Kemandirian dalam membuat tugas gambar


4. Kejelasan uraian dari hasil tes kemampuan teori.
DAFTAR PUSTAKA
1. G. Takeshi Sato, N. Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar ISO,
Jakarta, Pradnya Paramita.
2. Giesecke, Mitchell, Spencer, Hill, Dygdon, Novak, 2000, Gambar Teknik, Edisi
kesebelas, Jilid I, Glora Aksara Pratama.
3. Gandung Purwanto, Drs., Tentrem Raharjo, Drs., 2001, Menggambar Teknik Dasar,
Yogyakarta, Kansius.
4. Moyn Marbun, 1993, Menggambar Teknik Mesin Untuk STM dan Universitas,
M2S Bandung.
5. Rosmani, 2002, Buku Ajar Matakuliah Menggambar Teknik, Program Semi-QUE
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional tahun
2002, Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Unhas.

MODUL VI
55

IRISAN DAN ARSIRAN


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bentuk bagian dalam benda sering tidak dapat dilukiskan secara jelas oleh garis-garis
tak tampak (putus-putus). Oleh karena itu untuk menunjukkan bagian dalam itu dengan
cara membelah benda tersebut seperti membelah apel atau melon. Pandangan belahan
tersebut dapat digambar dan pandangannya disebut irisan.
Juru gambar menggunakan potongan/irisan untuk menyempurnakan kejelasan benda
yang kompleks jika permukaan dalamnya menghasilkan garistak tampak yang terlalu
banyak. Membuat pandangan irisan suatu kapal merupakan salah satu tugas gambar di
beberapa mata kuliah di perkapalan seperti interior desain, konstruksi kapal serta
perencanaan poros dan kemudi. Oleh karena itu perlu dipelajari agar mahasiswa tahu
bentuk-bentuk potongan/irisan benda dan jenis-jenis penampang material yang
merupakan uraian dari modul ini.
B. Ruang lingkup Isi
1. Irisan Benda
2. Cara Membuat Potongan
3. Arsiran
C. Kaitan Modul
Modul ini merupakan modul ke-6 yang diberikan pada minggu ke-13 setelah
menyelesaikan tugas proyeksi benda dengan cara proyeksi isometri atau proyeksi
dimetri

dan sebelum mempelajari menggambar dengan menggunakan komputer

(auto cad).
D. Sasaran Pembelajaran modul
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat
1. Menunjukkan arsiran penampang bagian benda yang diiris/potong.
2. Menjelaskan lima jenis irisan benda .

BAB II PEMBELAJARAN
56

I. MATERI PEMBELAJARAN
A. Irisan benda
Untuk memperoleh pandangan potongan/irisan suatu benda, maka paruhan benda
dibanyangkan dibuang dan tidak ditunjukkan di manapun kecuali pada pandangan
potongan itu sendiri. Pada pandangan potongan, luasan yang berarsir mrupakan bagian
yang telah berkontak dengan bidang potongnya. Luasan ini diarsir dengan garis tipis
sejajar yang diberi jarak secara seksama dengan bantuan mata dan susut . Penggunaan
garis arsir dalam arah yang berlawanan merupakan pertanda bagian yang berbeda. Luasan
yang berarsir selalu dibatasi seluruhnya oleh garis tepi yang tampak.
Cara membuat potongan terdiri dari :
1) Potongan dalam satu bidang
2) Potongan lebih dari satu bidang
3) Potongan separuh
4) Potongan lebih dari satu bidang setempat
5) Potongan yang diputar di tempat atau dipindahkan
6) Susunan potongan-potongan berurutan
Bentuk dari keenam potongan tersebut diatas lebih lengkapnya dapat dilihat pada daftar
pustaka terlampir.
B. Arsir
Untuk membedakan gambar potongan dari gambar pandangan, dipergunakan arsir,
yaitu garis-garis tipis miring. Kemiringan garis arsir adalah 45 0 terhadap garis sumbu,
atau terhadap garis gambar. Jarak garis arsir disesuaikan dengan besarnya gambar.
Bagian-bagian potongan yang terpisah diarsir dengan sudut yang sama.
Penampang-penampang yang luas dapat diarsir secara terbatas, yaitu hanya pada
kelilingnya saja. Garis-garis arsir dapat dihilangka untuk menulis huruf atau angka, jika
hal ini tidak dapat dilakukan di luar daerah arsi.
Lambang garis-garis arsir digunakanuntuk menandakan bahan yang spesifik.
Lambang ini menyajikan jenis bahan umum saja, seperti besi cor, kuningan, dan baja.
Selain itu dapat juga digunakan dalam gambar rakitan apabila kita ingin menandai bahan
yang berbeda, jika tidak lambang umum digunakan untuk semua elemen mesin.

57

Garis arsir haruslan tipis dan seragam dengan tebal yang sama. Harus ada kontras
yang nyata diantara tebal garis gambar yang tampak dan garis arsir. Hindari menarik garis
arsir yang tidak sampai atau melewati garis batas/tampak.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada beberapa referensi pada daftar pustaka.
II. MODUL PROSES PEMBELAJARAN SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a. Kompetensi yang diharapkan, adalah :dapat menunjukkan arsiran penampang
bagian benda yang diiris/dipotong dan menjelaskan lima jenis arsiran benda.
b. Pendekatan SCL : Kuliah interatif
Projeck

1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan


kepada mahasiswa pada minggu ketiga belas.
2. Mengulangi rumusan kompetensi V kepada mahasiswa
3. Menguraikan materi pembelajaran sebagai dasar/patokan dalam membuat
potongan/irisan benda dan garis arsiran.
4. Melakukan umpan balik kepada mahasiswa tentang kejelasan bentuk
potongan dan arsiran suatu penampang
5.

Dosen

meminta

kepada

beberapa

mahasiswa

secara

bergantian

menunjukkan sketsa bentuk potongan benda


6. Memberikan tes tulis untuk menguji kemampuan teori dari masing-masing
mahasiswa.
7. Memeriksa hasil tes tulis dari mahasiswa dan menyampaikan hasil
pemeriksaan tersebut kepada mahasiswa.
8. Mahasiswa yang menjawab pertanyaan dengan benar akan memperoleh
nilai sebesar 5%.
9. Mengisi tabel evaluasi kompetensi akhir sesi pembelajaran
c. Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
2. Masing-masing mahasiswa mencatat/mencermati uraian materi yang
diberikan.
58

3. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar


(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
4. Beberap mahasiswa menggambarkan sketsa salah satu jenis irisan benda.
5. Beberapa mahasiswa mengomentari gambar yang telah dibuat oleh
rekannya dan diminta untuk memperbaiki jika salah.
6. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
7. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.
8. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis
yang telah dilakukan.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
XII

Topik Bahasan
Potongan dan Asiran

Metode SCL
Kuliah interatif dan
Pre tes

Dosen
MWN

B. Modul Pegangan Mahasiswa


a.

Kegiatan Mahasiswa :
1. Mahasiswa mengikuti kuliah pengantar dari dosen
2. Masing-masing mahasiswa mencatat/mencermati uraian materi yang
diberikan.
3. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(Bahan Ajar, Jurnal, Refernsi, dan lain-lain), baik yang sudah disiapkan
oleh dosen maupun dari perpustakaan.
4. Beberap mahasiswa menggambarkan sketsa salah satu jenis irisan benda.
5. Beberapa mahasiswa mengomentari gambar yang telah dibuat oleh
rekannya dan diminta untuk memperbaiki jika salah.
6. Mahasiswa harus mengikuti tes tulis
7. Menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh dosen untuk memperoleh
prosentase nilai dari kompetensi ini.

59

8. Masing-masing mahasiswa menyerahkan lembar jawaban dari tes tulis yang


telah dilakukan.
b. Lembar Kerja
1. Apa pentingnya irisan/potongan suatu benda dilakukan?
2. Bagaimana cara untuk memperoleh pandangan potongan?
3. Jenis garis apakah yang digunakan untuk menunjukkan batas potongan
setempat?
4. Bagaimana perbedaan potongan diputar dengan potongan diputar dan
dipindahkan?
5. Bagaiman membedakan gambar potongan dan gambar pandangan?
6. Berapa derajad kemiringan garis-garis arsir
7. Tunjukkan (gambarkan bentuk arsiran dari bagian yang berdampingan.
c. Jadwal Kegiatan
Minggu
XII

Topik Bahasan
Sistem proyeksi benda
proyeksi eksonometri

Metode SCL
dengan Tutorial + Peer Tutor
(PjBL)

Dosen
MWN

d. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.


1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)

60

III. Modul Assesmen SCL


EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Menjelaskan 3 fungsi dari gambar
teknik dan 4 syarat membuat
gambar yang baik (5%)
No

NIM

NAMA MAHASISWA
Kejelasan
Uraian
(5%).

BAB III PENUTUP


Diakhir pemberian materi pada modul ini, mahasiswa sudah memahami bentuk
dan jenis irisan/potongan suatu benda, dan diberikan penilaian berdasarkan hasil
kerja dengan kriteria penilaian adalah ketepatan penjelasan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Gandung Purwanto, Drs. Drs. Tentrem Raharjo, Drs. Menggambar teknik Dasar,
2001, Yogyakarta, Kanisius.
2. G. Takeshi Sato, N.Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar
ISO, Jakarta, Pradnya Paramita.
3. Greseke, Mitchell, Hill,Dygdon, Novak, 2000, Gambar Teknik Jilid I, Edisi
Kesembilan, Jakarta, Erlangga.
4. Rosmani, 2002, Buku Ajar Menggambar Teknik, Program Semi QUE IV 2002,
Jurusan perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

61

MODUL VII
PENGENAKAN AUTO CAD DENGAN DASAR
DUA DIMENSI DAN TIGA DIMENSI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selain menggambar secara manual mahasiswa juga diajarkan menggambar
dengan menggunakan perangkat komputer dengan program Auto CAD, namun hanya
terbatas pada dasar-dasarnya saja, yaitu yaitu teknik dasar dua dimensi dan tiga
dimensi.
Karena gambar teknik merupakan dasar bagi semua desain, dasar bagi penelitian,
dasar untuk membuat produ, maka penguasaan gambar teknik akan membantu
mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas gambar pada matakuliah

lanjutan,

sehingga dituntut kemampuan menggambar baik secara manual maupun dengan


perangkat

komputer. Untuk mahasiswa

akan diberikan

kemampuan

dasar

menggambar dengan AutoCAD yaitu teknik dasar dua dimensi dan tiga dimensi.
Setelah mahasiswa menguasai proyeksi ortogonal mahasiswa dapat membuat gambar
dua dimensi

dan

menguasai proyeksi aksonometri, maka dengan mudah dapat

menggambar tiga dimensi dengan menggunakanAutoCAD.


Bentuk pembelajaran pada modul ini dengan kuliah interatif dan Projeck Based
Learning, dimana mahasiswa langsung membuat rancangan gambar teknik dengan
didampingi oleh tutor dan pear tutor.
B. Ruang lingkup Isi : Teknik dasar dua dimensi dan tiga dimensi.
C. Kaitan Modul

: Modul ini dilaksanakan pada minggu ke-14 sampai pada

minggu-16 sesudah memahami dan mampu membaca gambar teknik yang diberikan
pada modul sebelumnya.
D. Sasaran Pembelajaran Modul : Membuat rancangan gambar teknik dengan
menggunakan komputer

62

BAB II PEMBELAJARAN
I. MATERI PEMBELAJARAN
A. Teknik Dasar 2 Dimensi
Koordinat merupakan hal yang sagat penting dalam auto CAD, karena dengan
menguasai sistem koordinat akan memudahkan kita dalam menggambar dengan Auto
CAD. Sistem koordinat itu ada tiga,
1) Sistem koordinat Kartesian
2) Sistem koordinat Relatif
3) Sistem koordinat Polar
1. Sistem Koordinat Kartesian
Koordinat kartesian/kartesius adalah sistem koordinat yang menggunakan dua ruas
garis horisontal dan vertikal, biasanya disebut sumbu.Sumbu pertama mendatar
horisontal sebagai sumbu X dan kedua sumbu tegak (vertial) yang biasa disebut
sumbu Y. Kedua sumbu ini saling berpotongan dan tegak lurus, titik potongnya (0,0)
sebagai titik asal/pangkal.
Pemberian jarak pada sistem koordinat ini berdasarkan titik asal.
2. Sistem Koordinat Relatif
Sistem koordinat relatif adalah sistem koordinat yang mengukur jarak dari garis
tertentu. Sistem koordinat relatif mempunyai rumus @X,Y. Pada gambar terlihat letak
titik jika dipandang dari sistem koordinat relatif sebagai berikut :
a. Letak titik B adalah @2,2 terhadap titk A
b. Letak titik A adalah @-2,-2 terhadap titik B
Jika anda ingin membuat garis dari titik A ke B, rumusnya adalah @2,2. Sedangkan
jika membuat garis dari titik B ke A, rumusnya @-2,-2.
3. Sistem Koordinat Polar
Sistemkoordinat polar digunakan jika diketahui panjang garis dan sudut dari titik
asal. Sistem koordinat polar ini mempunyai rumus @panjang<sudut yang dibentuk
terhadap garis horisontal ke kanan. Sebagai contoh
a. Garis pertama @2<0.
63

b. Garis kedua @2<30.


c. Garis ketiga @4<120.

B(4,4)
C(-3,3)
A(2,2)

2.00
4.00
1200
300

2.00

B. Perintah Menggambar
Fasilitas perintah menggambar pada autoCAD terdapat pada ikon grup draw,
di mana ikon grup ini telah aktif pada waktu AutoCAD dibuka. Jika ikon grup ini
belum aktif, cara mengaktifkannya sebagai barikut:
1) Klik menu View.
2) Pilih toolbars, akan keluar kotak dialog Customize.
3) Klik pada kotak di samping kiri draw.
Grup ikon draw akan tampak pada layar.
1. Line

64

Perintah line merupakan perintah untuk membuat garis. Perintah ini dapat
dijalankan melalui keyboard atau menggunakan mouse Pilihan garis berikut akan
banyak dijumpai pada banyak gambar. Klik ikon garis

/ , kemudian titik awal dan

titik akhir akan ditanyakan, lalu masukkan nilainya (input) dengan keyboard atau
dengan pointer mouse.
a. Klik pada ikon Line
b. Klik pada area gambar
c. Ketik @5,0 lalu tekan enter
d. Ketk @ 0,2 lalu tekan Enter
e. Ketik @-5,0 lalu teka Enter
f. Ketk @0,-2 lalu tekan Enter
2. Rectangle
Rectangle adalah fasilitas perintah menggambar dalam autoCAD dengan rumus
@ X, Y, di mana X merupakan panjang sisi horisontal dan y merupakan panjang sisi
vertikal.
a. Klik kiri ikon rectangle
b. Klik kiri pada area gambar
c. Ketik @5,2 lalu Enter
3. Circle
Circle adalah salah satu fasilitas menggambar pada AutoCAD menyediakan enam
pilihan cara membuat lingkaran, yaitu:
1) Klik menu Draw
2) Pilih Circle maka akankeluar menu pull-down yang berisi;
- Center, Radius
- Center, Diameter
- 2 Point
- 3 Point
- Tan, Tan, Rad
- tan, tan, tan
Untuk menggambar tampak/penampang dalam bentuk dua dimensi selanjutnya
dapat dilihat pada Darmawan, 2005.
65

B. Teknik Dasar 3 Dimensi


1. Sistem koordinat kartesius 3D
Koordinat kartesius 3 dimensi ini merupakan dasar untuk membuat gambargambar 3D. Perbedaan koordinat kartesius 3D dan 2D, yaitu hanya menambahkan
sumbu Z-nya setelah sumbu X dan Y.
2. Sistem koordinat Relatif 3D
Koordinat relatif 3D pada dasarnya sama dengan koordinat relatif 2D,
perbedaannya pada koordinat relatif 3d ada sumbu Z.
3. Bangun 3D
Pada penggambaran AutoCAD bangun 3D, dibedakan menjadi dua, yaitu
bangun 3D padat danbangun 3D permukaan (surfaces). Pada bangun 3D padat,
objek dapat ditambah maupun dikurangi. Sedangkan bangun 3D permukaan tidak
dapat ditambah maupun dikurangi.
a. Bangun 3D Padat (Solid)
Bangun 3D padat adalah objek pejal, yaitu objek yang mempunyai volume
didalamnya. Pada AutoCAD, perintah membuat bangun 3D padat tersedia dalam
Toolbar Solids, di mana terdapat kumpulan ikon perintah untuk membuat objek 3D
padat. Cara mengaktifka toolbar solids sebagai berikut:
1) Klik menu View lalu pilih Toolbar maka akan muncul kotak dialog Customize
2) Klik pada kotak disebelah kiri Solids, maka akan muncul Toolbar Solid.
b. Bangun 3D Permukaan (Surfaces)
Bangun 3D permukaan adalah objek 3D di mana objek tersebut tidak padat dan
hanya terdiri atas bidang-bidang sisi. Oleh karena hanya terdiri atas lembaran
bidang, maka objek tersebut tidak dapat dipotong maupun digabungkan dengan
objek 3D lain. Perintah 3D permukaan ini tergabung dalam Toolbar Surfaces.
Cara mengaktifkannya adalah:
1) Klik menu View lalu pilih Toolbar maka akan muncul kotak Customize.
2) Klik pada kotak di sebelah kiri Surfaces, maka akan muncul toolbar Surfaces
66

AutoCAD menyediakan perintah membuat suatu permukaan 3D, di mana


permukaan itu terdiri atas segmen-segmen segi empat yang menyerupai jaring.
Untuk jumlah segmen itu dapat diubah dengan perintah Surftab 1 dan surftab 2.
Surftab 1 mengatur jumlah segmen sepanjang tepi 1, dan Surftab 2 mengatur
jumlah segmen tepi 2. AutoCAD merujuk arah tepi 1 sebagai m dan arah tepi 2
sebagai arah tepi n. Kedua arah tersebut secara terpisah dapat digambarkan sebagai
sumbu X dan Y jaring, di mana m menjadi sumbu X dan n menjadi sumbu Y. Pada
keadaan default, nilai surftab adalah 6.
Cara mengubah nilai surftab:
1) Klik Surftab 1 lalu Enter
2) Ketik 12 lalu Enter
3) Ketik Surftab 2 lalu Enter
4) Ketik 24 lalu Enter
Untuk penggambara secara lengkap uraiannya dapat dilihat pada buku refernesi
yang dirujuk pada daftar pustaka.
II. MODUL PROSES PEMBELAJARAN SCL
A. Modul Pegangan Tutor
a. Kompetensi yang diharapkan, adalah :membuat rancangan gambar teknik
dengan menggunakan komputer.
b. Pendekatan SCL : Kuliah interatif
Projeck

1. Mempersiapkan materi dan rencana pembelajaran yang akan diberikan


kepada mahasiswa pada minggu keempat belas.
2. Pemberian materi langsung dilakukan di laboratorium komputer.
3. Mengulangi rumusan kompetensi VII kepada mahasiswa
4.

Menguraikan

materi

pembelajaran

sebagai

dasar/patokan

dalam

menggambar dengan AutoCAD


5.

Melakukan

umpan

balik

kepada

mahasiswa

tentang

kejelasan

penggambaran 2 dimensi dan 3 dimensi

67

6. Memberikan latihan AutoCAD kepada mahasiswa dibantu oleh pear tutor


dilaboratorium komputer.
7. Memberikan tes akhir AutoCAD kepada mahasiswa.
8. Memeriksa hasil tes dari mahasiswa dan menyampaikan hasil pemeriksaan
tersebut kepada mahasiswa
9. Mengisi tabel evaluasi akhir sesi pembelajaran.
c.

Kegiatan Mahasiswa
1.

Mahasiswa mengikuti pengantar dari tutor/pear tutor

2. Masing-masing mahasiswa mencatat/mencermati uraian materi yang


diberikan
3. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(bahan ajar, Jurnal, Referensi, dan lain-lain)
4. Mahasiswa mengikuti latihan AutoCAD di laboratorium komputer
5. Mahasiswa harus mengikuti tes akhir praktikum
6. Mahasiswa menyerahkan hasil rancangan berupa hard copy yang telah
digambar dengan Auto CAD
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
XIV

Topik Bahasan
Metode SCL
Pengenalan AutoCAD dengan Tutorial + Peer Tutor
pengenalan teknik 2D dan 3D
(PjBL)

Dosen
MWN

B. Modul Pegangan Mahasiswa


a. Kegiatan Mahasiswa
1. Mahasiswa mengikuti pengantar dari tutor/pear tutor
2. Masing-masing mahasiswa mencatat/mencermati uraian materi yang
diberikan
3. Melakukan aktifitas pembelajaran mandiri dari sumber-sumber belajar
(bahan ajar, Jurnal, Referensi, dan lain-lain)
4. Mahasiswa mengikuti latihan AutoCAD di laboratorium komputer
5. Mahasiswa harus mengikuti tes akhir praktikum

68

6. Mahasiswa menyerahkan hasil rancangan berupa hard copy yang telah


digambar dengan Auto CAD
b. Soal-Soal Latihan
1. Membuat Line dan Circle dengan latihan membuat rumah sederhana
2. Latihan membuat lingkaran dengan hasil modify dari trim dan extrd
3. Membuat kapsul dengan champer untuk mengubah sudut menjadi garis
dan fillet mengubah sudut menjadi busur
4. Membuat etiket dengan offset yaitu memperbanyak objek (fungsi copy)
5. Membuat roda gigi dengan meggunakan Array untuk multi copy, rotate
untuk memutar, mirrow untuk pencerminan., dan move digunakan untuk
memindahkan objek.
6. Membuat tugas gambar pandangan benda dengan penempatan sesuai
proyeksi sudut pertama atau sudut ketiga.
7. Membuat gambar benda tiga dimensi sesuai dengan proyeksi
aksonometri.
d. Jadwal Kegiatan
Minggu
XIV

Topik Bahasan
Metode SCL
Pengenalan AutoCAD dengan Tutorial + Peer Tutor
pengenalan teknik 2D dan 3D
(PjBL)

Dosen
MWN

e. Bahan Bacaan dan sumber informasi lainnya.


1. Referensi/Buku Ajar
2. Nara sumber (Dosen Pengampuh)
III. MODUL ASSESMEN
EVALUASI KOMPETENSI AKHIR SESI PEMBELAJARAN
Membuat rancangan gambar teknik
dengan menggunakan
komputer (20%)
No

NIM

NAMA MAHASISWA
Kecepatan

Ketepatan

Kreativitas

69

Menggambar
(5%).

Menggambar
(10%).

(5%).

BAB III PENUTUP


Berdasarkan hasil kerja /tugas gambar yang telah diselesaikan oleh mahasiswa, maka
diberikan penilaian dengan kriteria :
1. bentuk benda yang betul dengan posisi proyeksi yang dipilih
2. Kecepatan dan ketepatan menggambar.
3. Keaktifan mengikuti latihan di laboratorium konputer
4. Kemandirian dalam membuat tugas gambar
5. Kreatifitas dalam membuat bentuk-bentuk latihan
DAFTAR PUSTAKA
1. G. Takeshi Sato, N. Sugiarto.H, 2000, Menggambar Mesin Menurut Standar ISO,
Jakarta, Pradnya Paramita.
2. Moyn Marbun, 1993, Menggambar Teknik Mesin Untuk STM dan Universitas,
M2S Bandung.
3. Rosmani, 2002, Buku Ajar Matakuliah Menggambar Teknik, Program Semi-QUE
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional tahun
2002, Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Unhas.
4.

Darmawan Joko, 2005, Buku Latihan AutoCAD 2002, PT Elex Media


Komputindo, Jakarta

70

71