Anda di halaman 1dari 4

Ketentuan penting

Disosiasi anastesi umum; juga mengahambat reseptor-NMDA agar menambah fungsi untuk
mengotrol rasa sakit.
Kontradiksi : Sebelumnya terjadi hypersensitivitas, hewan yang digunakan untuk konsumsi
manusia, peningkatan tekanan intraocular, ato luka terbuka yang lebar, prosedur yang melibatkan
faring, laring atau trachea
Kontradiksi yang berhuhubungan : kehilangan darah signifikan, hipertermia malignan,
peningkatan tekanan intraocular, ataou luka terbuka yang luas.
Kausa: hypertensi signifikan, gagal jantung, aneurisma arterial, insufisiensi hati atau renal,
gangguan kejang.
Efek merugikan : hipertensi, hipersalivasi, penekanan respirasi, hyperthermia, muntah,
vokalisasi, recoveri diperpanjang dan tak menentu, dyspnea, gerakan kejang terhentak. Kejang,
tremor otot, hipertonisistas, opistotonos dan kegagalan jantung, rasa sakit setelah injeksi IM
mungkin terjadi
Mata kucing tetap terbuka setelah pemberian ketamine; lingungi
Meminimalisir paparan penangan atau kebisingan selama periode recovery, tetapi harus
dimonitor dengan cukup
Interaksi obat
Kimia : Congener dari phencyclidin, ketamin HCL terbentuk sebagai bubuk crystalline putih.
Titik didihnya antara 238-261oC, mempunyai karakteristik bau, dan akan terbentuk endapan
bebas pada pH tinggi. Satu gram ketamine dapat larut dalan 5ml air dan 14ml alkohol. pH dari
opinjeksi yang tersedia secara komersial adalah antara 3,5-5,5.
Penyimpanan/Stabilitas/Kompabilitas : Ketamin dapat bercampur dengan air yang steril,
D5W, dan saline normal. Untuk kebutuhan pelarutan, secara fisik ketamine cocok dengan
xylazine dalam satu wadah syringe yang sama. Jangan mencampur ketamin dan barbiturat atau
diazepam pada kantung IV yang sama, karena mungkin akan terjadi endapan.
Farmakologi : Ketamin adalah anastesi general dengan efek yang cepat dan juga memiliki
aktifitas anastetik yang signifikan dan efek menekan pembulih darah pulmonum yang rendah,
diduga menginduksi masing-masing anastesi dan amnesia dengan menggangu CNS dengan cara
overstimulasi CNS atau menginduksi tahap kataleptik. Ketamin menghambat GABA dan juga
dapat mengahambat serotonin, norephineprin dan dopamine ketika mengaktifkan system limbik.
Hal ini juga menginduksi tahap anastesi I dan II, tetapi tidak pada tahap III. Pada kucing hal ini
menyebabkan sedikit efek hipotermik saat tempertatur tubuh menurun dengan rataan penurunan
1,6oC setelah pemberian dosis terapeutik.
Efek pada tonus otot dideskripsikan bervariatif, tetapi ketamine umumnya menyebabkan
adanya perubahan atau peningkatan tonus. Ketamin tidak menghentikan reflek pinal atau pedal
maupun photic, korneal, laryngeal atau pharyngeal.

Ketamin tidak menyebabkan tekanan pada respirasi secara siginifikan pada dosis normal.
Tetapi pada dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan penurunan jumlah respirasi. Pada
manusia dengan penyakit asma ketamin menyebabkan penyempitan resistensi jalur udara.
Dosis/indikasi : Ketamin telah disetujui untuk penggunaan pada manusia, primate sub-human
dan kucing. Walaupun ini telah digunakan digunakan terhadap banyak spesies yang lain (lihat
sesi dosis). Indikasi yang diperbolehkan untuk kucing meliputi, untuk restrain, agen anastesi
untuk tujuan diagnostic atau prosedur bedah yang cepat dan tidak membutuhkan relaksasi otot
skelet. Pada primat subhuman digunakan untuk restrain. Ketamin dapat menghambat reseptor
NMDA pada CNS dan dapat menurunkan efek wind-up. Terdapat peningkatan ketertarikan
penggunaan untuk mencegah kesakitan berlebih terkait dengan operasi atau stadium penyakit
kronik.
Farmakokinetik : Setelah injeksi IM pada kucing. Level tertinggi terjadi pada kira-kira menit
kesepuluh. Ketamin didistribusikan keseluruh jaringan tubuh dengan sangat cepat, dengan
tingkat kecepatan tertinggi ditemukan di otak, hati, paru-paru, dan lemak. Pengikatan protein
plasma kira-kira 50% pada kuda, 53% pada anjing, dan 37,5% pada kucing.
Obat ini dimetabiolisme terutama pada hati dengan demetilasi dan hidroksilasi dan
metabolit ini turut bersama dengan ketamine yang tidak berubah dieliminasi di urine. Ketamin
akan menginduksi enzim hepatik mikrosomal, tetapi muncul sedikit signifikansi klinis terkait
dengan efek ini. Eliminasi dari kucing, sapi, dan kuda yang masih muda kira-kira 1 jam, pada
manusia sekitar 2-3 jam. Seperti pada thiobarbiturat, redistribusi dari ketamine diluar dari CNS
merupakan factor yang lebih menentukan durasi anastesi daripada eliminasi pada umur muda.
Peningkatan dosis mengakibatkan durasi dari anastesi akan meningkat tetapi tidak pada
intensitasnya.
Kontraindikasi/Ttindakan Pencegahan : Ketamin memiliki kontraindikasi pada pasien yang
memperlihatkan gejala reaksi hypersensitifitas terhadap sediaan ini dan pada hewan yang
dikonsumsi manusia. Penggunaan pada manusia yang mengalami hypertensi signifikan, gagal
jantung dan aneurisma arterial dapat beresiko. Pebrikan memperingatkan penggunaan terhadap
insufisensi hati atau ginjal. Tetapi pada manusia dengan insufisiensi ginjal telah
didemonstrasikan bahwa durasi dari kerjanya tidak boleh diperpanjang. Karena ketamin tidak
memberikan relaksasi otot yang baik. Hal ini menjadi kontraindikasi ketika digunakan sendiri
pada saat operasi mayor.
Ketamin dapat menyebabkan peningkatan tekanan CSF dan harus dicegah dalam
penggunaan pada kasus dengan peningkatan tekanan atau trauma di bagian kepala telah terjadi.
Karena ini memiliki potensi epileptognik, umumnya ini tidak digunakan(kecuali dengansangat
berhati-hati) pada hewan dengan kelainan kekejangan yang pernah terjadi sebelumnya. Seperti
myelografi dapat menimbulkan kekejangan, ketamin harus digunakan lebih berhati-hati dalam
prosedur ini.

Ketamin dianggap secara relative berkontraindikasi ketika terjadi peningkatan tekanan


intra-ocular atau adanya luka terbuka yang luas, dan pada prosedur yang melibatkan faring,
laring, atau trachea. Hewan yang telah kehilangan jumlah darah secara signifikan mungkin
membutuhkanpenurunan dosis ketamin secara signifikan.
Ketika ketamine dapat digunakan secara aman pada manusia dengan hyperthermia
malignan, penggunaanya pada hewan rentan terhadap kontroversi tersebut. Pasien dangan kasus
hipertiroid (dan yang menerima pengganti hipertiroid exogenus) mungkin rentan terhadap
pengembangan hipertensi hebat dan takikardia ketika diberikan ketamin. Signifikansi dokter
hewan terhadap masalah potensial ini masih belum diketahui.
Mata kucing akan tetap terbuka setelah pemberian ketamin, dan harus dilindungi dari
luka dengan penambahan lubrikan opthalmik (e.g. Lacri-Lube) dan harus diaplikasikan untuk
mencegah kekeringan berlebih pada kornea.
Untuk meminimalisir kejadian dari reaksi yang timbul, direkomendasikan untuk
meminimalisir paparan terhadap handling atau suara keras saat periode recoveri. Monitoring
tanda-tanda vital harus tetap dilakukan saat fase recovery.
Karena ketamin dapat meningkatkan tekanan darah, berhati-hati dalam kontrol dalam
hemoragi post operasi (e.g. pemotongan kuku) harus dilakukan. Tidak perlu untuk mempuasakan
dari makanan dan minuman untuk operasi, tetapi untuk beberapa prosedur, direkomendasikan
untuk tidak memberi makan selama 6 jam sebelum operasi.
Reproduksi/Keselamatan perawatan : Pada manusia, FDA pada obat dikategorikan C untuk
penggunaan pada masa kehamilan (Pembelajaran pada hewan memperlihatkan sebuah efek
merugikan pada fetus, tetapi tidak ada studi yang mencukupi pada manusia; atau tidak ada studi
terhadap reproduksi hewan dan tidak ada studi yang cukup pada manusia.) Pada evaluasi sistem
terpisaj terhadap keamanan obat pada anjing dan kucing bunting. (Papich, 1989), obat ini
dikategorikan sebagai kelas B (Aman jika digunakan secara berhati-hati, study di laboratorium
hewan mungkin tidak memiliki resiko yang sama, tetapi obat ini terlihat aman pada anjing dan
kucing atau obat ini aman jika mereka tidak dikelola saat hewan dekat dengan masanya).
Tidak ada informasi spesifik terhadap laktasi yang ditemukan.
Efek kerugian/ Bahaya : Pada spesies yang disetujui, reaksi kerugian telah di daftarkan oleh
pabrik. depresi pernafasandiikuti dengan dosis yang tinggi, emesis, vokalisasi,persembuhan
lama dan tak menentu, dyspnea, spasmus terhentak dalam pergerakan,konvulsi, tremor otot,
hipertonisitas, opistotonos dan gagal jantung. Pada kucing, hentakan myoklonik, dan/atau
konvulsi tonik/klonik dapat diatur oleh barbiturat dengan aksi sangat pendek atau acepromazine;
obat terakhir ini harus diberikan secara intravena, hati-hati dan perlahan, agar efeknya timbul
(kira-kira 1/6 sampai 1/4 dari dosis normal mungkin dibutuhkan). (Package insert; Ketaset-Fort
Dodge)
Serangan telah dilaporkan terjadi sampai 20% pada kucing dengan pemberian ketamin
sebagai dosis terapeutik. Penggunaan diazepam disarankan sebagai terapi jika diperlukan. Juga

dilaporkan sangat jarang menyebabkan variasi efek lain terhadap CNS (efek lemah CNS
terhadap kebutaan dan kematian) ketamin sudah didokumentasikan menyebabkan hepertermia
pada kucing ; dosis rendah dari acepromazine (0.01-0,02 mg/kg IV) mungkin berkurang.
Laporan anekdot dari ketamin menyebabkan CHF akut pada kucing, dengan penyakit jantung
lemah hingga sedang telah dilaporkan.
Kesakitan setelah pemberian IM mungkin terjadi.
Untuk mengurangi kejadian hipersalivasi dan tanda autonom lainnya atropin atau
glycopyrrolate sering kali diatur.