Anda di halaman 1dari 2

EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA

St.37 DALAM MEDIUM ASAM SULFAT


Yulia Risandi, Emriadi, dan Yeni Stiadi
Laboratorium Elektrokimia/Fotokimia Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Andalas

RESUME

Dalam jurnal ini dilakukan suatu penelitian yang digunakan untuk mengetahui daya
inhibisi ekstrak daun pepaya terhadap laju reaksi korosi baja dalam larutan asam sulfat. Ekstrak
pepaya merupakan inhibitor yang baik dan berpotensi sebagai inhibitor karena mengandung
gugus fungsi COOH, -OH, dan NH2 dalam molekulnya yang kaya akan pasangan elektron
bebas.
Ekstrak pepaya yang digunakan didapat dari hasil maserasi daun pepaya kering dengan
menggunakan methanol. Selain itu dibuat juga larutan medium korosif dari H2SO4 dengan
menggunakan 5 variasi konsentrasi. Kemudian 2 dari 5 konsentrasi medium korosif dicampurkan
dengan ekstrak pepaya yang konsentrasinya sudah divariasikan. Baja yang sudah dihaluskan dan
dibersihkan kemudian direndam dengan campuran medium korosif H2SO4 dan ekstrak pepaya.
Kemudian dilakukan pengukuran polarisasi potensiodinamik, analisa fotooptik dan penentuan
energi aktivasi.
Berdasarkan

hasil

penelitian

dalam

jurnal ini, didapatkan bahwa semakin tinggi


konsentrasi medium korosif

H2SO4, maka

semakin tinggi laju korosi yang dihasilkan. Hal


ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah ion
agresif H+ dalam larutan yang mendegradasi
baja tersebut. Dengan adanya penambahan ion
Cl- kedalam medium korosif, laju korosi pada
baja mengalami sedikit penurunan. Penurunan
laju

korosi

tersebut

dikarenakan

adanya

penyerapan ion Cl- oleh permukaan baja terhadap


penyerangan ion agresif H+, sehingga laju korosi
yang dihasilkan lebih rendah dari laju korosi pada
penambahan ion Cl-.
Nilai laju korosi semakin berkurang
dengan meningkatnya konsentrasi dari ekstrak
daun pepaya dan campuran ekstrak daun pepaya
dengan ion Cl-. Hal ini disebabkan adanya
adsorpsi molekul dari ekstrak daun pepaya dan
ion Cl- pada permukaan baja yang menghalangi
serangan dari ion agresif H+ yang ada pada
medium, namun penurunan laju korosi tidak terlalu signifikan.
Pada analisa fotooptik diketahui bahwa baja masih belum terkorosi karena belum adanya
interaksi dengan medium korosif H2SO4. Hal ini dapat dilihat dari bentuk permukaan baja yang
tidak berlubang dan tidak berpori. Gambar 9(b) merupakan foto permukaan baja yang telah
direndam dengan H2SO4 1,5 N. Baja tersebut mengalami korosi yang ditandai dengan
terdapatnya karat yang berwarna coklat dan kerusakan pada permukaan baja dengan
terbentuknya lubang-lubang besar.
Hal ini disebabkan oleh adanya
interaksi dari H+ pada permukaan
baja. Gambar 9(c) dapat terlihat
bahwa lapisan permukaan baja yang
direndam dalam medium korosif
yaitu H2SO4 1,5 N dengan adanya
penambahan ekstrak daun pepaya
1,5% tidak mengalami kerusakan
yang lebih dibandingkan baja yang
direndam dengan medium korosif saja.
Penentuan energi aktivasi dimaksudkan untuk mengetahui bahwa dengan adanya ekstrak
reaksi sulit berlangsung dan ini memperlihatkan terjadi inhibisi pada permukaan baja.