Anda di halaman 1dari 4

Bab ini secara garis besar membahas tentang suatu cara untuk pengujian dan

penggunaan secara lebih spesifik dari suatu aggregate crused rock sebagai dasar dari sebuah
jalan. Umumnya, aggregate crused rock ini digunakan sebagai permukaan dari jalan dan juga
untuk menyeimbangkan jalan kereta yang sebagaimana diketahui menggunakan batu-batu
kerikil.
Sampel agregat dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:
1. Continuous samples, yaitu seperti rock spall ataupun drillcore diambil seluruh
lebar atau kedalamannya.
2. Type samples, yaitu merepresentasikan kemungkinan variasi dari pecahanpecahan suatu ukuran produk. Sampel haruslah sangat besar, sekitar 100-400
Kg.
3. Typical samples, yaitu sampel yang lebih umum dan kecil
Suatu properti geomekanikal dari dari batuan induk tidaklah begitu penting dalam
evaluasi agregat. Ini karena agregat adalah suatu particulate material sehingga massa menjadi
lebih relevan dibanding fragmen individual.
Syarat dari prosedur pengujian :
1. Sebelumnya, sudah banyak dimanfaatkan dan juga sudah diterima sebagai
suatu tes dengan kondisi pengujian dengan peralatan yang standar.
2. Kondisi saat pengujian haruslah hampir sama dengan lapangan seperti adanya
kondisi pelapukan karena cuaca.
3. Hasil yang ada haruslah sama dan juga dapat dianalogikan
4. Pengujian ini haruslah dilakukan dengan biaya yang seminim-minimnya atau
ekonomis.
Intact strength dari suatu agregat batuan induk diukur oleh UCS, dites pada sampel
dengan diameter 50 mm dan panjang 120 mm. Ini disebut crushing strength. Elastic modulus
dari suatu intact rock berguna sebagai factor dari 2 turunan parameter yaitu modulus ratio dan
toughness. Kekerasan adalah property mineral dibanding dengan intact rock, yang biasanya
terdiri dari banyak mineral. Densitas, porositas dan absorbsi air adalah properti yang saling
berhubungan. Ketiga properti ini saling mempengaruhi satu sama lain dalam intact rock.
Aggregate sizing dilakukan pada keadaan kering menggunakan standard sieves dengan
aperture yang memiliki ukuran dari 40 mm hingga 0.075 mm. Grading, berasosiasi dengan

distribusi ukuran butir yang menjadi produk akhir dari sieving process. Ada 3 tipe dari PSD
yaitu dense-graded, open-graded, dan gap-graded. Sementara itu, distribusi ukuran butir
direpresentasikan oleh kurva grading.
Pada campuran agregat yang ideal, partikel-partikel haruslah berdimensi sama dan
angular tapi tidak spherical. Derajat dari perubahan bentuk kubik disebut flakiness index
dimana persentase berat partikel memiliki dimensi 0.6 kali lebih sedikit dari rata-rata. Namun
ditemukan bahwa pada butiran, terdapat butiran yang misshape. Penyebab kenapa butiran
tersebut misshapen adalah:
1. Butiran berbentuk flaky cenderung mudah untuk terlepas dari aspal karena
kontak dengan bahan-bahan yang mengikatnya.
2. Butiran yang berbentuk elongated cenderung mudah hancur karena
fleksibilatsnya yang rendah sehingga campuran yang dihasilkan menjadi lebih
halus daru umumnya.
3. Bentuk misshapen pada suatu campuran konkret akan menyebabkan campuran
tersebut untuk sulit dikompakkan.
4. Bentuk-bentuk flaky memiliki berbagai sifat seperti dapat menyatukan rongga
rongga yang ada atau bahkan melemahkannya.
Properti permukaan dari agregat mengandung semua faktor yang mempengaruhi
cement paste dan agregat dalam konkret. Tekstur dari permukaan, merupakan fungsi dari
ukuran butir mineral dan rock fabric. Batuan beku dengan butir halus cenderung memiliki
pecahan permukaan yang halus juga, sementara yang berbutir kasar cenderung memiliki
pecahan permukaan yang keras juga.
Suara atau soundness dari suatu agregat adalah paremeter pelapukan yang biasa
digunakan dalam suatu bidang keteknikan. Parameternya adalah jika suatu batuan memiliki
nada yang tinggi ketika dipukul oleh suatu batu, maka batuan tersebut dikatakan memiliki
kualitas yang tinggi.
Dalam suatu proses pengerasan untuk jalan, tingkat kekerasan diartikan sebagai suatu
titik yang tertekan dan menjadi semakin luas yang disebabkan oleh adanya agregat yang
hancur dan disusun kembali menjadi suatu padatan.

Suatu pengujian yang dinamakan pengujian triaxial menggunakan metode yang


dimana material-material dipisahkan untuk diberi stimulasi suatu ikatan perulangan, berat
jenis dan kelembaban.
Pengujian triaksial berbeda dengan metode yang digunakan untuk memisahkan
material yang dapat menstimulasikan ikatan perulangan, variasi kelembaban dan densitas.
Metode rutin dari aggregate dan roadbase meliputi beberapa tes resistansi penghancuran.
Biasanya, suatu uji dengan ilmu petrologi ataupun petrografi belumlah bagian dari tes
yang umum dilakukan. Hanya saat adanya kerusakn agregat barulaj ilmu ini dipakai untuk
mengamati kerusakannya. Batuan yang sering dipakai untuk tambang adalah basalt dan asam
volkanik dan juga tubuh intrusi.

MATA KULIAH GEOLOGI BAHAN KONSTRUKSI


PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

Tugas: Resume Aggregate and Roadbase Testing

NAMA

: Dhaneswara Mandrasa

NIM

: 12011044

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2013