Anda di halaman 1dari 24

TINEA KORPORIS

DISUSUN OLEH :
1. FEADLY LOUPATTY

2008-83-005

2. MIFTAHUL JANNAH TATUHEY

2008-83-031

3. SVETLANA J. LAINSAMPUTTY

2008-83-044

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny. D

RM

: 02 92 35

Tanggal Lahir/Umur : 62 Tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jl. Sahabat

Agama

: Islam

Tanggal MRS

: 22 Mei 2014

ANAMNESIS
Anamnesis: Autoamnesis
Keluhan utama: Gatal di ketiak kanan
Anamnesis terpimpin:
Pasien datang ke poliklinik kulit kelamin RS Wahidin Sudirohusodo dengan keluhan gatal di ketiak
kanan sejak 1 minggu sebelum MRS. Gatal dirasakan terus menerus, memberat terutama saat
berkeringat. Keluhan gatal ini, awalnya dirasakan hanya pada daerah ketiak kanan saja namun lama
kelamaan meluas sampai ke samping payudara kanan. Selain itu terdapat bintik-bintik kemerahan
didaerah yang gatal. Keluhan ini juga disertai rasa nyeri.

ANAMNESIS (2)
Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya.
Pasien menyangkal adanya riwayat alergi baik pada makanan ataupun obat-obatan. Riwayat
DM, pengobatan terkontrol (5 tahun).

Riwayat pengobatan: pasien belum pernah minum obar untuk keluhan yang sekarang, hanya
saja pasien rutin minum obat DM.
Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat keluarga dengan keluhan serupa disangkal oleh pasien.
Riwayat asma (-), sering bersin dipagi hari (-), alergi makanan dan obat-obatan (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Kondisi Umum: Tampak sakit ringan.
Gizi

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis, GCS 15 (E4V5M6)

Tanda Vital
Tekanan Darah : 130/90 mmHg
Nadi

: 72x/menit

Pernapasan

: 20x/menit

Suhu

: 36,6 0C
5

STATUS DERMATOLOGIS

Lokasi

: Regio Aksila dekstra, region mammae dekstra

Ukuran

: Plakat

Efloresensi : Eritema, Plak, Skuama

Regio aksila dekstra : Tampak plak eritema berbatas tegas dengan tepi
polisiklik dikelilingi papul eritema multipel (tepi aktif) dan tertutup skuama tipis
di atasnya.

Regio mammae dekstra : Tampak plak


eritema berbatas tegas dengan tepi
polisiklik dikelilingi papul eritema multipel
(tepi aktif) dan tertutup skuama tipis di
atasnya.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kerokan kulit dengan KOH 10%


Mikroskopis: Dermatofit tampak
Hifa panjang dan bersekat

Gambaran mikroskopis, kerokan kulit pasien dengan KOH


10%

DIAGNOSIS KERJA:

Tinea Korporis

TERAPI

- Asam salisilk 3%
- Asam benzoidicum 6% (oles 3x sehari
setelah mandi di daerah yang lesi)
- Miconazole cream 20 gr

10

DISKUSI KASUS

11

DEFINISI

Tinea korporis adalah dermatofitosis pada kulit tubuh tidak berambut


(glabrous skin) di daerah wajah, leher, badan, lengan, tungkai dan pantat
(glutea).

ETIOLOGI

Tinea Korporis disebabkan oleh jamur golongan Dermatofita yang mempunyai sifat
mencernakan keratin.

Dematofita yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit kepala dan rambut adalah
genus Tricophyton, Microsporum dan Epidermophyton. Jamur penyebab tinea korporis
ini ada yang bersifat antropofilik, geofilik, dan zoofilik.

Umumnya penyebab tinea korporis adalah Tricophyton rubrum, Tricophyton


mentagrophytes dan Microsporum canis.

Gambar 1. Jamur Microsporum

Gambar 2. Jamur Epidermophyton

Gambar 3. Jamur Trichophyton

EPIDEMIOLOGI

Tinea korporis prevalensinya sama antara pria dan wanita.

Tinea korporis dapat terjadi pada semua orang dari semua tingkatan usia tapi

prevalensinya lebih tinggi pada sebelum remaja. Tinea korporis yang berasal dari
binatang umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak.

Secara geografi lebih sering pada daerah tropis daripada subtropis.

Gambar 4. Tinea korporis

PATOGENESIS

Tricophyton Rubrum (Dermatofit)

Adheren
Bantuan Enzim-Enzim

Invasif

Sistem Imun Kulit


(Supervisial Kulit)

Respon Host
Terjadi Pelpasan Mediator Proinflamasi

Infeksius di Kulit
Khas Ringworm/central healing

DIAGNOSIS

Gejala Klinis
-

Gatal terutama bila berkeringat.

Gambaran mikroskopis kerokan kulit menunjukan adanya


rangkaian hifa

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan Penunjang

Effloresensi:
Lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri
atas eritema, skuama, kadang-kadang
dengan vesikel dan papul di tepi. Kelainan
kulit dapat dapat pula terlihat sebagai lesi-lesi
dengan pinggir polisiklik, karena beberapa
lesi kulit yang menjadi satu.
Khas dari infeksi ini ada central healing
(dibagian tepi meradang dan bagian tengah
tenang).
Predileksi: Tinea korporis lebih sering pada
permukaan tubuh yang terbuka antara lain
wajah, lengan dan bahu. Selain itu di leher,
badan, tungkai dan pantat (glutea).

Pemeriksaan kerokan kulit


dengan larutan KOH 10-20%
untuk melihat hifa atau spora
jamur.
Pemeriksaan Histologis akan
tampak neutrofil di stratum
corneum.
Biopsi kulit dengan pewarnaan
hematoxylin dan eosin pada
tinea
korporis
menunjukkan
spongiosis, parakeratosis, dan
infiltrat
inflamasi
superfisial
(rembesan sel radang ke
permukaan).

DIAGNOSIS BANDING
PSORIASIS

Bercak-bercak eritema yang meninggi dengan skuama di atasnya.


Eritema sirkumskrip dan merata, tetapi pada stadium penyembuhan
sering eritema yang di tengah menghilang dan hanya terdapat di
pinggir. Skuama berlapis-lapis, kasar dan berwarna putih seperti
mika, serta transparan. Besar kelainan bervariasi: lentikuler,
nummular atau plakat, dapat berkonfluensi.

Khas: Fenomena tetesan lilin, Auspitz, dan kobner (isomorfik).

DIAGNOSIS BANDING (2)


PITRIASIS ROSEA

Penyakit dimulai dengan lesi pertama (herald patch), umumnya di

badan, solitarm berbentuk oval dan anular. Ruam terdiri atas eritema
dan skuama halus di pinggir.

Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi pertama, memberi


gambaran yang khas, sama dengan lesi pertama hanya lebih kecil,
susunannya sejajar dengan kosta, sehingga menyerupai pohon
cemara terbalik. Lesi tersebut timbul serentak atau dalam beberapa
hari.

PENATALAKSANAAn
Menghilangkan faktor predisposisi penting, misalnya
mengusahakan daerah lesi selalu kering dan memakai baju
yang menyerap keringat.

Terapi topikal

Topical azole: Ketoconazole Cr


2%, Clotrinazole Cr
1%,
Miconazole Cr 2%, Oxiconazole
Cr 1%, Sertaconazole Cr 2%.
Allilamin: Terbinafin 1%
Sikloklopirosolamin 2%

Terapi sistemik

Antihistamin
Griseofulvin:
Anak-anak: 15-20 mg/KgBB/hari
Dewasa: 500-1000 mg/hari slm 4-6 minggu
Ketokonazol 200 mg/hari selama 3 minggu.
Itrakonazol 200 mg/hari selama 1 minggu.
Terbinafin 250 mg/hari selama 1-2 minggu.
Flukonazol 150 mg selama 4 minggu

PROGNOSIS

Untuk tinea korporis yang bersifat lokal, prognosisnya akan baik dengan tingkat kesembuhan 70100% setelah pengobatan dengan azol topikal atau allilamin atau dengan menggunakan anti jamur
sistemik.

DAFTAR PUSTAKA
1.

Budimulja U. Mikosis. Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Edisi Keenam, Cetakan pertama. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2011.
p.89-105.

2.

Verma S, Heffernan MP. Superficial Fungal Infection: Dermatophytosis, Onychomycosis, Tinea


Nigra, Piedra. In: Wolff K, et al. Fitzpatricks Dermatology in General Medicine. Seventh Edition.
New York: McGraw-Hill; 2008.p.1807-1822

3.

James William D, Md., Timothy G Berger, Md., Dirk M Elston, Md. Diseases Resulting from
Fungi and Yeasts. Chapter 15. Andrews' Diseases Of The Skin Clinical Dermatology. Tenth
Edition. 2006, Elsevier Saunders, Canada. p. 302

4.

Rycroft RJG, Roberston SJ, Wakelin SH. Fungal Disease. In: A Colour Handbook Dermatology.
Second Edition. New York: Manson Publishing;2010

5.

Rushing ME. Tinea corporis. [Serial Online]. 2014 May 28. [5 Screens]; available from;
http://www.emedicine.com/asp/tinea corporis/article/page type=Article.htm

THANK
YOU